"Bos, kamu sungguh luar biasa. Aku tidak menyangka bos memiliki roh beladiri unik." Kata Xuan Fen dengan takjub.
"Ling Feng, apa kamu serius memiliki roh beladiri unik." Tanya Ling Hu.
"Aku serius." Balas Ling Feng.
"Ling Feng." Wanita berambut abu-abu memanggil Ling Feng yang sedang makan.
"Ada apa tetua." Ling Feng berjalan ke arah wanita berambut abu-abu.
"Hukumanmu akan selesai hari ini. Besok kamu tidak perlu membersihkan arena pertarungan lagi." Balas wanita berambut abu-abu.
"Terimakasih tetua." Ling Feng tersenyum.
"Ling Feng, aku dengar kamu memiliki roh beladiri unik." Kata wanita berambut abu-abu.
"Sial, dia mendengar omong kosongku." Gumam Ling Feng di pikirannya.
"Benar tetua. Saya memiliki roh beladiri unik. Jika kultivasi saya meningkat. Roh beladiri saya akan meningkat." Ling Feng mengangguk.
"Ling Feng, apa kamu tertarik menjadi muridku." Kata wanita berambut abu-abu.
"Di dalam cerita Yuan Zhun sebenarnya menjadi murid Fan Bing tetua aula hukuman, bukan menjadi murid pemimpin sekte. Jika aku menjadi muridnya, aku akan mendapat perlindungan dari kultivator Expert level 9." Gumam Ling Feng.
"Ling Feng bersedia menjadi murid tetua Fan Bing." Kata Ling Feng membungkuk
"Bagus." Fan Bing tersenyum melihat Ling Feng bersedia menjadi muridnya.
"Ling Feng, nanti malam datanglah ke ruanganku." Kata Fan Bing.
"Baik guru." Ling Feng mengangguk. Fan Bing tersenyum kemudian berjalan pergi.
"Bos, selamat karena telah menjadi murid tetua Fan Bing." Xuan Fen tersenyum.
"Ling Feng, aku tidak menyangka tetua Fan Bing menjadikanmu sebagai muridnya." Kata Ling Tian.
"Baiklah, ayo kita lanjutkan makan." Ling Feng tersenyum.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Ling Feng sedang berdiri di depan sebuah rumah. "Tok." "Tok." "Guru saya Ling Feng." Kata Ling Feng mengetuk pintu.
"Masuklah." Kata sebuah suara.
"Baik guru." Ling Feng mengangguk dan masuk ke dalam rumah.
Saat masuk ke dalam rumah, Ling Feng melihat Fan Bing sedang duduk di kursi. "Duduklah." Kata Fan Bing melihat Ling Feng.
"Baik guru." Ling Feng mengangguk kemudian duduk di depan Fan Bing.
"Ling Feng, kamu sangat mirip dengan ayahmu Ling Dong." Kata Fan Bing.
"Guru, kamu kenal dengan ayahku." Tanya Ling Feng.
"Bukan hanya mengenalnya. Aku, ayahmu Ling Dong dan juga ibumu Liu Zhao adalah seorang teman." Kata Fan Bing.
"Di dalam cerita tidak di jelaskan bahwa Fan Bing adalah teman ayah dan ibu Ling Feng. Apa karena Ling Feng adalah karakter tidak penting." Gumam Ling Feng.
"Karena guru teman ayah dan ibuku. Apa guru tahu ayah dan ibuku meninggal karena apa." Tanya Ling Feng.
"Sepertinya Ling Hai tidak memberitahu penyebab kematian ayah dan ibumu." Kata Fan Bing.
"Tidak guru, kakek tidak menceritakan tentang bagaimana ayah dan ibu meninggal." Ling Feng menggeleng.
"Setelah roh beladirimu meningkat menjadi level 3. Aku akan memberitahu bagaimana ayah dan ibumu meninggal." Kata Fan Bing.
"Sepertinya aku harus merubah rencanaku. Aku akan berburu beast monster terlebih dulu sebelum menemani Xuan Fen ke sekte paradise." Gumam Ling Feng.
Melihat Ling Feng yang terdiam Fan Bing berkata. "Ling Feng, apa kamu bersedia menemaniku minum."
"Di dalam cerita Fan Bing tidak mengajak Yuan Zhun minum." Gumam Ling Feng.
"Baik, saya akan menemani guru minum." Ling Feng tersenyum. Fan Bing tersenyum mendengar Ling Feng bersedia menemaninya minum.
Fan Bing membuka kantong ruang kemudian mengeluarkan sebotol anggur. "Apa kamu pernah minum sebelumnya." Kata Fan Bing menuangkan anggur ke gelas.
"Saya pernah meminum anggur." Ling Feng mengangguk.
"Kamu lebih dewasa dari yang aku pikirkan." Fan Bing tersenyum.
"Baiklah, ayo kita minum." Kata Fan Bing.
"Baik guru." Ling Feng mengangguk kemudian meminum anggur.
