Keinginan Clara

Namun tak di sangka sebelum Tania keluar dari ruangan Albert, terlebih dahulu Marsha masuk. Wanita cantik itu menaikkan salah satu alisnya, ketika menatap Tania.

“Loh, kok kamu ada di sini? Kamu mengejar suami aku ya sampai ke sini!” seru Marsha, hati wanita itu mulai meradang.

Tania turut menaikkan alis matanya, sama seperti yang dilakukan Marsha. “Saya mengejar Pak Albert ke sini, buat apa Nyonya! Saya bekerja di sini dan di panggil oleh Pak Albert untuk menghadap-nya,” tukas Tania.

Marsha buru-buru mendekati Albert. “Benar apa yang dia katakan, sayang?” Wanita itu sungguh amat terkejut dengan ucapan Tania.

“Iya benar, Tania ternyata karyawan perusahaan aku. Dan memang sengaja aku panggil ke sini,” jawab jujur Albert.

“Sayang, tidak menyembunyikan sesuatu padaku kan?” Marsha mulai curiga.

Albert langsung beringsut dari duduknya kemudian memeluk Marsha dengan mesranya. “Tidak ada yang aku sembunyikan darimu, aku minta dia datang untuk memberikan vitamin penyubur. Agar dia segera hamil, segera mengandung, segera melahirkan. Dan urusan ku dengan dia segera selesai, ketika anakku sudah lahir,” kata Albert, penuh kelembutan. Marsha membalas dekapan Albert.

Tania yang masih berdiri dekat pintu hanya bisa tersenyum kecut, sungguh wanita itu sangat menyesal mengagumi pria tersebut selama satu tahun ini.

Marsha kembali menatap sinis ke arah Tania. “Aku pegang ucapan mu, sayang. Sungguh aku tidak rela membagimu dengan wanita itu. Kamu hanya milik ku seorang, sampai akhir hayatku,” balas Marsha.

“Aku milikmu seorang,” jawab Albert, sekilas pria itu menoleh ke arah Marsha. “Kenapa masih berdiri di depan pintu, kamu sengaja ingin melihat saya bermesraan dengan istri saya!” tegur Albert sedikit membentak.

Sumpah Tania langsung syok ketika di bentak oleh Albert untuk pertama kalinya, mentang-mentang dirinya sudah dibeli oleh Bosnya.

Semuanya gara-gara ayah yang telah menjual gue. Sekarang pria itu semena-mena....gue berasa gak punya harga dirinya lagi depan dia!

Tania berdecak kesal. “Saya melihat karena punya mata, kalau saya buta ya saya gak melihat! ge-er amat...siapa juga mau lihat orang bermesraan, yang ada pengen muntah lihatnya!” jawab Tania dengan santainya, wanita itu tersenyum smirk ketika membalas tatapan tajam Albert, kemudian keluar dari ruang CEO.

Albert terlihat mengeraskan rahangnya, dan mengepalkan salah satu tangannya. Hati pria itu mengumpat Tania.

...----------------...

Sementara di rumah Tania...

Clara terlihat senang mendapatkan uang sebanyak 50 juta dari ibu dan ayahnya. Berulang kali gadis itu mencium wangi uang 5 gepok yang berwarna merah itu.

“Wah Ibu....cepat banget dapat uangnya. Ibu pinjam ke siapa lagi?” tanya Clara dengan wajah sumbrigahnya.

Rita ikutan bahagia bisa memberikan uang yang diminta anak kandungnya. “Ibu tidak pinjam uang lagi, tapi ini hasil menjual saudara tiri kamu semalam,” jawab Rita penuh rasa bangga.

“A-apa maksud ibu, Tania di jual?” tanya Clara, tapi tidak dengan rasa terkejut.

“Yap semalam ibu menjualnya ke pria yang sudah beristri, lumayan dapat uang 500 juta,” ujar Rita.

“Woow, Tania dijual seharga 500 juta! Berarti ibu punya banyak uang dong, kenapa aku hanya kebagian 50 juta.” Clara merasa kurang dengan uang pemberian ibunya.

Bibir Bu Rita mencebik. “Memangnya kamu gak ingat kalau Ibu sudah berhutang 200 juta buat keperluan kamu, tadi pagi baru saja ibu lunasi,” jawab Rita.

“Ooh...sorry bu, aku lupa.” Clara hanya bisa cengengesan.

