After The Heartbreak

After The Heartbreak

17 Tahun Yang Lalu

Cerita ini ada sequel dari Dendam Dokter Aruna♡♡

"Kenapa mereka harus berbarengan, sih," omel Kiano pada Aruna yang terpaksa bergantian membantu ketiga teman Kiano melahirkan dengan melakukan operasi caesar di hari yang sama.

Alva, Glen dan Arga. Ketiganya meminta Aruna menolong istri mereka untuk melakukan pendampingan dalam operasi caesar. Aruna memang sudah biasa melakukannya.

Glen dan Arga mendadak bersikap aneh, ingin hari lahir anak pertama mereka berbarengan. Jadi bisa merayakan ulang tahun bersama sama.

Tapi Kiano takut Aruna kelelahan karena mereka hanya memberi jarak dalam beberapa jam saja untuk proses kelahiran anak anak mereka.

Alva dan Tamara mendapat prioritas karena anak mereka kembar dan sudah terdapat tanda tanda akan melahirkan.

"Do'akan ya, " kata Aruna sabar. Putra mereka-Kendra yang baru berumur beberapa bulan sudah dititipkan pada orang tua Kiano.

"Tolong ya, Aruna," pinta Alva memohon.

"Jangan lupa ke istri kita, Aruna," ujar Glen yang diangguki Arga.

"Kalian, kan, bisa nunggu besok," sinis Kiano sebal.

Glen dan Arga sama sama memberikan cemgirannya.

Begitu tau Tamara harus dioperasi hari ini, keduanya pun membujuk istri istri mereka agar mau dioperasi juga pada hari ini. Kebetulan HPL mereka ngga jauh beda.

"Seru ntar tiap ulang tahun anak anak kita bisa berbarengan. Kita juga bisa kumpul," ucap Arga merespon ringan.

"Iya, jadi mereka bisa ulang tahun rame rame," tambah Glen penuh semangat. Untung saja istri istri mereka setuju.

Hanya Dinda, istri Regan yang enggan. Dinda bersikukuh ingin melahirkan secara normal, ngga mau operasi.

Kiano hanya bisa membuang nafasnya kesal. Dia mengelus lengan kanan Aruna. Dalam hati bersyukur karena Aruna ngga pernah menolak keinginan aneh sahabat sahabat tengilnya.

"Iya, sabar, ya. Sebaiknya istri istrinya ditungguin," kata Aruna sambil melepaskan pegangan Kiano. Aruna pun mengecup pipi Kiano sebelum masuk ke ruangan operasi. Tamara sudah berada di dalam. Alva pun mengikuti Aruna. Dia ingin bersama Tamara di saat saat yang mendebarkan ini.

Glen dan Arga menepuk bahu Kiano berbarengan.

"Gue balik ke kamar dulu," kata Arga pamit. Dia ingin mendampingi Qonita yang saat ini ditemani Arik dan istrinya. Juga mami dan papi mereka.

"Gue juga," sambung Glen. Rain saat ini juga ditemani mama dan papanya, juga orang tuanya. Dia dan Arga sengaja ingin menguatkan hati Alva yang istrinya di operasi lebih dulu makanya menemani Alva sebelum masuk ke ruang operasi.

Alva terlihat stres. Apalagi dia dan keluarganya ngga nyangka kalo Tamara akan melahirkan hari ini. Untung support para sahabatnya selalu ada untuknya, jadi dia ngga merasa sendiri.

Apalagi keduanya punya ide ajaib ingin lahiran secara bersamaan di hari ini membuat tekanan batinnya jauh berkurang.

"Oke."

Selepas kepergian keduanya, Kiano duduk menyandar dengan kedua tangan di atas kepalanya.

"Kendra udah bisa apa?" tanya Regan yang tiba tiba muncul dan ikutan duduk di samping Kiano.

"Baru mau tengkurap," kata Kiano dengan senyum di bibir. Kekesalannya langsung hilang jika mengingat wajah menggemaskan putra kecilnya.

Regan pun tersenyun mendengarnya. Membayangkan putranya yang sedang menunggu waktu satu bulan lagi sesuai dengan HPL istrinya.

