Tidak Ada Yang Tidak Mungkin

Lucifer menggerakkan tubuhnya pelan. Sangat pelan. Seolah dia takut kalau gadis yang tengah tidur dalam pelukannya akan terbangun. Untuk pertama kalinya dia dan Nara tidur dalam satu ranjang. Dua minggu setelah dia memberitahu Nara kalau dia suaminya.

Pria itu membiarkan Nara menangis dalam pelukannya semalam, hingga gadis itu tidur. Ketika Lucifer ingin beranjak dari ranjang setelah Nara tidur, gadis itu justru mengeratkan belitan tangannya pada tubuh Lucifer.

Putra Luis itu mengumpat seketika. Bagaimanapun dia punya hasrat pada wanita. Terlebih aroma Nara benar-benar menggoda. Dengan tubuh seksi, menggiurkan. Nara memang tidak mengganti pakaiannya, tapi bagian depan tubuhnya menempel pada Lucifer yang memakai kemeja.

Beberapa kali mencoba memejamkan mata. Tapi pria itu gagal melakukannya. Dia hampir putus asa, hingga dia teringat cincin Nara. Lucifer membuka telapak tangannya. Lantas memejamkan mata. Cincin Nara langsung berada di sana begitu lucifer membuka matanya.

"Setidaknya ini akan meredam aroma darahnya. Jika tidak aku tidak yakin, bisa menahan diriku. Darahmu pasti manis sekali." Bisik Lucifer setelah memakaikan cincin tersebut di jari Nara.

Sejenak Lucifer memandang wajah sembab Nara. Baru kali ini dia melihat gadis menangis. Sebab dia tidak mengenal gadis lain selain Lucy, dan tidak ada kata menangis dalam kamus sepupunya itu.

Halus dan lembut, serta hangat. Itulah yang dirasakan Lucifer saat menyentuh pipi Nara. Pria itu tergoda untuk mengusap air mata Nara yang membekas di wajah gadis itu.

Pandangan mata Lucifer terpaku pada bibir merah Nara. Sekali lagi, untuk pertama kalinya ada keinginan untuk mencium seorang wanita. Perlahan wajah Lucifer mendekat, mengikis jarak antara mereka. Hingga bibir pria itu menempel pada bibir Nara.

Sebuah kejutan seperti kesetrum menyentak jantung Lucifer. Jantungnya kembali berdebar kencang. Terlebih setelah dia merasakan betapa lembut dan manisnya bibir Nara. Lucifer sejenak merasa takjub ditatapnya wajah Nara yang terlelap. Lalu dengan perlahan dia mulai menggerakkan bibirnya.

"Aku pasti sudah gila! Dan Paman Hans bisa menghajarku."

Batin Lucifer semakin intens mencium bibir Nara.

****

Nara melangkah pelan mengikuti seorang pria yang diperintahkan Hans untuk menjemput Nara di lobi laboratoriumnya. Menuruti perintah Lucifer, gadis itu memilih bekerja di lab Hans daripada menjadi asisten pribadi sang suami.

Nara pikir dia tidak ingin berdekatan dengan Lucifer setelah dia bangun dalam pelukan sang suami. Dia malu. Juga tidak mau ada gosip yang beredar di pabriknya. Lucifer secara gamblang mengakui kalau dia pemilik VR Group. Secara tidak langsung atasan Nara.

Jika teman-temannya tahu dia bekerja dengan CEO tempat mereka bekerja, bisa dipastikan gosip yang tidak enak di dengar telinga akan menyebar dengan cepat.

"Apa salahnya bekerja dengan suami sendiri."

Lucifer menggerutu sepanjang lift yang berjalan menuju lantai 60, di mana ruangannya berada.

"Dia ingin menghindari gosip yang mungkin timbul. Jadi dia memilih bekerja dengan Hans."

Lucifer berdecak kesal.

"Manusia-manusia ini memang kurang kerjaan. Kalau tidak ingat stock darah AB-ku segudang. Akan kuhisap habis darah mereka."

"Lalu kau akan jadi the next Paman Lucas."

Lucifer kesal mendengar jawaban Aro. Pria itu memejamkan mata. Merasakan apa yang Nara lakukan melalui gelang penghubung di pergelangan tangan Nara. Pagi ini dia memaksa Nara berjanji, tidak akan melepas gelang terutana cincinnya.

Gadis itu hanya mengangguk pelan menuruti permintaan Lucifer. Meski dia sedikit keberatan soal keinginan Lucifer agar dia tinggal di penthouse milik pria itu.

"Terserah jika kamu suka dikejar para Hunter itu."

Ucapan Lucifer itu yang akhirnya menjadi pertimbangan Nara.

Nara mengangkat wajahnya ketika pria itu yang tak lain adalah Excel mengatakan kalau mereka sudah sampai. Gadis itu melongo, melihat bagaimana canggihnya laboratorium milik pria bernama Hans itu.

