Sumber kekayaan

Pagi-pagi Joan membawa keluar berapa ekor sapinya untuk dipasangkan di depan kereta untuk mengangkut kayu dari hutan agar tidak perlu lagi ditarik dengan tenaga manusia.

Tentu ini sangat membantu dan meringankan pekerjaan mereka, jadi lebih sedikit orang yang diperkerjakan untuk mengangkut kayu gelondongan itu sehingga mereka bisa dialokasikan untuk melakukan pekerjaan yang lain.

Tidak ada orang yang menanyakan asal dari sapi-sapi itu karena nyaris semua penduduk desa sudah tahu bahwa Joan dibayar sangat mahal dengan 10 keping emas untuk memasak seporsi makanan bagi Sultan kaya di kota. Mereka yakin bahwa sapi-sapi yang gagah itu pasti dibelinya di kota.

Semua orang senang dengan kemajuan nyata di desa tersebut, bukan saja karena sekarang mendapatkan kehidupan yang lebih layak tetapi juga anak-anak mereka akan mendapatkan kesempatan yang sama dengan anak-anak lain di kota untuk mendapatkan pendidikan dan kehidupan yang lebih baik.

Mantri Sun saat ini sudah dipercayakan untuk memimpin sebuah Puskesmas dengan dibantu tabib-tabib magang yang direkrut dari sekolah kedokteran di kota. Kredit ini harus diperhitungkan kepada A Hui yang sudah membantu Joan untuk memperkenalkan dirinya kepada pemimpin sekolah kedokteran itu

Joan memberikan sumbangan peralatan medis dan juga honor yang layak bagi para magang kedokteran sehingga mereka juga senang ditempatkan untuk membantu di desa tersebut.

Bahkan kepala sekolah kedokteran itu juga berencana untuk menyumbangkan keahliannya untuk ikut mengajarkan keterampilan medisnya dalam sekolah yang rencana akan dibuka di desa tersebut.

Dalam berapa hari itu Joan sangat senang karena kerangka dari cetak biru pembangunan desa terpadu itu mulai terlihat bentuknya.

Pembangunan rumah tinggalnya juga berjalan lancar.

Rumah baru ini tidak dibangun di lokasi yang sama tetapi terletak di ujung pintu keluar pinggiran hutan larangan karena lokasi ini mengandung energi alam yang sangat kuat yang berguna untuk meningkatkan kultivasi seseorang praktisi bela diri.

Joan juga bermaksud untuk mengekplorasi hutan larangan karena dia berencana untuk mengkloning dan menjinakkan monster hutan larangan untuk menjadi komoditi inti roh dan juga untuk menjadi penjaga alam desa tersebut.

Joan dan bahkan semua penduduk desa itu tidak memahami apa yang ada didalam daerah pusat hutan larangan itu karena dari dulu sudah menjadi sebuah dongeng yang diceritakan kepada mereka untuk tidak masuk terlalu dalam ke hutan larangan karena ada banyak monster berbahaya yang akan mengancam keselamatan mereka.

Selama itu memang tidak ada penduduk desa yang berani berburu terlalu dalam dan juga belum pernah terjadi serangan dari hewan monster kecuali hanya suara geraman yang dashyat yang sekali kali mereka dengar.

Di pinggiran hutan biasanya hanya terlihat hewan-hewan liar yang normal saja

Hutan larangan itu memiliki vegetasi yang sangat lebat dan pohon - pohon yang sudah berumur sangat tua, penduduk juga jarang menebang pohon di hutan larangan itu karena kayu pohon di hutan itu adalah kayu besi yang tahan dari kerusakan selama berpuluh-puluh tahun sehingga dapat dikatakan baru kali ini penduduk desa itu menebang pohon dalam jumlah yang besar.

Sudah tujuh hari pekerjaan itu berlangsung dan keadaan aman-aman saja tanpa gangguan tetapi beberapa pekerja yang menebang pohon mulai agak was-was saat mendengar suara auman dan geraman monster hutan yang semakin sering terdengar seperti sesuatu hal sedang terjadi di dalam daerah pusat hutan larangan.

Selama tujuh hari itu Joan juga mendapatkan keuntungan gratis yang luar biasa dari tuan muda, totalnya dia mendapatkan 650 keping emas dari hasil upah memasaknya. Memang tuan muda itu adalah sumber kekayaan yang potensial baginya.

Tetapi Joan juga mengerti bahwa hal baik itu tidak akan berlangsung selamanya karena tubuh tuan muda menjadi semakin baik dan dari mulut A Hui, dia mendapatkan bocoran bahwa kehadiran tuan muda di kota itu adalah untuk mencari obat bagi pengobatan penyakit penyimpangan tenaga dalamnya. Hanya A Hui tidak mengatakan apa yang sedang dicari oleh tuan muda itu

Joan juga mengetahui bahwa ternyata harga dari bahan-bahan makanan bernilai mistis biasa dihargai dengan batu roh kelas tinggi yang jauh lebih berharga dari emas, namun dia tidak merasa dirugikan oleh tuan muda karena memang dia tidak mengerti harga dari bahan-bahan mistis dan tuan muda yang memang sudah banyak membantu nya melalui manajer rumah makan Selera Kita.

