Pelayan

Tania berulang kali menelan salivanya ketika melihat Albert kembali ke ruang kerja. Ada rasa kagok jika benar dugaan wanita itu, kalau Albert mendengar apa yang tadi di celetuknya sendiri. Wanita itu menundukkan pandangannya, kemudian beringsut dari lantai lalu permisi untuk keluar dari ruang kerja Albert, tanpa banyak bicara lagi.

“Berhati-hatilah jika berucap, dan lihat siapa yang kamu hadapi,” tegur Albert tanpa menunjukkan ekspresi di wajahnya.

Kemudian Albert menuju meja kerjanya untuk mengambil handphonenya yang tertinggal.

Tania menghentikan langkah kakinya sejenak. “Bodo amat!” sahutnya agak meninggi.

Albert sontak kaget dengan jawaban Tania, lalu menoleh ke belakang, namun sayangnya Tania sudah tak ada di sana.

...----------------...

Esok hari

Pagi hari di mansion Albert, Tania agak kebingungan dengan dirinya sendiri, pagi ini dia harus berangkat kerja ke kantor, tapi tak ada satu pun pakaian ganti untuk dirinya berangkat ke kantor. Apa iya dia harus pakai baju yang kemarin dia kenakan, itu tidak mungkin...pakaiannya sudah kotor lagian akan memalukan dirinya dengan teman kerjanya di kantor.

TOK...TOK...TOK

Tiba tiba pintu kamar yang ditempatinya terketuk, wanita itu bergegas membukakan pintu kamarnya.

BRAK!

Tas besar berwarna hitam di jatuhkan pas di hadapan Tania, hampir saja menginjak kaki Tania.

“Merepotkan aja, ini barang-barang kamu!!” ujar ketus wanita muda dengan pakaian berseragam maid.

“Ooh terima kasih mbak,” jawab Tania sopan.

“Ehh...kata Nyonya Marsha, kamu di sini pelayan baru juga ya! Kenal kan namaku Gisela Anastasya...kamu bisa panggil aku mbak Gisel  dan kamu sebagai pelayan baru cepat pergi ke bagian dapur, banyak pekerjaan yang menanti!” perintah Gisel dengan gaya angkuhnya.

Astaga baru jadi pelayan aja sudah seangkuh ini, ngimana kalau jadi Nyonya mansion....wah tambah tinggilah tuh ke angkuhannya.

Tania menelisik wajah Gisel, yang lumayan ayu lah, masih enak di tatap, walau dari raut wajah nya terkesan judes.

“Sudah cepetan, jangan bengong aja. Kamu gak usah pakai terpesona melihat wajahku yang cantik. Rapikan barangmu, terus langsung ke dapur,” perintah Gisel laganya bak seorang bos.

“Makasih mbak Gisel, saya akan segera ke dapur,” jawab Tania, sembari melirik jam dinding yang ada di kamarnya.

Gisel sedikit melirik sinis ke Tania, kemudian pergi meninggalkannya.

“Masih jam setengah enam, masih bisa bantu-bantu di dapur,” gumam Tania, sambil mendorong tas yang di bawa Gisel, dan membawa ke atas ranjang kecilnya. Kemudian keluar kamar menuju dapur yang ada di mansion.

Sesampainya di dapur, tanpa banyak bicara wanita itu bergegas membantu para maid yang sibuk menyiapkan masakan untuk tuan dan Nyonya-nya. Serta untuk dirinya sendiri, dia mengambil beberapa bahan sayur dan di masak untuk dia makan sendiri.

“Tania, jangan lupa isi perut kamu, bukankah kamu mau berangkat kerja?” tanya Bu Mimi.

Tania yang sedang menumis bumbu langsung menoleh, di saat ada yang menyebutkan namanya. “Oh iya Bu Mimi, setelah ini saya akan sarapan,” balas Tania. Beberapa maid yang berada di dapur, menatap aneh ke Tania. Mungkin mereka agak aneh dengan cara Bu Mimi berucap, mereka tahu nya jika Tania maid seperti mereka, tapi kenapa mau berangkat kerja! Biarlah jadi teka teki sendiri, Tania tidak perlu menjelaskan siapa dia sebenarnya.

Selama satu jam lebih Tania berkutat di dapur, dan sudah menyiapkan bekalnya untuk dirinya sendiri. Setelahnya sudah waktunya dia bersiap-siap untuk berangkat kerja.

