Menghadap Albert

Mansion Albert

Satu hari ini hati Tania sudah kacau sekacaunya. Masih belum terima dirinya di jual ayahnya dan di nikahi oleh bos tempat dia bekerja. Namun sekarang berhadapan dengan istri pertama CEOnya, yang jauh berbeda apa yang dia lihat selama ini. Di kantornya yang dia tau Marsha itu tipe istri CEO yang ramah, baik hati selain cantik. Namun yang dia hadapi saat ini sangatlah berbeda 180 derajat, angkuh, sombong dan judes.

Semakin bertambahlah orang yang berperan antagonist di kehidupannya, yang awalnya ibu tiri serta adik tirinya sekarang bertambah istri atau bisa dibilang madunya. Aah rasanya Tania ingin tertawa sekencang-kencangnya dan berteriak kepada Yang Maha Pencipta, apa kesalahannya...hingga masalah datang bertubi-tubi dalam hidupnya. Bolehkah dia bahagia dalam hidupnya? Bolehkah dia memilih alur cerita kehidupannya.

“Jangan coba-coba kamu merebut suami ku, Albert hanya milik ku seorang!” seru Marsha, tatapan wanita itu sangatlah tajam.

“Ingat Nyonya Marsha, saya tidak pernah merebut suami Nyonya. Tapi suami Nyonya lah yang menikahi saya, tanpa saya harus merebut dari Nyonya,” balas Tania dengan santainya.

Marsha berdecak kesal, tak di sangka wanita yang terlihat kampungan itu mampu melawan dirinya.

Tak lama kemudian....

“Permisi Nyonya Marsha, Nona Tania,” sapa Gerry sang asisten Albert.

“Ada apa, Gerry?” tanya Marsha ketus.

“Nona Tania di minta menghadap Tuan Albert sekarang juga, beliau ada di ruang kerja,” ujar Gerry.

Marsha melirik Tania dengan tatapan yang tidak mengenakan. “Ke sana kamu, dan ingat posisi kamu!” ujar  Marsha ketus. Tania hanya mendengus kesal, dengan langkah kaki malasnya, wanita itu mengikuti Gerry menuju ruang kerja Albert.

Mau apa lagi ini!

...----------------...

Ruang Kerja

Sebelum masuk ke ruang kerja dan bertemu dengan Albert, berulang kali Tania mengatur napasnya, dan menetralkan debaran jantungnya yang mulai berdegup. Walau bagaimana pun Tania masih ada rasa suka dan kagum dengan Bosnya sendiri.

Gerry mengetuk pintu ruangan dan membuka pintu setelah terdengar jawaban dari Tuannya, Albert.

“Masuk lah, nona Tania,” pinta Gerry.

“Terima kasih Pak Gerry,” balas Tania. Langkah kaki wanita itu semakin berat ketika memasuki ruangan. Jantungnya mulai berdegup cepat, rupanya hati tak bisa di ajak kompromi.

Albert yang duduk di kursi kerjanya menatap Tania dari kejauhan, dan sangat memperhatikan wanita itu. Yang kini sudah berdiri di depan meja kerjanya.

Tania berusaha tampak tenang untuk menatap pria yang baru saja menikahinya, tapi tak kuasa wanita itu tertunduk sesaat, ketika pria itu menatap nya dengan tatapan dingin, serta sorotan mata tajamnya.

“Pak Albert ada apa memanggil saya,” kata Tania memberanikan diri untuk buka suara untuk pertama kali.

“Saya baru teringat jika tadi pagi kita bertemu. Kamu bekerja di perusahaan saya, kan?” tanya Albert.

Tania segera mengangkat wajahnya dan menatap pria tampan itu. “Iya Pak Albert, saya karyawan bapak yang tadi pagi menumpahkan kopi di jas bapak,” jawab Tania.

