Malam itu, hanya ada Abah, Bunda, Ami dan bang Sigit di rumah. Aku dan Yohana sedang keluar kota selama tiga hari mengikuti studi tour yang diadakan sekolah. Abah marah besar saat seorang perempuan seusia bang Sigit datang ke rumah kami untuk meminta pertanggungjawaban atas kehamilannya. Bang Sigit mengakui kesalahannya. Abah marah besar, nyaris membunuh bang Sigit sebab dianggap sudah mencoreng nama baik keluarga. Apalagi Abah dikenal sebagai alim ulama, tapi anaknya malah melakukan zina bersama perempuan yang ternyata latar belakangnya pun tak jelas. Tapi, berkat bunda yang memohon-mohon sambil sujud di hadapan Abah, juga perempuan itu akhirnya bersedia membuat perjanjian dengan keluarga kamk, akhirnya Abah tak jadi membunuh bang Sigit, namun setiap saat kesal Abah selalu mengungkit aib sulungnya tersebut.
Bang Sigit mengaku khilaf. Ia hanya melakukan sekali. Saat itu bang Sigit benar-benar tertekan dengan tuntutan Abah yang menurutnya sangatlah berat. Dimana bang Sigit harus bisa menjadi seorang ulama terpandang dengan jamaah besar. Tuntutan itu bertolak belakang dengan hati bang Sigit yang merasa belum baik, belum dalam ilmunya, namun dipaksa pura-pura salih dan berilmu di tengah masyarakat.
Saat benar-benar kehilangan arah, bang Sigit ingin merasa satu kali saja melakukan hal yang terlarang sebab ia merasa hidupnya sangat menjemukan dan ia tak pernah merasa bahagia meski sekali saja. Seorang teman satu kampusnya yang diam-diam tertarik pada bang Sigit dan selalu mengamati dari jauh pada akhirnya memberanikan diri untuk mendekati bang Sigit setelah sebelumnya merasa tak percaya diri sebab ia menyadari dirinya hanyalah seorang mahasiswi yang Nyambi ayam kampus, sementara bang Sigit adalah seorang mahasiswa berprestasi dan terkenal alim.
Siska namanya, ia memang sangat cantik, namun sudah menjadi rahasia umum bahwa ia bisa dibooking siapapun. Suatu hari ia menawarkan dirinya sendiri pada bang Sigit, namun bang Sigit menolak hingga terjadi sebuah kecelakaan yang membuat bang Sigit dan mbak Siska berada di satu tempat untuk waktu lama. Kebersamaan yang singkat itu, ditambah rayuan setan yang luar biasa membuat mereka tergelincir padahal sebelumnya mbak Siska sudah berjanji akan bertaubat. Kini ia malah sama-sama tergelincir bersama bang Sigit. Kembali mengulang dosa yang telah ia sesali.
Mereka berdua sama-sama menyesal dan berniat bertaubat pada Tuhan. Mereka sempat menjaga jarak hingga akhirnya ketahuan kalau mbak Siska hamil. Abah tak bisa terima jika mereka dinikahkan dengan alasan masa lalu mbak Siska yang kelam. Abah takut pernikahan mereka akan membuat pamor bang Sigit yang mulai dikenal orang menjadi hancur. Tapi disatu sisi bang Sigit juga harus bertanggung jawab.
Akhirnya Abah membuat keputusan kalau bang Sigit harus dinikahkan dengan perempuan lain yang nantinya bersedia mengasuh bayi bang Sigit dan mbak Siska agar tak perlu lagi bertanggung jawab pada ibu kandungnya Alif.
Yohana adalah gadis yang terpilih dengan alasan ia harus membalas Budi sebab sudah diasuh oleh Abah dan Bunda sejak kecil, bahkan sudah disekolah sampai bangku SMA.
Sayangnya, bersamaan dengan itu Abah juga tahu bahwa aku dan Yohana saling mencintai. Tentu saja ini masalah baru untuk Abah. Menambah murka hingga berujung aku diusir dari rumah hanya karena Abah khawatir semua rahasia besar keluarga kami terbongkar.