Jam 7.00 wib, Tania sudah meninggalkan mansion Albert tanpa berpamitan dengan Albert dan Marsha, dia hanya berpamitan dengan Bu Mimi.

Sedangkan di ruang makan terlihat Albert dan Marsha sudah berpakaian rapi, kini mereka siap menikmati sarapan paginya. Beberapa maid juga sedang menghidangkan makanannya.

“Bu Mimi, bisa panggilkan Tania?” pinta Albert.

“Non Tania, sudah berangkat kerja, Tuan Albert,” jawab Bu Mimi.

Albert menyunggingkan sudut bibirnya.  Ternyata wanita itu tambah tidak sopan dengan saya...

“Sayang, ternyata wanita yang kamu beli tidak sopan ya, berani pergi dari mansion, tanpa berpamitan denganmu, tapi yang maklumi saja lagi pula dia wanita dari kalangan bawah yang tidak mengerti dengan attitude kalangan atas,” celetuk Marsha.

“Mmm.....,” gumam Albert, untuk saat ini dia tidak mau memedulikan Tania.

“Semoga aja Tania tidak kabur, rugi kita sudah membelinya 500 juta,” kembali berceletuk Marsha.

“Bukan kita yang membeli, tapi aku yanng membelinya,” sahut Albert meralat ucapan Marsha. Wanita itu hanya bisa mendengus kasar.

“Sudah ada orang yang akan mengawasi Tania, jadi jika kabur...maka tidak ada kata ampun lagi,” lanjut kata Albert.

“Syukurlah kalau sudah ada yang mengawasi nya.”

Albert dan Marsha kembali menikmati sarapan paginya, dan terlihat Albert sangat menikmati sarapannya, yang jelas berbeda rasanya, begitu pas di lidahnya.

“Bu Mimi, tolong bilang ke bagian dapur, cita rasa masakannya di pertahankan seperti ini. Ini sangat luar biasa rasa masakannya,” puji Albert.

“Baik Tuan, nanti akan saya sampai kan kepada maid yang bertugas di dapur,” jawab Mimi.

“Benar sayang, makanannya sekarang lebih enak, berarti ada kemajuan,” sambung Marsha. Mereka berdua tidak tahu jika makanan yang mereka nikmati, ada campur tangan Tania.

...----------------...

Perusahaan Maxindo

Tania dari berangkat kerja merasa ada yang mengikutinya, dan langsung ke pikiran...itu pasti salah satu bodygourd Albert dalam benaknya.

“Buat apa aku di awasi! Percuma aku juga gak akan bisa kabur,” gerutu sendiri Tania, sembari jalan menuju ruangannya.

“Ck...ck...ck...masih pagi sudah ngedumel aja nih,” tegur Kia dari belakang, Tania langsung menoleh ke belakang.

“Di kiraiin siapa yang ngomong, ternyata si wewe gombel,” balas celetuk Tania sambil terkekeh.

“Asem loe, ngataiin gue wewe gombel, nah elu si kuntilanak,” balas Kia langsung menepuk bahu Tania, ikutan terkekeh.

“Cuss buruan masuk, kerjaan kita banyak,” ucap Kia. Langkah kaki Tania segera di percepat menuju kubikelnya.

Satu jam kemudian.....

“Untuk semua rekan-rekan, sepuluh menit lagi kita semua akan meeting dengan Pak Albert di ruang meeting lantai delapan, jadi saya minta kalian semua membawa data pekerjaan. Dan tunjukkan kinerja kalian semua, jangan bikin malu divisi marketing! “ sang pria yang memiliki perut buncit memberikan pengumuman di depan pintu ruangannya.

“Baik, Pak Yana,” jawab serempak para staff marketing kepada sang manajer marketing.

Tania dan Kia sama-sama melongo dari kubikelnya. “Tania, kok tumben kita ikutan rapat?”

Tania mengedikkan bahunya,” Mana gue tahu, loe nanya ke gue...terus gue harus hanya ke siapa,” kilah Tania.

“Ah dasar loe, gue nanya serius, malah di jawab bercanda. Tapi gak pa-pa sih kita ikutan rapat, lihat cowok ganteng gitu loh, my idola CEO Pak Albert sang pemilik perusahaan,” kata Kia terlihat memuja. Sedangkan Tania sudah bermuka masam, wanita itu hanya bisa mengaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Kalau boleh memilih rasanya dia tidak ingin ikut rapat dadakan yang di hadiri oleh CEO Maxindo.

