Bab 12

Toko Gangjeong itu memang terlihat biasa saja dibandingkan toko yang lainnya karena bangunannya yang sederhana dan sedikit kuno.

Pemilik toko Gangjeong sangatlah ramah bahkan memberikan mereka menu tambahan lainnya sesuai selera mereka inginkan.

"Permisi ! Saya menambahkan menu lainnya untuk kalian dan pasti kalian menyukainya", ucap pria berkacamata itu.

"Terimakasih...", sahut Lee Ryder.

Lee Ryder memandang ke arah pemilik toko Gangjeong lalu tersenyum senang.

"Berapa lama anda membuka toko Gangjeong ini disini ?", tanya Lee Ryder.

Ketika pemilik toko Gangjeong menghampiri mereka di meja makan.

"Saya baru buka seminggu disini", sahut pria berkacamata itu.

"Seminggu... ? Pantas aku tidak pernah melihat toko Gangjeong ini...", kata Lee Ryder.

"Iya, anda suka Gangjeong ?", tanya pria berkacamata itu ramah.

Pemilik toko Gangjeong berdiri disamping meja seraya meletakkan piring makanan berisi hidangan lain khas Korea ke atas meja.

"Aku suka tapi aku jarang memakannya lagi sejak ibuku tidak ada karena dialah yang selalu membuatkannya ketika aku masih kecil", sahut Lee Ryder.

"Kalau begitu ini adalah sebuah keberuntungan bagi anda dapat menikmati kue tradisional Gangjeong yang langka di kota ini", kata pria berkacamata itu.

"Mungkin...", jawab Lee Ryder.

"Cobalah ini ! Jajangmyeon sangat nikmat jika disantap selagi hangat, cobalah !", kata pria berkacamata itu.

"Terimakasih...", sahut Lee Ryder seraya tersenyum simpul.

Lee Ryder melirik ke arah meja makan yang tertata hidangan Jajangmyeon yang mengepul panas.

"Apa anda orang Korea ?", tanya Lee Ryder.

Saat pria berkacamata itu hendak pergi dari meja makan.

"Iya, saya asli orang Korea tepatnya dari Seoul", jawab pria berkacamata itu.

"Sungguh mengagumkan bisa berjumpa dengan orang Korea di Amerika", kata Lee Ryder.

"Apa anda juga asli Korea ?", tanya pria berkacamata itu.

"Kedua orang tua saya keturunan Korea tapi mereka sudah lama tinggal di Amerika sejak kakek-nenek saya yang orang Korea memilih menetap di sini ", sahut Lee Ryder.

"Turun temurun..., tapi logat bicara anda sangat kental dengan logat bicara orang Korea, tidak seperti cara bicara orang Amerika", kata pria berkacamata itu.

"Kedua orang tuaku membiasakan berbicara bahasa Korea dalam keseharian mereka selain bahasa Amerika", sahut Lee Ryder.

"Bahasa Amerika memang lain dengan bahasa ibu...", kata pria berkacamata itu.

"Memang, karena kita tinggal di negara ini maka kita harus terbiasa memakai bahasa yang ada di Amerika", sahut Lee Ryder.

"Tapi saya salut pada anda yang masih bisa berbahasa Korea meski tinggal di Amerika tanpa melupakan budaya asal anda", ucap pria berkacamata itu.

"Bukankah itu hal wajar...", kata Lee Ryder.

"Iya, sangat wajar !", sahut penjual toko Gangjeong.

Pria berkacamata itu lalu tersenyum kemudian berkata.

"Silahkan kalian mencicipi makanan tambahan ini yaitu Jajangmyeon buatan toko Gangjeong ini !"

"Baik, dan terimakasih...", kata Lee Ryder.

"Sama-sama", sahut pria berkacamata itu.

"Oh, iya..., apa anda tahu jasa derek mobil disekitar tempat ini ?", tanya Lee Ryder.

Penjual toko Gangjeong langsung mengernyitkan keningnya.

"Jasa derek mobil ? Kenapa ? Apa mobil kalian mogok ?", tanya pria berkacamata itu.

"Iya, mobil kami mengalami kecelakaan kecil di ruas jalan besar tadi", sahut Lee Ryder.

"Dimana mobil anda sekarang ?", tanya pria berkacamata itu.

"Kami meninggalkannya jauh dari toko Gangjeong ini mungkin sekitar beberapa meter dari sini", sahut Lee Ryder.

"Kalian berjalan kaki kemari ?", kata pria berkacamata itu.

"Iya, kami berjalan kaki sampai kesini karena sinyal di daerah sini cukup buruk sehingga aku tidak dapat menghubungi siapapun", sahut Lee Ryder.

"Ya Tuhan...", ucap pria berkacamata itu.

"Apa anda bisa membantu kami ?", kata Lee Ryder.

"Oh, tentu saja ! Akan saya hubungi jasa derek mobil yang ada di sekitar daerah ini", sahut pria berkacamata itu.

