Hening, mereka diam tak bicara satu sama lain untuk beberapa saat. Kantor mereka terletak tepat di lantai tiga gedung ini.
Satpam ada di lantai paling bawah dan biasanya mereka akan berkeliling dini hari. Masih ada tiga jam lagi untuk menuju angka dua belas.
Aldo menelan ludahnya. Di antara kegelapan itu ada suara-suara aneh. Suara itu asalnya dari belakang tubuhnya. Namun Aldo memilih diam di sana.
Laras, dia meraba-raba mejanya. Mencoba mencari tongkat bantu jalan miliknya. Ketika tongkat itu ia temukan. Laras perlahan berjalan ke arah ruangan Aldo.
Laras merasakan ketakutan yang ada dalam diri Aldo. Ketika dia meraba tubuh itu.
Laras menggenggam tangannya. Mencoba memberi motivasi pada Aldo agar tidak takut.
"Jangan takut, Al!" ucap Laras lirih.
Sejenak Aldo melirik kecil ke arah Laras di sampingnya. Punggungnya panas sekali rasanya sungguh, seperti sedang dibakar.
"Laras, ini panas sekali!" lirih Aldo padanya.
Mendengar itu, Laras pun membuang kasar nafasnya. Sepertinya ini ulah keluarga Aldo.
Dengar ya! Siapapun kamu yang dikirim kemari. Jangan pernah macam-macam dengan keturunan keluarga Gautama!. Ucap Laras melalui kemampuannya.
Suara cekikan tawa seorang wanita mulai ia dengar. Suara ini lama-lama semakin kencang.
"Bocah, kamu pikir aku takut sama kamu? Keluarga Gautama itu, kelasnya di bawah kakiku! Aku lebih unggul dari keluargamu!" ujar suara wanita itu.
Setelah suara wanita itu berkata. Aldo tiba-tiba di samping Laras berteriak kencang. Barang-barang di meja diobrak-abrik.
"Al, kamu kenapa?" tanya Laras menghadap ke samping berusaha menghentikan Aldo.
Khodam milik Laras keluar dari dalam tubuhnya. Sosok tinggi besar dengan mata merah sedang berdiri di belakang Laras. Kira-kira jaraknya sepuluh langka.
Sosok besar itu mengincar Laras dan Aldo. Beruntungnya khodam cakar Laras keluar lalu melesat menghalau sosok tinggi besar itu.
Sementara di sana kacau. Malam ini Cak Dika bersama dengan tiga Srikandi sedang menaiki motor. Itu adalah motor milik ayah Laras.
Orang tua Laras berada di luar negeri. Dan Laras tidak ikut dia memilih berada di rumah saja. Dalam pengelihatan Cak Dika. Laras saat ini sedang butuh pertolongan.
Itulah kenapa, Cak Dika berani membobol garasi yang di kunci, merusak gemboknya lalu mengambil empat motor matic yang ada di sana.
Mereka pun memakainya bak seorang Geng motor. Terutama, motor yang Cak Dika kenalan. Knalpotnya berbunyi cukup bising.
"Minggir-minggir! Gangster lewat!" ucap Cak Dika riang.
Rachel hanya mampu menggelengkan kepalanya heran melihat itu.
"Setan iku ora Wedi ambek awak dewe Bel!" ucap Rachel pada Bella di sampingnya.
Dia berbicara sedikit berteriak. Bella yang mendengar itu pun tertawa. Tak lama Marsya mulai menyamai kecepatan motor mereka sambil berkata,
"Setan iku wedi Karo wong edan, koyok bocah kae!" ucap Marsya sambil menunjuk Cak Dika.
Mereka tertawa serentak. Marsya pun mempercepat laju motornya hingga berada beriringan dengan motor Cak Dika yang memimpin.
Tidak perlu map bagi Cak Dika untuk tau keberadaan Laras. Sebab beberapa pasukan ghaibnya sudah memberi tau lokasinya.
Bukan melalui smartphone ya! Karena setan tidak segaul kita para manusia.
Ada kemampuan khusus yang Cak Dika gunakan di sini. Itu spesial dan istimewa. Kemampuan itu hanya dimiliki oleh keluarga Gautama secara turun temurun.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 235 Episodes
Comments
☠ᵏᵋᶜᶟ ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔🍾⃝𝚀ͩuᷞεͧεᷠnͣ
🤣🤣🤣🤣
2023-11-19
0
@Risa Virgo Always Beautiful
Laras kamu wanita hebat memberikan motivasi supaya Aldo tidak takut
2023-04-01
2
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞𝐀⃝🥀иσνιєℛᵉˣ𝓐𝔂⃝❥࿐
Wuuussss...keren kemampuannya menemukan tempat Laras lebih akurat daripada map itu pasti..buruan tolong Laras sama Aldo cak.
2023-04-01
1