Mereka berdua pun akhirnya bertemu di kediaman Aji yang juga masih satu daerah dengan tempat gym.
Sesampainya Joko di kediaman Aji, Aji pun langsung memberikan sebotol minuman penambah energi untuknya.
Aji sengaja memberikan itu padanya, karena Aji mengetahui bahwa Joko selesai berolahraga dan melihat sisa keringat yang masih ada di wajahnya.
“Terimakasih,” ucap Joko setelah menerima botol itu.
Joko langsung membuka botol itu dan meminumnya saat itu juga.
“Joko?” ucap Aji.
“Ya.”
Aji membawa buku catatan besar yang sepertinya berisi sebuah catatan.
“Nilaimu merupakan nilai yang paling tertinggi diantara agen lainnya. Tapi kau mengacaukan evaluasi dari sersan pelatih mu dan rekan-rekanmu.”
Dan benar saja, itu adalah sebuah buku catatan yang berisi tentang data, kesan dan pesan semua agen yang bekerja.
“Di dalam catatan ini tertulis ‘Dia tidak peduli dengan orang lain. Dia sangat keras kepala. Dia sangat ekstrim, brutal dan sangat gegabah.’ Hahahaha.”
Aji tertawa setelah membacakan semua pesan dan kesan yang telah dibuat agen lainnya untuk Joko.
Dari catatan itu, ternyata ada juga agen lain yang menganggap sikap dingin Joko yang berarti seperti itu.
Karena Joko adalah orang yang sangat fokus dan berkomitmen, beberapa agen pun ada yang menganggap Joko egois, walau dia seorang agen terpilih dengan kemampuan yang luar biasa.
Joko pun hanya diam dengan wajah yang datar. Begitupun dengan Aji yang langsung mengambil lembaran catatan itu dan merobeknya, lalu membuangnya ke tempat sampah yang berada di pojok ruang tamunya.
“Baiklah. Lupakan saja mereka. Apa kau lupa? Tempat ini penuh dengan orang bodoh yang sangat peduli dengan reputasi mereka dan pandai membuat koneksi dengan para atasannya, satu sama lain.”
“Mereka telah melupakan inti dari tempat ini. Dalam pekerjaan kita, ada tempat yang tidak bisa dicapai orang biasa. Baik dan jahat. Etika dan moral. Pengetahuan dan ideologi.”
“Akan tetapi, aku sangat yakin dan percaya kau salah satu orang yang bisa melampaui batasan itu semua. Jadi, jangan biarkan orang-orang bodoh itu mempengaruhimu hanya dengan perkataannya.”
Aji pun tersenyum kepada Joko dan meyakinkannya kembali dengan perkataannya.
“Aku yakin kau sudah mengerjakan semuanya dengan cukup baik.”
Beberapa saat kemudian, Joko pun telah selesai bertemu dan mengobrol dengan Aji, walau Joko tak mengucapkan banyak kata.
Saat Joko akan pergi dari tempat tinggal Aji, Joko melihat sebuah mobil sedan berwarna putih dengan plat nomor, B 130898. Joko sangat yakin bahwa seseorang yang berada di dalam mobil itu sedang mengintainya.
Joko hanya diam dan mengingat plat nomor mobil itu, lalu kembali ke apartemennya.
Sesampainya Joko di apartemen, ia bergegas mandi membersihkan dirinya dari keringat.
Setelah membersihkan diri dan mengganti pakaiannya, Joko mengambil sebuah tas dan memasukkan beberapa dokumen penting seperti paspor, visa dan segepok uang yang ia masukkan ke dalam tas.
Joko juga tak lupa memasukkan foto-foto yang menunjukkan meninggalnya dua orang kolega Joko.
Tepat pukul jam 11 siang, Joko pergi keluar dari apartemennya memakai jaket dan topi berwarna hitam dengan tas berisi barang-barang yang sudah ia persiapkan sebelumnya.
Joko pun langsung memberhentikan sebuah taksi yang akan melewati jalan di depan apartemennya.
Saat taksi itu berhenti, Joko langsung membuka pintu, lalu masuk ke dalam mobil di seat kedua bagian belakang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments