Sentuhan Pertama

Kredit Pinterest.com

Nara dan May berlari ketakutan. Tangan keduanya saling berpegangan. Di belakang mereka para Hunter mengejar dua wanita itu. Tidak tahu bagaimana, para Hunter itu munçul, ketika Nara dan May tengah bersantai di sebuah taman, setelah pulang bekerja.

"Siapa sih mereka?"

Teriak May di tengah nafasnya yang hampir habis karena terlalu lama berlari. Nara hanya terdiam. Dia hanya berpikir bagaimana caranya menyelamatkan May dari kejaran Hunter yang mengejar dirinya sebetulnya.

"May.....!"

Nara berteriak ketika satu Hunter berhasil menangkap May. Membawa wanita itu menjauh darinya. "Kembalikan dia padaku!"

Nara yang biasanya memilih melarikan diri. Kini melawan para Hunter itu. Ada sesuatu dalam dirinya yang mulai bangkit. Sesuatu yang membimbing dirinya untuk melawan para Hunter itu. Nara menyerang sekumpulan pria berhodie hitam itu. Menendang, memukul dan menghajar mereka sampai tidak berkutik.

Nafas Nara terengah tapi dia tidak mau berhenti.

"Nara.....!"

Wanita itu berlari ke arah suara May. Mencoba membebaskan sang sahabat dari cekalan dua Hunter yang tengah membawanya menjauh dari Nara.

"Tidak!"

Nara berteriak ketika dia tidak berhasil menyusul May. Dia jatuh terduduk dengan air mata mengalir di pipinya. Tanpa dia tahu para Hunter itu mulai mengepungnya. Mereka seperti menemukan makanan yang sangat lezat.

Nara hanya diam. Dia tidak percaya sudah kehilangan May. Teman satu-satunya. Mendengar suara langkah kaki mendekat, Nara mengangkat kepalanya. Mata wanita itu berubah merah, dalam satu teriakan, energi yang sangat besar terbebas dari tubuh Nara.

Sangat besar, hingga Lucifer dengan cepat melayang keluar dari kantornya disusul Aro. Perlu beberapa detik bagi Lucifer dan Aro untuk sampai ke tempat Nara. Ketika dua pria itu sampai, dilihatnya puluhan tubuh Hunter yang tergeletak di sekitar Nara.

Aro dengan cepat memeriksa tubuh satu di antara Hunter itu. Dan pria itu menggeleng. Lucifer langsung berjalan menghampiri Nara yang masih duduk dengan posisi bersimpuh.

"Nara...."

Panggil Lucifer. Nara tidak menyahut. Hanya gumaman nama May yang keluar dari bibir Nara. Lucifer memejamkan matanya. Pikiran pria itu melacak ke mana May dibawa pergi. Hingga pria itu menarik nafasnya pelan.

"Baron menangkap May, apa yang dia inginkan dari May?"

Lucifer mengirim pesan pada Hans. Pria yang tengah melakukan percobaan itu terdiam. Jika Baron menculik wanita ada kemungkinan kalau pria itu menginginkan keturunan.

"Dia mungkin menginginkan May mengandung anaknya."

Lucifer menarik nafasnya pelan. Lantas menarik tubuh lemas Nara.

"May...."

"Baron ingin dia mengandung anaknya. Ayo pergi, kau perlu mengobati dirimu. Tidak, kau perlu istirahat."

Nara menolak tarikan tangan Lucifer. Hingga pria itu melihat jari manis Nara dan pergelangan tangan Nara yang kosong.

"Mana cincin dan gelangmu?"

"Aku melepasnya."

Lucifer memejamkan mata menahan amarah. Dia tahu dia akan meledak jika tidak menahan diri. "Kau tahu kenapa kau diserang? Karena kau melepas cincinmu. Kau tahu kenapa May sampai dibawa Hunter. Karena kau melepas gelangmu. Aku tidak bisa terhubung denganmu. Kau tahu...."

"Lucifer....."

Aro bicara untuk pertama kalinya. Hal itu sukses membuat Lucifer menghentikan kemarahannya. Dilihatnya Nara sudah kembali terduduk lemas, dengan tangis yang kembali pecah. Salahnya, May dibawa Hunter. Salahnya dia tidak bisa melindungi sang sahabat.

Lucifer berkali-kali menarik nafasnya, hingga akhirnya dia memilih pergi dari sana.

"Bawa dia pulang."

Aro lantas berjongkok di depan Nara.

"Ayo kita pulang. Aku tidak tahu apa yang terjadi dengannya. Tapi aku pastikan kalau dia masih hidup. Kalian akan bertemu lagi nanti."

Untuk pertama kalinya, Aro bisa berkata sebanyak itu. Biasanya dia hanya akan menjawab satu atau dua patah kata saja.

"Benarkah aku bisa bertemu lagi dengannya?"

Aro mengangguk. Lalu menunggu Nara untuk berdiri. Dilihatnya Nara yang berjalan tertatih, gontai. Sesekali mengusap laju air matanya. Aro dilarang menyentuh Nara.

