Perdana ke mansion Albert

Mimpi apa semalam Tania, hingga malam ini statusnya langsung berubah menjadi istri siri Albert, CEO sekaligus pemilik tempat dia bekerja. Sebenarnya dalam kamus hidup, Tania tidak pernah menginginkan menjadi istri kedua siapa pun, walau dia suka dengan pria tersebut.

Ayah Hans terlihat tertunduk ketika telah menikahkan putrinya dengan pria yang membeli putrinya. Sedangkan Ibu Rita tersenyum lebar, bayangan uang 500 juta sudah berada di pikirannya. 200 juta untuk membayar hutang ke rentenir, sedangkan sisanya masuk ke kantong pribadinya.

“Ini uangnya Bu Rita, Pak Hans, bisa di bawa pulang,” ujar pria brewokan, menyodorkan tas yang tadi sempat di lihat oleh Bu Rita

“Terima kasih banyak bapak-bapak, senang bertransaksi dengan kalian semua,” balas Bu Rita dengan senyum sumringah.

Bu Rita langsung meraih tas tersebut lalu memegang lengan Ayah Hans. “Ayo mas, kita pulang. Urusannya sudah selesai,” ajak Bu Rita, yang sudah beranjak dari duduknya.

Tania juga turut bangun dari duduknya. “Kalian semua bawa wanita itu, ke mansion dan jangan sampai kabur!” perintah Albert kepada bodyguardnya, yang melihat gestur tubuh Tania ingin keluar dari ruangan.

Para bodyguard langsung meraih lengan Tania dan menggereknya. “Lepaskan, saya bukan binatang yang harus di gerek-gerek!” maki Tania, sambil menatap tajam ke Albert. Wanita itu sungguh ingin kabur dari jeratan ini, namun Albert sudah mengantisipasi keadaan dengan membawa beberapa bodygourdnya.

Albert hanya membalas dengan tatapan dingin dan tak peduli.

“Ayah, Ibu, ... aku akan selalu ingat perbuatan ini. Aku akan mengingatnya sampai aku mati!” seru Tani sebelum di bawa keluar.

“Oh iya perlu di ingat, jika Tania berani kabur sebelum melahirkan anak buat saya, maka kalian berdua akan kena denda dua kali lihat dari uang yang malam ini kalian terima,” ancam Albert dengan suara tegas nya, dan hal itu membuat Ayah Hans dan Bu Rita terbelalak saat itu juga. Sedangkan Tania yang masih berdiri tak jauh dari pintu hanya menyeringai tipis.

“Tuan Albert, saya akan menjamin Tania tidak akan kabur dari Tuan,” balas Bu Rita buru-buru.

“Saya pegang ucapan anda,” sahut Albert. Pria itu langsung meraih lengan istrinya Marsha dan mengajak nya keluar dari ruangan VVIP, sebelum Hans dan Rita keluar terlebih dahulu.

...----------------...

Tania sudah di giring oleh bodygourd Albert menuju salah satu mobil mewah milik Albert. Kemudian dia di paksa untuk masuk ke dalam mobil tersebut. Sedangkan Albert beserta Marsha naik mobil mewah miliknya yang lain.

Di dalam mobil, terlihat Marsha menaruh dagunya di bahu suaminya. “Sayang, sebenarnya aku tidak rela kamu menikah lagi!” imbuh Marsha.

Marsha kembali menitikkan air matanya, sesungguhnya hati tidak rela jika suaminya menikah kembali. Tapi ini harus dia terima, karena dirinya belum siap mengandung benih suaminya, belum siap tubuh indahnya berubah menjadi jelek akibat mengandung. Dan satu hal lagi karirnya sedang menanjak, berkat dukungan suaminya sebagai salah satu agensi Production House yang menaungi karir Marsha.

“Ini hanya nikah sementara Marsha, kalau kamu dari dulu sudah hamil mengandung anakku, pasti aku tidak akan menikah lagi,” jawab Albert, jemarinya menghapus air mata di pipi Marsha.

“Maafkan aku, sayang, aku sudah terlanjur menekan kontrak kerja dengan klien, jadi aku harus menunda untuk memiliki anak,” balas Marsha dengan nada menyesal, serta isak tangisnya.

“Karena kamu lebih memilih pekerjaanmu, jadi jangan salahkan aku memilih jalan yang lain. Kamu tahukan aku menginginkan anak, dan ini sudah terlalu lama aku menunggu. Jadi turutilah permintaan ku kali ini,” ujar Albert.

