Peluru Pembalas Dendam

Saat sampai di tenda, kayu-kayu kering itupun Yandi simpan dibagian samping tenda untuk nantinya digunakan.

Kemudian Yandi segera bergegas menemui Felix yang berada didalam tenda, disaat bertemu dengannya nampaknya felix sedang tertidur pulas dan Yandi tak tega untuk membangunkannya.

Waktu menunjukkan pukul 5 sore, masih ada waktu baginya sebelum pergi menemui angga. Yandi memilih untuk beristirahat sejenak didalam tenda hingga ia tak sadar telah tertidur.

Setelah sadar Yandi merasa ada sesuatu yang menyelimuti dirinya, ketika diperhatikan ternyata ada seseorang yang telah memakaikan selimut padanya saat ia tertidur. Yandi heran siapa orang yang telah memakaikan selimut padanya, jika dipikir lagi hanya dirinya dan juga felix yang selama ini tinggal di tenda. Lalu yandi pun yakin bahwa orang yang melakukannya ialah felix.

Yandi pun berencana mencarinya karena felix tampaknya telah bangun sejak tadi dan telah pergi keluar tenda. Namun setelah melakukan pencarian selama 15 menit diarea sekitaran tenda Yandi tak menemukan keberadaan felix sama sekali, bahkan jejak aktifitasnya pun tak ditemukan yang artinya felix tak pernah sekalipun melakukan hal disekitar area tenda.

Kemudian Yandi sadar, jika felix telah pergi jauh meninggalkan tenda namun tujuannya masih belum bisa diketahui. Lalu Yandi mencoba memprediksikan bahwa felix nekad pergi menemui angga karena alasan tak ingin membebani Yandi.

"Jangan-jangan felix." Ucap Yandi, sembari merasa khawatir dan matanya hingga tercengang.

Yandi pun dengan segera bergegas menuju tempat angga untuk mencari kebenarannya, setelah sampai ditempat angga yandi memperhatikannya dari kejauhan dibalik sebuah pohon rindang.

Setelah diperhatikan lebih dekat memang seperti dugaan ia sebelumnya, saat ini felix berada disamping angga dan tampak sedang berbincang-bincang. Felix sepertinya tengah memperbincangkan sesuatu yang amat serius dengan angga.

Yandi berusaha untuk mendekati mereka berdua perlahan demi perlahan, setibanya di pohon yang paling dekat dengan mereka. Tampak 3 temannya yang lain berada didepan tenda yang berada di pohon besar yang membuat Yandi merasa tidak nyaman sebelumnya.

Terlihat salah satu temannya tersebut yaitu krisna berjalan mendekati tempat dirinya berada saat ini.

"Gawat! Aku bisa ketahuan." Ucap Yandi, dengan perasaan bingung.

Yandi mencoba untuk menusuk di balik semak semak yang berada disekitarnya dengan sangat cepat. Namun tampaknya posisi nya telah ketahuan oleh krisna karena suara gemerisik dari dedaunan. Yandi pun hanya bisa pasrah, tapi ketika krisna mencoba mendekat kearah tempat Yandi berada. Tiba-tiba saja Nano memanggilnya.

"Krisna! Sedang apa kau disana?" Tanya Nano dari kejauhan yang nampak menyaringkan suaranya agar sampai pada krisna.

Krisna yang merespon pun menjawabnya "Aku sedang melihat-lihat disini."

"Jika tidak ada kerjaan lebih baik kemarilah, angga ingin bicara sesuatu denganmu." Ujar nana sembari melambai lambaikan tangannya.

"Oke baiklah, aku akan segera kesana!" Ujar Krisna, berjalan menjauh dari tempat Yandi berada.

"Oh syukurlah! Aku tidak jadi ketahuan." Ujar Yandi, sambil mengusap dadanya.

Yandi pun mencoba memeriksa situasi diluar, apakah Krisna sudah pergi atau belum. Setelah merasa sudah aman Yandi pun keluar dari semak-semak untuk melanjutkan pengintaian terhadap Felix serta Angga yang terlihat semakin jauh darinya karena pelarian tadi.

Terlalu banyak pepohonan yang rimbun disekitar tempat Yandi saat ini yang membuat penglihatannya terhadap mereka berdua sedikit terhalang. Tetapi itu tak lantas membuatnya putus asa, Ia kembali mendekati mereka dengan cara mengendap-endap diantara rimbunnya pepohonan dan juga semak belukar.

Pada saat mencoba menguping pembicaraan mereka berdua, Yandi mendengarkan kata cinta dari mulut Felix, lantas ia bertanya-tanya untuk siapa kata cinta itu dimaksud.