"Kalian akan bertemu lagi, tapi sebagai musuh."

Di tempat lain, Baron langsung masuk ke sebuah kamar yang sudah disiapkan untuknya. Beberapa orang terlihat baru selesai memeriksa seorang wanita yang tertidur di atas ranjang.

"Bagaimana?"

"Dia sempurna sebagai inang. Kami juga mengambil beberapa sel telurnya. Dan obatnya sudah saya suntikkan."

Baron menyeringai puas. Perlahan mendekat ke arah ranjang. Baron menatap wajah wanita yang tak lain adalah May. Sesuai perkiraan Hans, dia menginginkan May untuk mengandung anaknya. Awalnya dia menginginkan Darah Murni untuk mengandung keturunannya. Tapi setelah sekian lama berusaha, dia tidak berhasil menangkap Nara.

Hingga ketika para Hunter mampu mengesan Nara bersama seorang wanita. Baron memerintahkan untuk membawa wanita itu padanya. Apabila mereka tidak bisa membawa Nara.

"Tidak masalah aku kehilangan banyak anggotaku, tapi aku akan memiliki pasukan tidak terkalahkan dan anak."

Pria berwajah tampan itu lantas menyentuh pipi May, sedikit mengusapnya. Cantik, tidak kalah cantik dengan Darah Murni. Saat itu juga bisa dia rasakan hasratnya mulai bangkit. Lembutnya kulit May, membuat pria itu terpancing gairahnya.

May membuka mata kala merasakan sentuhan di wajahnya. Saat itulah dia melihat wajah tampan Baron.

"Kau...."

Sesuatu dalam diri May mulai merespon sentuhan Baron. Pria itu tersenyum smirk, obatnya sudah bekerja. May bangkit dari tidurnya. Menatap sayu, penuh damba pada Baron.

"Mau bermain denganku, Baby."

Ucap Baron, sembari mengusap bibir May sensual. Detik berikutnya May langsung menyergap bibir Baron. Mencium pria itu dengan kasar.

Baron menyeringai di sela serangan May. Tak lama keduanya sudah terlibat dalam perang lidah yang begitu menuntut, hingga berujung pada sesi panas keduanya yang berlangsung sepanjang malam.

*

*

Nara, wanita itu duduk di ranjang kamarnya. Sembari memeluk lututnya, dengan tangis yang tak kunjung berhenti. Sejak beberapa jam lalu, Nara tidak juga berhasil menghentikan isak tangisnya. Dia masih teringat pada May, sang sahabat.

Lucifer sendiri tidak banyak membujuk Nara. Dia, pria kaku setengah mati, disuruh membujuk seorang wanita yang tengah menangis. Tidak bakalan hal itu terjadi. Yang ada dia terus menyalahkan Nara karena kebodohannya sendiri.

Aro sendiri tidak bisa berbuat banyak. Dia hanya sekali dua memberi saran pada Lucifer untuk melemaskan sifatnya itu. Bagaimanapun Nara adalah istrinya sekarang, tanggungjawabnya. Tapi Lucifer ya Lucifer, dia tidak pernah mau mendengarkan saran orang lain. Selalu seenaknya sendiri. Hingga Aro menyerah dan memilih menghilang dari hadapan Lucifer.

Tengah malam, Lucifer tidak bisa mengistirahatkan tubuhnya, gegara isak tangis dari kamar Nara. Telinga Lucifer sangat peka, hingga dia bisa mendengar suara yang jaraknya jauh.

Pria itu mengumpat kasar, menyambar gelas berisi darah di atas mejanya lantas meminumnya hingga habis.

"Dia membuat kepalaku sakit."

Lucifer menerobos masuk kamar Nara. Baru saja dia akan menyemburkan makiannya pada Nara, pria itu terkesiap melihat wajah sembab Nara. Kemarahannya menguap seketika, entah kemana. Tidak tahu kenapa.

Pria itu mendekat ke arah gadis yang sudah menjadi istrinya itu.

"Apa aku tidak pantas punya teman. Dia satu-satunya teman yang kupunya."

Lucifer hanya bisa berdiri mematung di sebelah ranjang. Sampai kemudian pria itu duduk di depan Nara. Perlahan direngkuhnya tubuh Nara ke dalam pelukannya. Lucifer hanya mengikuti instingnya saja. Pria itu terdiam, membiarkan Nara menumpahkan kesedihan di dadanya. Ini adalah interaksi pertama keduanya setelah keduanya menikah. Sentuhan pertama yang membuat jantung Lucifer mampu berdetak cepat. Jantung yang telah lama mati seakan hidup kembali karena seorang gadis bernama Nara

****

Terpopuler

Comments

Damar Pawitra IG@anns_indri

Damar Pawitra IG@anns_indri

dag dig dug bang... abang peka dikit napa. adek mau dibjuk hihijihihi

2023-01-21

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!