Malam harinya, saat kedua orang tuanya sudah terlelap, Vani dan Vivian justru masih duduk di balkon kamar. Mereka menghabiskan waktu dengan saling bercerita.
"Siapa? Kenapa kamu tidak menjawabnya, sudah berulang kali nomor itu menghubungimu," tanya Vivian saat ponsel Vani lagi-lagi berdering.
"Aku tidak tahu, Kak. Kakak tau aku tidak pernah memberikan nomorku ke sembarang orang," jawab Vani yang memang tidak tahu dan tidak berniat mencari tahu.
"Oh ya, kalian tahu dari mana tentang pernikahan Johan?" ucap Vani mempertanyakan hal yang sudah sejak tadi ingin dia tanyakan.
Vivian yang mendengar itu menggelengkan kepala, adiknya memang terlalu jarang melihat perkembangan sosial media, sama hal nya seperti videonya yang tengah bekerja waktu itu menjadi viral pun Vani tidak tahu jika bukan orang-orang mengatakan langsung padanya.
"Buka instagram!" titah Vivian.
"Tunggu, aku donwload dulu," jawab Vani membuat Vivian mengembuskan nafas berat.
"Kenapa kamu selalu menghapus instagram? Kamu juga sangat jarang terlihat aktif di facebook," tanya Vivian.
"Aku hanya kurang nyaman karena terlalu sering orang-orang yang tidak aku kenal mengirim pesan atau pun menandaiku, terlebih setelah video viral waktu itu. Aku merasa serba salah, jika tidak di buka, nanti dibilang sombong. Kalau pun aku buka, aku bingung harus membalas apa pesan sebanyak itu," jawab Vani membuat Vivian tertawa mendengarnya.
Beberapa saat kemudian, setelah berhasil mengunduh instagram, Vani langsung masuk ke akunnya. Dan benar saja seperti yang baru Vani katakan, ada begitu banyak pesan masuk kepadanya.
"Lihatlah!" ucap Vani memperlihatkan ponselnya pada Vivian.
Vivian mengabaikan apa yang diminta Vani lihat, tangannya justru bergerak membuka reels dan terkejut saat melihat video terbaru yang terlihat.
"Van, siapa ini?" tanya Vivian mengembalikan ponsel Vani sembari memperlihatkan Video lainnya tentang pernikahan Johan yang belum sempat dia lihat saking syok nya dia kemarin.
"Pacar barumu? Bukankah dia pria yang wajahnya sering masuk majalah bisnis?" tanya Vivian menatap penuh selidik pada adiknya itu.
Pertanyaan Vivian dan video yang di lihat Vani, mengingatkan kembali Vani pada sosok yang kemarin mengklaim Vani sebagai wanitanya.
"Vani. Ada hubungan apa kamu dengannya?" tanya Vivian lagi mendesak Vani.
Vani yang masih terdiam, kembali membuka ponselnya dan membuka riwayat telepon masuk yang sebelumnya terus menghubunginya. Vani menekan tombol panggil hanya untuk memastikan apa yang ada di benaknya.
"Apa saja yang kamu lakukan? Kenapa tidak menjawab teleponku, belasan kali aku menghubungimu dan kamu mengacuhkanku. Di mana kamu sekarang? Apa yang sedang kamu lakukan?"
Vani dengan cepat mengakhiri panggilan telepon dan langsung menonaktifkan ponselnya setelah tahu siapa orang yang sedari tadi terus menghubunginya.
"Siapa? Van, apa sebenarnya yang kamu sembunyikan?" tanya Vivian semakin penasaran melihat tingkah Vani.
"Kak, dia Arjuna Lakeswara. Pria itu selalu saja mengatakan jika aku adalah wanitanya," jawab Vani jujur mengatakannya.
"Dia?" Vivian tampak berpikir sejenak. "Pria gay itu, jadi benar dia pria yang sering muncul di majalah dan berita itu?" tanya Vivian setelah mengingat siapa Arjuna Lakeswara.
Vani menganggukkan kepala menanggapi pertanyaan kakaknya.
"Kenapa bisa?" tanya Vivian lagi terlihat sangat penasaran.
Vani mulai menceritakan semuanya. Vivian yang mendengar semua cerita Vani jadi tersenyum, Vivian mengatakan sesuatu yang membuat Vani semakin teringat akan sosok Arjuna.
"Kakak setuju jika kamu berpacaran dengannya. Papa dan Mama juga pasti akan setuju."
"Itu tidak mungkin, Kak. Dia gay," bantah Vani.
"Jadi, jika dia tidak gay, kamu mau menjadi kekasihnya?" tanya Vivian tersenyum menggoda Vani yanh terlihat malu sendiri mendengarnya.
"Dari apa yang kamu ceritakan, itu sama sekali tidak mencerminkan seorang gay. Kalau pun dia memang gay, mungkin itu dulu. Mungkin saja dia sudah berubah dan benar-benar menyukaimu. Tidak mungkin seorang pria mengklaim seorang wanita sebagai miliknya jika dia tidak menyukai wanita itu," jelas Vivian membuat Vani terdiam mendengarnya.
***
"Sial! Berani sekali dia menutup telepon dariku. Dia orang pertama yang berani melakukan hal itu," geram seorang pria di tempat lainnya, siapa lagi jika bukan Arjuna.
Setelah mengantar Vani pulang, Arjuna meminta sekretarisnya untuk mencari kontak Vani karena Arjuna lupa memintanya. Arjuna mencoba menghubungi Vani, tetapi kontak Vani tidak bisa dihubungi, dan saat nomor Vani aktif, Vani justru tak menjawab panggilannya. Arjuna benar-benar kesal, dia berpikir untuk mendatangi Vani, tetapi tiba-tiba saja Vani balik menelponnya.
Arjuna bergegas menjawab telepon Vani, dan tanpa basa-basi bertanya alasan Vani mengacuhkannya, tetapi yang terjadi justru Vani semakin membuat Arjuna kesal saat Vani menutup sepihak panggilan telepon darinya.
"Semua ini akan menjadi semakin menarik, Stevani Lakeswara," gumam Arjuna tersenyum menyebut nama belakang Vani yang diubahnya, serta memikirkan ide yang terlintas di benaknya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Itu pasti Juna 👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻🥰
2023-10-24
0
Pia Palinrungi
arjuna jgn kasih kendor kejat terus vaninya
2023-06-04
0
Mbah Edhok
Vani sudah dikotak oleh arjuna...
2023-05-26
1