Keesokan harinya nampak septyan tengah bersiap untuk pergi ke caffe tempatnya bekerja. Dan di tengah jalan dia bertemu dengan anastasya yang di temani oleh simbok.
"Tasya! Sedang apa kau di sini." Sapa septyan.
"Aku sedang mencarimu." Ucapnya.
"Mencariku? Untuk apa?" Tanya septyan sambil tersenyum.
"Apa tak boleh?" Tanya Anastasya.
"Tentu saja boleh, tapi hari ini aku harus bekerja." Jawab septyan.
"Bekerja? Sejak kapan dan dimana?" Tanya anastasya, karena anastasya tak tahu jika septyan bekerja di caffe milik ayahnya.
"Aku bekerja di caffe milik ayahmu." Jawab septyan.
"Sejak kapan? kok aku gak tahu." Tanya Anastasya.
"Belum lama. Apa kau mau ikut pergi ke caffe?" Tanya septyan.
"Apakah boleh?" Tana Anastasya.
"Kenapa tidak, lagi pula itu caffe milik ayahmu." Jawab septyan.
"Baiklah, aku ikut." Ucap anastasya.
Karena anastasya pergi bersama septyan ke caffe, maka simbok kembali pulang ke rumah bersama pak mansyur supir pribadi keluarga vallensia.
Di sepanjang jalan, septyan mengenggam tangan anastasya karena septyan tak ingin jika anastasya terjatuh. Dan tak lupa juga dengan tongkat milik anastasya dan kacamata hitam yang bertengger di hidung mancung miliknya.
Tak beberapa lama, septyan dan anastasya sudah berada di caffe tersebut. Sari yang melihat kedatangan septyan hendak tersenyum dan menyapanya tapi senyumnya langsung pudar saat melihat septyan bersama dengan seorang wanita yang sangat cantik, bahkan jauh lebih cantik dari dirinya.
"Siapa ini sep?" Tanya mas anwar selaku chef di caffe tersebut.
"Ini anastasya, putri pak firdaus." Ucap septyan.
"Nona anastasya, suatu kehormatan anda bisa kemari." Ucap mas anwar.
"Tidak perlu seformal itu." Ucap Anastasya.
"Hehehe, kalau begitu nona. Mau makan apa, biar saya buatkan." Ucap mas anwar.
"Tak usah." Ucap Anastasya. "Tolong bantu saya untuk duduk." Ucap anastasya pada septyan. Lalu septyan menuntun anastasya pada meja yang ada di samping jendela.
Lalu mas anwar kembali ke dapur untuk menyiapkan makanan, karena sebentar lagi para pelanggan pasti banyak yang berdatangan.
Saat mas anwar hendak pergi dapur, dia tak sengaja berpapasan dengan sari.
"Mas anwar." Panggil sari.
"Apa apa ri?" Tanya mas anwar.
"Wanita yang bersama septyan itu siapa?" Tanya sari sambil berbisik.
"Oh, itu. Dia itu putri pak firdaus. Pemilik caffe ini, namanya Anastasya." Ucap mas anwar.
"Bukannya putri pak firdaus itu gak buta?" Tanya mbak sinta selaku kasir di caffe tersebut.
"Apaan sih sin, kebiasaanmu suka nguping pembicaraan orang." Ucap mas anwar.
"Emang apa masalahnya aku nguping. Dan benerkan bukannya putri Pak Firdaus itu gak buta." Ucap mbak sinta.
"Emangnya kamu gak tahu, putrinya itu mengalami kecelakaan dan akhirnya buta." Ucap mas anwar.
"Oh, pantesan. Kasihan yah!" Ucap mbak sinta.
"Iyah, kasihan banget. Tapi apa boleh buat itu udah takdirnya. Udah ah, jangan ngegibah terus. Kerja-kerja." Ucap mas anwar pada mbak sinta dan sari.
Lalu sari memikirkan ucapan dari mas anwar, dia tak menyangka jika wanita itu adalah putri dari pemilik caffe tersebut.
Sementara itu, terlihat septyan dan anastasya tengah tertawa bersama. Entah apa yang sedang mereka tertawakan.
"Tasya, para pelanggan mulai berdatangan. Aku harus nyanyi dulu." Ucap septyan.
"Iyah." Jawab anastasya sambil tersenyum pada septyan.
Meski dalam keadaan buta sekali pun, anastasya tetap cantik. Apalagi jika dia tak buta, mungkin kecantikannya akan bertambah dua kali lipat. Pikir septyan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 120 Episodes
Comments
Sf_
...
2021-07-25
0
Liwang Liwang
usahakan visualnya thor
2021-07-15
0
Mumut Mutiah
wah calon ada penggangu lagi aja
2021-05-07
0