Awal Pencarian

Keesokan paginya Yandi pun merasa sangat bersyukur dapat tidur dengan tenang tanpa adanya gangguan dari makhluk supranatural penunggu hutan okigahara tersebut di malam hari. Ia pun bergegas bangun dan menuju ke tenda hanya untuk sekedar mengucapkan 'Selamat pagi' pada felix.

"Selamat pagi! Felix...." Ucap yandi, Sembari membuka tirai tenda dengan ekspresi senyuman diwajahnya.

"Lha...! dimana dia." Kaget melihat tidak ada felix didalam tenda.

Mencari kesana kemari disetiap sudut yang ada di tenda itu, namun felix tetap tak dapat ditemukan. Merasa frustasi mencarimya yandi pun berfikir dengan kemana perginya felix sembari duduk diatas matras yang menjadi tempat tidur felix semalam. Setelah berfikir cukup lama, tiba-tiba yandi merasa ada seseorang yang menepuk bahunya dari belakang, ia pun langsung menengok kearah belakang. Ternyata orang yang telah empuk bahunya ialah felix.

"Dari mana saja kau felix, aku sudah mencarimu kemana-mana sejak dari tadi?" Tanya yandi dengan perasaan khawatir.

"Maaf-maaf! Pagi tadi setelah bangun, aku langsung pergi untuk mencari sumber mata air agar bisa mandi dan tak musang aku menemukannya." Jawab felix sembari mengeringkan rambutnya dengan handuk kering.

"Ahh...! Memangnya mata air itu ada dimana?" Tanya kembali yandi

"Letaknya tak jauh, sekitar 250 meter ke utara dari sini?" Jawab felix, sembari menunjukan arah mata siri yang ia temukan tadi pagi.

"Haa...! Kalau begitu aku juga akan pergi kesana untuk mandi, lagipula badanku terasa sangat kotor setelah mencari petunjuk kemarin." Ujar yandi sembari mempersiapkan barang bawaannya yang ia gunakan untuk mandi.

Setelah mempersiapkan barang bawaannya yandi pun segera menuju ke arah mata air yang tadi sudah ditunjukkan oleh felix, Ia lalu mencoba untuk mencari sumber mata air yang dibicarakan oleh felix sampai pada akhirnya ia menemukan aliran air yang ukurannya cukup luas yang berasal dari kaki gunung di hutan okigahara. Yandi pun dengan semangatnya segera mendekati aliran sungai tersebut. Setelah didekati ia mendapati bahwa mata airnya sangatlah jernih dan sangat cocok untuk dijadikan tempat berendam.

"Wah...! Ternyata benar airnya sangat jernih, jadi tak sabar aku ingin segera berendam." Ujar yandi dengan penuh semangat sembari membuka pakaiannya serta meletakkan peralatan untuk mandinya.

Lalu yandi ingin mengantisipasi adanya makhluk tak kasat mata disekitar tempat itu dengan cara membuka mata batinnya, setelah mencari penelusuran secara mendalam disekitaran area aliran sungai tersebut. Yandi dapat menyimpulkan bahwa sebenarnya ada beberapa makhluk tak kasat mata yang berdiam diri disekitaran aliran sungai itu walupun jumlahnya tidaklah banyak.

Kemudian ia mencoba untuk berkomunikasi dengan salah satu dari makhluk yang menghuni area tersebut.

Menurut penuturan dari salah satu mahkluk penghuni aliran sungai tersebut. Mereka tidaklah menggangu orang-orang yang ingin berendam disepanjang aliran sungai, namun jika mereka mendapati ada seseorang yang berkata kotor ataupun berperilaku tak sopan pada saat berada di sungai maka mereka tak akan segan-segan untuk membuat orang itu tenggelam atau akan ada hal buruk yang akan menimpa orang tersebut.

Yandi mengerti bahwa terkadang disuatu tempat yang jarang terjamah oleh manusia dan memiliki pemandangan yang sangat indah seperti tempat ini hal itu sudah wajar terjadi. Hanya tinggal bagaimana kita sendiri sebagai manusia memposisikan perilaku kita ditempat-tempat semacam ini.

Yandi tetap melanjutkan niatnya untuk mandi di aliran sungai tersebut dengan tetap menjaga perilakunya pada saat ditempat itu.

"Clik-clilk." Suara cipratan air yang dimainkan oleh yandi.

"Aku senang bisa menemukan aliran sungai seperti ini." Ujar yandi dengan seluruh tubuh bagian bawahnya yang telah terendam air.