“Tapi ngomong-ngomong yang beli Tania siapa bu, kok mau sih beli Tania sebanyak itu, memangnya berharga banget sih Tania?” tanya Clara dengan rasa ingin tahunya.

Rita langsung merogoh kantong celana panjangnya, lalu mengeluarkan handphonenya. “Kebetulan semalam ibu sempat memotret yang membeli dan menikahi Tania,” ucap Rita, sambil menunjukkan galeri handphonenya.

Clara langsung meraih handphone milik Rita, kemudian menatap foto yang ditunjuk Rita.

“Bu...ini benarkah yang membeli Tania?” tanya Clara, dengan rasa keterkejutannya.

“Iya pria itu yang membeli Tania, ibu gak nyangka punya wajah ganteng tapi malah beli dan menikahi Tania secara siri.”

“Bu...kenapa bukan aku aja yang di jual. Aku rela di jual sama pria ini,” rengek Clara.

“Loh kamu kok malah begitu, ibu mana tega jual kamu, nak.”

“Ibu, gak tahu ya...kalau pria itu pemilik perusahaan besar di Jakarta, dan pemilik salah satu industri perfilman. Dia orang kaya bu, dan istrinya itu super model, yang sangat di dukungan oleh suaminya. Harus nya ibu itu tanya ke aku, kalau tahu begini...aku rela di jual dan di nikahi oleh pria ini buat bayar hutang!” kata Clara, dan kembali merengek.

Rita yang baru di jelas kan oleh Clara langsung tertegun, dan menyesal setelah tahu pria yang membeli Tania, seorang pemilik perusahaan. Pikiran langsung menuju Tania, dan membayangkan kehidupan Tania yang sangat mewah, berbeda dengan kehidupan Clara.

“Ja-jadi ibu keliru ya, Clara?”

“Iya ibu sangat keliru, kalau aku yang di beli, aku bisa menjamin karir model ku pasti akan melejit seperti istrinya, kalau gak salah namanya Marsha!” seru Clara.

“Pokoknya aku gak mau tahu, ibu sama ayah harus menukar posisi Tania. Biar aku yang mengganti kan Tania, aku gak rela Tania di nikahi oleh pemilik perusahaan, dan pastinya Tania hidup mewah di sana. Gak seperti kita hidup dalam kesusahan terus!” ujar Clara, dengan hati yang mengebu-ngebu.

Rita langsung memikirkan apa yang di minta Clara, mungkin ada baiknya dia langsung menghubungi pria yang menjadi penghubungnya dengan pria yang membeli Tania.

“Te-tenang nak, nanti ibu cari cara agar kamu bisa menggantikan posisi Tania, ibu juga mau kamu hidup dalam kemewahan. Jangan sampai Tania menikmatinya,” ucap Rita, dengan senyuman smirknya.

“Harus bisa bu, lagi pula lebih cantik kan dan seksian aku di banding Tania.”

Rita menganggukkan kepalanya, dan mengiyakan memang anaknya lebih cantik ketimbang Tania yang memiliki wajah pas-pasan.

Clara anak yang baru menginjak dewasa tersenyum sinis, sambil mengingat wajah kakak tiri yang sangat di bencinya. Hatinya yang berselimut iri dengki, sangat tidak menerima kenyataan yang terjadi oleh Tania. Dia bertekad untuk berada di posisi kakak tirinya, dengan berbagai cara apapun.

...----------------...

Malam hari

Mansion Albert

Status boleh saja di nikahi oleh pria sekaya sultan, namun bukan berarti wanita itu menikmati semua kekayaan yang di milik pria tersebut. Kenyataannya wanita itu pulang bekerja saja, masih naik kendaraan umum menuju tempat tinggal baru nya.

Sekarang wanita itu sudah sampai di depan mansion milik pria tersebut, sekitar jam 18.30. Kakinya terasa berat untuk kembali masuk, ingin rasanya membalikkan badannya, lalu pergi ke rumah temannya.

TIN...TIN...TIN

Suara klakson mobil begitu nyaring di belakang Tania, membuat wanita itu berjingkat kaget.

“Astaga, jantungnya gue mau copot rasanya...kenapa hari ini gue senam jantung terus ya!” gumam Tania, sambil mengelus dadanya sendiri. Kemudian wanita itu menoleh ke belakang dan melihat mobil mewah tersebut, rupanya mobil milik Albert, Tania langsung melipir ke samping, memberikan jalan buat mobil Albert.

