Tatapan Vani kosong. Perempuan yang saat ini tengah duduk sendirian di sebuah taman yang sepi, duduk dengan tenang seolah tengah menikmati keindahan taman dimalam hari. Padahal keadaan yang sesungguhnya tatapan itu kosong, hanya air mata yang sedari tadi berusaha ditahannya yang terus menerus meluncur keluar dari kedua sudut matanya.
Vani yang sedari tadi hanya bisa menangis dalam hati, sekarang benar-benar melepaskan tangisnya. Tangis kekecewaan yang begitu memilukan dan menyakitkan.
Kenapa harus seperti ini Tuhan?? Vani berbisik merutuki nasibnya.
Pada kesunyian dan angin malam, Vani mulai mengeluarkan isi hatinya. Mengeluarkan semua tangis dan kesedihannya.
"Kenapa, Jo? Kenapa kamu menghancurkan hatiku semudah ini? Apa aku begitu tidak berharganya untukmu, Jo. Kenapa?"
"Kamu tidak tahu apa saja yang sudah aku lalui dalam memperjuangkan cinta kita.
Aku bahkan dengan bodohnya sudah menyakiti dan mengecewakan orang yang telah melahirkan, membesarkan, serta memperjuangkan dan selalu mengutamakan apapun itu demi kebahagianku. Tapi demi Kamu aku malah menyakiti mereka, memberikan kekecewaan yang begitu besar untuk mereka."
"Apa kamu tidak bisa merasakan betapa besarnya rasa cintaku padamu, Jo? Saking besarnya rasa cintaku, hingga sakit yang kau berikan benar-benar menggerogoti hatiku.
Sakit.... begitu sakit..!!
Bahkan aku tidak yakin apakah rasa sakit ini bisa pergi atau tidak dari hatiku. Andai rasa sakit ini bisa pergi semudah kamu meninggalkanku."
"Pa, Ma. Maafkan aku. Andai aku mendengarkan apa yang kaliam katakan, maka semua tidak akan jadi seperti ini.
Apalagi yang bisa aku harapkan dalam hidup ini? Satu satunya orang yang kuharapkan serta perjuangkan sudah menghancurkan semuanya. Apa lagi yang dapat aku lakukan?? Maafkan aku Pa, Ma..."
Langit seperti ikut merasakan kesedihan yang Vani rasakan.
"Bahkan langitpun mengasihaniku," ucap Vani mengangkat wajahnya menatap langit. Membiarkan air hujan membasahi seluruh tubuhnya.
Vani menepuk dadanya yang benar-benar terasa sesak dan sakit. Rasa bersalah dan penyesalan menyelimutinya. Begitu juga rasa sakit atas apa yang telah Johan lakukan.
"Kenapa, Jo? Kenapa harus seperti ini?"
"Andai kamu menjelaskan semua ini sebelum kamu memutuskan bertunangan. Aku pasti akan ikhlas melepasmu. Aku tidak akan melakukan kesalahan besar dengan menyakiti keluargaku. Kamu benar-benar menghancurkan harapanku.
Tidak ada lagi kesempatan untuk kita, Jo. Semuanya benar-benar berakhir."
Isak tangis Vani terdengar semakin memilukan. Tangis kehancuran, kekecawaan, yang benar-benar sangat menyakitkan.
"Kenapa wanita ini sangat suka mengundang penyakit?" gumam seorang pria yang sedari tadi mengikuti Vani.
Apa Tuan muda mengenal wanita itu? Jika ia kenapa tuan muda tidak turun langsung menemuinya. Tapi jika tidak, kenapa juga dia memintaku untuk mengikuti wanita itu dan sedari tadi terus memperhatikannya. Batin pria yang duduk dibalik kemudi.
"Apa Tuan akan turun menemuinya?" tanya pria yang duduk di balik kemudi saat melihat majikannya akan membuka pintu mobil.
Satu jam berada di sana di bawah guyuran hujan, Vani akhirnya berniat pulang. Namun, baru saja dia akan berdiri, Vani jatuh tak sadarkan diri dalam pelukan pria yang dengan cepat berlari menghampirinya yang nyaris terjatuh ke tanah.
"Tuan muda mengkhawatirkan wanita itu. Dia bahkan rela basah karena hujan. Sejarah akhirnya terjadi. Sepertinya rumor yang mengatakan tuan muda seorang gay akan segera menghilang," gumam Dika–sekretaris sekaligus asisten pribadi Arjuna.
Dika bergegas turun dari mobil dan membukakan pintu mobil saat melihat Arjuna atau yang lebih sering disapa tuan muda Juna, menggendong Vani yang sudah tak sadarkan diri. "Cepat ke rumah sakit!" titahnya terlihat sangat mencemaskan Vani.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Cinta tanpa restu ortu, Ini lah yg di maksud oleh ortu mu, Jo itu bukan cowok yg pantas utk mu, kamu aja yg ngenyel,,
2023-10-24
0
devaloka
belum apa2 udah ada pengganti 🤘
2023-06-12
0
Pia Palinrungi
semoga aja juna yg dikirmkan u memutup luka vani dn memberikan kebahagian tinggal johan lg yg menyesal
2023-06-04
0