Pria itu terlihat berdecak kesal, ternyata dia menikahi karyawannya sendiri, sedikit teledor tidak mengecek wanita yang di belinya, malah main langsung menikahinya. Akan tetapi sudah terlanjur terjadi, dia sudah mengeluarkan uang dan menikahinya secara agama.

“Sepertinya bapak menyesal membeli saya, bagaimana kalau saya menelepon ayah saya untuk mengembalikan uangnya, serta membatalkan pernikahannya,” ucap Tania, bisa membaca jika Albert agak kecewa.

“Tidak perlu sudah terlanjur,” balas Albert masih menunjukkan rasa kecewanya.

“Kamu masih perawan kan? Karena saya tidak mau kena penyakit kelamin, jika berhubungan dengan wanita lain selain istri saya Marsha?” tanya Albert, sungguh pertanyaan yang sangat sensitif.

Batin Tania mengeram. “Saya jawab jujur atau tidak jujur, tetap saya tidak bisa membuktikannya sendiri. Tapi yang jelas sampai detik ini saya belum menikah dengan siapa pun, berarti saya masih perawan, karena tabu buat saya jika berhubungan intim di luar nikah. Tapi jika Pak Albert tidak yakin, sebaiknya batalkan, sebelum ayah saya menghabiskan uangnya!” jawab tegas Tania.

“Bagus, saya pegang perkataan kamu,” balas Albert. Sesaat pria itu kembali memindai Tania dari ujung kaki sampai ujung rambut, penampilan yang sangat sederhana, bekerja hanya memakai celana bahan di padu kemeja polos slim fit, pas body. Sedangkan wajah tidak ada yang menarik, bisa dikatakan lebih cantik Marsha, begitu lah penilaian Tania di mata Albert.

“Saya sudah membelimu dari ayah mu. Saya mengingat kan tugasmu, mengandung dan melahirkan anak saya, itu saja. Kedudukan kamu di mansion ini bukan sebagai Nyonya mansion dan istri saya, kedudukanmu sama dengan pelayan di sini,” kata Albert dengan tegas nya.

Ck...gue di anggap pelayan alias babu alisnya maid di sini!...Sabar Tania....geram batin Tania.

Tania sedari tadi masih berdiri tegak di hadapan Albert, sungguh tega sekali pria itu tidak menyuruh nya untuk duduk, padahal kaki wanita itu mulai terasa pegal. Sepertinya Albert tidak sensitif, atau memang seperti itu kalau di anggap pelayan.

“Bapak sangat yakin sekali saya bisa mengandung anak bapak!” celetuk Tania.

Wanita itu memberanikan diri menatap datar wajah  tampan Albert.

“Saya tidak pernah meminta untuk menjadi istri Pak Albert, atau menjadi Nyonya mansion. Tapi Bapak meminta saya mengandung dan melahirkan anak bapak, padahal saya di anggap pelayan di sini! Kenapa tidak pilih pelayan di sini saja, tanpa harus mengeluarkan uang banyak!” kata Tania dengan santainya.

“Sepertinya kamu wanita yang banyak bicara,” sahut Albert.

“Tergantung...apa yang di ganteng, Pak!" jawab Tania ketus.

Albert memainkan bolpoint yang ada di tangan, dan masih menatap Tania yang sengaja tidak di suruh duduk olehnya.

“Jangan sesekali kamu mencoba kabur! Ke mana pun kamu pergi akan selalu ada yang mengawasimu. Jangan pernah main-main dengan saya!” kata Albert, penuh penegasan.

“Baik, saya tidak akan kabur, tapi ada satu hal yang saya pinta Pak Albert_”

“Apa yang kamu minta?” sela Albert.

“Saya ingin tetap bekerja seperti biasa, atau jika saya di pecat oleh Pak Albert. Saya akan mencari pekerjaan di perusahaan lain, hanya itu yang saya pinta. Karena saya tahu diri Pak Albert tidak akan menganggap saya sebagai istri, jadi saya harus mencari nafkah untuk diri saya sendiri!” kata Tania.

“Pak Albert membeli saya, bukan berarti saya menjadi tahanan bapak, atau menjadi BUDAK SE KS bapak!” lanjut kata Tania, kalimat terakhir penuh penegasan.

Albert terdiam seketika, sembari menatap wajah Tania. Memang benar Albert tidak menganggap Tania sebagai istrinya, hanya sebagai wanita yang akan mengandung benihnya saja.

“Apakah kamu bisa menjamin tidak mengumbar masalah pernikahan kita berdua di perusahaan saya, kepada siapapun?”

“Dari mulut saya, saya bisa menjamin menjaga rahasia ini. Tapi entah dengan mulut orang lain, siapa yang tahu tentang pernikahan kita berdua, kecuali yang hadir di hotel tadi,” jawab Tania.

“Baiklah, selama kamu bisa menjaga rahasia tentang pernikahan ini. Saya izin kan kamu bekerja. Tapi di saat rahasia itu terbongkar, maka kamu bersedia menerima konsekuensinya!”

“Oke, saya terima semua konsekuensinya, di ceraikan juga tidak masalah. Lebih cepat lebih baik,” jawab tegas Tania.

Batin pria itu mulai mengeram, setelah berulang kali wanita itu terus menjawab, tanpa memfilter jawabannya. Di kiranya wanita yang di beli itu wanita penurut, ternyata tidak.

Albert mulai beranjak dari duduknya, dan mendekati Tania, pria itu sengaja berdiri tegak di hadapan Tania, hanya berjarak 20cm. Seketika Tania terkesiap dan refleks melangkah mundur. “Tugasmu akan dimulai besok jadi persiapkan diri kamu, dan saya ingat kan kamu jangan pernah jatuh hati dengan saya, dan jangan menggoda saya! Karena saya tahu, banyak wanita di luar sana ingin menjadi simpanan saya. Tapi saya, suami setia dan sangat mencintai istri saya, Marsha. Jadi jangan berharap saya akan menyukaimu!” ucap tegas Albert dengan tatapan yang sangat menusuk hati Tania, seketika bisa mematahkan hati wanita.

GLEK!

Tania berusaha menelan salivanya yang sempat tercekat di tenggorokan, menatap begitu dekat ciptaan Allah yang begitu tampan, di tambah aroma maskulin yang begitu menyeruak sungguh memabukkan para kaum hawa.

“Ingat itu!”

“B-baik Pak Albert,” jawab Tania.

Pria itu melewati Tania begitu saja, dan meninggalkan Tania yang masih berdiri. Seketika wanita itu menjatuhkan dirinya di lantai, kemudian memukul-mukul pahanya yang terasa pegel.

“Perasaan gue jadi kayak wanita bayaran ya. Dibayar lalu di pakai, terus kalau sudah selesai dihempaskan di jalanan. Ha...ha...ha...malang bener nasibmu Tania. Mengagumi pria tampan, rupanya tak sesuai dengan ekspetasinya....ya ampun. Gue punya dosa apa di masa lalu!” gumam Tania sendiri.

“Andaikan ada traktor di depan mata, duh rasanya pengen pinjem buat ngiles tuh cowok sampai gepeng...peng,” masih ngedumel Tania.

Tanpa di sadari Tania, Albert berdiri di hadapan Tania. Melihat sepatu Albert yang sangat kinclong, Tania langsung mendongakkan wajahnya.

Perasaan tadi udah keluar ruangan. Alamat deh....wiss terserah deh...

bersambung.....

"Ooh malangnya nasibmu Tania,kamu cuma di anggap pelayan sama pria yang kamu kagumi," batin Tania.

"Tugasmu hanyalah mengandung, dan melahirkan anak saya, bukan menjadi istri saya sepenuhnya!" seru Albert.