Aku memang tak pernah melihat Yohana hamil apalagi melahirkan sebab jarang pulang. Yang aku tahu saat itu aku telah punya keponakan dan ku pikir itu adalah anaknya bang Sigit dengan Yohana..ternyata tidak, itu anaknya bang Sigit dengan mbak Siska. Yohana sendiri juga dilarang menceritakan kejadian sebenarnya pada siapapun. Ia dipaksa pura-pura menjadi ibunya Alif..
Setelah menikah, berbulan-bulan ia dikurung di rumah agar tak ada yang tahu tentang kehamilannya yang bohongan.
Bang Sigit sebenarnya sangat tersiksa, ia tak tega jika Yohana harus dilibatkan dalam dosa yang telah dibuatnya. namun Abah mengancam akan membuang bayinya jika mereka tak menurut. Sementara mbak Siska, setelah melahirkan bayinya diminta tak lagi berhubungan dengan bang Sigit. Ia sudah membuat perjanjian tertulis dengan Abah untuk menjauhi anaknya sendiri dengan alasan masa depan anaknya. Jika bayi itu dibesarkan oleh mbak Siska maka masa depannya bisa dipastikan tidaklah baik sebab ibunya terkenal sebagai ayam kampus.
"Sekarang Abang sudah tahu segalanya, kan, jadi tolong jangan marah lagi pada kak Yohana sebab ia tak salah apa-apa." Kata Ami, mengakhiri ceritanya. "Ia hanya korban yang harus membalas Budi sebab sudah dirawat oleh orang tua kita."
"Tapi semua sudah terlanjur terjadi. Mereka sudah menikah." Kataku. "Ditambah sekarang ia juga pasti sudah menikah dengan laki-laki lain yang dijodohkan oleh keluarga besarnya."
Andai saja aku tahu apa yang terjadi saat itu, aku tak akan pernah memusuhi Yohana. Ia adalah korban dan jayus merasakan kepahitan selama enam tahun pernikahannya. Aku hanya berharap kala itu bang Sigit bisa menjadi suami yang baik untuknya hingga bisa menggantikan penderitaannya.
"Selama ini kak Yohana sudah berbakti pada keluarga kita, sudah sepatutnya ia bisa merdeka. Ia tak meminta diadopsi, jadi ia juga sebenarnya tak punya kewajiban untuk membalas budi, tapi Abah terlalu picik, meminta orang lain bertanggung jawab untuk menutupi aib anaknya." Kata Ami lagi.
Aku semakin merasa bersalah pada Yohana. Ia sudah merasakan penderitaan yang begitu besar. Apakah aku belum bisa menjadi tempat yang nyaman untuknya mengadu hingga ia merahasiakan semuanya dariku. Sungguh malang sekali nasibnya. Sejak kecil sebatang kara, diberi harapan dengan menjadikannya anggota keluarga namun hanya dijadikan ibu pengganti atau lebih tepatnya pengasuh untuk anak yang bukan darah dagingnya.
Andai aku bisa mendapatkan kesempatan kembali, aku akan menjadi orang yang selalu membelanya. Berada di barisan paling depan jika ada yang ingin berbuat sewenang-wenang padanya. Tapi sayangnya aku telah lalai. Malah menambah penderitaannya. Aku menyesal kemarin sempat menolak permintaan bunda untuk menikahinya. Ia pasti semakin menderita, dua kali gagal menikah dengan laki-laki yang dicintainya. Jika dulu aku merasa paling menderita dalam kisah ini, ternyata aku salah, Yohana lah yang paling menderita.
"Maafkan aku Han," aku berbisik. Aku benar-benar menyesal sudah mengabaikan ia untuk kedua kalinya. Aku berhutang banyak padanya. "Lalu bang Sigit, bagaimana dengan kecelakaan itu? Kenapa Abah mengaku sudah menjadi penyebab kematian bang Sigit?" tanyaku.
Ada hal yang masih janggal yang belum ku ketahui. Tentang kematian bang Sigit. saat di makam aku melihat betul Abah menangis, ditambah ia juga menulis hal yang sama. Pasti ada rahasia juga di sini yang tak aku ketahui.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 98 Episodes
Comments
Arkana
up thor
2023-01-17
1