Sambil menundukkan kepalanya wanita itu memainkan salah satu kakinya, melihat ada kaleng kosong. Ditendangnya kaleng tersebut lalu menimpa bagian kaca belakang mobil Albert.

“OOOO....big problem!” Tania tercengang kaleng minuman yang di tendangnya meluncur dan mendarat pas di mobil Albert.

Mobil Albert yang sudah masuk ke gerbang mansion, tiba-tiba berhenti.

Tania langsung menutup wajahnya dengan rambut yang tergerai, kemudian langsung memutar arah, dan melangkahkan kakinya.

“TANIA!!” teriak Albert dari kejauhan.

“Oow..Tania bodoh nya kamu, Kenapa pakai di tendang kaléng nya. Kamu gak lihat kena mobil si pria dingin itu,” gerutu Tania sambil menoyor kepalanya sendiri, namun tetap berjalan.

Albert masih berdiri dengan tegaknya di belakang mobilnya, dan kembali meneriaki nama Tania, namun masih di hiraukannya.

bersambung....

Kakak Readers jangan lupa tinggalkan jejaknya ya, terima kasih sebelumnya.

Terpopuler

Comments

Rusmini Rusmini

Rusmini Rusmini

kalo clara jd istri nya Albert huuu angan angannya setinggi langit di sayang di puja di cinta kalo tau...bisa berkelahi trs sm Marsha ... /Joyful//Joyful/

2025-01-20

0

Rafinsa

Rafinsa

emang situ masih perawan??? kan yg dicari perawan...