"Tamara mengalami kehamilan yang cukup susah juga, ya," komen Regan mengingat Alva yang bolak balik mengurusi Tamara opname di rumah sakit.

Kasian Tamara. Hamil ini membuatnya lemah. Salutnya Alva selalu siap berada di samping Tamara, kapan pun istrinya membutuhkan.

Segala meeting akan dia cancel jika.memdapat panggilan darurat dari Tamara.

"Mungkin karena anaknya kembar," jawab Kiano berusaha memaklumi.

Bahkan Alva memgatakan padanya kalo dia sudah sangat bersyukur karena Yang Di Atas sudah langsung memberikannya dua anak laki laki sekaligus. Akan dijaganya dengan baik. Dan dia ngga akan menambah anak lagi yang bisa membuat Tamara menderita.

"Gimana rasanya punya anak kembar, ya?" tanya Kiano beralih menatap Regan yang masih tersenyum.

"Lo pengen?" ledek Regan terkekeh.

Kiano pun terkekeh.

"Pengen, sih. Tapi melihat penderitaan Tamara, jadi berpikir seribu kali," ucapnya di sela kekehannya.

"Betul," balas Regan.

Ngga bisa dia bayangkan Dinda semenderita itu. Apalagi fisik Dinda maupun Aruna lemah sebagai perempuan. Beda dengan fisik Tamara. Dia atlet karate profesiomal.

"Alva bisa pusing tujuh keliling ntar ngadepin anak anaknya," gelak Kiano dibalas Regan.

"Apalagi kalo kelakuannya sama dengannya," tambah Regan.

Tentu saja mereka sangat hapal kelakuan Alva dulu sebelum nikah.

"Gue agak berharap semoga ada sifat galak Tamara dalam diri putra kembar mereka," sambung Regan lagi. Tawa keduanya pun semakin pecah walau ditahan agar tidak terlalu keras.

"Regan, kalo anak lo cewe, mau ngga lo jodohin sama anak gue, si Kendra?" tanya Kiano setelah tawa mereka usai

"Haa? Lo serius? Anak gue msih di dalam perut lagi," tawa Regan merasa aneh dengan kata kata Kiano.

Lagi pula apa anak anak mereka mau dijodohkan? Mereka dulu aja menolak.

Kiano pun tertawa mendengarnya.

"Gue ngerasa anak lo bisa meredam tingkah laku anak gue. Kayak lo sama Dinda," ledek Kiano.

Ya ya, Regan mengerti sekarang maksud perjodohan ini. Dia yang brengsek bisa takluk dengan Dinda yang kalem.

"Kalo anak anak kita setuju, kenapa engga," tukas Regan seruju. Kedua sahabat ini pun tertawa mengekeh sambil menunggu kelahiran putra kembar Alva.

*

*

*

"Selamat, Tamara," bisik Aruna ketika melihat dua orang putra Tamara sudah lahir dengan selamat.

Alva pun meneteskan air mata. Kedua orang tua mereka masih dalam perjalaman menuju rumah sakit, pesawat mereka baru saja landing.

Karena kabar Tamara akan melahirkan, kedua orang tua mereka mempercepat kepulangan mereka untuk menyambut cucu cucu pertama mereka.

Harusnya Tamara melahirkan masih tiga atau lima hari lagi berdasarkan HPL, tapi sudah ada tanda tanda kedua bayi itu pengen lahir tanpa mau di tunggu kedua oma dan opanya.

"Ya, Runa," jawab Tamara walau lemah tapi wajahnya terlihat berseri seri. Apalagi melihat suaminya yang menangis haru.

"Makasih, sayang," kata Alva kemudian mengecup kening istrinya.

Hati Tamara bergetar karenanya. Mengingat kesabaran dan ketelatenan Alva dalam menghadapi kondisi dirinya yang lemah.

Alva sudah menunjukkan kalo dia sangat pantas menjadi papa karena tanggung jawabnya merawat dirinya buah hati mereka saat masih berada dalam rahimnya.

