Selain sebagai penerangan, api unggun disinyalir dapat mengusir binatang buas yang berkeliaran ditengah hutan pada saat malam hari. Hal itu membuat Krisna leluasa untuk beristirahat ditengah hutan, meski tak memiliki atap untuk berteduh sembari berharap hari ini tak terjadi hujan.
Keesokan paginya Krisna segera membersihkan sisa-sisa abu api unggun yang ia nyalakan kemarin, Ia lalu bersiap melanjutkan kembali perjalanannya menemukan kedua rekannya yang hilang ditengah hutan. Namun dirinya sampai saat ini masih belum menemukan petunjuk apapun tentang keberadaan mereka sehingga membuatnya merasa kebingung harus memulai semuanya dari mana.
Lalu Krisna menemukan jalan setapak yang berada sekitar 200 meter dari lokasi saat ini dan ia memutuskan untuk mencoba menyusuri terlebih dahulu jalan setapak tersebut. Selama perjalanan berlangsung, krisna tak merasa ada yang janggal dengan kondisi dalam hutan meskipun suasananya tetap saja sepi.
"Seperti biasa, tak ada satu hewan pun yang kutemukan disini." Ujar Krisna seakan sudah terbiasa dengan suasana hutan yang sunyi.
Krisna juga bermaksud untuk mencari kayu bakar untuk stock membuat api unggun malam nanti, jika saja dirinya menemukannya disepanjang jalan yang ia lalui.
Tanpa sengaja krisna melihat disebelah kanannya ada sebuah pohon yang tampaknya telah berusia sangat tua berada ditengah-tengah ilalang yang menempel disekitarnya. Lalu Krisna pun mencoba mendekati pohon tersebut sambil berharap dapat menemukan setidaknya petunjuk akan keberadaan kedua rekannya yang telah hilang.
Setelah didekati krisna tak menemukan apapun disekitar pohon itu selain batang kayu yang telah kering yang sangat cocok untuk dijadikan sebagai kayu bakar.
Krisna pun bermaksud untuk mengambil kayu-kayu itu, namun tiba-tiba saja ia mendengar bisikan gaib yang mengatakan agar dirinya tak boleh mengambil kayu tersebut. Namun krisna merasa bahwa hal tersebut hanyalah sebatas suara angin saja, yang membuatnya melanjutkan keinginannya untuk mengambil batang kaya yang telah kering itu.
Pada saat melakukan pengambilan kayu tersebut, seluruh badannya tiba-tiba merasa gatal tanpa adanya sebab yang jelas. Tetapi hal tersebut tak digubrisnya dan lantas kembali mengambil kayu-kayu itu dengan perasaan tenang.
Setelah mengambil semua kayu kering itu, krisna pun kembali melanjutkan perjalanannya.
***
Scane berpindah pada Yandi yang sedang duduk didalam tendanya sembari memakan beberapa cemilan yang ia bawa sendiri dari rumahnya.
"Bagaimana ya! Caranya aku bisa mendapatkan peta lokasi hutan ini, dari tangan Angga." Ujar Yandi, berbicara didalam pikirannya namun tak meninggalkan pikirannya yang kosong.
Yandi pun berfikir untuk mencoba menemui Angga sekali lagi, namun kali ini ia tak bermaksud mengatakannya pada felix agar semua rencananya berjalan dengan lancar.
Setelah berfikir panjang lebah akhirnya ia memutuskan untuk melakukan rencana yang telah ia susun sejak awal itu.
Yandi pun segera pergi menuju tempat Angga, tak membutuhkan waktu lama ia akhirnya sampai ke lokasi tandanya. Tendanya terlihat sangat sepi tidak seperti kemarin, Yandi barifikir mungkin saja mereka semua masih sedang tidur didalam tandanya.
"Aku akan periksa didalam, mungkin saja mereka masih tidur." Ujar Yandi tanpa menaruh kecurigaan apapun tentang ke berada mereka.
Setelah berhasil masuk kedalam tenda Yandi merasa aneh karena ia begitu mudahnya masuk tanpa adanya halangan apapun dari mereka. Lebih anehnya lagi Yandi menemukan bahwa didalam tenda tidak ada satu orang pun yang berada disana.
Kemudian Yandi yang sedari awal mempunyai maksud untuk mengambil peta lokasi tentang hutan ini, langsung saja menggeledah semua barang yang ada disana tak terkecuali tas milik Angga serta teman-temannya yang tampak ditinggalkan begitu saja.