Terpopuler

Comments

Meri Andika Putri

Meri Andika Putri

iya tu awas Lo Albert kalo sampai jatuh cinta

2024-11-15

0

febby fadila

febby fadila

awas kamu albert jangan sampai kamu jatuh cinta sama tania

2025-01-08

0

🏠⃟ᵐᵒᵐરuyzz🤎𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ🍁🥑⃟❣️

🏠⃟ᵐᵒᵐરuyzz🤎𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ🍁🥑⃟❣️

di wanita yg mandiri... wanita yg selalu ditindas.....

2025-01-21

0

lihat semua
Episodes
1 Kedatangan Renternir (revisi)
2 Ceroboh
3 Dijual Ayahku Dibeli Bosku
4 Perdana ke mansion Albert
5 Menghadap Albert
6 Pelayan
7 Rapat marketing
8 Keinginan Clara
9 Persiapan Tania
10 Malam Pertama
11 Tania sakit
12 Dibeli bukan buat sakit
13 Tak sadarkan diri
14 Melawan Albert
15 Kedatangan Bu Rita dan Clara
16 Berpapasan
17 We time
18 Nonton di bioskop
19 Pertengkaran
20 Masih bertengkar
21 Mainan baru
22 Masakan Tania
23 Amarah Marsha
24 Pertemuan dengan Bu Rita dan Clara
25 Cintai diri sendiri
26 Semua berkat Tania
27 Opa Thamrin
28 Me timenya Tania
29 Makan malam
30 Ada apa dengan diriku
31 Menjemput Tania
32 Jaminan
33 Pemilik rumah sakit H
34 Hasil cek laboratorium
35 Siapa??
36 Perintah Albert
37 Pindah ruangan
38 Ada apa dengan hati Albert
39 Keributan kecil
40 Menginap di rumah sakit
41 Efek tidur seranjang
42 Nyonya Mansion Albert
43 Tania, please jangan membuat saya takut!
44 Mencari keberadaan suami
45 Di usir
46 Babu Baru
47 Keluhan Albert
48 Menemui renternir
49 Foto Tania
50 Terbakar api cemburu
51 Meredakan emosi
52 Di kira mimpi
53 Marsha curiga
54 Dilabrak
55 PIL KB
56 Rahasia
57 Keberadaan Tania
58 Penyelidikan Albert
59 Jatuh sakit
60 Sakit merindu
61 Kamu anakku!!
62 Ibu kandung
63 Ngidam
64 Cek ke dokter kandungan
65 Mulai mencari Tania
66 Menghubungi Bu Mimi
67 Clara berulah
68 Rapuhnya Albert
69 CEO Arogan
70 Teguran Jelita
71 Menguntit Marsha
72 Gerebek Marsha
73 Gosip beredar
74 Konferensi Pers- 1
75 Konferensi Pers - 2
76 Keadaan Tania, galaunya Albert
77 Perjalanan menuju Bandung
78 Maafkan Aku, Istriku
79 Keadaan Ayah Hans
80 Ingin bertemu dengan Tania
81 Pertemuan yang tak disengaja
82 Albert memohon maaf
83 Bu Rita ke mansion Albert
84 Aku jatuh cinta dengan Tania
85 Restu Mama Shinta
86 Mulai pendekatan
87 Menemani Tania
88 Jadi suami siaga
89 Ungkapan hati Albert
90 Bicara dari hati ke hati
91 Kedatangan Marsha
92 Bukti cinta Albert
93 Hasil operasi
94 Respon Albert
95 Bangun dari koma
96 Rita sang pelakor
97 Kehancuran Ayah Hans
98 Mencari tempat tinggal baru
99 Meyakinkan Tania
100 Kembali ke Jakarta
101 Tiba di mansion Albert
102 Memberitahukan Bu Mimi
103 Mandi bersama
104 Mulai beraksi!
105 Tragedi makan malam
106 Malam yang mencekam
107 Siapa yang kena??