Alva selalu menemaninya bahkan sampai membawa pekerjaannya ke rumah sakit. Bahkan meeting pun di lakukan melalui aplikasi online karena hampir setiap bulan selama kehamilan Tamara harus opname di rumah sakit.

"Ayo, kita pindahkan pasien," titah Aruna pada tim medis lainnya. Dia dan para dokter harus beristirahat sebentar saja karena sebentar lagi giliran Arga.

Ingin rasanya Aruna mengetok kepala kedua sahabat Kiano yang punya keinginan nyeleneh, ingin punya anak yang ulang tahunnya berbarengan.

Paling Dinda dan Rain yang beda. Kalo Dinda tinggal menghitung hari dan menginginkan persalinan normal, sedangkan Rain masih dua bulan lagi baru akan melahirkan. Sekarang baru masuk tujuh bulanan.

Terpopuler

Comments

Nonoe Mooduto

Nonoe Mooduto

yg ke 3,aku padamu Thor 👍👍🥰🥰

2024-02-01

4

Tarmini Rianto

Tarmini Rianto

Makasih thoouurrr

2024-01-23

1

Erni Fitriana

Erni Fitriana

karya kedua mu yg kubaca thor

2024-01-11

1

lihat semua
Episodes
1 17 Tahun Yang Lalu
2 17 tabun yang lalu part 2
3 17 Tahun Yang Lalu part 3
4 Jadi Ketua Osis
5 Rapat Osis
6 Sekongkol
7 Barbeque
8 Sesak
9 Galau
10 Panas
11 Rencana Atifa
12 Ditolak?
13 Jadi Grogi
14 B aja
15 Akibat Viral
16 Ide Cemerlang Kalil
17 Mempraktekkan Ide Kalil
18 Ditinggalkan
19 Penuh Tanda Tanya
20 Keputusan Regan
21 DI Sidang
22 Rahasia Regan
23 Setelah Enam Tahun
24 Andai Kendra tau
25 Bertunangan
26 Babak Baru
27 Babak Baru 2
28 Dijemput Kendra
29 Kejutan Atifa
30 Keputusan Kendra
31 Aksi Kalil cs
32 Kumpul beda generasi
33 Playing Victims
34 Kendra yang menghindar
35 Zayra cemburu
36 Menahan Marah
37 Ulah Atifa
38 Sikap yang diambil Kendra
39 Balasan Kendra
40 Menahan Rindu
41 Pipi yang merona
42 Fitting Gaun Pengantin
43 Kegilaan Atifa
44 Di luar dugaan
45 Menunggu
46 Indah pada waktunya
47 Sadar
48 Berdua
49 Para Player
50 Perasaan aneh Khanza
51 Takut?
52 Dikenalkan
53 Panas
54 Bingung
55 Tentang Khanza
56 Masih bersama calon pengantin
57 Bucin
58 Karena Dhafi
59 Shock
60 Drama
61 Kalil yang tercemar
62 SAH
63 Kesabaran Khanza
64 Circle Yang Beda
65 SHOCK
66 Milik Kendra
67 Patah Hati
68 Saling Mengobati
69 Sikap yang Berbeda
70 Laki laki paling Kejam
71 Disuruh Move On
72 Rencana Aqil
73 Drama Kalil
74 Drama Kalil 2
75 Khanza dan Laki laki high qualitynya
76 Kemarahan Kalil
77 Memaksa Khanza
78 Akhr Drama Kalil
79 Akhir yang manis
80 Barbeque lagi
81 Calon Suami
82 Kena Mental
83 Ketegasan Kalil
84 Perhatian Dhafi
85 Pantang Menyerah
86 Cerita Rakha
87 Fans Kalil
88 Perasaan Khanza
89 Dua laki laki jomblo dengan tingkahnya
90 Masih tingkah dua jomblo
91 Tentang Cyra
92 kekhawatiran Aqil
93 Rakha yang mencurigakan
94 Masih tentang Rakha
95 Ketahuan mami dan papi
96 Aqil dan Niatnya
97 Ketemu!
98 Bahagianya Lala
99 Negoisasi
100 Usaha Dhafi
101 Kesempatan terakhir Dhafi
102 Terpaksa Membantu
103 Cerita Kenan
104 Bertenu di rumah sakit
105 Ngga Disangka
106 Pasangan Baru
107 Kencan
108 Not Cool Again
109 Ngga jadi jomblo akut
110 My Fiance
111 Cerita Mantan
112 Shakila dan Qabil?
113 Kalil Menikah
114 extra part 1
115 Extra part 2
116 Rencana Aqil /ex pat 3
117 Extra Part 4
118 Extra part 5
119 Pengumuman
Episodes

