Dijual Ayahku Dibeli Bosku

Jam 16.30 wib.

Derrt ... Derrt ... Derrt

Ayah calling ...

Tania melirik handphone yang ada di meja, dan alisnya saling bertautan setelah melihat siapa yang menghubunginya. Ayah Hans itu hampir atau bisa di bilang tidak pernah menelepon Tania jika berada di luar rumah, jadi harus kah wanita itu senang di telepon oleh ayahnya.

“Halo, assalamualaikum Yah!” sapa Tania.

“Alaikumsalam, Tania, kamu pulang kerja jam lima kan?” tanya Hans.

“Iya Yah, ada apa memangnya?” balik bertanya Tania.

“Ini ayah sama ibu sedang menuju tempat kamu bekerja, mau jemput kamu, karena kita mau ke tempat acara saudara kita. Dan ayah minta kamu sedikit bermake-up, biar tidak lusuh pas di acara. Enak di pandang sama saudara,” pinta Hans.

“Ooh...ya sudah kalau begitu nanti Tania tunggu di depan lobby kantor, Yah jam 5 sore,” balas Tania. Hans langsung mengakhiri sambungan teleponnya.

Bu Rita menyeringai mendengar percakapan antara ayah dan anak, hatinya sungguh ingin bersorak bergembira.

Mendapat kabar ayahnya akan menjemputnya di kantor, Tania agak curiga akan tetapi di tepisnya rasa curiga itu. Mumpung ada waktu sebelum jam pulang kerja berakhir, wanita itu bergegas ke toilet untuk merapikan penampilannya.

Jam 17.00 wib.

Tania sudah menunggu kedatangan Ayah dan Ibunya, tanpa menunggu waktu lama ada mobil berwarna hitam dan cukup mewah menghampiri Tania.

“Tania masuk,” seru Ayah Hans ketika membuka kaca jendela mobilnya.

Semakin tanda tanya di hati Tania, melihat mobil mewah asal Jepang Lexus XM, lebih mewah ketimbang mobil keluaran Toyota versi Alphard yang membawa Ayah Hans dan Bu Rita.

Ini kan mobil orang kaya, masa iya mobil sebagus ini di jadiin taxi online, apalagi sang sopir pakai setelan safari, sudah kayak sopir pribadi bukan sopir taxi online....batin Tania.

“Ada acara apa Yah, kok dadakan banget?” tanya Tania, sambil melihat penampilan Ayah Hans pakai batik, lalu ibu tirinya Rita pakai gaun yang senada warnanya dengan batik ayah Hans.

“Saudara kita ada yang mau nikah dadakan, malam ini,” jawab Rita dengan santainya, melihat suaminya seperti susah berbicara.

“Oooh...,” membulat bibir Tania, percaya akan ucapan Bu Rita.

Tiga puluh menit kemudian mereka bertiga sudah sampai di hotel yang sangat mewah di sekitar daerah Jakarta Selatan, beberapa orang seperti bodygurd sudah menyambut mereka di lobby Hotel tersebut.

Hans dan Rita hanya tersenyum kaku dengan beberapa pria tersebut, dan mengikuti langkah kaki mereka, begitu juga Tania yang membuntuti Hans dan Rita.

Sejak kapan saudara Ayah punya hajatan mewah di hotel bintang lima ini. Biasanya hajatan di rumah, atau gedung serba guna yang ada di sekitar rumah.

“Silahkan masuk Bapak, Ibu,” ketika mereka sudah masuk ke dalam restoran dan sudah berada di depan ruang VVIP.

Ayah Hans wajahnya mulai pucat ketika masuk ke dalam ruangan VVIP, dan pria itu sudah tak sanggup menatap wajah anaknya. Sedangkan Bu Rita wajahnya tampak sumringah.

Di dalam ruangan tersebut, sudah ada dua orang pria paruh baya, kalau di lihat wajahnya sungguh tidak mengenakkan. Kedua netra pria itu menatap Tania, bagaikan sedang menelanjangkannya di depan umum, mata pria hidung belang.

“Silahkan duduk Pak Hans, Ibu Rita,” salah satu pria mempersilahkan.

“Dan nona muda silahkan duduk juga,” ujar pria yang lain, dengan tatapan mesumnya.

Jantung Tania mulai berdegup kencang, dan tanda tanya. Katanya ada acara nikahan dadakan, tapi mana pengganti nya, yang ada hanya dua orang laki-laki, tidak ada wanitanya. Dan juga tidak ada dekorasi bunga yang biasa terpajang jika ada acara pernikahan.

“Lumayan Pak Hans, anaknya, tidak terlalu jelek. Yang penting masih perawan, kan,” ucap salah satu pria yang wajahnya berewokan, memindai Tania dari ujung kaki sampai unjung rambut

Ayah Hans hanya bisa mengangguk pelan, tanpa berani menatap ke arah Tania.

Salah satu pria lagi menaruh koper di atas meja, kemudian membuka kunci koper tersebut, terlihatlah tumpukan uang lembaran merah tertata rapi.

Tangan Bu Rita langsung ingin meraih koper berisikan uang tersebut.

“Ehh....tahan dulu Bu, transaksi belum selesai, kita akan menunggu Tuan-nya dulu.”

“A-apa maksud Ayah....semua ini!!” suara Tania mulai bergetar, melihat koper yang berisi uang tersebut.

“M-maafkan Ayah, Tania..,” jawab pelan Ayah Hans.

“Jangan bilang Ayah menjual Tania dengan kedua pria ini!” kata Tania, tubuhnya mulai gemetaran, lalu beranjak dari duduknya.

Ayah Hans tak sanggup berkata. “Iya kamu, kami jual dengan kedua bapak-bapak ini, biar hutang kami lunas!” jawab Bu Rita dengan wajah senangnya.

“Dasar orang tua biadab, kalian berdua! Sungguh kejam kalian menjual aku ke pria asing untuk membayar hutang yang tak pernah aku lakukan!” maki Tania tidak terima, lalu bergegas keluar, namun sayangnya bodygourd yang ada di luar ruangan langsung masuk dan menahan Tania agar tidak bisa kabur.

“Lepaskan saya!!” teriak Tania ketika kedua lengan nya sudah di tahan oleh kedua pria ber badan besar itu, lalu mengereknya untuk duduk kembali ke tempat duduknya.

“Kalian yang berhutang untuk Clara, tapi aku yang harus menanggung semuanya, kalian sungguh orang tua yang gak punya hati!” teriak memaki Tania dari tempat duduknya.

PLAK!

Hans melayangkan tangannya ke pipi putrinya untuk pertama kalinya, membuat Tania terkesiap. “Anggap ini bakti kamu sebagai anakku!”

Wanita muda itu jadi tercenung.

Aku harus berbakti  kepada ayahku, dengan cara begini! Dijual!

“Tuan-nya sudah datang.” Salah satu pria datang memberitahukannya.

Tuan yang di maksud sudah masuk ke dalam ruangan VVIP di dampingi oleh  seorang wanita yang sangat cantik, dan juga beberapa orang di belakangnya.

Ayah Hans dan Ibu Rita langsung berdiri untuk menyambut kedatangan orang yang membeli putrinya, Tania. Sedangkan Tania masih terdiam dalam duduknya, tidak mau tau siapa yang masuk ke dalam ruangan.

“Silahkan duduk Tuan Albert,” ujar pria yang wajahnya brewokan.

Albert ....

Tania langsung menegakkan kepalanya, dan seketika itu juga kedua netranya melotot melihat pria tampan yang duduk di hadapan dirinya.

Pak Albert Elvaro Yusuf ... CEO Maxindo.

Wajah pria itu terlihat dingin dan datar ketika menatap wajah Tania, membuat wanita itu merinding bulu kuduknya, lalu Tania melirik wanita yang berada di sampingnya siapa lagi kalau bukan istrinya seorang model yang terkenal namanya Marsha Angelica.

“Kamu sudah di beli oleh Pak Albert, dan malam ini juga kamu akan menikah siri dengan Pak Albert. Kamu di beli hanya untuk melahirkan anak keturunan Pak Albert, setelah kamu berhasil melahirkan anak. Maka selesai pernikahan kalian berdua, dan anak menjadi hak Pak Albert,” penjelasan Gerry sang asisten Albert, langsung pada intinya.

Raut wajah Tania seketika berubah menjadi sinis, dirinya di jual ayahnya dan di beli oleh Bos-nya hanya untuk menghasilkan seorang anak saja. Tapi bagaimana dengan perasaan dia sendiri, wanita yang tak bersalah justru masuk ke dalam kubangan air yang dibuat ibu tirinya. Miris!

Ayah Hans selaku penjual anaknya sendiri langsung menanda tangani surat kesepakatan yang di keluar kan oleh pengacara Albert, lalu lanjut di tanda tangani oleh Albert sebagai pembeli.

“KALIAN SEMUA GILA !!” teriak Tania.

Wanita itu mencoba bangkit kembali, namun kedua bahunya sudah di tekan oleh salah satu bodyguard Albert. Sakit!