Joan sudah tahu bagaimana mendapatkan sumber kekayaan nya. Bahan-bahan energi mistis yang tidak pernah habis berasal dari ruang dimensi pertaniannya.

Jumlah hewan peliharaan nya sudah ratusan dan dia berencana untuk membuka lelang terbuka untuk menjual bahan-bahan mistis nya.

Akan banyak orang dari sekte dan klan besar dari seluruh negara atau bahkan benua Etam ini yang akan tertarik untuk membeli bahan-bahan mistis nya.

Setelah rumahnya selesai dan aula balai pelatihan dibangun barulah dia akan memulai mempromosikan bahan-bahan mistis nya.

Tentu dia juga butuh tenaga-tenaga profesional untuk menjaga dan melindungi properti dan kekayaannya. Tentu saja itu tidak bisa dilakukan oleh penduduk desa yang baru mulai bertumbuh dalam kultivasi nya.

Darimana dia akan mendapatkan pengawal seperti penjaga bayangan tuan muda?

Dia tidak kekurangan uang tetapi dia perlu orang - orang yang benar-benar setia yang tidak akan pernah berpikir untuk mengkhianatinya. Joan tidak mau menggunakan penduduk desa untuk menjadi budak cap jiwanya karena dia benar-benar berterimakasih dan menyayangi penduduk desa itu sepenuhnya.

Dia bertumbuh di desa itu dan mendapatkan banyak kasih sayang dari penduduk desa itu bahkan saat dia masih idiot. Penduduk desa itu juga telah menerima dan membantu memelihara keluarganya selama ini. Jadi Joan sungguh merasa berhutang kepada penduduk desa Genteng itu

Joan membagi tanah desa itu, memisahkannya menjadi berapa bagian. Kawasan perumahan, pertanian, pertenakan, sekolah dan balai pelatihan serta kawasan perdagangan. Petak-petak toko dan rumah makan yang nota bene pengelolaan nya diambil oleh manajemen rumah makan Selera kita dengan sistem bagi hasil yang akan menguntungkan kedua pihak.

Joan membuka lowongan pekerjaan untuk guru-guru yang akan mengajar di sekolahnya dan reformasi besar-besaran pada desa itu memang sudah menarik minat dan perhatian dari seluruh penjuru negeri itu.

Jaminan kesejahteraan yang diberikan oleh Badan Otorita Desa Genteng yang dikomandani oleh pak Joko, ayah Joan sungguh membuat kagum para pejabat di desa dan kota sekitarnya untuk mengadakan studi banding dalam pengelolaan kota itu.

Tetapi tentu saja ini akan terjadi dalam berapa tahun kemudian.

Joan memang berencana untuk membuat desa itu menjadi desa ekowisata yaitu desa yang menganut konsep pengembangan pariwisata berkelanjutan yang bertujuan untuk mendukung upaya-upaya pelestarian lingkungan (alam dan budaya) dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan yang konservatif, sehingga memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat setempat.

Untuk masuk desa itu, masyarakat luar akan dikenakan biaya tiket masuk 1 tembaga untuk setiap orang dan gratis untuk anak-anak usia dibawah 10 tahun.

Jadi selain jalan-jalan desa yang rapi, Joan juga membangun taman-taman, perkebunan buah, bungan lahan pertanian yang bisa dibuat selfi-selfie atau spot foto yang menarik. Belum ada ditemukan teknologi fotografi pada saat itu jadi Joan menggunakan para pelukis cepat untuk membantu para pelancong melukis gambar yang mereka inginkan.

Luar biasa, kelihatannya desa itu tidak akan berhenti menghasilkan uang dan kekayaan.....

Tolong jangan senang dulu.. Ha ha ha .....

Yah itu baru gambaran besarnya karena desa itu sedang menggeliat bangun dari tidur panjang nya.