Nara sama sekali tidak mengingat kejadian malam itu. Jadi dia tidak ingat dengan Excel dan Hans.

"Hans, dia di sini."

Kata Excel meski dia tahu Hans pasti sudah bisa mengesan aroma Nara. Pria yang memakai jas putih khas lab, dengan kacamata dan sarung tangan sterilnya itu langsung berbalik. Dia sebelumnya telah menyiapkan diri untuk bertemu Nara. Meski begitu tetap saja ada rasa haru dalam diri Hans.

Hans berbalik, dilihatnya Nara yang tampak memandang dirinya. Mata itu....baru Hans sadari jika mata itu adalah milik seseorang.

"Maaf, Pak eh Tuan...."

"Panggil Paman saja, seperti Lucifer."

Potong Hans cepat. Nara tentu terkejut ketika Hans menyebut nama Lucifer. Apa pria ini juga tahu soal pernikahan mereka.

"Aku tahu kalian sudah menikah."

Nara seketika melihat ke arah Excel juga. Dan ekspresi pria itu menunjukkan kalau dia juga tahu soal pernikahannya dengan Lucifer.

"Jangan segan. Kita keluarga. Suatu saat kau juga harus bertemu orang tua Lucifer. Jika waktunya tiba."

Nara semakin bingung dengan semua ini. Kalau begitu, selama dia dan Lucifer menikah. Dirinya belum pernah bertemu orang tua suaminya.

"Nanti kita bicara lagi. Sekarang ada hal yang harus kau pelajari. Excel."

Hans memanggil Excel dan pria itu langsung tanggap. "Seharusnya dia tidak akan kesulitan untuk berada di lab ini."

Excel membatin melihat ke arah Hans. Dia tahu, pria itu tahu isi kepalanya. Dan hari pertama Nara berkutat dengan laboratorium beserta isinya dimulai. Dia berlatih di bawah pengarahan Hans dan Excel langsung.

Hal itu tentu dengan satu alasan. Melindungi Nara. Sebab staf Hans sebagian vampir, sebagian manusia. Jadi Hans tidak mau ambil resiko, Nara diterkam staf vampirnya karena aroma darah Nara yang begitu menggoda. Meski biasanya staf vampirnya tidak akan tergoda dengan bau darah manusia biasa. Tapi darah Nara, istimewa.

"Perlu ratusan tahun untukku menciptakan dirimu. Harta paling berharga bagiku."

Sesuai perkiraan Excel, dalam dua hari Nara sudah menguasai hampir 70% pengetahuan dasar, semua hal yang berhubungan dengan laboratorium. Mulai dari kode-kode elemen kimia dan teman-temannya. Hingga rumus-rumus kimia dan fisika yang ternyata sangat banyak. Dan Nara harus menghafalnya di luar kepala.

Laboratorium Hans bergerak di bidang genetik dan mutasi DNA. Tapi sebenarnya tempat Hans lebih banyak meneliti dan membuat serum penawar ataupun obat untuk berbagai macam penyakit dan racun.

Seperti proyek rahasia yang tengah Hans lakukan saat ini. Menyempurnakan serum penawar virus vampir yang dibuat oleh Baron. Rahasia, karena hanya orang-orang terpercaya saja yang terlibat di dalamnya. Mereka bekerja di sebuah ruang rahasia. Terpisah dari penelitian lain. Mereka juga hanya bekerja di malam hari. Jadi bisa dipastikan kalau staf Hans yang terlibat proyek tersebut adalah staf vampir.

"Paman pasti senang kan sekarang?"

Ledek Lucifer saat bertemu Hans. Iseng, pria itu berkunjung ke lab Hans. Paman Lucifer itu hanya mendengus kesal.

"Awas ya kalau kamu apa-apain Nara."

"Kenapa? Dia akan istriku."

Goda Lucifer. Tatapan Hans langsung menukik tajam penuh peringatan dan ancaman.

"Pernikahan kalian hanyalah cara untuk melindunginya dari kejaran Hunter. Juga untuk memenuhi takdirmu."

"Apa Paman tidak ingat ucapan Cairo?"

Hans memicingkan matanya.

"Di masa selanjutnya, Yang Terpilih dan Darah Murni adalah sepasang."

"Aku tidak akan mengizinkan hal itu terjadi. Kecuali ada cinta di antara kalian."

Hans berlalu pergi dari hadapan Lucifer. Meninggalkan pria itu terdiam. Cinta di antara kami? Gumam Lucifer.

"Apa mungkin hal itu terjadi?"

"Tidak ada yang tidak mungkin."

Timpal Excel dari belakang Lucifer. Sama seperti Hans, pria itu juga melewati Lucifer begitu saja.

****

Terpopuler

Comments

Damar Pawitra IG@anns_indri

Damar Pawitra IG@anns_indri

bund... Nara ini guh hasil dari sper** nya Hans ya
anaknya hans gitu kah?

2023-01-22

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!