I Got You, Baby

Lucifer bergegas masuk ke lab sang Paman. Ya, Lucifer memanggil Hans dengan sebutan Paman. Padahal dia dan Hans sama sekali tidak ada hubungan darah. Lucifer memanggil begitu karena hubungan Hans dan Luis, sang ayah sangat dekat.

Kredit Pinterest.com

Proudly present, Evander Hans

"Sudah menemukannya?"

Lucifer hanya menatap tajam pada Hans. Sebuah share lock langsung terkirim ke kepala Hans. Ini dia lakukan untuk mencegah terjadinya kebocoran informasi.

"Aku akan menyiapkannya. Menurut analisaku, tubuhnya tidak akan mempan dibius. Aku sendiri yang meneliti darahnya beratus tahun lalu. Jadi aku pikir keadaannya tidak akan banyak berubah."

"Apa aku harus menggigitnya?"

Tanya Lucifer dingin. Dan sebuah tatapan mematikan dia dapat dari Hans. Sang Paman hanya memberinya satu suntikan serum, sangat kecil hingga Lucifer hanya perlu menggenggamnya.

"Bawa dia ke sini secepatnya."

Tanpa menjawab, Lucifer berlalu dari sana. Di luar, Aro, asisten Lucifer sudah menunggu. Kali ini hanya dia dan Aro yang akan melakukan misi ini. Tugas kali ini sangat rahasia. Hingga Lucifer tidak ingin ada orang lain yang ikut campur.

Aro sama dinginnya seperti ayahnya. Aro putra Yoon dan Erika. Pria itu bahkan terlihat tidak memiliki emosi sama sekali. Pria itu hanya akan bereaksi pada Lucy, sepupunya. Lucy, si putri iblis. Putri dari Lucas dan Asha.

Mobil Lucifer mulai melaju di jalur khusus. Padahal mereka bisa terbang melayang kalau mereka mau.

Sementara Lucifer sedang otewe, di sisi lain, Nara tampak memandang penampilan dirinya di cermin full body miliknya. Gadis mendesah kesal. Kenapa juga temannya itu membelikan dia gaun model beginian. Gaunnya sih panjang sampai ke mata kaki. Sangat sempurna membalut tubuh rampingnya. Yang jadi masalah, adalah model off shoulder gaun tersebut. Hingga bahu dan dada atasnya yang mulus terpampang sempurna.

"Apa dia ingin aku terlihat seperti perempuan murahan?"

Gerutu Nara sembari membolak balikkan tubuhnya. Mana baju itu sedikit ketat lagi. Nara kembali mengomel, melihat lekuk tubuhnya yang tercetak sempurna. Beberapa waktu berlalu, Nara akhirnya menghembuskan nafasnya kasar. Dia tidak punya pilihan lain selain memakainya. Sebab dia memang tidak punya gaun pesta.

Nara meraih heels tujuh senti, lantas memakainya. Saat itulah, instingnya bicara. Gadis itu memejamkan matanya. Bisa dia lihat, dua pria tengah berdiri di depan pintu unit apartemennya. Nara mundur ke jendela kamarnya. Membukanya, lalu tanpa ragu, melompat turun dari lantai sepuluh apartemen itu.

"Sial!"

Lucifer mengumpat. Pria itupun menyusul Nara. Mengejar gadis itu yang masuk ke hutan lindung di belakang bangunan apartemen itu.

"Aku tidak tahu kalau dia cukup terlatih."

Aro mengeluarkan telepatinya. Lucifer berdecak kesal. Di samping kanannya. Terlihat Aro yang bergerak sama cepat dengan dirinya.

"Jangan biarkan dia lolos."

Tanpa menjawab Aro melesat dengan kecepatan dua kali lipat dari Lucifer. Sementara Lucifer justru melambatkan pergerakannya.

Di sisi lain, Nara mengerutkan dahinya. Masih berlari dengan kecepatan tinggi untuk ukuran manusia. Tapi masih kalah jauh jika dibanding Lucifer dan Aro. Yang mengejarnya bukanlah pasukan berpakaian dan berhodie hitam.

Kali ini siapa lagi yang memburunya. Tidak bisakah semua ini dihentikan? Dia lelah menjadi pelarian selama ini. Dia lelah menjadi target para pemburu itu. Memangnya apa yang sudah dia lakukan, hingga dia seperti seorang buronan, seperti mangsa yang diburu oleh pihak yang berwajib dan predator.

"Aaarrgghhhhh."

Nara mengumpat sekaligus meringis, di tersandung akar pohon. Aro seketika memejamkan matanya, menahan diri dari godaan aroma darah yang begitu memikat. Dia tahu jelas siapa pemiliknya.

"Dia terluka."

Lucifer mempercepat langkahnya. Dia tahu jaraknya tidak jauh dari gadis itu. "Aro....!"

Lucifer mendesis marah. Dia tahu Aro tengah berjuang menahan diri untuk tidak menerkam gadis itu.

