Malam Pertama Pencarian

Lalu Krisna pun memutuskan untuk menemui Angga yang saat ini berada didalam tenda, disaat krisna menghampirinya waktu itu angga tampak sedang memperhatikan handphonenya.

"Sedang apa kau datang menemuiku krisna." Tanya Angga dengan nada dingin, tanpa memandang kearah krisna sedikitpun dan tetap melanjutkan hal yang dikerjakannya.

"Ada hal yang ingin dibicarakan denganmu." Ujar krisna, sembari perasaannya mencemaskan kedua temannya yakni Agung serta Nano yang tak kunjung datang hingga kini.

"Tentang apa?" Tanya Angga, yang pada akhirnya menatap kearah Krisna dengan wajah yang tampak kusam.

Krisna lalu menceritakan tentang kekhawatirannya terhadap kedua temannya yang tak kunjung datang dari mengumpulkan kayu bakar "Begini! Aku merasa khawatir terhadap agung dan juga nano karena tidak seperti biasanya mereka mencari kayu bakar hingga larut malam begini."

"Mungkin mereka berdua sedang semangat sekali mencarinya sehingga lupa waktu." Ujar Angga dengan raut wajah yang tak menampakkan rasa cemas sedikitpun meski kedua rekannya yang masih belum datang juga hingga saat ini.

Krisna pun merasa kesal dengan perkataan Angga yang terdengar menyepelekan hal ini. Krisna pun keluar dari tenda meninggalkan Angga seorang diri dengan perasaan kesal.

"Baiklah! Jika kau tidak memperdulikan mereka berdua." Ucap Krisna dengan perasaan kesal karena tanggapan yang dilontarkan oleh Angga.

"Lalu apa yang ingin kaulakukan?" Tanya Angga merasa penasaran dengan keputusan selanjutnya yang diambil oleh krisna setelah dirinya berkata demikian.

"Biar aku sendiri yang akan mencari mereka." Ujar Krisna dengan mengepalkan tangan kanannya dengan sangat erat yang pada akhirnya ia keluar dari tenda tersebut.

Angga pun hanya meresponnya dengan tersenyum tipis seperti tidak terjadi masalah apapun.

Krisna yang saat ini tengah kesal dengan respon yang diberikan oleh Angga berniat untuk mencari kedua rekannya ditengah hutan seorang diri menggunakan senter yang dimiliki olehnya sebagai alat bantu penerangan ditengah gelapnya hutan saat itu.

Krisna menyusuri beberapa rute yang biasa dilewati oleh Agung serta Nano untuk mencari kayu bakar, namun disepanjang rute tersebut ia tak menemukan petunjuk apapun tentang keberadaan mereka berdua.

Pemikiran tentang mereka dimakan oleh binatang buas pun terlintas di pikiran Krisna pada saat itu. Tetapi jika benar Agung serta Nano telah diterkam oleh binatang buas di tengah hutan seharusnya mereka berdua meninggalkan bercak darah yang takkan hilang dalam 2 hari, kecuali jika hujan turun namun hari ini cuacanya cerah mustahil jika noda darah hilang begitu saja.

Krisna pun meneruskan kembali pencariannya hingga masuk lebih dalam ke area dalam hutan. Pada saat disana ia melihat sesuatu yang aneh, Ia melihat sebuah patung yang menyerupai manusia berada disekitar pepohonan yang cukup lebat. Krisna melihat patung itu memperlihatkan ekspresi ketakutan seakan ada seseorang yang tengah membahayakan nyawanya, namun Krisna tak tahu begitu pasti apa maksud dari patung itu serta apa yang sedang ia takuti itu.

Krisna pun seakan tak mempedulikan maksud dari patung tersebut, ia lalu melanjutkan kembali perjalanannya untuk menemukan kedua rekannya yang tengah hilang. Setelah berjam-jam mencari kedua rekannya itu, krisna mulai sadar bahwa dirinya telah sangat jauh dari lokasi tendanya saat ini.

***

Scane berpindah ke Angga yang saat ini berada di tenda seorang diri setelah ia menolak ajakan dari krisna tadi.

"Aneh rasanya, jika seseorang nekat masuk kedalam hutang seorang diri." Ujar Angga, berbicara seorang diri seakan tidak percaya jika krisna bisa senekat itu.

