Felix akhirnya sepakat untuk mendirikan tenda diarea yang telah ditetapkan oleh yandi. Mereka berdua pun bergegas untuk pergi ketempat tersebut, karena khawatir akan semakin malam nantinya. Selama perjalanan berlangsung yandi merasakan banyaknya makhluk astral yang mendiami hutan tersebut, dirinya pun menyuruh felix untuk segera mempercepat langkahnya agar cepat ditempat tujuan mereka.
Tak membutuhkan waktu lama mungkin sekitar 30 menit mereka akhirnya sampai ditempat yang mereka berdua tuju. Disana yandi menceritakan kejadian mistis yang dialaminya pada saat perjalanan berlangsung kepada felix hingga sampai menyuruhnya untuk mempercepat lajunya. Yandi mengatakan ia melihat banyak sekali makhluk yang sangat menyeramkan saat perjalanannya tadi, seperti hantu tanpa kepala yang mengenakan seragam militer khas jepang tak jauh dari tempat gubuk yang mereka tinggali tadi, tak hanya itu saja Yandi juga melihat sebuah kepala menggelinding yang berada tepat dibawah kakinya tidak lama sebelum ia menyuruh untuk felix mempercepat laju langkah kakinya, pada awalnya dirinya mengira itu hanyalah buah kelapa yang jatuh karena bentuknya yang sangat mirip, namun setelah ia menendang benda yang menurutnya merupakan kelapa itu, barulah diasadar bahwa yang ia tendang tadi merupakan sebuah kepala manusia. Karena yandi melihat bahwa pada saat benda tersebut terlempar benda itu tiba-tiba menoleh kearahnya dengan sorot mata yang sangat tajam, lalu kepala itu mengeluarkan senyuman kepada yandi seolah hendak mengajaknya untuk berkomunikasi.
Menurut Yandi dirinya sangatlah ketakutan pada saat itu hingga membuat tubuhnya terasa lemas dan langkah kakinya sangat berat. Akan tetapi ketika dirinya bertanya pada felix tetang kejadian mistis yang baru saja menimpanya felix sama sekali tidak tahu tentang kejadian tersebut felix hanya mengatakan disana dirinya hanya melihat sebuah pepohonan yang sangatlah rimbun dan suasana hari yang semakin malam, yang memungkinkan menambah kesan angker pada area hutan tersebut. Pada akhirnya yandi menganggap bahwa felix sama sekali tak melihat kejadian itu dan tampaknya makhluk astral itu sebenarnya tidak menampakkan wujudnya terhadap mereka, hanya saja saat itu yandi sedang membuka mata batinnya oleh sebab itulah mahkluk tersebut tampaknya tertarik kepada yandi dan mencoba untuk berinteraksi dengannya.
Pada akhirnya yandi pun menyadari semua kejadian yang baru saja menimpa dirinya tersebut. Tak ingin berlama-lama menunggu, yandi pun bergegas mengeluarkan kan isi tasnya yang berisi alat-alat untuk membangun sebuah tenda untuk berkemah seperti halnya Tenda, Pasak tenda, Tiang, Tali, Palu serta tongkat untuk menunjang tenda tersebut agar dapat berdiri.
Kemudian yandi meminta felix untuk membantunya memegangi tiang tenda yang telah ia pasang pada bagian belakang tenda sedangkan dirinya bertugas menacapkan pasak tenda ke tanah menggunakan palu dan mengikatkannya dengan tali yang sebelumnya sudah dipasangkan pada tenda, dalam waktu sekejap merekapun akhirnya dapat berhasil membuat tenda tersebut.
Lalu Yandi mencoba untuk membersihkan semua sampah akibat dari pembuatan tenda tadi, setelah berhasil menyelesaikan membersihkan semua sampah tersebut.
Yandi masuk kedalam tenda tersebut, "Akhirnya! selesai juga pembuatan tendanya, sekarang aku ingin istirahat."
"Ahh! Felix?" Merasa terkejut, seakan dirinya hanya seorang diri didalam tenda.
"Memangnya ada apa." Ujar felix, dengan nada yang sedikit penasaran.
"Yaahh...! Tidak, tidak apa-apa aku hanya merasa sedikit terkejut." Ujar yandi, sambil tersenyum kecil
"Tentang Apa?" Tanya felix, sembari menatap kearah yandi.
"A-aku hanya sedikit terkejut tentang rencana yang kita susun besok." Mencoba untuk mengalihkan pembicaraan ke hal lain.