“Baiklah suamiku, tapi ingat saat berhubungan intim dengan wanita yang Kak Albert beli jangan pakai hati, dan ingat saat sudah positif hamil, tidak ada lagi hubungan intim. Aku sudah menerima Kak Albert menikah lagi, tapi tolong jaga hati istrimu ini, aku sangat mencintaimu Kak Albert,” pinta Marsha, dengan nada suara lembutnya.

“Aku sudah berjanji Marsha, hanya kamu yang aku cintai dan hanya kamu istriku yang di akui di luar sana, istri dari Albert Elvaro Yusuf,” jawab Albert, kemudian mengecup lembut kening istri sahnya.

Hati Marsha kembali terasa nyaman dan hangat, setelah tadi sempat sedih melihat suaminya ijab kabul, menikahi wanita lain. Walau secara fisik melihat wanita yang di beli suaminya, jauh dari kata sempurna, terkesan sederhana. Dan tentunya kalah saing dengan Marsha sang model cantik dan terkenal, seharusnya wanita itu tidak perlu cemas dengan hadirnya Tania, karena dia ratu di hati Albert.

...----------------...

Sekitar satu jam mobil yang membawa Tania sudah masuk ke gerbang mansion milik Albert, berhubung keadaan gelap. Tania hanya bisa melihat tampak luar mansion tersebut yang terlihat megah. Inilah perdana wanita itu menginjak mansion Bosnya, tapi bukan sebagai karyawan Maxindo tapi sebagai istri kedua sirinya.

Mobil sudah berhenti di luar lobby mansion, salah satu bodygourd membukakan pintu, dan terlihat di luar seorang wanita paruh baya dengan pakaian kemeja berwarna putih di padu rok sepan berwarna navy menyambut ke datangan Tania.

“Selamat datang nona, perkenalkan saya Ibu Mimi,” sapa wanita paruh baya tersebut. Wanita paruh baya tersebut memindai wajah wanita di hadapannya. Wajah yang tidak terlalu cantik tapi terkesan lembut dengan tatapan yang teduh, serta yang jelas tanpa make up tebal seperti nyonya mansion nya, penilaian Bu Mimi.

“Saya Tania.”

“Silakan nona Tania, saya akan mengantar ke kamar nona,” pinta Bu Mimi, sambil menunjukkan pintu masuk.

“Tidak perlu panggil Nona Bu, cukup Tania,” balas Tania.

Bu Mimi hanya mengulas senyum tipis, dan mengantar Tania untuk masuk ke dalam mansion Albert.

Kesan pertama Tania masuk ke dalam mansion Albert, jelas terpukau, terpesona, dan membuat kedua netra Tania terbelalak dan membulat dengan sempurnanya. Begitulah ekspresi wajah Tania ketika masuk ke dalam rumah orang kaya, maklumlah Tania bukan orang kaya, hanya kaum rakyat jelata.

Tania masih mengikuti langkah kaki Bu Mimi, yang kini mereka sudah berada di bagian belakang mansion, melewati dapur.

“Ini kamar kamu, Tania,” Mimi membukakan pintu kamar tersebut.

Wanita itu tersenyum kecut melihat kamar yang akan di tempatinya, bukan kamar tamu, tapi kamar pelayan kalau bisa digambarkan, hanya ada ranjang ukuran nomor 3 dan lemari dua pintu, namun untungnya kamar mandi ada di dalam kamar. Status boleh saja istri siri dari Albert, tapi rupanya pria itu menepati istri sirinya di kamar yang sama dengan pelayan yang lain. Tapi Tania tidak ambil pusing dengan hal itu, yang penting kamarnya layak untuk ditempatinya.

“Jika ada yang dibutuhkan, kasih tahu ke saya,” ujar Bu Mimi.

Tania melihat baju yang masih melekatnya serta tas bahu yang di bawanya. Dia datang tidak membawa segala kebutuhannya.

“Bu Mimi, saya tidak membawa pakaian. Boleh saya pinjam baju Bu Mimi? Atau bisa tidak saya keluar dari mansion ini?” tanya Tania.

Baru saja bilang mau keluar dari mansion Albert. Tiba-tiba wajah Tania kena lemparan plastik yang berisikan baju.

“Sementara kamu bisa pakai baju yang aku lempar tadi!” ucap Marsha dengan berkacak pinggang.

Tania membungkukkan punggung nya dan meraih plastik baju tersebut dengan perasaan kesal.

“Tania perlu kamu ingat, ini kamar kamu sama dengan para pelayan di sini. Dan jangan beranggapan kamu adalah Nyonya mansion di sini. Kamu hanya wanita yang dibeli oleh suami ku, dan tugas mu hanya hamil dan melahirkan selebihnya kamu sama seperti yang lain yaitu sebagai pelayan!” sarkas Marsha.