Updated 119 Episodes

1
17 Tahun Yang Lalu
2
17 tabun yang lalu part 2
3
17 Tahun Yang Lalu part 3
4
Jadi Ketua Osis
5
Rapat Osis
6
Sekongkol
7
Barbeque
8
Sesak
9
Galau
10
Panas
11
Rencana Atifa
12
Ditolak?
13
Jadi Grogi
14
B aja
15
Akibat Viral
16
Ide Cemerlang Kalil
17
Mempraktekkan Ide Kalil
18
Ditinggalkan
19
Penuh Tanda Tanya
20
Keputusan Regan
21
DI Sidang
22
Rahasia Regan
23
Setelah Enam Tahun
24
Andai Kendra tau
25
Bertunangan
26
Babak Baru
27
Babak Baru 2
28
Dijemput Kendra
29
Kejutan Atifa
30
Keputusan Kendra
31
Aksi Kalil cs
32
Kumpul beda generasi
33
Playing Victims
34
Kendra yang menghindar
35
Zayra cemburu
36
Menahan Marah
37
Ulah Atifa
38
Sikap yang diambil Kendra
39
Balasan Kendra
40
Menahan Rindu
41
Pipi yang merona
42
Fitting Gaun Pengantin
43
Kegilaan Atifa
44
Di luar dugaan
45
Menunggu
46
Indah pada waktunya
47
Sadar
48
Berdua
49
Para Player
50
Perasaan aneh Khanza
51
Takut?
52
Dikenalkan
53
Panas
54
Bingung
55
Tentang Khanza
56
Masih bersama calon pengantin
57
Bucin
58
Karena Dhafi
59
Shock
60
Drama
61
Kalil yang tercemar
62
SAH
63
Kesabaran Khanza
64
Circle Yang Beda
65
SHOCK
66
Milik Kendra
67
Patah Hati
68
Saling Mengobati
69
Sikap yang Berbeda
70
Laki laki paling Kejam
71
Disuruh Move On
72
Rencana Aqil
73
Drama Kalil
74
Drama Kalil 2
75
Khanza dan Laki laki high qualitynya
76
Kemarahan Kalil
77
Memaksa Khanza
78
Akhr Drama Kalil
79
Akhir yang manis
80
Barbeque lagi
81
Calon Suami
82
Kena Mental
83
Ketegasan Kalil
84
Perhatian Dhafi
85
Pantang Menyerah
86
Cerita Rakha
87
Fans Kalil
88
Perasaan Khanza
89
Dua laki laki jomblo dengan tingkahnya
90
Masih tingkah dua jomblo
91
Tentang Cyra
92
kekhawatiran Aqil
93
Rakha yang mencurigakan
94
Masih tentang Rakha
95
Ketahuan mami dan papi
96
Aqil dan Niatnya
97
Ketemu!
98
Bahagianya Lala
99
Negoisasi
100
Usaha Dhafi
101
Kesempatan terakhir Dhafi
102
Terpaksa Membantu
103
Cerita Kenan
104
Bertenu di rumah sakit
105
Ngga Disangka
106
Pasangan Baru
107
Kencan
108
Not Cool Again
109
Ngga jadi jomblo akut
110
My Fiance
111
Cerita Mantan
112
Shakila dan Qabil?
113
Kalil Menikah
114
extra part 1
115
Extra part 2
116
Rencana Aqil /ex pat 3
117
Extra Part 4
118
Extra part 5
119
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!