Namun berbeda hal dengan rekan kerja yang lain, mereka selain menyiapkan bahan yang akan di bawa, mereka pun merapikan penampilan nya agar terlihat cantik di depan CEO Maxindo.

Tania hanya bisa melongo melihat rasa antusias rekan kerjanya, kemudian dia menelungkupkan wajahnya ke meja. “Gue malas ikut rapat!” gumamnya sendiri, sambil menghentakkan kedua kakinya di lantai.

Dulu wanita itu semangat jika berhubungan dengan Albert, sekarang rasanya mulai berkurang.

bersambung.......pertama kali ikut rapat, rasanya 🤔🤔

Kakak Readers jangan ikutan jadi 👻👻👻👻, yuukkk di like, komentarnya, di kasih vote dan hadiah juga mau....biar tambah joss menghalunya 😁😁. Terima kasih

Love You sekebon 🍊🍊🍊

Titip di sini buat kenang-kenangan, baru rilis...alhamdulilah masuk rangking karya baru, mudah mudahan masuk 10 besar kayak kisah Erick dan Alya...aamiin

Terpopuler

Comments

Rusmini Rusmini

Rusmini Rusmini

udh tak vote
bwt Tania...sing sabar ya nduuuukkk
☺️☺️☺️💪💪

2025-01-20

0

febby fadila

febby fadila

awas lo albert klw lirik tania

2025-01-08

0

Tutik Susilowati

Tutik Susilowati

Ntar pasti di Albert lirik2 Tania, tuh

2024-12-05

0

lihat semua
Episodes
1 Kedatangan Renternir (revisi)
2 Ceroboh
3 Dijual Ayahku Dibeli Bosku
4 Perdana ke mansion Albert
5 Menghadap Albert
6 Pelayan
7 Rapat marketing
8 Keinginan Clara
9 Persiapan Tania
10 Malam Pertama
11 Tania sakit
12 Dibeli bukan buat sakit
13 Tak sadarkan diri
14 Melawan Albert
15 Kedatangan Bu Rita dan Clara
16 Berpapasan
17 We time
18 Nonton di bioskop
19 Pertengkaran
20 Masih bertengkar
21 Mainan baru
22 Masakan Tania
23 Amarah Marsha
24 Pertemuan dengan Bu Rita dan Clara
25 Cintai diri sendiri
26 Semua berkat Tania
27 Opa Thamrin
28 Me timenya Tania
29 Makan malam
30 Ada apa dengan diriku
31 Menjemput Tania
32 Jaminan
33 Pemilik rumah sakit H
34 Hasil cek laboratorium
35 Siapa??
36 Perintah Albert
37 Pindah ruangan
38 Ada apa dengan hati Albert
39 Keributan kecil
40 Menginap di rumah sakit
41 Efek tidur seranjang
42 Nyonya Mansion Albert
43 Tania, please jangan membuat saya takut!
44 Mencari keberadaan suami
45 Di usir
46 Babu Baru
47 Keluhan Albert
48 Menemui renternir
49 Foto Tania
50 Terbakar api cemburu
51 Meredakan emosi
52 Di kira mimpi
53 Marsha curiga
54 Dilabrak
55 PIL KB
56 Rahasia
57 Keberadaan Tania
58 Penyelidikan Albert
59 Jatuh sakit
60 Sakit merindu
61 Kamu anakku!!
62 Ibu kandung
63 Ngidam
64 Cek ke dokter kandungan
65 Mulai mencari Tania
66 Menghubungi Bu Mimi
67 Clara berulah
68 Rapuhnya Albert
69 CEO Arogan
70 Teguran Jelita
71 Menguntit Marsha
72 Gerebek Marsha
73 Gosip beredar
74 Konferensi Pers- 1
75 Konferensi Pers - 2
76 Keadaan Tania, galaunya Albert
77 Perjalanan menuju Bandung
78 Maafkan Aku, Istriku
79 Keadaan Ayah Hans
80 Ingin bertemu dengan Tania
81 Pertemuan yang tak disengaja
82 Albert memohon maaf
83 Bu Rita ke mansion Albert
84 Aku jatuh cinta dengan Tania
85 Restu Mama Shinta
86 Mulai pendekatan
87 Menemani Tania
88 Jadi suami siaga
89 Ungkapan hati Albert
90 Bicara dari hati ke hati
91 Kedatangan Marsha
92 Bukti cinta Albert
93 Hasil operasi
94 Respon Albert
95 Bangun dari koma
96 Rita sang pelakor
97 Kehancuran Ayah Hans
98 Mencari tempat tinggal baru
99 Meyakinkan Tania
100 Kembali ke Jakarta
101 Tiba di mansion Albert
102 Memberitahukan Bu Mimi
103 Mandi bersama
104 Mulai beraksi!
105 Tragedi makan malam
106 Malam yang mencekam
107 Siapa yang kena??
108 Nasib Clara
109 Acara Baby Shower
110 Welcome Baby Triple
111 Akhir kisah Tania dan Albert
112 Kisah anak Albert dan Tania
113 Info Karya Terbaru
114 Info Terbaru Karya Mommy Ghina
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Kedatangan Renternir (revisi)
2
Ceroboh
3
Dijual Ayahku Dibeli Bosku
4
Perdana ke mansion Albert
5
Menghadap Albert
6
Pelayan
7
Rapat marketing
8
Keinginan Clara
9
Persiapan Tania
10
Malam Pertama
11
Tania sakit
12
Dibeli bukan buat sakit
13
Tak sadarkan diri
14
Melawan Albert
15
Kedatangan Bu Rita dan Clara
16
Berpapasan
17
We time
18
Nonton di bioskop
19
Pertengkaran
20
Masih bertengkar
21
Mainan baru
22
Masakan Tania
23
Amarah Marsha
24
Pertemuan dengan Bu Rita dan Clara
25
Cintai diri sendiri
26
Semua berkat Tania
27
Opa Thamrin
28
Me timenya Tania
29
Makan malam
30
Ada apa dengan diriku
31
Menjemput Tania
32
Jaminan
33
Pemilik rumah sakit H
34
Hasil cek laboratorium
35
Siapa??
36
Perintah Albert
37
Pindah ruangan
38
Ada apa dengan hati Albert
39
Keributan kecil
40
Menginap di rumah sakit
41
Efek tidur seranjang
42
Nyonya Mansion Albert
43
Tania, please jangan membuat saya takut!
44
Mencari keberadaan suami
45
Di usir
46
Babu Baru
47
Keluhan Albert
48
Menemui renternir
49
Foto Tania
50
Terbakar api cemburu
51
Meredakan emosi
52
Di kira mimpi
53
Marsha curiga
54
Dilabrak
55
PIL KB
56
Rahasia
57
Keberadaan Tania
58
Penyelidikan Albert
59
Jatuh sakit
60
Sakit merindu
61
Kamu anakku!!
62
Ibu kandung
63
Ngidam
64
Cek ke dokter kandungan
65
Mulai mencari Tania
66
Menghubungi Bu Mimi
67
Clara berulah
68
Rapuhnya Albert
69
CEO Arogan
70
Teguran Jelita
71
Menguntit Marsha
72
Gerebek Marsha
73
Gosip beredar
74
Konferensi Pers- 1
75
Konferensi Pers - 2
76
Keadaan Tania, galaunya Albert
77
Perjalanan menuju Bandung
78
Maafkan Aku, Istriku
79
Keadaan Ayah Hans
80
Ingin bertemu dengan Tania
81
Pertemuan yang tak disengaja
82
Albert memohon maaf
83
Bu Rita ke mansion Albert
84
Aku jatuh cinta dengan Tania
85
Restu Mama Shinta
86
Mulai pendekatan
87
Menemani Tania
88
Jadi suami siaga
89
Ungkapan hati Albert
90
Bicara dari hati ke hati
91
Kedatangan Marsha
92
Bukti cinta Albert
93
Hasil operasi
94
Respon Albert
95
Bangun dari koma
96
Rita sang pelakor
97
Kehancuran Ayah Hans
98
Mencari tempat tinggal baru
99
Meyakinkan Tania
100
Kembali ke Jakarta
101
Tiba di mansion Albert
102
Memberitahukan Bu Mimi
103
Mandi bersama
104
Mulai beraksi!
105
Tragedi makan malam
106
Malam yang mencekam
107
Siapa yang kena??
108
Nasib Clara
109
Acara Baby Shower
110
Welcome Baby Triple
111
Akhir kisah Tania dan Albert
112
Kisah anak Albert dan Tania
113
Info Karya Terbaru
114
Info Terbaru Karya Mommy Ghina

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!