Saat Vani masuk ke dalam apartementnya, Esi dan Karina sudah lebih dulu berada di sana menunggunya.
"Ada hubungan apa kamu dengan si gay itu?" tanya Esi langsung sesaat Vani sudah duduk disampingnya.
"Jangan menyebutnya gay, bisa jadi dia sudah berubah," sahut Karina merasa senang jika itu benar adanya.
"Kenapa kamu tersenyum?" tanya Esi menatap curiga pada Karina.
"Dia sangat sempurna, sangat disayangkan jika dia gay. Melihat sikapnya pada Vani, aku berharap dia sudah berubahz aku berharap sahabat kita ini yang telah mengubahnya. Dengan begitu Vani mendapat pengganti yang jauh lebih baik lagi dari pengkhianat itu," terang Karina membuat Vani kembali teringat pada Johan, dan juga teringat jika saat bersama Arjuna dia sama sekali tidak mengingat Johan.
"Sepertinya orang seperti itu sulit berubah," ucap Esi. "Hey apa hubunganmu dengannya? Kalian saling mengenal?" tanya Esi lagi menepuk pelan tangan Vani yang terlihat melamun.
"Aku tidak mengenalnya," jawab Vani singkat.
"Bagaimana mungkin kamu tidak mengenalnya, kamu sendiri yang bilang dia kekasihmu, pria itu bahkan mengakui jika kamu calon istrinya. Bahkan kamu pulang bersamanya, Van. Apa yang sebenarnya terjadi? Kamu menyembunyikan sesuatu dariku?" tanya Esi tak percaya dengan jawaban Vani.
"Apa yang Esi katakan benar. Jika tidak saling mengenal, lalu kenapa Kalian terlihat akrab? Dia juga menciummu di depan umum," sahut Karina yang juga merasa sangat penasaran.
"Dia pria gila, semua ini karena aku begitu ceroboh," jawab Vani mengingat kembali kejadian beberapa saat yang lalu.
"Apa maksudmu? Katakan dengan jelas!" pinta Esi.
"Semua itu hanya sandiwara. Aku sama sekali tidak mengenalnya. Dia terlihat sempurna, aku juga tahu dia gay, karena itu aku pikir tidak ada salahnya meminta bantuanya. Tapi dia justru mengambil kesempatan dalam kesempitan, dia berani menciumku," jawab Vani kesal.
"Dan kalian tahu? Dia mengklaim aku sebagai wanitanya. Dia melarangku melakukan ini dan itu, bahkan dia ingin aku pindah dari apartemen ini," sambung Vani menceritakan semuanya.
Esi dan Karina tertawa kencang setelah mendengar semua cerita dari Vani.
"Kenapa kalian malah tertawa?" tanya Vani semakin kesal.
"Pria gay pun luluh akan pesonamu. Dalam sekejap dia tobat," tutur Esi setelah menghentikan tawanya.
"Aku berharap dia benar-benar berubah menjadi normal dan menyukai Vani. Ya Tuhan, membayangkannya saja aku sangat senang. Selamat Vani sayang, aku ikut senang untukmu," ucap Karina membuat Vani hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah kedua sahabatnya itu.
"Sepertinya sebentar lagi akan ada yang berubah status menjadi Nyonya Arjuna Lakeswara. Akan ada berita viral yang mengatakan si dewa tampan yang gay telah berubah sejak bertemu dengan gadis cantik bernama Vani Claresta. Atau dengan judul tobatnya CEO gay," ucap Karina lagi kembali tertawa.
"Kalian sudah ikut gila sepertinya," cibir Vani tetapi wajahnya merona mendengar setiap ledekan kedua sahabatnya.
***
Di tempat lainnya. Johan berada di sebuah klub malam ternama. Malam dimana biasanya pasangan pengantin baru akan berbahagia menyambut malam pertama mereka. Tapi tidak dengan Johan yang menikmati malamnya dengan ditemani minuman yang akan menghilangkan kesadarannya.
Bahkan keberadaan orang-orang suruhan ayahnga yang diminta mengikutinya tidak dihiraukam oleh Johan yang terus meneguk minumanya.
"Tuan. Apa ada hasilnya dengan seperti ini?" tanya salah satu pengawal yang cukup dekat dengan Johan, saat mulai merasa jengah melihat tingkah Johan.
"Tuan, cukup!" Pria itu merebut botol minuman ditangan Johan.
"Berikan! Berikan padaku!!" bentak Johan menunjuk botol minuman ditangan pria itu.
"Aku pria terbodoh yang ada didunia ini. Aku menyakiti wanita yang sangat aku cintai, aku menyesali semuanya, aku merasa bersalah, tetapi ternyata dia juga sudah berkhianat di belakangku," ucap Johan mulai meracau.
"Aku tidak sanggup hidup tanpanya, Aku sangat mencintainya. Kenapa aku begitu bodoh? Aku masih saja mencintainya meski aku tahu dia juga sudah selingkuh di belakangku. Harusnya aku tidak melakukan ini semua, Vani melakukan itu pasti karena dia tahu orang tuaku tidak menyukainya. Ya, dia tidak bersalah, aku dan orang tuaku yang bersalah."
Arg.......!!!
Teriak Johan menyeretkan tangannya diatas meja, sehingga semua botol kosong di atas meja pecah berhamburan dilantai.
"Johan!" Bentak seorang pria yang baru tiba di sana. Pria itu adalah Heru, ayah Johan.
"Bawa dia keluar dari tempat ini! Jangan biarkan Amelia menunggunya lebih lama!" titah Heru pada anak buahnya yang dengan patuh menuruti perintahnya.
"Aku hanya ingin Vani, Ayah. Aku hanya ingin dia. Aku sangat mencintainya," ucap Johan yang terus saja meracau.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻 Noh lihat hadil dari permainan kalian yg licik dan egois itu…
2023-10-24
0
Pia Palinrungi
mknya nafsu itu dijaga kan rugi sendiri, kalau bener2 cinta tdk akan melukai orang yg kita cintai, memyesal sendirikan johan, nikmatilah menyesalanmu krn vina akan menemukan cowok yg akan menyanggi dn menjaga kayak ratu
2023-06-04
0
felisya enterprise
aku rasa Johan dij3bak sama.orgtuanya hingga harus nikah dgn amelia
2023-06-02
0