Tak lama kemudian datanglah Krisna yang terlihat tergesa-gesa menghampiri Angga. Dia tampak berbincang-bincang dengan angga disana, entah apa yang mereka bicarakan suara mereka terdengar kurang jelas.

Setelah itu tiba-tiba mengeluarkan sesuatu dari celananya, ternyata setelah dilihat baik-baik banda itu merupakan sebuah pistol berukuran cukup besar tampak sedang diarahkan pada Felix. Sontak Yandi pun terkejut setelah melihatnya dan bergegas menuju tempat mereka.

Yandi berlari sangat kencang menuju arah mereka bertiga dengan maksud untuk menyelamatkan Felix dari tembakan yang sedang diarahkan padanya.

"Felix...!" Ujar Yandi Sambil berteriak.

Saat Yandi berhasil sampai disana, ia langsung menarik tubuh Felix dan bersamaan dengan itu terdengar suara tembakan yang berasal dari arah krisna. Tampaknya tembakan tersebut memang diarahkan pada Felix, Akan tetapi Felix telah Yandi amankan dan peluru dari tembakan tersebut hanya mengenai lengan tangannya.

Lalu tanpa pikir panjang Yandi langsung membawa pergi Felix menjauh dari tempat itu, dengan luka tembakan yang terdapat pada lengan tangan kanannya. Tak membuat laju Yandi terhenti, malah ia semakin kencang berlari sambil memegang tangan Felix.

***

Dilain tempat Angga merasa sangat kecewa pada Krisna karena tak melakukan tugasnya dengan baik, tetapi dengan luka yang didapat oleh yandi dirinya yakin ia dapat dengan mudah menemukannya kembali dari bekas luka yang berceceran di tanah.

"Krisna! Cepat kau temukan mereka sekarang, mereka tak mungkin bisa pergi jauh sereh kehilangan banyak darah." Ucap Angga, sembari tersenyum lebar.

Angga lalu menyuruh Krisna untuk mencari keberadaan dari Yandi serta Felix. Sementara Ia akan mempersiapkan beberapa alat untuk nantinya digunakan pada saat mereka ditemukan.

***

Merasa bahwa ia telah kehilangan cukup banyak darah, Yandi memutuskan untuk bersembunyi di balik bebatuan besar sembari menghentikan pendarahan pada lengan kanannya.

"Sial! Si keparat itu berhasil mengenai lenganku." Ucap Yandi, sambil merintih kerena merasa sakit.

"Kenapa kau tiba-tiba ada disini, Yandi!" Ucap Felix, mereka Kaget.

"Pertanyaanya nanti saja, sekarang kita bisa meloloskan diri dari mereka." Ujar Yandi.

"Lukamu itu! Kenapa kau melakukan semua ini." Ucap Felix, Sembari keluar lengan kanan Yandi yang terluka.

"Sudah kubilang kan! Pertanyaanmu nanti saja, saat kita sudah sampai tenda." Ucap Yandi, Sembari menekan lukanya dengan tangan kirinya.

Lalu Felix mengeluarkan sesuatu di jantung celananya yang ternyata setelah dikeluarkan, benda itu merupakan sebuah sapu tangan panjang "Sini, biar aku yang membersihkan lukamu."

Felix pun membersihkan luka-luka yang ada pada lengan kanan Yandi, agar tidak terinfeksi Felix membasuh lukanya dengan air yang dia ambil dari tasnya sembari dibalut dengan sapu tangan miliknya tadi sebagai tindakan pertolongan pertama karena obat-obatan medis miliknya ia tinggalkan didalam ditenda.

"Bagaimana, apakah masih terasa sakit?" Ucap Felix Sembari membalut luka yang ada pada lengan Yandi.

"Sekarang sih! Sudah terasa baikan, terima kasih?" Ujar Yandi.

Lalu setelah merasa lebih baik Yandi serta Felix pergi dari tempat tersebut untuk menuju ke tenda milik mereka.

***

Ditempat lain Krisna yang tengah mencari keberadaan Yandi serta Felix melalui jejak bercak darah yang tertinggal di tanah yang telah mereka lewati sebelumnya.

"Mereka gesit juga, meski telah terkena tembakan." Ucap Krisna, sembari melihat kebawah mengikuti sepanjang jalan yang ada bercak darah Yandi.

Namun setelah sampai disebuah batu besar tiba-tiba bercak darah itu hilang

"Haaa! Bercak darahnya tiba-tiba menghilang sampai dibatu besar ini." Ucap Krisna, Sembari mencari jejak-jejak keberadaan mereka yang lain.

"Apakah mereka sudah sadar, jika mereka akan diikuti." Ucap Krisna.

Akhirnya setelah tak kunjung mendapatkan petunjuk apapun, Krisna memutuskan untuk kembali ketendanya dan memberitahu hal ini pada Angga.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!