Terpopuler

Comments

Osie

Osie

kereeeeenn
baru ini naca cerita dr awal sp beberapa bab non cinta cintaan..kereeen abiizzz suka banget aku nya

2025-01-31

1

lanjut lanjut lanjut

2024-09-13

1

Ahmad Fadli

Ahmad Fadli

wah krennn

2024-08-21

3

lihat semua
Episodes
1 Bertransmigrasi ke masa lalu
2 Peralihan jiwa
3 Bantu sarannya ya
4 Mendapatkan ruang bertani.
5 Mendapatkan poin pertama.
6 Makan siang...
7 Blue bebas...
8 Terungkap...
9 Ke kota
10 Perubahan
11 Makanan dengan energi mistis
12 Seratus keping emas
13 Penjualan eklusif
14 Orang Kaya Baru
15 Tuan muda
16 Rasa apa ini?
17 Emas
18 Proyek besar.
19 Lahap
20 Sumber kekayaan
21 Terluka...
22 Amnesia
23 Organisasi bayangan hitam
24 Pembunuh bayangan hitam
25 Wang junior.
26 Sekolah Pedang Terbang
27 Bertemu tuan muda
28 Bertemu tuan muda lagi
29 Manajer Chen
30 Siswa Sekolah Pedang Terbang
31 Turis
32 Blue pergi.
33 Melly
34 Gagal
35 Saudara ke tiga
36 Tamu pelelangan
37 Masuk desa
38 Little Fox
39 Malam puncak
40 Perkenalan..
41 Mulai pelelangan
42 Puncak pelelangan
43 Sadar
44 Kakak ipar
45 Pembunuh
46 Pertempuran
47 Anggota baru
48 Perjalanan
49 Halusinasi
50 Maaf ngantuk
51 Sepihak
52 Penambahan
53 Kemana
54 Pemujaan
55 Pemujaan
56 Kelapa
57 A Sen
58 Garam
59 Baru
60 Rencana
61 Ke ibukota
62 Ke istana
63 Permohonan
64 Kaisar
65 Pernikahan
66 Pernikahan 2
67 Jumpa Melly
68 ke rumah Melly
69 Balik
70 Paviliun Nusantara
71 Pemilik paviliun
72 Mempermalukan
73 Ulangi
74 Ibu Permaisuri
75 Godaan
76 Jebakan
77 Mencoba
78 Bersiap
79 Perjalanan
80 Tupai putih
81 Ilusi
82 Terbuka
83 Portal
84 Seleksi.
85 Keberangkatan
86 Berlayar
87 Istirahat
88 Diserang
89 Persiapan
90 Anak buah
91 Menyatukan kekuatan
92 Pimpinan
93 Bohoq
94 Penghadang
95 Bertemu lagi.
96 Denah
97 Pengejaran
98 Paman We
99 Serangan
100 Istana es.
101 Mengerti
102 Pelarian
103 Menyerahkan diri
104 Token kekuasaan tertinggi
105 Pernikahan
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Bertransmigrasi ke masa lalu
2
Peralihan jiwa
3
Bantu sarannya ya
4
Mendapatkan ruang bertani.
5
Mendapatkan poin pertama.
6
Makan siang...
7
Blue bebas...
8
Terungkap...
9
Ke kota
10
Perubahan
11
Makanan dengan energi mistis
12
Seratus keping emas
13
Penjualan eklusif
14
Orang Kaya Baru
15
Tuan muda
16
Rasa apa ini?
17
Emas
18
Proyek besar.
19
Lahap
20
Sumber kekayaan
21
Terluka...
22
Amnesia
23
Organisasi bayangan hitam
24
Pembunuh bayangan hitam
25
Wang junior.
26
Sekolah Pedang Terbang
27
Bertemu tuan muda
28
Bertemu tuan muda lagi
29
Manajer Chen
30
Siswa Sekolah Pedang Terbang
31
Turis
32
Blue pergi.
33
Melly
34
Gagal
35
Saudara ke tiga
36
Tamu pelelangan
37
Masuk desa
38
Little Fox
39
Malam puncak
40
Perkenalan..
41
Mulai pelelangan
42
Puncak pelelangan
43
Sadar
44
Kakak ipar
45
Pembunuh
46
Pertempuran
47
Anggota baru
48
Perjalanan
49
Halusinasi
50
Maaf ngantuk
51
Sepihak
52
Penambahan
53
Kemana
54
Pemujaan
55
Pemujaan
56
Kelapa
57
A Sen
58
Garam
59
Baru
60
Rencana
61
Ke ibukota
62
Ke istana
63
Permohonan
64
Kaisar
65
Pernikahan
66
Pernikahan 2
67
Jumpa Melly
68
ke rumah Melly
69
Balik
70
Paviliun Nusantara
71
Pemilik paviliun
72
Mempermalukan
73
Ulangi
74
Ibu Permaisuri
75
Godaan
76
Jebakan
77
Mencoba
78
Bersiap
79
Perjalanan
80
Tupai putih
81
Ilusi
82
Terbuka
83
Portal
84
Seleksi.
85
Keberangkatan
86
Berlayar
87
Istirahat
88
Diserang
89
Persiapan
90
Anak buah
91
Menyatukan kekuatan
92
Pimpinan
93
Bohoq
94
Penghadang
95
Bertemu lagi.
96
Denah
97
Pengejaran
98
Paman We
99
Serangan
100
Istana es.
101
Mengerti
102
Pelarian
103
Menyerahkan diri
104
Token kekuasaan tertinggi
105
Pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!