Ciuman

Lucifer mengangkat wajahnya. Ekor matanya menangkap sorot mata Nara yang menatap kosong ke arah May. Pria itu memakai jaket kulit hitam, celana sobek-sobek hitam dengan kaos putih sebagai inner-nya.

Kredit Pinterest.com

Lucifer Demetri Verona,

Raut wajah tampan itu begitu dingin dan menakutkan. Di sekitarnya, Hunter yang jumlahnya lebih banyak dari yang menyerang Nara mulai bermunculan. Mereka tahu Lucifer vampir. Pria itu menyeringai. Tak berapa lama, pertarungan sengit pun terjadi. Lucifer menyerang para Hunter tanpa ragu. Membabi buta, dengan sadis dia memenggal kepala Hunter. Atau menebas tubuh mereka menjadi dua.

Meski tanpa senjata, tapi Lucifer bisa menjadi mesin pembunuh yang mengerikan. Mayat-mayat mulai jatuh bergelimpangan. Bau anyir darah seketika menusuk hidung Nara. Hal itu langsung mengembalikan fokus gadis itu.

Rasa mual pun terasa di perut Nara.

"Aro....bawa dia pergi."

Dalam sekelip mata, Aro muncul di depan Nara. Meraih tubuh gadis itu lantas membawanya pergi. Melihat hal itu, May menarik satu sudut bibirnya.

"Jika kau ingin melukai Nara, aku tidak segan-segan akan menghabisimu."

Ucapan penuh nada ancaman terlontar dari bibir Lucifer. Tapi wanita itu tidak menggubris perkataan Lucifer. Dia ditugaskan untuk memeriksa sejauh mana kekuataan seorang pangeran vampir.

Maka yang terjadi selanjutnya adalah duel antara Lucifer dan May. Di mana wanita itu benar-benar dibuat takjub dengan kekuatan Lucifer. Baik fisik, stamina dan energi dalam yang dimiliki Lucifer sangat mengagumkan. Akan sulit untuk membuat kloningan (tiruan) Lucifer.

Setelah bertarung untuk beberapa waktu, May terlihat kewalahan, sedang Lucifer, pria itu nampak baik-baik saja. Tidak ada satu lukapun yang mampu menggores tubuhnya. Meski hanya sedikit.

"Kau salah jika melawanku."

Lucifer merangsek maju, lalu mencekik May tanpa ampun. Meski begitu, pria itu tidak bermaksud melukai May. Lucifer berusaha menerobos masuk ke pikiran May.

Hampir lima menit, Lucifer langsung melempar tubuh May. Lantas pergi dari sana. Seiring teriakan Aro di kepalanya.

Begitu muncul di penthouse-nya, Lucifer langsung masuk ke kamar Nara. Pria itu meraih tubuh Nara yang tergeletak lemah di tangan Aro.

"Shock berat...ditambah dia tidak tahan dengan bau darah."

"Lah gue tukang minum darah. Bagaimana ceritanya istri gue gak tahan bau darah."

Somplaknya Lucifer keluar. Aro memutar matanya jengah. Melihat bagaimana santainya Lucifer menangani keadaan Nara yang pingsan.

Begitu merebahkan tubuh Nara di kasurnya, pria itu melepas kemeja flanel Nara, menyisakan kaos hitam lengan pendek Nara. Perlahan dia meletakkan tangannya di dahi Nara. Hawa panas mulai tersalur ke tubuh Nara. Membuat tubuh dingin Nara mulai menghangat.

"Kau uruslah istrimu sendiri. Aku pergi."

Aro menghilang dari hadapan Lucifer. Meninggalkan Lucifer yang seketika mengumpat. Kenapa Aro malah meninggalkannya sendirian. Hanya berdua bersama Nara. Ini bisa gawat.

"Engghh."

Suara lenguhan Nara membuat fokus Lucifer kembali. Gadis itu mulai membuka matanya.

"May......"

"Dia pergi. Jangan mengharapkan dia kembali. Otaknya sudah dicuci oleh Baron. Dia bukan May yang dulu. Dia bukan lagi temanmu. Tapi musuhmu."

Bulir bening langsung meluncur turun dari sudut mata Nara. Sahabat satu-satunya kini sudah pergi. Dia sendirian. Tanpa teman yang bisa di ajak bicara dan curhat.

"Kau mau teman? Besok aku bawakan satu."

Setelah berkata seperti itu, Lucifer bangkit. Berdiri dari ranjang Nara. Keluar dari kamar itu, sembari melepas jaket kulitnya. Menyisakan kaos putih yang menampilkan tubuh atletis, dengan deretan otot dada dan perut yang tercetak di kaosnya.

Nara terisak, setelah Lucifer keluar dari kamarnya.

"Jangan menangis. Dia tidak pantas kau tangisi."

Ucapan Lucifer justru membuat tangis Nara semakin kencang. Di kamar sebelah Lucifer menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia tidak tahu cara membujuk Nara agar berhenti menangis. Akhirnya dia pun mengabaikan tangisan Nara. Mulai melucuti pakaiannya. Lalu masuk ke bilik shower. Mulai membersihkan diri.

"Jangan sampai lengah. Dia mengetahui kau penjaganya sekarang."

