Disebuah Pesta pernikahan yang diadakan di hotel mewah, keluarga kedua mempelai terlihat begitu bahagia. Namun tidak untuk Johan. Di hari yang harusnya menjadi hari bahagia itu justru menjadi hari terburuk dalam hidupnya. Bahkan hanya untuk tersenyum terpaksa sekalipun, Johan tak sanggup melakukannya.
Sosok Johan yang selama ini terkenal lembut dan ramah berubah menjadi pria yang begitu dingin.
Keadaanlah yang sudah merubah dirinya. Keadaanlah yang sudah menghancurkan hidup dan cintanya.
Ditengah kebahagiaan yang dirasakan semua orang. Mereka semua tentu saja juga menyadari, Jika sang mempelai pria sama sekali tidak menginginkan pernikahan Ini. Semua itu sangat terlihat dari cara dan sikap yang ditunjukan Johan.
Beberapa saat kemudian.
Kehadiran tiga orang wanira yang datang secara bersamaan, di acara tersebut tentu saja mengundang perhatian semua tamu undangan yang berada disana.
Semua terpesona akan kecantikan dari ketiga wanita tersebut yang tak lain adalah Vani, Karina dan Esi.
Vani terlohat sangat flawless dengan dress midi warna merah merona yang dikenakannya.
Wajah cantik dengan penampilannya juga cantik benar-benar mengalihkan fokus semua orang menatap Vani. Tidak sedikit orang yang mengenal sosok pegawai bank cantik yang sempat viral karena kecantikannya itu.
Kehadiran Vani dan dua temannya menjadi pusat perhatian oleh semua orang terutama Johan dan seorang pria tampan lainnya yang juga baru tiba di sana. Pria itu tersenyum menatap Vani. 'Kita bertemu lagi.' Batinnya.
Tanpa sadar, dan tanpa menghiraukan pandangan orang orang kepadanya.
Johan melangkah perlahan menghampiri Vani yang masih tersenyum ramah, membalas sapaan dari setiap orang yang menyapanya disana.
"Sayang." Kata sayang itu keluar dengan sendirinya, panggilan yang dulu selalu Johan ucapkan untuk Vani.
Degup jantung Vani kembali berdetak dengan sangat cepat dan tubuhnya turut bergetar, mendengar suara yang teramat sangat dikenali siapa pemiliknya. Suara yang sudah menemaninya selama tiga tahun belakangan. Suara yang sangat disukainya. Dan suara itu juga yang sudah menghancurkan cintanya.
Vani yang melihat situasi mulai tidak baik, dengan cepat berusaha memperbaiki keadan dan bersikap tenang menghadapi Johan.
"Hai Jo... Aku sebagai temanmu turut bahagia atas pernikahan Kalian. Selamat ya. Semoga kalian selalu diberi kebahagian," ucap Vani tersenyum tulus pada Johan, lalu melangkahkan kaki menghampiri wanita yang Vani sadar sedari tadi menatap tajam padanya.
"Hai, Maaf ya, Aku tidak bermaksud mengacaukan acara kalian. Selamat ya, semoga rumah tangga kalian menjadi rumah tangga yang sakinah mawadah warahma. Aku selaku teman Johan selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian," ucap Vani yang juga memberikan senyum terbaiknya.
Dia benar-benar wanita yang hebat, bukan? Lita sangat beruntung memiliki teman sepertinya. Bisik Esi ditelinga Karina yang berada disampingnya menyaksikan apa yang Vani lakukan.
"Kau yakin tujuanmu itu, datang ke pernikahan mantan kekasihmu? Kau benar-benar ikhlas melihatnya menikahi wanita lain?" tanya Amelia dengan nada dingin pada Vani.
Pertanyaan Amelia yang cukup dapat didengar oleh sebagian orang jelas membuat suasana menjadi tegang, tatapan semua orang berbeda pada Vani dan itu membuat Vani merasa tak nyaman, tetapi tetap berusaha tersenyum terlebih saat melihat sosok yang sedikit tak asing untuknya.
"Tentu saja aku ikhlas, aku tidak mungkin datang jika niatku berbeda. Lagupula aku sudah janjian dengan kekasihku untuk bertemu di sini," ucap Vani masih tersenyum.
Jawaban dari Vani lagi-lagi membuat perhatian semua orang semakin tertuju padanya dan Amelia. Mereka semua yang ada di sana seakan tengah menonton sebuah pertunjukan yang sayang untuk dilewatkan.
Vani menjauhi Amelia setelah mengatakan hal itu, lalu melangkah menuju pada seorang pria yang juga sejak tadi menatapnya. Dari jauh pria itu dapat melihat tatapan Vani yang seakan tengah mengatakan sesuatu padanya. Tiba di depan pria itu, Vani langsung memeluknya sembari berbisik. "Tolong bekerja sama denganku, please...," ucapnya membuat sang pria tersenyum mengecup rambutnya. Kau sendiri yang menerobos masuk ke dalam kehidupanku, maka kau tidak akan pernah bisa keluar lagi. Batin pria itu yang tidak lain adalah, Arjuna. Pria tampan yang tempo hari membantu Vani.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Yeezzzz Juna kan?? Ini lah yg namanya Jodoh,,, Aku harap kamu gak lupa janji kamu Jun,,👏🏻👏🏻💪🏻💪🏻💪🏻👍🏻👍🏻
2023-10-24
0
Tinaagustina
yesss,,,,,, akhirnya tanpa d kejar sdh mendekat duluan
2023-06-14
0
devaloka
van tolong lah 🤣🤣🤣
2023-06-12
0