Angga sedang mondar-mandir didalam tendanya sembari memikirkan perilaku menentang yang dilakukan oleh krisna tadi padanya. Setelah Angga merasa cukup tenang iapun memutuskan keluar dari tenda juga untuk mencari udara segar agar lebih menenangkan dirinya serta berusaha agar dapat melupakan untuk sementara waktu tentang teman-temannya.

Angga mencari tempat sepi untuk menenangkan, yang akhirnya ia memilih tempat dibawah pohon beringin besar yang tak jauh dari tendanya. Ia mencoba memikirkan sesuatu tentang rencana nya menemukan Felix kembali serta membungkam Yandi dengan cara membunuhnya, namun dirinya tak dapat menemukan lokasi pasti dari keduanya hingga saat ini. Lantas Angga merasa sangat frustasi seakan tak ada cara lain untuk mengakhiri semuanya selain membunuh Yandi oleh tangannya sendiri, lalu dirinya tiba-tiba menemukan sebuah keris yang berukuran kecil tepat disamping tempatnya berdiri.

Lantas Angga pun mengambil keris tersebut "Wah apa ini! Ternyata sebuah keris, jika diingat baik-baik bukannya keris dapat membuat seorang sakti."

Setelah dipikir baik-baik oleh Angga, keris yang dirinya temui ini dapat digunakan sebagai alat untuk membunuh Yandi. Lalu tak lama setelah Angga mengambil keris itu tiba-tiba muncul sesosok wanita dengan rambut terurai panjang menutupi seluruh bagian depan wajahnya yang tengah duduk diatas ranting pohon beringin.

Sontak hal itu membuat Angga terkajut bukan main hingga bulu kuduknya berdiri, yang lebih parahnya lagi sosok tersebut tampak tengah memandangi Angga meski wajahnya tak terlihat seutuhnya. Angga yang tak dapat berkata apapun langsung melarikan diri dari tempat itu, namun secara tiba-tiba sosok itu berada didepan Angga seakan memberikan isyarat bahwa Angga takkan bisa kabur darinya.

"Ha-hantu...!" Berbicara terbata-bata dengan raut wajah yang pucat karena ketakutan sambil tangan kanannya memegang keris yang ia temukan tadi.

Merasa dirinya terpojok dan tak dapat melakukan perlawanan apapun, Angga memilih untuk mencoba menusukkan keris yang ia pegang kearah sosok hantu yang menghalanginya itu.

"Rasakan ini, dasar hantu busuk!" Ujar Angga, sembari berkata kasar serta menusukkan kerisnya kearah hantu tersebut.

Namun ternyata bukannya hantu itu langsung lenyap, malahan hantu tersebut menangkis serangan Angga serta dapat menyerang balik Angga hingga ia terpental.

"A-Arghh! Sial hantu kurang ajar." Ujar Angga sembari memegang bagian dadanya karena merasa sakit dan mencoba menyerang kembali sosok hantu itu dengan menggunakan kerisnya.

Kali ini Angga mengarahkannya kearah bagian kepalanya, berharap hantu tersebut segera lenyap "Rasakan ini hantu jahanam!."

Namun ternyata lagi-lagi usahanya dapat digagalkan dan kali ini Angga mendapatkan serangan yang cukup aneh yang bahkan sampai membuatnya kerasukan oleh sosok makhluk gaib tersebut.

"A-Ahhhh...!" Angga mulai kesurupan oleh makhluk halus tersebut, yang membuatnya berteriak histeris.

Tak ada satupun temannya yang berada disana, membuatnya tak ada yang menolongnya mengeluarkan mahkluk gaib tersebut dari tubuhnya.

***

Scane berpindah pada krisna yang masih mencari-cari keberadaan Agung serta Nano ditengah hutan seorang diri.

"Agung! Nano, dimana kalian?" Ujar Krisna memanggil-manggil kedua rekannya tersebut, tanpa menghiraukan keadaan ditengah hutan yang pada saat itu sudah sangat gelap.

Krisna pun merasa tak dapat menemukan apapun meski dirinya telah masuk kedalam hutan, yang bahkan jika dirinya kembali saat ini ke lokasi tenda itupun sudah mustahil dilakukan karena semakin gelapnya suasana hutan serta arah kompas miliknya yang tak dapat berfungsi didalam area hutan tersebut membuatnya terpaksa membuat tenda darurat menggunakan tikar yang ia bawa sebagai alas untuk ia tidur serta beberapa kayu bakar yang tersisa dari tenda sebelumnya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!