Sejenak Ibu Rita agak tercengang melihat pria tampan itu, di kiranya yang membeli dua pria yang awal di temuinya. Kenyataan yang berbeda, melihat dari penampilannya, Bu Rita menduga jika pria yang membeli Tania, orang kaya. Menyesal kah?

“Tuan Albert, penghulu nya sudah datang,” salah satu bodygourd masuk dengan seorang pria paruh baya.

“Segera laksanakan akad nikahnya,” perintah Albert dengan tatapan dinginnya.

Tubuh Tania semakin bergetar hebat, satu orang bodygourd Albert sudah menahan tubuhnya agar tetap duduk, dan menyaksikan ijab kabul di depan matanya.

Suara tegas Albert terdengar jelas ketika mengucapkan ikrar ijab kabul, begitu juga Hans yang menikahkan putrinya dengan pria yang membelinya. Dan akhirnya kata SAH terdengar jelas dalam ruangan itu.

Hancur sudah perasaan Tania, kecewa  dengan ayahnya. Walau dia dinikahi oleh pria yang di kaguminya, tetap aja  dia hanyalah seorang ibu pengganti.

bersambung ....

Kakak Readers yang cantik dan ganteng, jangan lupa tinggalkan jejaknya ya, mohon dukungannya. Terima kasih sebelumnya.

Terpopuler

Comments

Pandra Tour

Pandra Tour

Maaf Thor. di beberapa novel kenapa selalu ada kata menggerek yaa. padahal bisa diganti dengan kata yang lebih pas. misalnya menarik.. /Pray/

2025-02-20

0

Rusmini Rusmini

Rusmini Rusmini

yah jd yg kedua tp bkn pelakor menurutku...kasihan amat kamu Tania walau di nikahi Bosmu yg Horang kaya to ttp yg ke 2

2025-01-20

0

Meri Andika Putri

Meri Andika Putri

akhirnya Tania menikah dgan pria yg di kaguminya

2024-11-15

0

lihat semua
Episodes
1 Kedatangan Renternir (revisi)
2 Ceroboh
3 Dijual Ayahku Dibeli Bosku
4 Perdana ke mansion Albert
5 Menghadap Albert
6 Pelayan
7 Rapat marketing
8 Keinginan Clara
9 Persiapan Tania
10 Malam Pertama
11 Tania sakit
12 Dibeli bukan buat sakit
13 Tak sadarkan diri
14 Melawan Albert
15 Kedatangan Bu Rita dan Clara
16 Berpapasan
17 We time
18 Nonton di bioskop
19 Pertengkaran
20 Masih bertengkar
21 Mainan baru
22 Masakan Tania
23 Amarah Marsha
24 Pertemuan dengan Bu Rita dan Clara
25 Cintai diri sendiri
26 Semua berkat Tania
27 Opa Thamrin
28 Me timenya Tania
29 Makan malam
30 Ada apa dengan diriku
31 Menjemput Tania
32 Jaminan
33 Pemilik rumah sakit H
34 Hasil cek laboratorium
35 Siapa??
36 Perintah Albert
37 Pindah ruangan
38 Ada apa dengan hati Albert
39 Keributan kecil
40 Menginap di rumah sakit
41 Efek tidur seranjang
42 Nyonya Mansion Albert
43 Tania, please jangan membuat saya takut!
44 Mencari keberadaan suami
45 Di usir
46 Babu Baru
47 Keluhan Albert
48 Menemui renternir
49 Foto Tania
50 Terbakar api cemburu
51 Meredakan emosi
52 Di kira mimpi
53 Marsha curiga
54 Dilabrak
55 PIL KB
56 Rahasia
57 Keberadaan Tania
58 Penyelidikan Albert
59 Jatuh sakit
60 Sakit merindu
61 Kamu anakku!!
62 Ibu kandung
63 Ngidam
64 Cek ke dokter kandungan
65 Mulai mencari Tania
66 Menghubungi Bu Mimi
67 Clara berulah
68 Rapuhnya Albert
69 CEO Arogan
70 Teguran Jelita
71 Menguntit Marsha
72 Gerebek Marsha
73 Gosip beredar
74 Konferensi Pers- 1
75 Konferensi Pers - 2
76 Keadaan Tania, galaunya Albert
77 Perjalanan menuju Bandung
78 Maafkan Aku, Istriku
79 Keadaan Ayah Hans
80 Ingin bertemu dengan Tania
81 Pertemuan yang tak disengaja
82 Albert memohon maaf
83 Bu Rita ke mansion Albert
84 Aku jatuh cinta dengan Tania
85 Restu Mama Shinta
86 Mulai pendekatan
87 Menemani Tania
88 Jadi suami siaga
89 Ungkapan hati Albert
90 Bicara dari hati ke hati
91 Kedatangan Marsha
92 Bukti cinta Albert
93 Hasil operasi
94 Respon Albert
95 Bangun dari koma
96 Rita sang pelakor
97 Kehancuran Ayah Hans
98 Mencari tempat tinggal baru
99 Meyakinkan Tania
100 Kembali ke Jakarta
101 Tiba di mansion Albert
102 Memberitahukan Bu Mimi
103 Mandi bersama
104 Mulai beraksi!
105 Tragedi makan malam
106 Malam yang mencekam
107 Siapa yang kena??
108 Nasib Clara
109 Acara Baby Shower
110 Welcome Baby Triple
111 Akhir kisah Tania dan Albert
112 Kisah anak Albert dan Tania
113 Info Karya Terbaru
114 Info Terbaru Karya Mommy Ghina
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Kedatangan Renternir (revisi)
2
Ceroboh
3
Dijual Ayahku Dibeli Bosku
4
Perdana ke mansion Albert
5
Menghadap Albert
6
Pelayan
7
Rapat marketing
8
Keinginan Clara
9
Persiapan Tania
10
Malam Pertama
11
Tania sakit
12
Dibeli bukan buat sakit
13
Tak sadarkan diri
14
Melawan Albert
15
Kedatangan Bu Rita dan Clara
16
Berpapasan
17
We time
18
Nonton di bioskop
19
Pertengkaran
20
Masih bertengkar
21
Mainan baru
22
Masakan Tania
23
Amarah Marsha
24
Pertemuan dengan Bu Rita dan Clara
25
Cintai diri sendiri
26
Semua berkat Tania
27
Opa Thamrin
28
Me timenya Tania
29
Makan malam
30
Ada apa dengan diriku
31
Menjemput Tania
32
Jaminan
33
Pemilik rumah sakit H
34
Hasil cek laboratorium
35
Siapa??
36
Perintah Albert
37
Pindah ruangan
38
Ada apa dengan hati Albert
39
Keributan kecil
40
Menginap di rumah sakit
41
Efek tidur seranjang
42
Nyonya Mansion Albert
43
Tania, please jangan membuat saya takut!
44
Mencari keberadaan suami
45
Di usir
46
Babu Baru
47
Keluhan Albert
48
Menemui renternir
49
Foto Tania
50
Terbakar api cemburu
51
Meredakan emosi
52
Di kira mimpi
53
Marsha curiga
54
Dilabrak
55
PIL KB
56
Rahasia
57
Keberadaan Tania
58
Penyelidikan Albert
59
Jatuh sakit
60
Sakit merindu
61
Kamu anakku!!
62
Ibu kandung
63
Ngidam
64
Cek ke dokter kandungan
65
Mulai mencari Tania
66
Menghubungi Bu Mimi
67
Clara berulah
68
Rapuhnya Albert
69
CEO Arogan
70
Teguran Jelita
71
Menguntit Marsha
72
Gerebek Marsha
73
Gosip beredar
74
Konferensi Pers- 1
75
Konferensi Pers - 2
76
Keadaan Tania, galaunya Albert
77
Perjalanan menuju Bandung
78
Maafkan Aku, Istriku
79
Keadaan Ayah Hans
80
Ingin bertemu dengan Tania
81
Pertemuan yang tak disengaja
82
Albert memohon maaf
83
Bu Rita ke mansion Albert
84
Aku jatuh cinta dengan Tania
85
Restu Mama Shinta
86
Mulai pendekatan
87
Menemani Tania
88
Jadi suami siaga
89
Ungkapan hati Albert
90
Bicara dari hati ke hati
91
Kedatangan Marsha
92
Bukti cinta Albert
93
Hasil operasi
94
Respon Albert
95
Bangun dari koma
96
Rita sang pelakor
97
Kehancuran Ayah Hans
98
Mencari tempat tinggal baru
99
Meyakinkan Tania
100
Kembali ke Jakarta
101
Tiba di mansion Albert
102
Memberitahukan Bu Mimi
103
Mandi bersama
104
Mulai beraksi!
105
Tragedi makan malam
106
Malam yang mencekam
107
Siapa yang kena??
108
Nasib Clara
109
Acara Baby Shower
110
Welcome Baby Triple
111
Akhir kisah Tania dan Albert
112
Kisah anak Albert dan Tania
113
Info Karya Terbaru
114
Info Terbaru Karya Mommy Ghina

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!