BAB 10 : PEMBULLYAN

“Heh parasit! Jaga tu mulut kalau enggak mau aku jahit!” sembur Yura berkacak pinggang.

Bibir Tora menyunggingkan senyum tipis, “Cih! Memang dasarnya murahan mau dilihat dari sudut mana pun tetep aja murahan!” cebik lelaki itu tertawa bersama teman-temannya.

Beberapa mahasiswa menatap Yura dengan tatapan merendahkan. Bahkan ada yang terang-terangan melontarkan kalimat pedas untuk Yura. Akan tetapi, gadis itu sama sekali tidak peduli.

“Tora! Kamu belum ngaca ya? Bukankah di rumah ada  banyak kaca, gede pula. Sadar! Kalau kamu sama ibumu yang gila harta itu enggak dipungut sama papa, pasti jadi gelandangan sekarang!” teriak Yura tidak mau kalah. “Murahan murahan, kepalamu! Aku seminggu ini hampir mati di rumah sakit karena ulah ibumu, Tora!” lanjutnya dengan nada melengking tinggi. Sengaja agar orang-orang mendengarnya.

Tora panik, ia yang mengundang kerumunan kini justru menyorot penuh keterkejutan. Bahkan kini berbalik menatap lelaki itu dengan tajam.

“Bisa-bisanya memutar balikkan fakta. Lemes amat tuh mulut! Belum pernah dicabein?” cetus Yura menambahkan.

Tidak ingin Yura semakin lepas bicara, Tora segera melepas tas punggungnya, melempar tepat ke wajah Yura. “Bawain itu ke kelasku, Babu!” titah lelaki itu berbalik melangkah lebih dulu. Ya, ia memang sering melakukannya.

Yura yang tidak siap membuatnya mundur beberapa langkah, menerima hantaman ransel tersebut.  Wajahnya menyamping agar tidak tepat mengenai mukanya. Dengan geram, gadis itu justru membuka reseliting tas dan menumpahkan semua isinya di pelataran kampus. Tas kosong itu dia angkat tinggi-tinggi.

Lalu meraih sebuah korek api dan memantiknya. Korek yang ia ambil dari mobil Zefon. Dengan bibir menyeringai dingin dan sorot mata penuh kebencian, ia menyulutkan api tepat di bawah tas Tora.

Pria yang sudah berjalan bersama teman-temannya itu tidak sadar akan apa yang dilakukan saudara tirinya.

“Tora!” teriak Yura menggelegar di seluruh penjuru kampus. Suaranya sampai menggema di setiap sudut lapangan.

Yura menjatuhkan tas yang sudah terbakar setengah itu tepat di atas buku-bukunya. Api yang tadinya kecil, semakin merambat.

Tora menoleh, tawa yang sedari tadi memekik berganti dengan keterkejutan dengan mata yang melotot tajam. “Hei, gila kau ya!” seru Tora berlari menginjak-injak api dengan kaki. Berharap tas dan buku-bukunya terselamatkan.

“Hahaha! Mampus kau! Heh! Lihat aku, anak mama. Aku Yura Afseen, bukan budakmu. Catat di otakmu baik-baik. Ah, aku lupa kalau kamu enggak punya otak!” cibir Yura mengibaskan rambut panjangnya hingga mengenai muka Tora. Ia melenggang pergi meninggalkan Tora yang meratapi hari sialnya.

Tora benar-benar bingung, bagaimana bisa Yura berubah seperti itu? Padahal sebelumnya, gadis itu sangat takut jika dia marah, Yura selalu melakukan apa pun perintah Tora.

“Awas kau Yura!” geram Tora menatap nanar punggung gadis itu yang semakin menjauh.

\=\=\=\=oooo\=\=\=\=

Matahari kian menanjak tinggi. Yura yang tengah asyik mengunyah makanan, tiba-tiba terkejut tatkala minuman berwarna merah kini dituangkan pada nasinya.

Yura menoleh dengan cepat, lagi-lagi Tora ingin membuat keributan dengannya. Usai buku dan tasnya hangus, Tora sengaja tidak pulang dan pergi ke kantin. “Biar ada seger-segernya, aku bantu kasih kuah buat sugar baby,” celetuk lelaki itu.