"Terimakasih atas kebaikan anda", ucap Lee Ryder.

"Sudah sewajarnya jika kita saling tolong menolong satu dengan lainnya, tidak perlu sungkan", sahut pria berkacamata itu.

"Saya ucapkan terimakasih kembali...", jawab Lee Ryder.

"Sama-sama...", kata penjual toko Gangjeong.

Penjual toko Gangjeong melirik ke arah Margot Evans yang sedari tadi hanya diam mendengarkan pembicaraan dirinya dengan pria tampan itu.

"Kasihan sekali, nona muda ini ! Dia harus berjalan kaki sepanjang itu...", kata pria berkacamata.

Raut wajah pria penjual toko Gangjeong langsung berubah ketika mendengar penjelasan dari Lee Ryder yang bercerita tentang nasib yang dialami oleh mereka berdua di jalan besar tadi.

"Baiklah ! Saya akan menambah menu makanan lainnya buat kalian selama di toko ini ! Tunggu sebentar !", ucap pria berkacamata itu.

Penjual toko Gangjeong terlihat bersemangat dan bermaksud untuk membuat makanan tambahan kepada Margot Evans dan Lee Ryder.

"Tidak usah, pak ! Kami sudah kenyang dengan Jajangmyeon ini !", seru Lee Ryder.

Ketika pemilik toko Gangjeong beranjak cepat menuju meja panjang tempat biasanya menerima pelanggan toko.

"Tidak apa-apa, kalian pasti akan menyukai makanan buatanku. Tinggallah agak lama disini !", kata pria berkacamata itu.

"Tapi, pak..., sungguh kami sudah kenyang dengan Jajangmyeon buatanmu ini...", sahut Lee Ryder.

"Sudah ! Sudah ! Duduk di meja kalian dengan tenang dan nikmatilah suasana toko Gangjeong ini !", kata pemilik toko Gangjeong.

"Maaf, jika merepotkan anda, pak...", sahut Lee Ryder.

"Tidak, tidak merepotkan saya", kata pria berkacamata itu.

"Terimakasih, pak !", kata Lee Ryder berseru keras.

"Iya...", sahut pria berkacamata itu.

Pria penjual toko Gangjeong lalu sibuk memasak menu makanan tambahan lainnya untuk Lee Ryder dan Margot Evans sedangkan keduanya saling berpandangan.

"Apakah kita melakukan sesuatu yang berbeda ?", tanya Margot Evans.

"Tidak, aku rasa tidak", sahut Lee Ryder.

"Tapi, pria penjual toko Gangjeong itu bersikap sangat aneh...", kata Margot.

"Jangan berkata seperti itu ! Dia hanya berusaha ramah kepada seluruh pelanggan toko Gangjeong miliknya ini", sahut Lee Ryder.

"Oh...", gumam Margot Evans.

"Apa kamu masih lapar ?", tanya Lee Ryder.

"Kenapa ?", balas Margot Evans.

"Apa Jajangmyeon tidak cukup membuat kenyang perutmu ?", tanya Lee Ryder.

"Jika boleh jujur, aku katakan aku masih lapar karena semangkuk kecil Jajangmyeon tidak membuatku merasa kenyang", sahut Margot Evans.

"Aku percaya itu...", kata Lee Ryder.

"Apa kamu masih lapar ?", tanya Margot Evans.

"Yah..., berjalan sejauh itu membuat selera makanku menjadi bertambah...", sahut Lee Ryder.

"Artinya kamu juga masih belum kenyang sama sepertiku, bukan !?", kata Margot Evans.

Lee Ryder hanya tersenyum simpul kala mendengar ucapan Margot Evans yang berusaha menggodanya.

"Jajangmyeon tidak mampu membuat perut Lee Ryder menjadi kenyang karena pria tampan ini butuh asupan energi yang sangat banyak untuk berpikir Genius", sahut Lee Ryder.

"Kau jujur juga, akhirnya, Lee Ryder...", kata Margot Evans.

Gadis cantik itu kemudian tertawa renyah mendengar jawaban dari pria bernama Lee Ryder itu.

Lee Ryder juga ikut tertawa bersama dengan Margot Evans.

Keduanya terlihat sangat senang saat mereka bersama-sama di toko Gangjeong itu.

Menikmati hari mereka yang cukup sulit setelah insiden kecelakaan mobil yang cukup membuat penat pikiran mereka.

Harus berjalan jauh melewati jalan besar yang panjang hingga sampai ke tempat ramai.

Keakraban tiba-tiba terjadi di antara Margot Evans dan Lee Ryder saat itu.

Keduanya terlihat berbicara dengan akrab, hampir tidak ada pertengkaran yang terjadi diantara mereka seperti biasanya.

Suasana toko Gangjeong benar-benar membuat suasana antara Margot Evans dan Lee Ryder terjalin tanpa mereka sadari.

Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
Episodes

Updated 108 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!