"Aku rasa itu tidak salahnya untuk kita coba?" Berusaha meyakinkan yandi, jika usahanya besok untuk mencari petunjuk akan berjalan dengan baik.
Sembari berjalan lebih masuk lagi kedalam tenda "Aku harap juga begitu."
Setelah sampai ditempat tidur miliknya yakni bersebelahan dengan felix tidur saat ini, yandi merasa ragu-ragu untuk disana mengingat ini merupakan pertama kali baginya tidur bersebelahan dengan seorang gadis, apalagi gadis tersebut merupakan gadis yang ia sukai sejak dirinya masuk ke universitas. Hanya saja selama ini dirinya masih belum bisa mengutarakan tentang perasaanya ini, karena mengingat felix merupakan pacar dari angga. Bahkan untuk felix yang saat ini, yandi masih belum mengetahui apakah felix masih memiliki perasaan cinta terhadap angga atau tidak. Jadi yang bisa dilakukannya saat ini ialah hanya menunggu, seakan perasaan yang takkan bisa terbalaskan.
"Saat ini aku akan tidur diluar sambil menyalakan kayu bakar." Ucap yandi, sembari mengeluarkan selimutnya untuk ditaruh diluar.
"Ahh...! Bukankah diluar sangat dingin dan juga berbahaya, bahkan jika kau menyalakan kayu bakar sekalipun." Ucap felix merasa tidak enak terhadap yandi hingga sampai tidur diluar.
Yandi pun menjawabnya dengan ekspresi senyuman yang terlihat pada wajahnya, "Itu tidak apa-apa, lagipula aku ini seorang laki-laki hal seperti ini sudah biasa bagiku."
"Baiklah kalau memang itu kemauanmu, tapi setidaknya bawalah ini?" Sembari memberikan sebuah botol kaca yang berisi air.
"Apa ini?" Tanya yandi sembari mengambil botol tersebut, kemudian melihat-lihat isi yang ada didalamnya.
"Botol ini berisikan ramuan obat herbal yang sudah diwarisi oleh keluargaku secara turun-temurun yang dapat menghilangkan penyakit alergi bahkan masuk angin, ini bisa kugunakan pada saat dirimu tidur diluar." Ucap felix, menyarankan yandi untuk meminum ramuan yang ia bawa untuk berjaga-kaya pada saat diluar nanti.
"Hmm...Baiklah! Kalau begitu akan kuminum nanti, terima kasih." Ucap yandi, sambil memasukkan obat itu dikantong celananya.
"Selamat malam, yandi?" Ucap felix, sembari tersenyum lebar.
"Ya...! Selamat malam, felix." Jawab Yandi, yang kemudian membuka tirai tenda untuk dapat keluar.
Pada saat itu Yandi lebih memilih untuk menaruh matras serta selimutnya diarea rerumputan yang berada sekitar 8 meter dari depan tendanya berada. Kemudian Yandi mengambil sesuatu dari dalam tasnya yang ternyata berupa beberapa kayu bakar yang ia temukan pada saat pencarian petunjuk bungkus snack tadi, lalu Yandi juga tak lupa mengambil korek yang ia bawa dari rumahnya.
Lalu Yandi meletakkan kayu-kayu tersebut membentuk menyerupai piramid untuk kemudian dibakar menggunakan korek yang ia bawa, supaya dapat menghangatkan diri sekaligus memberikan penerangan pada malam seperti saat ini.
Setelah merasa tubuhnya hangat, yandi kemudian membaca beberapa buku yang ia bawa sembari tiduran di dekat sebuah api unggun. Saat ini yandi sedang membaca buku tentang hal yang berkaitan dengan paranormal, didalam buku tersebut menjelaskan tentang nama-nama atau julukan dari mahkluk astral itu sendiri disana ia menemukan bahwa mahkluk abstrak yang dirinya temui sewaktu berada ditengah hutan dan berujung disesatkannya ia oleh mahluk tersebut yang juga memiliki postur tubuh yang sangat tinggi dan juga dipenuhi oleh bulu disekujur tubuhnya didalam buku ini disebutkan bahwa namanya ialah gendruwo. Di dalam buku tersebut disebutkan juga gendruwo suka sekali menjahili bahkan menyesatkan jalan seseorang yang ditemuinya.
"Pantas saja waktu itu aku disesatkan olehnya, jadi ini alasannya." Ujar yandi berbicara dalam batinnya.
Kemudian dikarenakan tak kuat lagi menahan rasa kantuk, akhirnya yandi pun tertidur. Tetapi sebelum dirinya tertidur ia terlebih dahulu meminum ramuan yang diberikan oleh felix untuknya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments