Vani yang sudah beberapa hari tidak bekerja, hari ini akan kembali bekerja. Meski hanya akan membuat egg roll, Vani berniat membuat sarapan lebih banyak dari biasanya, untuk dibagikan pada Edi dan teman-teman kerjanya yang lain.
Meski terlahir dari keluarga kaya, Vani bukanlah gadis manja. Vani mulai hidup di luar rumah sejak usianya delapan belas tahun, melanjutkan kuliah di Jakarta sambil bekerja. Jadi, sudah tidak diragukan lagi jika Vani dapat mengerjakan semua pekerjaan rumah dengan sangat baik.
Wajah cantik, tutur kata lembut, dan ramah pada semua orang membuat Vani disukai hampir oleh semua orang. Vani juga menjadi teller favorit di tempat kerjanya.
Setengah jam berkutat di dapur, Vani telah selesai dengan masakannya, Vani bergegas bersiap untuk bekerja.
Sebagai perusahaan jasa yang melayani masyarakat umum, berpakaian rapi sudah menjadi hal yang wajib untuk seorang pegawai perusahaan perbankan. Penampilan yang bersih dan elegan dengan setelan rapi sangat diharuskan dalam kinerja anda di perusahaan tempat anda bekerja. Rambut harus selalu rapi dan wajah yang harus bersih, setiap saat dan ber-make-up.
Menjadi pegawai bank tentu menuntut penampilan diri yang sempurna mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Untuk frontliner yang menghadapi langsung para nasabah, hal ini menjadi prioritas utama yang harus terus dijaga selama jam kerja. Tak heran banyak orang yang bilang kalau pegawai bank itu cantik-cantik dan cocok untuk dijadikan calon pendamping hidup, karena mereka bisa mengeleola keuangan dengan baik.
Itu pula yang sering orang-orang lontarkan saat melihat Vani. Pegawai bank cantik yang pernah viral karena di anggap sangat cantik.
Vani yang telah siap untuk bekerja, tersenyum menatap pantulan dirinya di cermin. "Mulai hari yang baru, dengan semangat baru, Van. Lupakan yang sudah terjadi dan gapai masa depan yang lebih baik lagi," ucapnya pada diri sendiri.
Menenteng tas bekal berukuran besar dan tas kerjanya, Vani siap untuk keluar dari apartemen, tetapi seseorang yang berdiri di depan pintu membuatnya terkejut.
Dia lagi. Batin Vani.
"Selamat pagi, sayang," ucap Arjuna tersenyum lebar menatap Vani yang berpenampilan sangat rapi dan cantik menurutnya.
"Pagi," jawab Vani singkat sembari tetap melanjutkan langkahnya.
Arjuna yang melihat barang bawaan Vani, merebut semua itu dari tangan Vani, membuat Vani menghentikan langkahnya dan menatap tajam pada pria itu. "Aku sudah terlambat, tolong jangan menggangguku!" ucapnya.
"Aku akan mengantarmu," jawab Arjuna.
Vani yang tak ingin berdebat hanya bisa pasrah mengikuti Arjuna, membiarkan pria itu mengantarnya bekerja.
"Kenapa tidak menjawab telepon atau membalas pesanku?" tanya Juna di tengah perjalanan menuju kantor Vani.
"Apa sebenarnya maumu?" tanya Vani kesal.
"Sudah aku katakan, aku hanya ingin kamu," jawab Arjuna selalu mengatakan hal yang sama.
Vani lagi-lagi memilih diam, meladeni Arjuna tidak akan ada habisnya.
Beberapa menit kemudian, mereka tiba di depan kantor Vani, Vani baru saja akan keluar dari mobil, tetapi Arjuna menahan tanganya, menarik Vani mendekat padanya, lalu tanpa sempat Vani menghindar, Arjuna dengan cepat mengecup sekilas bibirnya.
"Hati-hati. Jangan terlalu lelah. Aku akan menjemputmu saat pulang nanti," ucapnya bertingkah seoalah-olah mereka memang pasangan.
Vani keluar dari mobil tanpa mengatakan apapun, Arjuna yang melihat itu hanya bisa tersenyum senang, karena dia yakin perlahan Vani akan luluh dan dengan senang hati menjadi wanitanya.
"Aku ingin lihat, sejauh mana aku tertarik padamu. Jika dalam dua bulan aku masih saja tertarik padamu, maka aku pastikan tidak akan pernah melepaskanmu," gumam Arjuna yang masih belum mengerti dengan perasaannya sendiri.
***
Beberapa hari berlalu. Hari-hari Vani tak lagi terasa tenang, selain karena Arjuna terus saja mengejarnya, semua itu juga karena Johan yang juga sering kali mendatanginya.
Hari ini adalah kalender merah, Vani saat ini tengah berada di kamar Esi, terpisah dua unit dari apartemennya.
"Van, aku dengar ada penghuni baru di sini. Beberapa orang mengatakan jika itu seorang pria tampan cukup terkenal, apa menurutmu artis tinggal di sini? Apa mungkin dia mau tinggal di apartemen kecil seperti ini?" tanya Esi.
"Aku juga tidak tahu. Aku baru mendengar itu darimu. Lihat saja nanti, ada saatnya kita akan melihat siapa penghuni baru itu," jawab Vani.
"Aku kembali ke kamarku, ya. Aku ingin tidur," ucap Vani lagi.
"Sepertinya benar ada penghuni baru." Gumam Vani yang baru keluar dari tempat Esi, saat melihat beberapa orang pria sedang mengangkat beberapa furniture masuk ke dalam unit yang berhadapan dengan Vani.
Vani masuk ke dalam apartemennya tanpa menyadari jika seorang pria tersenyum menatapnya.
Tanpa Vani sadari jika jalan untuk dirinya dan pria yang Vani anggap gila semakin terbuka.
Membuat apa yang Arjuna klaim sebagai miliknya akan benar-benar menjadi miliknya.
Ini benar-benar gila. Sekalinya dia tertarik pada perempuan, semua hal yang tidak biasa akan menjadi biasa. Bagaimana bisa tuan Juna bersedia tinggal di tempat yang bahkan ukurannya sama besar dengan kamar pelayan di rumahnya? Dika–sekretarisnya hanya bisa mengomentari itu dalam hati.
***
Aku mau minta tolong kakak semua untuk selalu memberikan Like pada setiap karya manapun yang sudah kalian baca ya, Kak. Menghasilkan sebuah tulisan benar-benar tidak mudah menurutku, mikir berjam2, apalagi kalau baru, kadang down saat nggak ada yang baca, tapi saat ada yang like, komen, beneran itu jadi penyemangat untuk author lebih semangat up dan belajar agar bisa menghasilkan tulisan yang lebih bagus. Maaf jika masih banyak kesalahan dalam penulisan atau pun info yang kurang pas, mohon dukungannya selalu ya kak, Terima kasih🙏🙏🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
Regen
makin seruuu
2023-07-11
1
Reeka Rsm
like like
2023-06-14
0
Pia Palinrungi
lanjut thor, aq suka kok
bener2 arjuna tdk akan kehilangan vani sampai pindah
2023-06-04
0