108 Nasib Clara
109 Acara Baby Shower
110 Welcome Baby Triple
111 Akhir kisah Tania dan Albert
112 Kisah anak Albert dan Tania
113 Info Karya Terbaru
114 Info Terbaru Karya Mommy Ghina
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Kedatangan Renternir (revisi)
2
Ceroboh
3
Dijual Ayahku Dibeli Bosku
4
Perdana ke mansion Albert
5
Menghadap Albert
6
Pelayan
7
Rapat marketing
8
Keinginan Clara
9
Persiapan Tania
10
Malam Pertama
11
Tania sakit
12
Dibeli bukan buat sakit
13
Tak sadarkan diri
14
Melawan Albert
15
Kedatangan Bu Rita dan Clara
16
Berpapasan
17
We time
18
Nonton di bioskop
19
Pertengkaran
20
Masih bertengkar
21
Mainan baru
22
Masakan Tania
23
Amarah Marsha
24
Pertemuan dengan Bu Rita dan Clara
25
Cintai diri sendiri
26
Semua berkat Tania
27
Opa Thamrin
28
Me timenya Tania
29
Makan malam
30
Ada apa dengan diriku
31
Menjemput Tania
32
Jaminan
33
Pemilik rumah sakit H
34
Hasil cek laboratorium
35
Siapa??
36
Perintah Albert
37
Pindah ruangan
38
Ada apa dengan hati Albert
39
Keributan kecil
40
Menginap di rumah sakit
41
Efek tidur seranjang
42
Nyonya Mansion Albert
43
Tania, please jangan membuat saya takut!
44
Mencari keberadaan suami
45
Di usir
46
Babu Baru
47
Keluhan Albert
48
Menemui renternir
49
Foto Tania
50
Terbakar api cemburu
51
Meredakan emosi
52
Di kira mimpi
53
Marsha curiga
54
Dilabrak
55
PIL KB
56
Rahasia
57
Keberadaan Tania
58
Penyelidikan Albert
59
Jatuh sakit
60
Sakit merindu
61
Kamu anakku!!
62
Ibu kandung
63
Ngidam
64
Cek ke dokter kandungan
65
Mulai mencari Tania
66
Menghubungi Bu Mimi
67
Clara berulah
68
Rapuhnya Albert
69
CEO Arogan
70
Teguran Jelita
71
Menguntit Marsha
72
Gerebek Marsha
73
Gosip beredar
74
Konferensi Pers- 1
75
Konferensi Pers - 2
76
Keadaan Tania, galaunya Albert
77
Perjalanan menuju Bandung
78
Maafkan Aku, Istriku
79
Keadaan Ayah Hans
80
Ingin bertemu dengan Tania
81
Pertemuan yang tak disengaja
82
Albert memohon maaf
83
Bu Rita ke mansion Albert
84
Aku jatuh cinta dengan Tania
85
Restu Mama Shinta
86
Mulai pendekatan
87
Menemani Tania
88
Jadi suami siaga
89
Ungkapan hati Albert
90
Bicara dari hati ke hati
91
Kedatangan Marsha
92
Bukti cinta Albert
93
Hasil operasi
94
Respon Albert
95
Bangun dari koma
96
Rita sang pelakor
97
Kehancuran Ayah Hans
98
Mencari tempat tinggal baru
99
Meyakinkan Tania
100
Kembali ke Jakarta
101
Tiba di mansion Albert
102
Memberitahukan Bu Mimi
103
Mandi bersama
104
Mulai beraksi!
105
Tragedi makan malam
106
Malam yang mencekam
107
Siapa yang kena??
108
Nasib Clara
109
Acara Baby Shower
110
Welcome Baby Triple
111
Akhir kisah Tania dan Albert
112
Kisah anak Albert dan Tania
113
Info Karya Terbaru
114
Info Terbaru Karya Mommy Ghina

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!