Kabull Pulluk Uncle Hillo

°°°~Happy Reading~°°°

"Pemeriksaannya sudah selesai, untuk hasilnya sendiri akan kami infokan satu minggu kemudian. Jadi minggu depan, ibu harus kembali ke sini untuk mengambil hasil tes nya."

"Dan untuk tagihannya, anda bisa melunasinya di bagian administrasi." jelas seorang perawat pada Ana sesaat setelah pemeriksaan sang putra. Bocah laki-laki itu kini tengah duduk menatap kosong pada sang mommy yang tengah berbincang pada seorang perawat yang juga turut dalam pemeriksaannya.

Ana kemudian membawa sang putra ke meja administrasi. Secarik kertas dengan rincian panjang ia dapatkan. Membacanya sejenak, perempuan itu di buat mengernyit saat menatap pada besaran biaya yang harus ia lunasi.

"Apa anda tidak salah memberikan tagihan?" Harapnya.

Mungkin bagi sebagian orang 5 juta tidaklah seberapa. Namun untuknya, uang itu sangatlah berharga. Ia harus banting tulang selama dua bulan penuh hingga akhirnya uang-uang itu dapat terkumpul.

"Tidak nona... Biaya untuk uji MRI memang sebesar yang tertera dalam tagihan anda."

Ana menunduk lesu menatap secarik kertas di tangannya. Jika ia membayar seluruhnya, uangnya hanya akan tinggal beberapa ratus. Itu tidak akan cukup sampai akhir bulan.

"Apa boleh di cicil?" lirihnya tak ingin sang putra sampai mendengar. Bocah laki-laki itu terlalu peka.

"Maaf nona. Tidak bisa."

Ana menarik nafas pasrah. Mau tidak mau ia harus melunasi seluruhnya. Untuk biaya hidup kedepannya, ia bisa pikirkan nanti.

Selesai melunasi biaya administrasi, Ana lantas kembali ke ruang dokter Stephanie bersama sang putra. Sebelumnya, dokter Stephanie izin undur diri karena urusan mendadak di kediaman.

"Nyonya, putrimu."

Sesampainya di ruang dokter Stephanie, Ana disambut oleh pekikan kepanikan dari sosok perawat yang tadi dipercaya menemani sang putri.

"Kenapa mba, Ada apa dengan putriku?"

"Itu-- tadi Maurin duduk di situ, saat saya tinggal mengecek laporan sebentar, tiba-tiba Maurin menghilang. Sudah saya cari kemana-mana, tapi belum ketemu."

Membuat Ana seketika membulatkan mata. Gadis kecil itu, dimana putri kesayangannya? Apa dia akan baik-baik saja, tanpa dirinya, atau bahkan orang yang dikenalnya?

Sekelumit rasa bersalah kini menggumpal dalam dada. Maurin adalah gadis yang manja. Gadis kecil itu begitu tergantung dengannya. Bahkan tak sekalipun waktu ia habiskan tanpa kehadirannya.

Lalu, bagaimana ia bisa meninggalkannya sendiri di sini di tempat terasing, hanya berteman sepi.

"Sayang, Mallfin tunggu disini dulu ya. Mommy cari Maurin dulu," tertera jelas diwajahnya jika perempuan itu panik tak terkira. Ibu mana yang tak panik saat gadis kecilnya menghilang di tempat terasing tanpa satupun pendamping.

"Mallfin bantu cari saja my," usul Mallfin ikut prihatin.

"Tidak. Mallfin disini saja. Nanti capek sayang... ."

"Mba, saya minta tolong jagain anak saya, sebentar ya... ."

Ana lantas bergerak cepat mencari keberadaan sang putri. Bola matanya bergerak lia*r, menelisik lorong demi lorong yang ia lewati.

"Sayang... ."

Pekik Ana saat mendapati sosok gadis kecil tengah berjalan beriringan bersama seorang laki-laki yang tak sedikitpun dikenalnya.