2025-02-11

0

febby fadila

febby fadila

ambil clara biar kamu jd kacunganx marsha

2025-01-08

0

lihat semua
Episodes
1 Kedatangan Renternir (revisi)
2 Ceroboh
3 Dijual Ayahku Dibeli Bosku
4 Perdana ke mansion Albert
5 Menghadap Albert
6 Pelayan
7 Rapat marketing
8 Keinginan Clara
9 Persiapan Tania
10 Malam Pertama
11 Tania sakit
12 Dibeli bukan buat sakit
13 Tak sadarkan diri
14 Melawan Albert
15 Kedatangan Bu Rita dan Clara
16 Berpapasan
17 We time
18 Nonton di bioskop
19 Pertengkaran
20 Masih bertengkar
21 Mainan baru
22 Masakan Tania
23 Amarah Marsha
24 Pertemuan dengan Bu Rita dan Clara
25 Cintai diri sendiri
26 Semua berkat Tania
27 Opa Thamrin
28 Me timenya Tania
29 Makan malam
30 Ada apa dengan diriku
31 Menjemput Tania
32 Jaminan
33 Pemilik rumah sakit H
34 Hasil cek laboratorium
35 Siapa??
36 Perintah Albert
37 Pindah ruangan
38 Ada apa dengan hati Albert
39 Keributan kecil
40 Menginap di rumah sakit
41 Efek tidur seranjang
42 Nyonya Mansion Albert
43 Tania, please jangan membuat saya takut!
44 Mencari keberadaan suami
45 Di usir
46 Babu Baru
47 Keluhan Albert
48 Menemui renternir
49 Foto Tania
50 Terbakar api cemburu
51 Meredakan emosi
52 Di kira mimpi
53 Marsha curiga
54 Dilabrak
55 PIL KB
56 Rahasia
57 Keberadaan Tania
58 Penyelidikan Albert
59 Jatuh sakit
60 Sakit merindu
61 Kamu anakku!!
62 Ibu kandung
63 Ngidam
64 Cek ke dokter kandungan
65 Mulai mencari Tania
66 Menghubungi Bu Mimi
67 Clara berulah
68 Rapuhnya Albert
69 CEO Arogan
70 Teguran Jelita
71 Menguntit Marsha
72 Gerebek Marsha
73 Gosip beredar
74 Konferensi Pers- 1
75 Konferensi Pers - 2
76 Keadaan Tania, galaunya Albert
77 Perjalanan menuju Bandung
78 Maafkan Aku, Istriku
79 Keadaan Ayah Hans
80 Ingin bertemu dengan Tania
81 Pertemuan yang tak disengaja
82 Albert memohon maaf
83 Bu Rita ke mansion Albert
84 Aku jatuh cinta dengan Tania
85 Restu Mama Shinta
86 Mulai pendekatan
87 Menemani Tania
88 Jadi suami siaga
89 Ungkapan hati Albert
90 Bicara dari hati ke hati
91 Kedatangan Marsha
92 Bukti cinta Albert
93 Hasil operasi
94 Respon Albert
95 Bangun dari koma
96 Rita sang pelakor
97 Kehancuran Ayah Hans
98 Mencari tempat tinggal baru
99 Meyakinkan Tania
100 Kembali ke Jakarta
101 Tiba di mansion Albert
102 Memberitahukan Bu Mimi
103 Mandi bersama
104 Mulai beraksi!
105 Tragedi makan malam
106 Malam yang mencekam
107 Siapa yang kena??
108 Nasib Clara
109 Acara Baby Shower
110 Welcome Baby Triple
111 Akhir kisah Tania dan Albert
112 Kisah anak Albert dan Tania
113 Info Karya Terbaru
114 Info Terbaru Karya Mommy Ghina
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Kedatangan Renternir (revisi)
2
Ceroboh
3
Dijual Ayahku Dibeli Bosku
4
Perdana ke mansion Albert
5
Menghadap Albert
6
Pelayan
7
Rapat marketing
8
Keinginan Clara
9
Persiapan Tania
10
Malam Pertama
11
Tania sakit
12
Dibeli bukan buat sakit
13
Tak sadarkan diri
14
Melawan Albert
15
Kedatangan Bu Rita dan Clara
16
Berpapasan
17
We time
18
Nonton di bioskop
19
Pertengkaran
20
Masih bertengkar
21
Mainan baru
22
Masakan Tania
23
Amarah Marsha
24
Pertemuan dengan Bu Rita dan Clara
25
Cintai diri sendiri
26
Semua berkat Tania
27
Opa Thamrin
28
Me timenya Tania
29
Makan malam
30
Ada apa dengan diriku
31
Menjemput Tania
32
Jaminan
33
Pemilik rumah sakit H
34
Hasil cek laboratorium
35
Siapa??
36
Perintah Albert
37
Pindah ruangan
38
Ada apa dengan hati Albert
39
Keributan kecil
40
Menginap di rumah sakit
41
Efek tidur seranjang
42
Nyonya Mansion Albert
43
Tania, please jangan membuat saya takut!
44
Mencari keberadaan suami
45
Di usir
46
Babu Baru
47
Keluhan Albert
48
Menemui renternir
49
Foto Tania
50
Terbakar api cemburu
51
Meredakan emosi
52
Di kira mimpi
53
Marsha curiga
54
Dilabrak
55
PIL KB
56
Rahasia
57
Keberadaan Tania
58
Penyelidikan Albert
59
Jatuh sakit
60
Sakit merindu
61
Kamu anakku!!
62
Ibu kandung
63
Ngidam
64
Cek ke dokter kandungan
65
Mulai mencari Tania
66
Menghubungi Bu Mimi
67
Clara berulah
68
Rapuhnya Albert
69
CEO Arogan
70
Teguran Jelita
71
Menguntit Marsha
72
Gerebek Marsha
73
Gosip beredar
74
Konferensi Pers- 1
75
Konferensi Pers - 2
76
Keadaan Tania, galaunya Albert
77
Perjalanan menuju Bandung
78
Maafkan Aku, Istriku
79
Keadaan Ayah Hans
80
Ingin bertemu dengan Tania
81
Pertemuan yang tak disengaja
82
Albert memohon maaf
83
Bu Rita ke mansion Albert
84
Aku jatuh cinta dengan Tania
85
Restu Mama Shinta
86
Mulai pendekatan
87
Menemani Tania
88
Jadi suami siaga
89
Ungkapan hati Albert
90
Bicara dari hati ke hati
91
Kedatangan Marsha
92
Bukti cinta Albert
93
Hasil operasi
94
Respon Albert
95
Bangun dari koma
96
Rita sang pelakor
97
Kehancuran Ayah Hans
98
Mencari tempat tinggal baru
99
Meyakinkan Tania
100
Kembali ke Jakarta
101
Tiba di mansion Albert
102
Memberitahukan Bu Mimi
103
Mandi bersama
104
Mulai beraksi!
105
Tragedi makan malam
106
Malam yang mencekam
107
Siapa yang kena??
108
Nasib Clara
109
Acara Baby Shower
110
Welcome Baby Triple
111
Akhir kisah Tania dan Albert
112
Kisah anak Albert dan Tania
113
Info Karya Terbaru
114
Info Terbaru Karya Mommy Ghina

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!