"Ling Feng, apa yang kamu pikirkan tentangku." Kata Fan Bing melihat Ling Feng.
Ling Feng melihat Fan Bing dan berkata. "Guru, saat anda masih muda. Pasti banyak pria yang berbaris untuk melamar anda." Kata Ling Feng melihat wajah putih Fan Bing yang memiliki sedikit kerutan.
"Ling Feng, kamu memiliki mulut yang manis." Fan Bing tersenyum mendengar kata Ling Feng.
"Kamu benar, saat masih muda banyak pria yang melamarku." Kata Fan Bing.
"Tapi aku menolak semua pria yang melamarku. Karena aku menyukai seorang pria." Kata Fan Bing.
"Jangan bilang pria yang di sukainya adalah ayahku." Gumam Ling Feng di pikirannya.
"Dan pria yang aku sukai adalah ayahmu." Kata Fan Bing melihat Ling Feng.
"Seperti yang aku duga." Gumam Ling Feng.
"Tapi ayahmu lebih memilih ibumu Liu Zhao dari pada aku." Kata Fan Bing kemudian meminum anggur.
"Ling Feng apa kamu memiliki seorang wanita." Kata Fan Bing melihat Ling Feng.
"Saya tidak memiliki seorang wanita guru." Balas Ling Feng.
"Bagus, di usiamu sekarang. Kamu hanya perlu berfokus kultivasi. Saat kultivasimu mencapai tingkat Advanced banyak wanita yang akan mengejarmu." Kata Fan Bing. Karena Ling Feng mengatakan memiliki roh beladiri unik. Fan Bing yakin Ling Feng akan menerobos tingkat Advanced.
"Ling Feng terima ini. Ini adalah hadiah karena kamu bersedia menjadi muridku." Kata Fan Bing memberikan tumbuhan ginseng berusia 100 tahun kepada Ling Feng.
"Terimakasih guru." Ling Feng tersenyum saat menerima tumbuhan ginseng dari Fan Bing.
"Ling Feng kultivasimu sudah memenuhi persyaratan untuk menjadi murid dalam. Kapan kamu akan mengambil ujian menjadi murid dalam." Tanya Fan Bing.
"Setelah level roh beladiriku meningkat. Saya akan mengambil ujian untuk menjadi murid dalam guru." Balas Ling Feng.
"Baiklah, jika itu keputusanmu. Aku akan selalu mendukungmu." Kata Fan Bing.
"Terimakasih guru." Ling Feng tersenyum.
"Guru, bisakah saya pergi." Tanya Ling Feng.
"Kamu bisa pergi." Balas Fan Bing.
"Baik guru." Ling Feng mengangguk kemudian berjalan pergi.
Melihat kepergian Ling Feng, Fan Bing berkata. "Ling Dong, karena aku tidak bisa mendapatkanmu. Aku akan mendapatkan anakmu. Aku tidak peduli meski usiaku dan anakmu jauh berbeda."
Beberapa menit kemudian Ling Feng telah kembali ke gubuknya. "Hari ini aku sungguh beruntung. Aku tidak menyangka akan mendapatkan tumbuhan ginseng dari Ling Hu, Ling Tian dan Fan Bing." Ling Feng tersenyum melihat 3 tumbuhan ginseng di depannya.
"Baiklah, saatnya mukbang tumbuhan ginseng." Ling Feng tersenyum kemudian mulai memakan 3 tumbuhan ginseng. Setelah memakan tumbuhan ginseng, Ling Feng merasakan tubuhnya menjadi hangat.
"Anda menerebos tingkat Intermediate level 2."
"Aku hanya naik 1 level setelah memakan 3 tumbuhan ginseng berusia 100 tahun." Kata Ling Feng melihat notifikasi yang muncul di depannya.
"Hoam, aku mengantuk setelah meminum anggur." Ling Feng menguap kemudian berbaring di ranjang yang terbuat dari bamboo.
Keesokan harinya Ling Feng berjalan masuk ke dalam aula hukuman. "Guru, ini aku Ling Feng." Kata Ling Feng mengetuk pintu.
"Masuklah." Balas Fan Bing. Ling Feng membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan.
"Ling Feng, apa kamu sudah makan." Tanya Fan Bing melihat Ling Feng masuk ke dalam ruangannya.
"Belum guru." Ling Feng menggeleng.
"Jika begitu ayo makan bersamaku. Aku membuat banyak pangsit." Kata Fan Bing menunjukan pangsit buatannya.
"Terimakasih guru." Ling Feng mengangguk kemudian mulai makan pangsit.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 270 Episodes
Comments
agoes Rezha
halo apakah MC nya ada ?
2024-09-28
0
Putra_Andalas
gk ada Sumber Daya yg laen apa...GINSEEEENG melulu ,kere amat nih cerita 😬
2024-08-24
0
Dewo Bumi
ceritanya terlalu banyak bertele-tele yang baca cepat bosan😌
2024-08-18
0