Beberapa hari berlalu dan sudah beberapa hari ini juga Vani melewati hari-harinya dengan perasaan bahagia, keberadaan kedua orang tuanya benar-benar ampuh membuat Vani melupakan semua kesedihannya. Vani sudah bisa melepaskan dan merelakan Johan, Vani sudah bisa berdamai dengan hatinya sendiri berkat keluarga yang selalu mendukungnya.
Setelah merasa keadaan Vani sudah kembali seperti semula, Sekarang tiba saatnya mereka harus pulang, Ani dan Angga sudah mencoba untuk memaksa putri mereka untuk pulang ke kota kelahirannya, tinggal bersama mereka, tetapi Vani menolak, sebab Vani senang dengan pekerjaan dan tinggal di ibu kota seperti sekarang.
"Baiklah, kami tidak akan memaksa, asalkan kamu akan selalu menjadi Vani yang dulu selalu kami banggakan, dapat menjaga diri dengan baik dan jangan gegabah lagi dalam memutuskan sesuati. Belajar dari kesalahan dan cobalah menjadi lebih baik lagi. Kami akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu." Nasehat Anggara.
"Sayang, kamu yakin tidak mau pulang ke rumah bersama kami?" tanya Ani kembali berusaha membujuk Vani untuk pulang bersama mereka.
"Ma, aku sudah merasa nyaman tinggal di sini. Kota ini adalah rumah keduaku, Aku akan tetap menetap disini. Aku janji akan sering-sering pulang mengunjungi kalian dan akan menjaga diri dengan baik. Aku tidak akan bersedih lagi. Jangan mengkhawatirkan aku ya, percaya padaku," jawab Vani memberikan senyuman terbaiknya.
"Bukan karena dia, aku sungguh nyaman berada disini," ucap Vani lagi melihat tatapan penuh selidik Ibunya.
"Bagaimana dengan sang Arjuna? Apa ini karena dia?" sahut Vivian menggoda Vani yang menjadi salah tingkah.
Kedua orang tua Vani juga tersenyum melihat itu, mereka sudah tahu tentang Arjuna sebab Vani tak ingin mengulang kesalahan dengan merahasiakan sesuatu dari keluarganya.
"Lupakan dia. Dia tidak mungkin serius. Jangan membahasnya. Aku nyaman di sini bukan karena siapa pun," ucap Vani.
"Jika kamu bersedih apalagi merasa tidak bahagia. Itu sama saja kamu menyakiti kami. Jadi kamu harus pastikan untuk selalu bahagia ya, karena jika kami tahu kamu kembali bersedih, maka kami akan membawamu pulang secara paksa," ucap Angga lagi.
"Percayalah aku akan selalu bahagia," jawab Vani sebelum akhirnya melepas keluarganya pulang.
"Hati-hati, aku sayang kalian," ucap Vani lagi tersenyum melambaikan tangannya pada keluarganya yang sudah masuk kedalam mobil yang akan mengantar mereka ke bandara.
***
Tiga hari berada di luar kota disibukkan dengan banyak pekerjaan membuat Arjuna sulit untuk membagi waktu menghubungi Vani. Setiap kali dia tengah senggang dan mencoba menghubungi Vani, wanita itu selalu saja mengabaikannya.
Vani benar-benar menjadi wanita pertama yang berani mengabaikan Arjuna, tanpa Vani sadari jika hal itu justru membuat Juna semakin tertarik padanya.
"Cukup bersantainya, sayang. Aku tidak akan membiarkan kamu mengabaikan aku lagi setelah ini," gumam Arjuna yang saat ini baru saja mendarat.
Dari kejauhan, Vivian dan kedua orang tuanya yang baru tiba di bandara, melihat sosok Arjuna. Vivian tersenyum menunjuk pria itu pada kedua orang tuanya. Mereka sepakat untuk menghampiri Juna, meski harus berjalan cukup jauh mengejar Juna.