"Mommy..." Gadis kecil itu refleks melepaskan gandengan tangannya. Berlari cepat mendekati sang mommy lalu merengkuhnya erat penuh kerinduan.

"Maurin dari mana sayang? Mommy khawatir," perempuan itu enggan melepaskan rengkuhannya. Ana benar-benar khawatir jika terjadi apa-apa pada gadis kecilnya.

"Mollin dallam shana boshan sheukalli myh. Mollin mau calli mommy tapi mommy eundak temu-temu. Mollin tadi datuh tullush kena dewell shama tante dahat, tulush Mollin kabull pulluk uncle hillo. Uncle Hillo bantu Mollin kabull deh... ."

Ana kemudian melepaskan rengkuhannya, mengalihkan pandangannya menatap pada sosok laki-laki yang telah bersedia mengantarkan sang putri.

"Terimakasih tuan, karena sudah bersedia menolong putri saya," ucap Ana, mengira jika sosok itu adalah uncle hiro--penyelamat sang putri tercinta.

Sosok itu tersenyum simpul, "tidak apa nyonya. Putri anda sangat menggemaskan." timpal Felix. Laki-laki itu benar-benar ramah, tidak seperti sang bos besar yang hanya bisa bermuka masam.

"Kalau begitu saya undur diri dulu." pamit Felix, ia harus segera kembali.

"Sekali lagi terimakasih. Maaf karena sudah merepotkan anda."

"Bye bye uncle danteng."

🍁🍁🍁

Annyeong Chingu

Happy reading semua

Saranghaja 💕💕💕

Terpopuler

Comments

Edah J

Edah J

Felix itu yang gemesin itu anak bos mu lho😉

2024-12-31

0

C2nunik987

C2nunik987

mollin udh tau yg danteng 🤣🤣🤣

2024-12-25

0

Sulis Tyawati

Sulis Tyawati

majikanmu itu felix

2025-01-14

0

lihat semua
Episodes
1 MAURIN!!!
2 Peluk Mommy, Sayang
3 Bau Digong
4 Memendamnya Sendiri
5 Teullimakasih Apin Danteng
6 Anak Pembawa Sial
7 Dia Sepertinya Mati
8 Sakit, Myh...
9 Daddy Endak Shayang Mollin?
10 Apa Berbahaya, Dok?
11 Boleh Saya Bawa Pulang?
12 Pemeriksaan Lanjutan
13 Mallfin Sayang kan Sama Mommy?
14 Daddy?
15 Uncle Hillo Baik, Mollin Shuka
16 Kabull Pulluk Uncle Hillo
17 Menangislah
18 Jangan Dia
19 Tidak Baik-baik Saja
20 Apa Mallfin Bisa Sembuh?
21 Mallfin Rindu Mommy
22 Kamu Tidak Ingin Mencarinya?
23 Kesakitan itu
24 Anda Melupakan Saya?
25 Kau Terlalu Murahan
26 Hallush Beulshaball
27 Mallfin...
28 Mommy Shayang Keunnapa?
29 Lepaskan Putriku
30 Biaya Operasi
31 He Has Twins
32 Dengan Cara Apa?
33 Daddy?
34 Sayangnya Mommy Apa Kabar?
35 Apa Mallfin Mimpi Indah?
36 Jangan Mengusik Kami
37 Mari Kita Menikah
38 Saya Tidak Bisa
39 Mallfin Tidak Suka Kamu Disini
40 Same Story
41 Membahagiakan Anak-anak Bersama
42 Tidak Akan Cukup
43 Get Out
44 Rencana
45 Mempertimbangkan
46 Go Home
47 Laki-laki Itu Tidak Baik
48 Balas Dendam
49 Aku Adalah Daddy nya
50 Makan Siang Bersama
51 Karena Dia Mommy Menderita
52 Mollin Beullshallah
53 Nenek Sihir Jelek
54 Jangan Egois
55 Tidur berempat?
56 Jangan Ganggu Daddy
57 Dia Daddy yang Buruk
58 Panggil Daddy Seperti Itu
59 Rumah Kita
60 Ashi Kaming
61 Sah
62 Kiat-kiat
63 Takut Kamu Kecewa
64 Buka Saja
65 Tak Dapat Berbuat Banyak
66 Mollin Si anak lajin
67 Mollin Peullgi Bekellja
68 Genius
69 Kejutan di Luar Nalar
70 Pembuat Onar
71 Menemui Suami
72 Sayang?
73 Ana Tidak Sengaja
74 Melindungi
75 Ketika Maurin Tidak Berulah
76 Mari Belajar Mencintai
77 Jangan Melihat Harganya
78 Princess Maurin Pergi Sekolah
79 Trio Kwek-kwek
80 Tambah Momongan
81 Sheullang Asha
82 Dedek Bayi Oek-oek
83 Misi Rahasia
84 Ke Rumah Mama Elena
85 Maurin Mau Apa?
86 Jangan Memaksakan Diri
87 Mas Tidak Mandi?
88 Mas Keluar
89 Mencoba Saling Mengenal
90 Pesanan Maurin
91 Dangan-dangan...
92 Mama Nantangin?
93 Marc Sudah Gila
94 Jangan Bertanya Lagi!
95 Sindrom Couvade?
96 Perkara Bau Busuk
97 Harusnya Ana Temani Mas
98 Jangan Sampai Kecapean
99 Tidak Patuh
100 Ganti Dokter Cowok!!!
101 Selamat
102 Terimakasih
103 Perkara Liwed dan Korek
104 Kakak Mollin
105 Kaball Geumbilla
106 Sayang, Aku Kangen
107 Kok Bajunya Gini?
108 Pilihlah Diantara Kami
109 Tolong Bujuk Kak Marcus
110 Mommy Menangis?
111 Dicampakkan
112 Sesat
113 Bullung Shawat
114 Suka-sukanya Mas Aja Deh
115 Main Shawat-Shawat
116 Mallfin Akan Memukul Daddy
117 im not a baby
118 Aku Menculiknya
119 I Need Privacy
120 Daddy Teulliwish
121 Ide Bagus
122 Anelis Hamil?
123 Kok Masih Kecil?
124 Beullishik
125 Titah Sang Paduka
126 Tidak Bisa Mengenali
127 Perkara Mangga Muda
128 Mollin Eundak Dapat Tium
129 Ada Gumpa
130 Melihat Adek Bayi
131 Kalluna Mommy Tewek
132 Baby Gull Na Mollin
133 Menambah Satu Bayi Lagi
134 Aku Ingin Pulang
135 Belum Waktunya
136 Mollin Eundak Dushten
137 Tutup Pabrik
138 Boshan
139 Dia Laki-laki, Maurin
140 Kerusuhan Di Ruang Rawat
141 Daddy Sangat Payah
142 Mas Bisa Jelaskan
143 Sumber Kebahagiaan
144 Karya Baru?
Episodes

Updated 144 Episodes

1
MAURIN!!!
2
Peluk Mommy, Sayang
3
Bau Digong
4
Memendamnya Sendiri
5
Teullimakasih Apin Danteng
6
Anak Pembawa Sial
7
Dia Sepertinya Mati
8
Sakit, Myh...
9
Daddy Endak Shayang Mollin?
10
Apa Berbahaya, Dok?
11
Boleh Saya Bawa Pulang?
12
Pemeriksaan Lanjutan
13
Mallfin Sayang kan Sama Mommy?
14
Daddy?
15
Uncle Hillo Baik, Mollin Shuka
16
Kabull Pulluk Uncle Hillo
17
Menangislah
18
Jangan Dia
19
Tidak Baik-baik Saja
20
Apa Mallfin Bisa Sembuh?
21
Mallfin Rindu Mommy
22
Kamu Tidak Ingin Mencarinya?
23
Kesakitan itu
24
Anda Melupakan Saya?
25
Kau Terlalu Murahan
26
Hallush Beulshaball
27
Mallfin...
28
Mommy Shayang Keunnapa?
29
Lepaskan Putriku
30
Biaya Operasi
31
He Has Twins
32
Dengan Cara Apa?
33
Daddy?
34
Sayangnya Mommy Apa Kabar?
35
Apa Mallfin Mimpi Indah?
36
Jangan Mengusik Kami
37
Mari Kita Menikah
38
Saya Tidak Bisa
39
Mallfin Tidak Suka Kamu Disini
40
Same Story
41
Membahagiakan Anak-anak Bersama
42
Tidak Akan Cukup
43
Get Out
44
Rencana
45
Mempertimbangkan
46
Go Home
47
Laki-laki Itu Tidak Baik
48
Balas Dendam
49
Aku Adalah Daddy nya
50
Makan Siang Bersama
51
Karena Dia Mommy Menderita
52
Mollin Beullshallah
53
Nenek Sihir Jelek
54
Jangan Egois
55
Tidur berempat?
56
Jangan Ganggu Daddy
57
Dia Daddy yang Buruk
58
Panggil Daddy Seperti Itu
59
Rumah Kita
60
Ashi Kaming
61
Sah
62
Kiat-kiat
63
Takut Kamu Kecewa
64
Buka Saja
65
Tak Dapat Berbuat Banyak
66
Mollin Si anak lajin
67
Mollin Peullgi Bekellja
68
Genius
69
Kejutan di Luar Nalar
70
Pembuat Onar
71
Menemui Suami
72
Sayang?
73
Ana Tidak Sengaja
74
Melindungi
75
Ketika Maurin Tidak Berulah
76
Mari Belajar Mencintai
77
Jangan Melihat Harganya
78
Princess Maurin Pergi Sekolah
79
Trio Kwek-kwek
80
Tambah Momongan
81
Sheullang Asha
82
Dedek Bayi Oek-oek
83
Misi Rahasia
84
Ke Rumah Mama Elena
85
Maurin Mau Apa?
86
Jangan Memaksakan Diri
87
Mas Tidak Mandi?
88
Mas Keluar
89
Mencoba Saling Mengenal
90
Pesanan Maurin
91
Dangan-dangan...
92
Mama Nantangin?
93
Marc Sudah Gila
94
Jangan Bertanya Lagi!
95
Sindrom Couvade?
96
Perkara Bau Busuk
97
Harusnya Ana Temani Mas
98
Jangan Sampai Kecapean
99
Tidak Patuh
100
Ganti Dokter Cowok!!!
101
Selamat
102
Terimakasih
103
Perkara Liwed dan Korek
104
Kakak Mollin
105
Kaball Geumbilla
106
Sayang, Aku Kangen
107
Kok Bajunya Gini?
108
Pilihlah Diantara Kami
109
Tolong Bujuk Kak Marcus
110
Mommy Menangis?
111
Dicampakkan
112
Sesat
113
Bullung Shawat
114
Suka-sukanya Mas Aja Deh
115
Main Shawat-Shawat
116
Mallfin Akan Memukul Daddy
117
im not a baby
118
Aku Menculiknya
119
I Need Privacy
120
Daddy Teulliwish
121
Ide Bagus
122
Anelis Hamil?
123
Kok Masih Kecil?
124
Beullishik
125
Titah Sang Paduka
126
Tidak Bisa Mengenali
127
Perkara Mangga Muda
128
Mollin Eundak Dapat Tium
129
Ada Gumpa
130
Melihat Adek Bayi
131
Kalluna Mommy Tewek
132
Baby Gull Na Mollin
133
Menambah Satu Bayi Lagi
134
Aku Ingin Pulang
135
Belum Waktunya
136
Mollin Eundak Dushten
137
Tutup Pabrik
138
Boshan
139
Dia Laki-laki, Maurin
140
Kerusuhan Di Ruang Rawat
141
Daddy Sangat Payah
142
Mas Bisa Jelaskan
143
Sumber Kebahagiaan
144
Karya Baru?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!