"Maaf, Tuan, bisa tolong lepaskan tangan saya!" pinta Vani menghentikan langkahnya, ketika sudah berada diluar gedung tempat pernikahan Johan digelar.
"Tuan, bisa tolong lepaskan tangan saya! Sudah cukup sandiwaranya, saya juga tidak akan mengungkit sikap kurang ajar Anda yang dengan lancang mencium saya." pinta Vani lagi saat Arjuna tak kenjung melepaskan tangannya. Vani merasa malu mengatakan hal itu, tetapi Vani tidak bisa sepenuhnya menyalahkan Arjuna, sebab dia lah yang memulai.
Sebuah mobil mewah berhenti tepat didepan Keduanya. Tanpa mengatakan apa pun, Arjuna kembali menarik tangan Vani lalu membukakan pintu mobil, mendorong pelan tubuh Vani untuk duduk didalam nya, tanpa ingin dibantah.
"Pergilah!" titah Arjuna pada sopirnya lalu masuk kedalam mobil dan duduk di belakang kemudi.
Suara pintu mobil yang ditutup kencang, menyadarkan Vani dari kebingungannya atas sikap Arjuna.
Vani menjadi panik saat pintu mobil tidak bisa dibuka apalagi melihat Arjuna mulai melajukan mobilnya.
"Tuan... Tolong berhenti!"
"Duduklah dengan tenang," ucap Arjuna lembut tanpa menatap Vani.
"Bagaimana saya bisa tenang? Kita bahkan tidak saling mengenal. Tolong berhenti!" pinta Vani lagi semakin panik dan gelisah.
"Bagaimana bisa kamu mengatakan kita tidak saling kenal, sedangkan kamu adalah calon istriku?" tanya Arjuna.
Sial. Apa selain dia gay, dia juga sudah gila? Batin Vani.
"Saya minta maaf. Maaf telah melibatkan Anda dalam masalah saya, sekarang semuanya sudah selesai. Tolong berhenti!" ucap Vani yang terus saja meminta pada Arjuna.
"Selesai? Tidak. Ini Bahkan baru saja dimulai," jawab Arjuna membantah.
"Apa maksud Anda?" tanya Vani mulai kesal.
"Aku berjanji pada diriku sendiri, jika kita kembali bertemu, maka kamu akan menjadi milikku. Dan ternyata kita memang ditakdirkan bersama. Sekarang kamu milikku, wanitaku, Arjuna Lakeswara," ungkap Arjuna dengan lantang mengklaim Vani sebagai miliknya.
"Gila...."
Umpat Vani pelan, tapi terdengar jelas oleh Arjuna yang tersenyum mendengarnya.
"Tunggu dulu. Kenapa Anda bisa bilang ini pertemuan yang kesekian kali? Saya tidak pernah merasa kita pernah bertemu selain hari ini," tanya Vani.
"Pertama aku melihatmu bertengkar dengan sepasang kekasih di restoran. Kedua aku melihatmu menangis di taman, aku juga yang membawamu ke rumah sakit. Ketiga adalah hari ini, dan kamu sendiri yang mengatakan dihadapan semua orang jika aku kekasihmu. Aku pikir kita telah sepakat untuk itu. Jadi, mulai sekarang jangan berani dekat atau berhubungan dengan pria manapun karena kamu hanya milik Arjuna Lakeswara," terang Arjuna lagi terus mengklaim Vani sebagai miliknya.
Jadi dia yang membawaku kerumah sakit? Pantas saja aku sedikit merasa tidak asing padanya. Tapi kenapa aku begitu bodoh memilih dia untuk bersandiwara? Selain gay, dia juga gila. Vani membatin.
"Saya ucapkan terima kasih karena anda sudah membawa saya kerumah sakit. Terima kasih juga karena hari ini anda sudah membantu saya. Tapi tolong jangan seenaknya mengklaim saya sebagai milik anda. Saya bukanlah barang. Apa yang terjadi hari ini hanyalah sandiwara. Tolong pahami itu," ucap Vani kesal, tetapi berusaha untuk tetap tenang.