Namun sampai beberapa jam berlalu Yandi tak menemukan barang yang ia cari.
"Dimana Angga menyembunyikan Peta itu." Ujar Yandi, sambil menggeledah semua barang yang dilihatnya.
Hal itu membuat Yandi frustasi, tetapi disaat Yandi ditengah kefrustasian itu tiba-tiba muncul Angga dengan raut wajah yang tampak linglung. Yandi yang merasa aksinya telah ketahuan, bermaksud untuk menjauh serta melarikan diri dari Angga karena dalam sepengetahuannya Angga memiliki senjata berupa pistol yang akan siap membunuhnya kapanpun.
Yandi pun mencoba kabur dari tempat tesebut dengan cepat menendang bagian kaki serta dada dari Angga yang mulai mendekatinya. Pada saat hendak keluar dari tenda tersebut Yandi mendengar suara teriakan yang sangat melengking hingga membuat telinganya sakit setelah ditelusuri ternyata sumber dari suara itu berasal dari Angga. Lantas iapun berusaha untuk menghentikan teriakan itu dengan cara menaburkan bubuk cabai kedalam mulutnya yang saat itu tengah terbuka sangat lebar.
"Rasakan ini! Dengan ini kau pasti akan lansung berhenti." Ujar Yandi, sambil menaburkan menaburkan bubuk cabai yang ia ambil dari tas milik Agung tadi saat melakukan penggeledahan.
Beruntung bagi Yandi karena menemukan sesuatu yang dapat ia gunakan sebagai senjata, meski itu hanyalah sebuah bubuk cabai.
Tampaknya reaksi dari bubuk cabai itu telah dimulai, namun ada suatu keanehan dari diri Angga Yandi pikir Angga akan tersedak ataupun akan langsung merasakan kekerasan yang sangat luar biasa sehingga membuatnya tak dapat berdiri lagi setelah menelan bubuk cabai yang sangat banyak itu.
Tetapi yang dilihatnya sungguh aneh Angga malah berdiri tegap dengan tatapan kosong menghadap kearah Yandi, yang secara tiba-tiba Angga langsung berlari dengan sangat cepat menuju kearahnya.
Yandi yang mulai panik mencoba melemparinya dengan barang-barang yang berada disekitarnya, namun hal itu tak dapat menghentikan langkahnya ataupun membuat pergerakannya melambat.
Dengan keadaan terdesak Yandi pun hanya dapat berdoa atas keselamatanya. Seketika disaat Yandi tengah memanjatkan doa tiba-tiba Angga terlihat seperti kepanasan.
"Pa-panas! Panas-panas." Ucap Angga berteriak kepanasan yang tampaknya ia rasakan pada sekujur tubuhnya sembari memegang bagian kepalanya.
Yandi terus saja membacakan doa kepada Angga yang tampaknya hal itu dapat berpengaruh pada Angga.
Lalu setelah Yandi hampir selesai membacakan doanya secara tak terduga ada sesuatu yang tampak keluar dari tubuh Angga, yang kemudian ia mendekatinya dan tanpa disangka sesuatu yang keluar dari tubuh Angga tak lain adalah sesosok jin yang bersemayam ditubuh Angga.
Yandi berusaha untuk mengeluarkan jin tersebut dengan kemampuan yang dirinya miliki sebagai seorang 'Medium', namun tampaknya jin tersebut menolak untuk dikeluarkan dari dalam raga Angga.
Yandi berusaha untuk masuk kedalam ingatan dimana semuanya dimulai dengan jin tersebut, meskipun kemampuannya sampai saat ini hanya sebatas dapat berkomunikasi dengan makhluk gib serta juga bisa merasakan keberadaan mereka.
"Aku tak kumiliki pilihan lain kecuali mencoba mengembangkan kemampuanku ini." Ujar Yandi, sambil memegang tubuh Angga yang terlihat sudah sangat lemas.
Yandi mencoba berinteraksi dengan jin tersebut dan menemukan hal aneh dengan benda yang dipegang oleh Angga, setelah mengambilnya dari tangan Angga ternyata benda itu adalah sebuah keris.
"Apa...! Sebuah keris, untuk apa Angga menyimpan benda seperti ini?" Ujar Yandi, merasa curiga dengan keterkaitannya keris ini dengan jin yang telah merasuki tubuh Angga.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments
Senjana
orang kesurupan dilawan 😔😔
2023-02-05
0