Lucifer menggeram kesal. Andai tidak ada ancaman virus vampir itu, mungkin dia sudah mengobrak-abrik laboratorium Baron. Menghancurkan isinya tanpa sisa.

*

*

Nara memundurkan langkahnya, saat melihat Lucifer sedang menenggak cairan merah dalam gelas wine. Melihat reaksi Nara, Lucifer tersenyum tipis. Terlebih ketika Nara langsung menutup mulutnya sendiri. Perutnya seperti diputar, tidak karuan rasanya.

"Kau harus terbiasa mulai sekarang."

Pria itu mendekat ke arah Nara. Sesaat Lucifer memejamkan matanya. Aroma darah Nara benar-benar membuatnya gila. Di depannya, Nara memundurkan langkahnya.

"Tunggu dulu, terbiasa. Apa dia selalu meminumnya? Apa yang dia minum itu darah?"

Nara menatap tajam pada Lucifer yang tersenyum miring melihat ekspresi bingungnya. Dia minum itu, apa dia....vampir?

Pertanyaan itu seketika menyeruak di benak Nara. Sedang Lucifer terus mendekat ke arah Nara. Sebentuk senyum terukir di bibir Lucifer, begitu pria itu mengetahui isi kepala Nara.

"Yang kau pikirkan, benar."

Nara menutup mulutnya yang ternganga. Lucifer, pria yang mengaku suaminya adalah vampir. Saking terkejutnya, kaki Nara sampai tersandung. Gadis itu hampir terjatuh, jika saja Lucifer tidak menahan pinggangnya. Hingga posisi mereka sekarang begitu dekat.

Wajah keduanya hanya berjarak sejengkal, dengan hidung mereka menempel satu sama lain. Nara seketika melihat bibir Lucifer yang baru saja dia gunakan untuk meminum darah.

"Jadi berhati-hatilah mulai sekarang. Karena aku bisa saja menggigitmu."

Tubuh Nara menegang ketika lidah Lucifer menyapu lehernya. Menjilatnya pelan. Tidak...Lucifer melakukan kesalahan. Mata pria itu berubah merah dengan taring yang mulai muncul di barisan giginya.

Darah Nara memancing sisi vampirnya bangkit. Pria itu memejamkan mata, berusaha menahan keinginan untuk meminum darah Nara. Dia tidak boleh melakukannya.

Sampai tiba-tiba sebuah ide terbersit di benak Lucifer, pria itu mendorong tubuh Nara hingga mentok ke dinding. Satu tangannya menangkup sisi wajah Nara. Detik berikutnya, pria itu langsung menyatukan bibir mereka

Nara mendelik melihat perbuatan Lucifer, dia berusaha berontak. Tapi Lucifer menahan tengkuknya. Ditambah tubuh pria itu menghimpit tubuhnya. Mengunci pergerakannya.

"Tolong aku."

Nara seketika menghentikan aksi berontaknya ketika suara Lucifer masuk ke kepalanya. Bisa dia lihat, mata kemerahan Lucifer. Menandakan kalau sisi vampir pria itu tengah mengambil alih tubuhnya.

Merasakan Nara tidak melawan lagi. Lucifer melonggarkan kunciannya, meski tangannya semakin kuat menahan tengkuk Nara. Pria itu mulai menģgerakkan bibirnya. ******* dan memagut bibir sang istri. Sementara Nara, hanya diam terpaku. Merasakan ciuman lembut dari Lucifer.

Perlu beberapa waktu, hingga taring Lucifer menghilang dengan sempurna. Di tambah dirinya mulai menguasai tubuhnya kembali. Saat itulah, dia melepaskan ciumannya. Membuat Nara dengan segera menarik nafas sebanyak yang dia bisa.

Gadis itu menatap tajam pada Lucifer. Protes. Sementara sang suami, mengukir senyum tipisnya. Jemari panjang dan pucat Lucifer perlahan mengusap lembut bibir Nara.

"Jangan marah. Kita sudah menikah. Bukankah lebih baik kucium dari pada kuhisap darahmu sampai kau lemas."

Satu alis Lucifer terangkat. Menunjukkan kalau dia begitu menyukai ciuman mereka tadi. Nara sekali lagi hanya bisa terdiam. Satu fakta mengejutkan, dia menikah dengan seorang vampir. Di era semoderen ini, dia masih bisa menjumpai makhluk abadi yang terkenal dengan kesukaan mereka akan darah manusia.

"Apakah aku akan jadi korbannya selanjutnya?"

Lucifer tersenyum mendengar pertanyaan di benak Nara, saat gadis itu menatap dirinya.

"Aku hanya akan menggigitmu untuk menandaimu sebagai mate-ku."

Bisik Lucifer, lantas berlalu dari hadapan Nara. Meninggalkan Nara yang masih terkejut dengan ucapan Lucifer juga ciuman mereka barusan.

"Aku pasti sudah gila!"

Ritual jempolnya ditunggu ya guys 😘😘😘

*****

Terpopuler

Comments

Damar Pawitra IG@anns_indri

Damar Pawitra IG@anns_indri

ommo visual babang... visula Nara mana bund...
ea babang dapat juga bibir nara

2023-01-23

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!