"Kau tahu aku paling tidak suka menunggu!" ucap Juna pada Dika saat supirnya belum terlihat.
"Maaf, Tuan. Mungkin sesuatu terjadi, sebelumnya saya sudah memberitahu jika kita akan tiba," jawab Dika sembari terus menghubungi supir mereka.
"Arjuna Lakeswara!"
Juna yang mendengar seseorang menyebut namanya langsung menoleh ke asal suara. Wajah yang terlihat dingin itu seketika berubah lebih bersahabat, pria itu tersenyum menatap ketiga orang yang sudah berada di belakangnya.
Jika aku tidak salah mengingat, dia orang tua wanitaku. Batin Arjuna yang sebelumnya sempat meminta Dika mencari tahu tentang Vani. Karena itu juga Juna seketika berusaha ramah.
"Tante, Om. Apa kabar?" tanya Juna terlihat canggung, karena ini adalah kali pertama Juna berusaha bersikap ramah pada orang selain kedua orang tuanya.
Vivian yang mendengar itu tersenyum senang, saat dia berpikir jika memang ada sesuatu antara Arjuna dan adiknya. Terlihat dari cara Arjuna yang tak terkejut serta seperti mengenali mereka.
"Anda mengenal kami?" tanya Vivian.
Arjuna menganggukkan kepalanya. "Tentu saja. Perkenalkan saya Arjuna Lakeswara," ucap Arjuna.
"Ada hubungan apa dengan putri kami?" tanya Angga terdengar tegas.
"Untuk saat ini hanya saya yang menganggap antara kami punya hubungan, karena putri kalian masih saja menolak dan mengabaikanku. Namun, kebetulan kita bertemu di sini. Saya ingin mengatakan jika mungkin saya adalah salah satu pria dan akan menjadi satu-satunya pria yang sedang mencoba mendekati Vani," ungkap Arjuna lantang tanpa rasa takut.
Itulah Juna. Pria yang tidak pernah bisa bercanda atau pun berbasa-basi. Vivian yang melihat itu ingin sekali tertawa, sebab ini pertama kalinya dia melihat pria seperti Arjuna, terus terang mengatakan hal seperti itu pada keluarga wanita yang tengah di incarnya.
"Apa alasanmu mendekati Vani? Jangan berani berpikir untuk menyakitinya!" ucap Angga penuh penekanan.
"Saya tidak bisa menjawab sebagai alasan. Saya hanya melakukan apa yang ingin saya lakukan. Jujur saja Vani wanita pertama yang saya inginkan, entah itu suka, cinta, atau sekedar penasaran. Saya belum bisa menyimpulkan semua itu, karena saya juga tengah mencari jawabannya. Namun, saya pastikan saya tidak akan menyakit dia, kalian tidak perlu khawatir," jawab Arjuna lantang, membuat kedua orang tua Vani seakan tak punya bahan lagi untuk bertanya.
"Baiklah. Kami pegang ucapanmu. Jangan berani menyakiti putriku!" ucap Angga lagi sebelum akhirnya mengajak Vivian dan istrinya untuk pergi dari sana.
Dika yang sedari tadi memperhatikan semua itu semakin dibuat mengagumi sosok atasannya itu. Benar-benar pria yang tegas dan berani. Jika itu dia, Dika tidak akan berani berkata dengan sangat jujur seperti yang Arjuna katakan pada orang tua wanita yang coba dikejarnya.
Tidak salah dia menjadi begitu sukses di usinya yang terbilang muda. Dia benar-benar punya jiwa kepemimpinan. Dia tidak terlihat takut pada apapun. Batin Dika.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Bagus Juna pergunakan keluarga nya dgn mendekati mereka utk mengikat Vani, Aku steju 100000% 😂😂😂
2023-10-24
0
Pia Palinrungi
ini lelaki idaman aku thor tdk byk basah basihnya
2023-06-04
1
Mbah Edhok
Arjuna menjemput Bola...
2023-05-26
1