Menyusun Rencana

Lalu mereka pun mulai memutuskan untuk berpacaran sejak saat itu. Kemudian Yandi dan juga Felix kembali melanjutkan diskusi mereka tentang rencana mereka keluar dari hutan okihara tersebut 'Okihara merupakan sebutan lain dari hutan Wahea'. Namun dengan minimnya petunjuk yang mereka dapatkan hingga saat ini, membuat pencarian ini menemui jalan buntu.

Tetapi menurut Felix masih ada alternatif lain untuk mendapatkan petunjuk tersebut, yakni dengan cara mengambil peta mengenai hutan ini yang saat ini dipegang oleh Angga. Meskipun cara itu sedikit berbahaya, namu menurutnya hanya cara itu satu-satunya untuk mengetahui lokasi jalan keluar dari hutan ini.

Pada saat itu Yandi sedikit tidak mempercayai perkataan dari Felix, jika Angga mempunyai sebuah petunjuk yang sangat penting karena menurutnya mana mungkin angga mempunyai peta itu sedangkan dirinya yakni Angga saat ini tengah kebingungan juga mencari jalan keluar beserta teman-temannya yang lain.

Kemudia Felix pun mencoba menjelaskan pada Yandi yang menjadi alasan dari angga menyembunyikan peta tersebut dar teman-temannya yang lain.

"Lalu, apa alasannya?" Tanya Yandi.

"Tujuannya mungkin untuk membalaskan dendam terhadap kita." Ujar Felix menatap kearah Yandi.

"Apa kau yakin, itu alasannya." Ucap Yandi, merasa belum Yakin dengan yang diucapkan oleh Felix.

"Meski awalnya aku sedikit ragu, tapi aku yakin bahwa anggapan ini benar."

"Apa yang membuatku yakin dengan keputusanmu itu?" Tanya Yandi Kembali, masih merasa belum yakin dengan perkataan dari felix.

"Seharusnya kamu tahu kan! Jika angga sangat membenci kita, kau sebagai pacarku harusnya percaya terhadapku bukannya malah terus saja mencurigaiku." Ucap Felix, sembari merasa bahwa Yandi menganggap kata-katanya tentang cinta tadi hanyalah lelucon belaka.

"Kau telah salah paham! Bukan aku tidak mempercayaimu, hanya saja ini sedikit aneh menurutku." Ucap Yandi, sambil tatapannya menatap kebawah.

"Aneh...! Aneh kenapa?" Tanya Felix,

"Menurut pendapatku, angga memiliki rencana lain mengenai hal ini, yang pastinya bukan seperti yang kau bicarakan tadi

"Maksudmu?" Tanya Felix, merasa bingung.

Kemudian Yandi pun menuturkan tentang pendapatnya mengenai Angga "Menurutku angga sepertinya telah merencanakan hal ini sejak awal sebelum pemberangkatan ke hutan ini, entah apa tujuannya yang pastinya ia memiliki niat jahat terhadap kita."

Felix pun akhirnya mengerti apa yang dimaksud oleh Yandi, namun mereka berdua belum memiliki bukti apa-apa tentang tujuan angga yang sebenarnya.

"Jadi apa yang aka kita lakukan selanjutnya?" Ucap Felix.

Yandi pun berfikir lebih keras lagi dengan apa yang akan dirinya lakukan untuk selanjutnya, karena tak memiliki banyak pilihan. Akhirnya yandi memutuskan untuk mengikuti rencana yang disarankan oleh Felix, walaupun rencana tersebut memiliki banyak sekali resiko.

"Baiklah...! Aku akan mengikuti rencana yang kamu sarankan." Ucap Yandi, dengan nada yang sedikit gelisah.

"Lalu...! Bagaimana kita akan mengambil petanya dari tangan Angga?" Tanya Yandi.

"Biar aku saja yang akan kesana menemuinya kau tetaplah disini saja, jika ada kesempatan aku akan mengambil petanya." Ujar felix menjelaskan tentang rencananya.

Yandi merasa khawatir dengan keselamatan Felix "Aku merasa keberatan dengan rencanamu itu, resikonya terlalu tinggi?"

"Tapi kita tidak punya cara lain lagi untuk dapat melakukannya." Ujar felix, dengan alisnya yang tampak sedikit dikerutkan.

"Aku akan memikirkan cara lain selain mengorbankan dirimu kesana?" Ucap Yandi, Dengan sifat keras kepalanya.

"Apa kau ingin kita disini terus selamanya, setidaknya kau dapat pergi dari hutan ini." Ucap Felix, dengan nada yang sangat keras.