Tubuh Yura menegang, kesabarannya terkikis habis. Ia menarik napas panjang sembari berdiri. Kobaran api seolah menyalak-nyalak di netra tajamnya. Dapat terlihat jelas senyum smirk dari bibir Tora. Dengan gerakan cepat, Yura melempar nampan makanannya tepat di muka Tora.

PRANK!!

Basah, pecah berhamburan. Tora terkejut luar biasa dengan sikap Yura. Matanya membeliak begitu lebar, menunduk menatap tubuhnya yang basah kuyup dan terlihat menjijikkan. “Kau!” geram Tora kembali menatap Yura.

“Apa? Kamu yang suka cari gara-gara! Kamu sendiri yang akan tanggung akibatnya!” sentak Yura.

Beberapa mahasiswa juga turut berdiri saking terkejutnya. Mereka hanya menjadi penonton setia tanpa ada yang mau melerai keduanya. Seperti biasa setiap Yura mendapat pembullyan, tidak ada yang berani ikut campur.

“Beraninya!” Tora melangkah dengan kaki panjangnya, hendak menampar pipi Yura namun dengan mudah ditepis oleh gadis itu dan kini berbalik, Yura mendorong tubuh tinggi Tora hingga terjengkang ke lantai.

Tak cukup sampai di sana, Yura yang kesabarannya sudah di ambang batas kini menindih perut Tora, lalu memukul wajah pria itu dengan kepalan tangannya yang begitu kuat.

Yura mencengkeram kerah kemeja lelaki itu, “Punya mulut jangan buat nyinyir. Kamu itu laki-laki sadar enggak sih? Atau kamu laki jadi-jadian, hah? Terus tangan dijaga sebelum aku patahkan minimal, atau potong sekalian?” ancam Yura kembali melayangkan pukulan hingga pembuluh darah di sudut bibirnya pecah.

“Wah gila, Yura!” pekik para mahasiswa serentak. “Semangat Yura!” Bukannya melerai malah memberi semangat.

Yura berdiri, menginjak dada pria itu dan memutarnya. Senyum dan tatapan iblis seolah sedang ia perlihatkan, lalu menunduk hingga wajahnya begitu dekat, “Bilang sama ibumu, jangan sewa preman kaleng-kaleng kalau mau bunuh aku! Lihat, aku masih hidup!” cibirnya menepuk-nepuk pipi Tora yang bengkak.

Yura meraih tasnya, mood makannya mendadak hilang. Ia kembali menatap Tora yang kini berusaha duduk. “Oh ya, Anak Mama! Yura yang dulu sudah mati. Jadi jangan macam-macam dan jangan pernah usik hidupku lagi!” ancamnya lalu benar-benar pergi meninggalkan saudara tirinya itu.  

“Wow! Wow! Yura!” teriak mereka yang sontak mengidolakan gadis itu dengan tepuk tangan yang sangat meriah. Karena mereka tahu sejak dulu Tora selalu saja bersikap buruk pada Yura. Dan saat semua berbalik, mereka turut merasakan kepuasan. Selama ini mereka tidak berani membela dan berbuat apa-apa karena takut mendapat perlakuan sama dari Tora.

Di sisi lain, Zefon senyum-senyum sendiri di kursi kebesarannya ketika melihat layar laptopnya. Ia bangga dan merasa tak sia-sia memberi pelajaran pada Yura. "Smart girl!" pujinya.