Nara dengan cepat merobek ujung gaunnya. Menutup luka di kakinya. Meski dia tahu, lukanya akan sembuh dengan cepat.

"Apa dia punya kemampuan menyembuhkan?"

Aro bertanya, sembari berjongkok di dahan pohon besar. Beberapa meter dari tempat Nara berada. Aro sepertinya sudah bisa menguasai diri. Terlebih, aroma darah Nara sudah menguar di udara.

Lucifer mengedikkan bahunya. Seolah Aro bisa melihatnya. Meski iya, pria itu bisa melihat Lucifer yang mengedikkan bahunya, walau jarak mereka jauh.

Nara dengan cepat berdiri. Mulai berlari lagi. Saat itulah, Aro melompat turun dari pohon dan berhenti tepat di depan Nara. Gadis itu jelas terkejut melihat Aro yang menghadang dirinya.

Dia siapa? Apa dia juga ingin menangkapku? Nara memundurkan langkahnya. Aro memakai kemeja hitam dan celana hitam. Tanpa memakai hodie. Hingga Nara bisa melihat wajah Aro dengan jelas.

"Kau siapa?"

Nara memberanikan diri bertanya. Tapi Aro adalah Yoon KW 2. Kalau Yoon kutub utara, Aro adalah kulkas 15 pintu. Pria itu tidak menjawab sepatahkatapun, hanya menatap lurus pada Nara.

Merasa Aro berbahaya, Nara segera berlari ke arah kiri. Aro tidak mengejar sebab Lucifer sendiri yang akan menghandlenya. Pria itu berjalan pelan, menuju ke arah mobil mereka.

Astaga, siapa lagi ini. Kenapa aromanya berbeda dengan yang tadi? Nara memaki dalam hati, dia mulai kelelahan, dan hutan di depannya bukan lagi hutan lindung, tapi hutan belantara yang masuk taman konservasi, yang dilindungi negara.

"Berhentilah jika kau lelah."

Nara mengerutkan dahinya mendengar suara itu. Dia sepertinya pernah mendengar suara itu, tapi di mana. Dia melompat menghindari pohon tumbang yang menghalangi jalannya.

Tapi lagi-lagi dia terjatuh. Kali ini karena heels tujuh sentinya patah. Nara menghentakkan heelsnya agar terlepas dari kakinya. Dia merintih, sepertinya kakinya terkilir. Saat itu, dia merasa kalau Lucifer semakin mendekat ke arahnya.

"Siapa kau?"

Nara bertanya, dia merasa tidak lagi bisa melarikan diri. Tubuhnya lelah, kakinya sakit. Dan kepalanya mulai berputar. Gadis itu berbalik ke kiri, lalu ke kanan. Begitu seterusnya. Sementara itu Lucifer melihat Nara dari atas pohon. Sesaat darahnya berdesir. Jakunnya bergerak turun naik dengan cepat. Nafasnya memburu dengan tenggorokannya terasa kering.

Leher, bahu dan dada bagian atas Nara yang terekspose, membuat pria itu merasakan hasrat untuk menggigit Nara meningkat tajam. Ditambah aroma darah yang begitu lezat, menusuk indera penciuman Lucifer yang sangat peka.

"Gila! Bagaimana jika aku sampai tidak bisa menahan diri?"

Bisa Lucifer bayangkan bagaimana nikmatnya saat menghisap darah dari leher jenjang Nara. Pasti manis dan memabukkan.

Lucifer kembali memasang sikap waspadanya ketika Nara kembali bergerak. Sudah waktunya membawa gadis itu pulang. Dia sudah terlalu lama berada di luar, hal ini bisa berbahaya.

Nara melihat ke sekitarnya, hutan sangat gelap. Nara tidak bisa melihat apa-apa. Tapi dia bisa merasakan kehadiran Lucifer.

"Tunjukkan dirimu! Aku tahu kau ada di sini!"

Nara memutar badannya, saat itulah dia melihat Lucifer yang berada di depannya. Berjalan perlahan ke arahnya. Nara memundurkan tubuhnya. Tapi Lucifer tidak kalah cepat.

"I got you, Baby."

Bisik Lucifer di telinga Nara. Gadis itu sesaat terdiam melihat wajah Lucifer yang hanya sejengkal dari wajahnya. Lucifer sekilas menyentuh leher Nara. Detik berikutnya, gadis itu sudah berada dalam gendongan Lucifer.

Pria itu bergerak luar biasa cepat. Pintu mobil langsung terbuka. Lucifer masuk ke dalamnya. Dan Aro melajukannya dari sana dengan kecepatan tinggi.

"Lima menit kami akan sampai."

Di kursi depan Aro ingin protes. Mereka perlu sepuluh menit untuk sampai ke lab Hans. Sementara di kursi belakang, Lucifer tampak memandang wajah Nara lekat.

*****

Terpopuler

Comments

Damar Pawitra IG@anns_indri

Damar Pawitra IG@anns_indri

omo... visualnya...... haish .. isep deh Fer...lucifer

2023-01-17

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!