“Nyonya Marsha, saya tidak pernah menginginkan menikah dengan Pak Albert! Tidak pernah!” sanggah Tania.

“Dan perlu Nyonya Marsha ketahui, saya masih memiliki pekerjaan di luar sana. Saya datang ke sini di paksa! saya menikah dengan suami Nyonya juga di paksa! Bukan keinginan saya!” agak meninggi suara Tania, dengan emosi yang menggebu-gebu.

Keluar dari rumah yang tak nyaman, rupanya sekarang dia masuk ke kadang singa betina. Malang sekali nasib nya, pikir Tania.

“Tapi tetap saja kami telah membeli mu dari kedua orang tuamu senilai 500 juta. Kamu di beli untuk menjadi budak kami!” balas Marsha dengan tatapan sinis nya.

Andaikan wanita itu punya tabungan 500 juta rasanya ingin menyumpal mulut wanita itu dengan uang nya, dan keluar dari mansion ini. Tapi apa daya wanita itu hanya bisa mengepalkan kedua tangannya, hingga kuku tangannya memutih.

Bersambung .... ✍️

Kakak Readers yang cantik dan ganteng jangan lupa tinggalkan jejaknya ya, mohon dukungannya. Terima kasih.

Love you sekebon 🌹🌹🌹🌹🌹*

Terpopuler

Comments

Muna Junaidi

Muna Junaidi

Awas albert nanti bucin baru nyaho ah nunggu itu jadi gak sabar

2025-01-21

0

Rusmini Rusmini

Rusmini Rusmini

masuk trafficking gak thor itu .... 🥴🥴

2025-01-20

0

Ignatia Guwaunaung

Ignatia Guwaunaung

orang tua yg tidak memiliki hati

2025-01-12

0

lihat semua
Episodes
1 Kedatangan Renternir (revisi)
2 Ceroboh
3 Dijual Ayahku Dibeli Bosku
4 Perdana ke mansion Albert
5 Menghadap Albert
6 Pelayan
7 Rapat marketing
8 Keinginan Clara
9 Persiapan Tania
10 Malam Pertama
11 Tania sakit
12 Dibeli bukan buat sakit
13 Tak sadarkan diri
14 Melawan Albert
15 Kedatangan Bu Rita dan Clara
16 Berpapasan
17 We time
18 Nonton di bioskop
19 Pertengkaran
20 Masih bertengkar
21 Mainan baru
22 Masakan Tania
23 Amarah Marsha
24 Pertemuan dengan Bu Rita dan Clara
25 Cintai diri sendiri
26 Semua berkat Tania
27 Opa Thamrin
28 Me timenya Tania
29 Makan malam
30 Ada apa dengan diriku
31 Menjemput Tania
32 Jaminan
33 Pemilik rumah sakit H
34 Hasil cek laboratorium
35 Siapa??
36 Perintah Albert
37 Pindah ruangan
38 Ada apa dengan hati Albert
39 Keributan kecil
40 Menginap di rumah sakit
41 Efek tidur seranjang
42 Nyonya Mansion Albert
43 Tania, please jangan membuat saya takut!
44 Mencari keberadaan suami
45 Di usir
46 Babu Baru
47 Keluhan Albert
48 Menemui renternir
49 Foto Tania
50 Terbakar api cemburu
51 Meredakan emosi
52 Di kira mimpi
53 Marsha curiga
54 Dilabrak
55 PIL KB
56 Rahasia
57 Keberadaan Tania
58 Penyelidikan Albert
59 Jatuh sakit
60 Sakit merindu
61 Kamu anakku!!
62 Ibu kandung
63 Ngidam
64 Cek ke dokter kandungan
65 Mulai mencari Tania
66 Menghubungi Bu Mimi
67 Clara berulah
68 Rapuhnya Albert
69 CEO Arogan
70 Teguran Jelita
71 Menguntit Marsha
72 Gerebek Marsha
73 Gosip beredar
74 Konferensi Pers- 1
75 Konferensi Pers - 2
76 Keadaan Tania, galaunya Albert
77 Perjalanan menuju Bandung
78 Maafkan Aku, Istriku
79 Keadaan Ayah Hans
80 Ingin bertemu dengan Tania
81 Pertemuan yang tak disengaja
82 Albert memohon maaf
83 Bu Rita ke mansion Albert
84 Aku jatuh cinta dengan Tania
85 Restu Mama Shinta
86 Mulai pendekatan
87 Menemani Tania
88 Jadi suami siaga