 

Bersambung~

kalian pada ke mana geenggss... kok sepi komennya 😔

Terpopuler

Comments

ira

ira

ternyata s Tora ini tukang bully bgs sekali Yura kamu hajar s Tora ini

2025-01-18

0

ira

ira

wow ternyata kalung ada cctv nya kerennn

2025-01-18

0

ira

ira

bagus sekali Yura lawan balik s Tora ini

2025-01-18

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 : KESEMPATAN KEDUA
2 BAB 2 : KEJUTAN
3 BAB 3 : PEMBALASAN PERTAMA
4 BAB 4 : TIDAK AKAN MELEPASKANMU!
5 BAB 5 : TERLAMBAT
6 BAB 6 : MEMBINGUNGKAN
7 BAB 7 : BUKAN GADIS KECIL
8 BAB 8 : MATA-MATA
9 BAB 9 : SCANDAL
10 BAB 10 : PEMBULLYAN
11 BAB 11 : MENGADU
12 BAB 12 : RENCANA SARAH
13 BAB 13 : NYARIS
14 BAB 14 : BERBALIK
15 BAB 15 : CALON ISTRI
16 BAB 16 : KEADILAN
17 BAB 17 : PERHATIAN
18 BAB 18 : KARMA
19 BAB 19 : MASA LALU vs MASA KINI
20 BAB 20 : PEMBUKTIAN
21 BAB 21 : DIUSIR
22 BAB 22 : SINYAL BAHAYA
23 BAB 23 : SEJARAH
24 BAB 24 : SERANGAN
25 BAB 25 : HARUS TERBIASA
26 BAB 26 : TERKEJUT BERTUBI-TUBI
27 BAB 27 : SALING MENYALAHKAN
28 BAB 28 : MENIKAHLAH DENGANKU
29 BAB 29 : ROMANTIS ALA ZEFON
30 BAB 30 : SEDERET VIDEO
31 BAB 31 : AMARAH REHAN
32 BAB 32 : RENCANA
33 BAB 33 : FIRASAT
34 BAB 34 : MENCURIGAKAN
35 BAB 35 : AYAH?
36 BAB 36 : BUKAN WANITA LEMAH
37 BAB 37 : BALIKIN CIUMAN PERTAMA!
38 BAB 38 : RESMI MENIKAH
39 BAB 39 : AKU BELUM SIAP
40 BAB 40 : BOBOL GAWANG
41 BAB 41 : KEBALIK?
42 BAB 42 : BERSIAP
43 BAB 43 : MENGENAL LEBIH DALAM
44 BAB 44 : MENYERANG
45 BAB 45 : CEMBURU
46 BAB 46 : HANYA BONEKA
47 BAB 47 : AKU MEMBENCINYA
48 BAB 48 : DENDAM
49 BAB 49 : MEMINTA SARAN
50 BAB 50 : BUKAN ILUSI
51 BAB 51 : PENGAKUAN YURA
52 BAB 52 : KEHANCURAN ZEFON
53 BAB 53 : FULL SUPPORT
54 BAB 54 : Pengaduan Yura
55 BAB 55 : Latihan
56 BAB 56 : Kebahagiaan Yura
57 BAB 57 : Menjalankan Misi
58 BAB 58 : Zeva?
59 BAB 59 : Feeling
60 BAB 60 : Mengurungnya!
61 BAB 61 : Memutar Kembali
62 Bab 62 : Penelusuran
63 Bab 63 : Mengingatkan
64 Bab 64 : Kabar Mengejutkan
65 Bab 65 : Tidak Ingin Berpisah
66 Bab 66 : Bersabarlah
67 Bab 67 : Nyaris Terkuak
68 Bab 68 : Bukan Fatamorgana
69 Bab 69 : Tiba-tiba Manja
70 Bab 70 : Pengkhianat!
71 Bab 71 : Sakit
72 Bab 72 : Di mana Zeva?
73 Bab 73 : Kenyataan
74 Bab 74 : Pertemuan
75 Bab 75 : Pecah Ketuban Dini
76 Bab 76 : Kekalutan Dua Ibu
77 Bab 77 : Selamat Datang
78 Bab 78 : Kau Kembali?
79 Bab 79 : Restu
80 Bab 80 : Eksekusi
81 Bab 81 : Menyerang
82 Bab 82 : Akhiri Semua
83 Bab 83 : Bertahanlah, Tuan!
84 Bab 84 : LAST EPISODE~
85 Promo : Terjerat Pesona Dokter Luna
Episodes

Updated 85 Episodes

1
BAB 1 : KESEMPATAN KEDUA
2
BAB 2 : KEJUTAN
3
BAB 3 : PEMBALASAN PERTAMA
4
BAB 4 : TIDAK AKAN MELEPASKANMU!
5
BAB 5 : TERLAMBAT
6
BAB 6 : MEMBINGUNGKAN
7
BAB 7 : BUKAN GADIS KECIL
8
BAB 8 : MATA-MATA
9
BAB 9 : SCANDAL
10
BAB 10 : PEMBULLYAN
11
BAB 11 : MENGADU
12
BAB 12 : RENCANA SARAH
13
BAB 13 : NYARIS
14
BAB 14 : BERBALIK
15
BAB 15 : CALON ISTRI
16
BAB 16 : KEADILAN
17
BAB 17 : PERHATIAN
18
BAB 18 : KARMA
19
BAB 19 : MASA LALU vs MASA KINI
20
BAB 20 : PEMBUKTIAN
21
BAB 21 : DIUSIR
22
BAB 22 : SINYAL BAHAYA
23
BAB 23 : SEJARAH
24
BAB 24 : SERANGAN
25
BAB 25 : HARUS TERBIASA
26
BAB 26 : TERKEJUT BERTUBI-TUBI
27
BAB 27 : SALING MENYALAHKAN
28
BAB 28 : MENIKAHLAH DENGANKU
29
BAB 29 : ROMANTIS ALA ZEFON
30
BAB 30 : SEDERET VIDEO
31
BAB 31 : AMARAH REHAN
32
BAB 32 : RENCANA
33
BAB 33 : FIRASAT
34
BAB 34 : MENCURIGAKAN
35
BAB 35 : AYAH?
36
BAB 36 : BUKAN WANITA LEMAH
37
BAB 37 : BALIKIN CIUMAN PERTAMA!
38
BAB 38 : RESMI MENIKAH
39
BAB 39 : AKU BELUM SIAP
40
BAB 40 : BOBOL GAWANG
41
BAB 41 : KEBALIK?
42
BAB 42 : BERSIAP
43
BAB 43 : MENGENAL LEBIH DALAM
44
BAB 44 : MENYERANG
45
BAB 45 : CEMBURU
46
BAB 46 : HANYA BONEKA
47
BAB 47 : AKU MEMBENCINYA
48
BAB 48 : DENDAM
49
BAB 49 : MEMINTA SARAN
50
BAB 50 : BUKAN ILUSI
51
BAB 51 : PENGAKUAN YURA
52
BAB 52 : KEHANCURAN ZEFON
53
BAB 53 : FULL SUPPORT
54
BAB 54 : Pengaduan Yura
55
BAB 55 : Latihan
56
BAB 56 : Kebahagiaan Yura
57
BAB 57 : Menjalankan Misi
58
BAB 58 : Zeva?
59
BAB 59 : Feeling
60
BAB 60 : Mengurungnya!
61
BAB 61 : Memutar Kembali
62
Bab 62 : Penelusuran
63
Bab 63 : Mengingatkan
64
Bab 64 : Kabar Mengejutkan
65
Bab 65 : Tidak Ingin Berpisah
66
Bab 66 : Bersabarlah
67
Bab 67 : Nyaris Terkuak
68
Bab 68 : Bukan Fatamorgana
69
Bab 69 : Tiba-tiba Manja
70
Bab 70 : Pengkhianat!
71
Bab 71 : Sakit
72
Bab 72 : Di mana Zeva?
73
Bab 73 : Kenyataan
74
Bab 74 : Pertemuan
75
Bab 75 : Pecah Ketuban Dini
76
Bab 76 : Kekalutan Dua Ibu
77
Bab 77 : Selamat Datang
78
Bab 78 : Kau Kembali?
79
Bab 79 : Restu
80
Bab 80 : Eksekusi
81
Bab 81 : Menyerang
82
Bab 82 : Akhiri Semua
83
Bab 83 : Bertahanlah, Tuan!
84
Bab 84 : LAST EPISODE~
85
Promo : Terjerat Pesona Dokter Luna

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!