Dengan menjaga sopan santannya, yandi berharap penunggu yang berdiam di aliran sungai ini tidak mengganggunya. Setelah selesai mandi yandi pun segera membereskan peralatan mandinya serta mengenakan pakaiannya, kemudian ia pun kembali ke tenda untuk melanjutkan perjalanannya. Sesampainya di tenda, yandi melihat felix tampak merapikan barang bawaannya yang berceceran

di .

"Kau tampaknya sudah bersiap-siap, felix?" Tanya yandi, sembari mendekati felix.

"Ya, aku sedang membereskan sedikit barang bawaanku yang kukeluarkan kemarin malam." Jawab felix, sembari memasukkan semua barang bawaannya kedalam tasnya.

Lalu tak lama kemudian yandi juga mengambil tasnya dengan maksud agar tak berlama-lama untuk segera mencari petunjuk yang hilang tersebut.

"Ayo felix! Kita berangkat sekarang?" Ujar yandi sambil

"Ya..." Jawab felix dengan penuh semangat.

Pada akhirnya mereka berdua pun pergi dari tenda yang tetap berada ditempat semula karena mereka akan kembali kesini setelah matahari terbenam.

Mereka berdua pun menyusuri tempat-tempat yang pernah dilewati oleh yandi ketika pencarian sebelumnya dilakukan. Melewati pohon besar sembari mengingat-ingat bahwa sebelumnya ada sesosok tinggi besar bermata merah tepat berada di sebelah pohon tersebut.

Hingga pada akhirnya yandi pun kembali ditempat dimana ia terakhir kali melihat petunjuk itu, pencarian pun kembali dimulai dengan menyusuri setiap area yang ada disekitar tempat petunjuk sebelumnya ditemukan.

"Aku terakhir menemukan petunjuknya disini, namun saat ini telah hilang karena terbawa aliran air hujan." Ujar Yandi, sembari menunjukkan lokasi terakhir penemuannya kemarin.

"Jadi sekarang kita harus mencarinya kemana?" Tanya felix sembari melihat kearah tempat yang ditunjukkan oleh yandi.

"Pokoknya kita harus menemukannya, kita akan mencarinya disekitaran tempat ini yang masih terdapat genangan air mungkin petunjuknya masih belum jauh dari sini." Ujar Yandi, menjelaskan rencana pencairannya.

"Oke...! Tapi apakah kita akan mencarinya dengan berpencar" Jawab felix.

"Tidak! Itu terlalu beresiko karena kita tidak akan tahu kapan angga akan kesini kalaupun angga tidak kemari masih ada ancaman dari makhluk-makhluk penunggu hutan ini yang tidak akan kita sadari apalagi kita hanya berdua." Ujar yandi, menjelaskan maksud dari rencananya.

"Jadi maksudmu, kita akan mencarinya bersama-sama?" Tanya felix, sembari menoleh kearah yandi.

"Iya..." Ucap yandi.

Mereka pun memulai pencarian dengan bermodalkan dari genangan air disekitar lokasi terakhir petunjuk bungkus snack itu ditemukan.

Felix pun merasa curiga, lalu ia mencoba memberikan usul pada yandi "Meski kita menemukan bungkus snack itu Bukankah nanti lokasinya akan acak dari tempat sebelumnya, jika begitu lokasi jalan keluar dari hutan ini bukankah nantinya tidak akan akurat."

Yandi merasa pertanyaan dari felix ada benarnya jug, namun jika dirinya tidak mencarinya lalu apa yang akan menjadi bahan untuk bisa dijadikan petunjuk agar dapat keluar dari hutan ini.

Menurut yandi tidak ada cara lain selain bergantung kepada keberuntungan dan juga petunjuk yang dapat ditemukan.

"Menurutku tidak ada salahnya jika kita mencarinya terlebih dahulu, setelah kita berhasil menemukannya barulah kita akan memikirkan cara lain untuk dapat keluar dari hutan ini." Ujar Yandi, sembari berjalan serta memperhatikan setiap genangan air yang ada.

Felix pun balik bertanya, sembari merasa bahwa keputusan itu bukanlah keputusan yang tepat dan juga efisien "Bukankah hal itu akan memakan banyak waktu?"

"Memang benar seperti yang kau katakan! Tapi kita tak punya pilihan lain selain mencobanya?" Ujar Yandi, Sembari mengerutkan alisnya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!