"Dan satu lagi. Anda sama sekali tidak berhak melarang atau mencampuri kehidupan saya!" sambung Vani berhasil membuat Arjuna menghentikan laju mobilnya.
Arjuna yang sejatinya tidak pernah dekat dengan seorang perempuan. Dalam artian pasangan, jelas tidak tahu caranya merayu, membujuk, atau menenangkan seorang wanita. Mengejar wanita sama sekali tidak ada dalam kamus hidupnya. Selama ini wanita lah yang dengan senang hati melemparkan tubuhnya pada Arjuna meski pun Arjuna selalu menolaknya. Arjuna terkenal dingin pada wanita, karena itu juga Arjuna disebut gay. Sekarang saat Arjuna dihadapkan dengan situasi seperti ini jelas Arjuna terlihat gugup dan bingung harus melakukan apa, hanya mengklaim Vani sebagai miliknya yang dapat ia lakukan sebab selama ini Arjuna selalu mendapatkan apa yang dia inginkan.
"Dengarkan Aku. Mulai saat ini, detik ini, kamu milikku. Aku tahu kamu bukan barang, kamu adalah wanitaku. Karena kamu wanitaku, Jadi aku berhak melarang dan mencampuri setiap urusanmu. Apa pun itu yang berhubungab denganmu adalah urusanku," ucap Arjuna memutar tubuhnya menghadap Vani yang tertawa kencang mendengarnya.
"Anda mengklaim seseorang wanita sebagai milik anda, yang bahkan anda sendiri tidak tau siapa nama wanita itu. Bukankah Ini terdengar lucu?" Vani sinis menatap Arjuna tanpa rasa takut
"Terserahlah apa pendapatmu. Yang jelas kamu wanitaku dan akan selalu menjadi milikku," jawab Arjuna dengan lancang kembali menyentuh tangan Vani dan mencium punggung tangan wanita yang dia klaim sebagai miliknya.
Tenang, Van. Tenang. Dia hanya pria gila yang mungkin hari ini belum meminum obatnya. Kamu harus tenang. Ucap Vani dalam hati saat jantungnya berdetak lebih cepat.
"Baiklah, Tuan Arjuna Lakeswara. Bisa tolong antarkan saya pulang! Saya sudah merasa sangat lelah," pinta Vani terdengar lebih lembut, seperti wanita yang tengah membujuk kekasihnya.
Mengalah lebih baik, karena mungkin setelah ini kami tidak akan bertemu lagi. Yang penting saat ini aku bisa pulang dengan selamat. Itulah yang Vani pikirkan saat ini.
"Baiklah, sayang." Arjuna tersenyum sembari kembali mengecup tangan Vani, lalu kembali melajukan mobilnya.
Apa? Dia bilang, sayang? Ya ampun, ini dia yang gila apa aku yang sudah gila? Batin Vani yang tanpa sadar pertemuannya dengan Arjuna membuatnya menjadi kuat dan tidak menangia di hari yang harusnya menjadi hari berduka untuknya.
Kamu sudah setuju. Kamu tidak akan pernah bisa pergi dariku. Selamanya akan menjadi milikku, tidak akan ada yang dapat menolakku. Batin Arjuna merasa senang, senyum di wajahnya tak luntur sejak tadi bersama Vani. Satu-satunta wanita yang keberadaannya tidak membuat Arjuna merasa risih, justru membuat Arjuna merasa senang.
Hai Kakak semuanya. Bantu ramaikan dengan tinggalkan like, komen, setelah membaca ya kak. Jujur aja rasanya seneng banget kalau ada yang like komen atau apa pun itu, karena notifnya masuk, jadi semangat nulis saat melihat ada yang baca tulisanku. Terima kasih karena sudah mengunjungi ceritaku ya kak. Mohon dukungannya selalu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
Ila Widayati
andai di kehidupan nyata ada cowo yg kaya gini 🤔🥰
2024-02-09
2
Lina maulina
sudah d klaim sama Juna😅
2023-12-01
0
Ani Maryani Naryani
mungkin itu jodohnya vani
lanjut thor
2023-07-04
0