"Daripada aku harus keluar seorang diri dari dalam hutan, lebih baik aku tetap tinggal disini untuk selamanya denganmu." Ucap Yandi, sambil memandang kearah felix dengan sangat tajam.

"Ehhh! Apa yang kau bicara..." Ucap Felix yang tiba-tiba saja pembicaraannya dipotong oleh yandi yang dimana tangannya menyentuh bibir dari Felix.

"Selama masih ada cara lain, aku tidak akan pernah mengorbankan teman-temanku yang telah percaya padaku." Ujar Yandi, sembari melepaskan jari telunjuknya yang dari tadi menyentuh bibir felix.

"Lalu kau mau apa?" Tanya Felix, dengan nada suara yang sedikit agak berat.

"Aku yang akan pergi kesana seorang diri untuk menemuinya, kau tetaplah disini." Ujar Yandi, sembari menatap felix dengan tatapan yang serius.

"Kau bodoh ya! Angga tidak akan mau mendengarkan perkataanmu." Ucap Felix, sembari menggenggam tangan Yandi kembali yang baru saja dia lepaskan.

"Aku tahu itu! Karena itu yang kulakukan saat ini hanyalah terus mencobanya." Ucap Yandi sembari mengepalkan tangan kananya.

"Jangan terus-terusan berlagak jadi pahlawan." Ujar Felix, sembari meneteskan air mati karena mengkhawatirkan keselamatan Yandi

"Jika pahlawan itu memang ada, maka aku siap menjadi pahlawan itu sendiri untuk dapat melindungi semua teman-temanku yang berharga." Ujar Yandi, sambil menatap kearah felix yang sedang menangis dan mengusap air matanya.

Kemudian yandi pun memutuskan untuk pergi menemui angga pada malam hari, walaupun agak riskan tetapi menurut Yandi pergi menemui angga pada malam hari memiliki tujuan tersendiri. Meski tak menemaninya kesana, Felix tetap akan membantunya dengan cara mendoakan yang terbaik demi keberhasilan rencana ini.

Mereka berdua pun bersantai-santai sejenak di tenda sembari menunggu matahari terbenam. Pada saat itu Yandi memilih mencari kayu bakar ditengah hutan untuk keperluan malam nanti, sedangkan Felix memilih untuk berdiam diri didalam tenda.

Yandi kembali lagi menyusuri hutan lebat yang dipenuhi dengan pohon-pohon yang terlihat amat rindang, namun disisi lain hutan itu menyimpan banyak misteri yang sampai saat ini masih belum terkuak sepenuhnya. Saat Yandi sedang asyik melihat pemandangan sekitar tiba-tiba tampak sebuah pohon yang sangat besar dan dibawahnya terdapat banyak sekali batang pohon tersebut yang berjatuhan. Tanpa pikir panjang Yandi pun langsung pergi kesana untuk segera mengambilnya, namun saat hendak menuju pohon itu Yandi secara tiba-tiba melihat kejadian gaib dimana terdapat ular yang berukuran sangat besar disekitar pohon itu yang mana anehnya ular tersebut memiliki tanduk dikepalannya. Yandi yang merasa penasaran mencoba untuk lebih dekat dengan makhluk itu agar dapat melihat jelas bentuk asli ular itu.

Seperti yang Yandi curigai tadi, makhluk itu memang menyerupai ular namun bentuknya sedikit lebih aneh.

Yandi pun mencoba sedikit berkomunikasi dengan makhluk tersebut, dan terungkap bahwa dulunya ia tewas karena gantung diri didalam hutan ini.

"Hal Itu dapat kuketahuhi dari penampilan dan juga wajahya yang tampak sangat menyeramkan." Ujar Kakaknya, sembari melihat kearah sosok tersebut.

Lalu Yandi mengurungkan niatnya untuk mengambil kayu dipohon tersebut karena larangan mengambil bagian apapun dari pohon itu oleh penunggu pohon tersebut.

Kemudian Yandi pun segera memutuskan untuk kembali mencari kayu bakar ditempat lain. Setelah mencari hingga sekitar 45 menit, pada akhirnya pohon yang sedang dicari dapat ditemukan. Pohon itu memiliki tinggi yang lebih pendek dari pohon yang sebelumnya. Walaupun kayu keringnya hanya terdapat sedikit, namun itu sudah cukup untuk keperluan malam nanti dan yang lebih penting lagi tak ada sosok apapun yang mendiami pohon itu.

Yandi pun mengambil semua kayu kering yang ada disekitar pohon itu. Kemudian setelah selesai mengumpulkannya, ia pun memutuskan untuk segera kembali ketendanya dikarenakan hari sudah mulai gelap.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!