89 Ungkapan hati Albert
90 Bicara dari hati ke hati
91 Kedatangan Marsha
92 Bukti cinta Albert
93 Hasil operasi
94 Respon Albert
95 Bangun dari koma
96 Rita sang pelakor
97 Kehancuran Ayah Hans
98 Mencari tempat tinggal baru
99 Meyakinkan Tania
100 Kembali ke Jakarta
101 Tiba di mansion Albert
102 Memberitahukan Bu Mimi
103 Mandi bersama
104 Mulai beraksi!
105 Tragedi makan malam
106 Malam yang mencekam
107 Siapa yang kena??
108 Nasib Clara
109 Acara Baby Shower
110 Welcome Baby Triple
111 Akhir kisah Tania dan Albert
112 Kisah anak Albert dan Tania
113 Info Karya Terbaru
114 Info Terbaru Karya Mommy Ghina
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Kedatangan Renternir (revisi)
2
Ceroboh
3
Dijual Ayahku Dibeli Bosku
4
Perdana ke mansion Albert
5
Menghadap Albert
6
Pelayan
7
Rapat marketing
8
Keinginan Clara
9
Persiapan Tania
10
Malam Pertama
11
Tania sakit
12
Dibeli bukan buat sakit
13
Tak sadarkan diri
14
Melawan Albert
15
Kedatangan Bu Rita dan Clara
16
Berpapasan
17
We time
18
Nonton di bioskop
19
Pertengkaran
20
Masih bertengkar
21
Mainan baru
22
Masakan Tania
23
Amarah Marsha
24
Pertemuan dengan Bu Rita dan Clara
25
Cintai diri sendiri
26
Semua berkat Tania
27
Opa Thamrin
28
Me timenya Tania
29
Makan malam
30
Ada apa dengan diriku
31
Menjemput Tania
32
Jaminan
33
Pemilik rumah sakit H
34
Hasil cek laboratorium
35
Siapa??
36
Perintah Albert
37
Pindah ruangan
38
Ada apa dengan hati Albert
39
Keributan kecil
40
Menginap di rumah sakit
41
Efek tidur seranjang
42
Nyonya Mansion Albert
43
Tania, please jangan membuat saya takut!
44
Mencari keberadaan suami
45
Di usir
46
Babu Baru
47
Keluhan Albert
48
Menemui renternir
49
Foto Tania
50
Terbakar api cemburu
51
Meredakan emosi
52
Di kira mimpi
53
Marsha curiga
54
Dilabrak
55
PIL KB
56
Rahasia
57
Keberadaan Tania
58
Penyelidikan Albert
59
Jatuh sakit
60
Sakit merindu
61
Kamu anakku!!
62
Ibu kandung
63
Ngidam
64
Cek ke dokter kandungan
65
Mulai mencari Tania
66
Menghubungi Bu Mimi
67
Clara berulah
68
Rapuhnya Albert
69
CEO Arogan
70
Teguran Jelita
71
Menguntit Marsha
72
Gerebek Marsha
73
Gosip beredar
74
Konferensi Pers- 1
75
Konferensi Pers - 2
76
Keadaan Tania, galaunya Albert
77
Perjalanan menuju Bandung
78
Maafkan Aku, Istriku
79
Keadaan Ayah Hans
80
Ingin bertemu dengan Tania
81
Pertemuan yang tak disengaja
82
Albert memohon maaf
83
Bu Rita ke mansion Albert
84
Aku jatuh cinta dengan Tania
85
Restu Mama Shinta
86
Mulai pendekatan
87
Menemani Tania
88
Jadi suami siaga
89
Ungkapan hati Albert
90
Bicara dari hati ke hati
91
Kedatangan Marsha
92
Bukti cinta Albert
93
Hasil operasi
94
Respon Albert
95
Bangun dari koma
96
Rita sang pelakor
97
Kehancuran Ayah Hans
98
Mencari tempat tinggal baru
99
Meyakinkan Tania
100
Kembali ke Jakarta
101
Tiba di mansion Albert
102
Memberitahukan Bu Mimi
103
Mandi bersama
104
Mulai beraksi!
105
Tragedi makan malam
106
Malam yang mencekam
107
Siapa yang kena??
108
Nasib Clara
109
Acara Baby Shower
110
Welcome Baby Triple
111
Akhir kisah Tania dan Albert
112
Kisah anak Albert dan Tania
113
Info Karya Terbaru
114
Info Terbaru Karya Mommy Ghina

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!