Rasa Bersalah

Yandi pun mencoba meminta maaf karena kejadian tersebut secara tidak langsung merupakan kesalahannya "Maaf ya felix! Secara tidak langsung kejadian ini akibat dari keadaanku karena pada awalnya angga berniat mengincarku bukan dirimu dan juga aku minta maaf atas keterlambatanku datang kemari, seharusnya aku datang lebih cepat atau lebih baik aku tidak meninggalkanmu sendirian di sini?"

"Tidak yandi! aku sama sekali tidak menyalahkanmu atas kejadian yang menimpaku sekarang, ini juga merupakan kesalahanku karena aku ceroboh dengan membukakan pintu untuk angga dan membuat kejadian ini terjadi." Ucap felix sembari menatap kearah yandi.

"Malahan aku berterima kasih padamu, karena kau sudah menolongku." dengan sekejap memalingkan wajahnya dari yandi.

"Begitu ya! Jadi apa yang bisa kuperbuat untukmu untuk membalas semu..." Tiba-tiba yandi merasa cegukan.

"Ehhmm! maksudku sebagian dari kesalahanku itu." Melanjutkan perkataan tadi yang sempat terputus.

"Tidak ada!" Ucap felix.

"Ehhh...." Yandi merasa sedikit bingung dengan yang diucapkan oleh felix.

"Bukankah sudah kukatakan kau tak perlu melakukan apapun untukku, lagipula mungkin ini karma bagiku karena telah berbicara yang tidak baik tentangmu pada saat di kampus ataupun ini merupakan bentuk penebusan dosaku terhadapmu." Ujar felix sembari memejamkan matanya dan mencoba untuk meratapi semua kesalahannya pada masa lalu yang pernah dirinya lakukan terhadap yandi.

"Menurutku masa lalu biarlah menjadi! aku tahu bahwa mau sebanyak apapun kau ingin melupakan kejadian itu bayangan itu tetap terus datang di ingatanmu, tetapi ingatlah bahwa setiap manusia pastilah memiliki kesalahan dalam hidupnya tak peduli manusia itu mengakui bahwa dirinya merupakan makhluk terkuat sekalipun karena yang membedakan setiap manusia itu ada disini." Ucap yandi dengan nada suara yang sangat sopan.

Kemudian yandi mencoba mengarahkan tangannya kearah felix hanya untuk sekedar memberitahunya "Hal itu tak lain dan tak bukan yakni hati seseorang, menurut penglihatanku kau termasuk manusia yang memiliki hati yang sangat baik dan kau juga tak bisa melihat orang lain disekitarmu menderita."

"Tapi! Menurut yang kutahu angga merupakan orang yang sangat baik malah justru akulah yang terlihat sebagai orang yang sangat jahat jika dibandingkan dengan angga." Ucap felix sambil menyadarkan wajahnya pada bahu yandi.

" Akan tetapi...! Dalam kasus angga saat ini hal itu sangatlah berbeda, karena dirinya sejak awal memang sudah memiliki sifat seperti ini hanya saja dirimu yang tak menyadarinya." Ucap yandi, sembari mencoba menyentuh rambut felix namun merasa ragu-ragu.

"Maksudmu?" Tanya felix sembari mengangkat wajahnya keatas menatap yandi.

Yandi yang merasa malu terhadap felix karena telah mencoba menyentuh rambutnya yang panjang, langsung berubah berwarna merah yang tampak pada kedua pipinya "M-maksudku ialah aku menyadari kalau sifat angga sudah seperti ini sejak dulu bahkan sebelum aku mengenalnya."

"Itu bohong kan, kau pasti sedang bercanda?" Ucap felix seakan tak mempercayai perkataan dari yandi tentang sifat asli angga.

"Bukankah baru saja kukatakan, kau selama ini hanya dimanfaatkan olehnya dan kau tak menyadari soal itu." Yandi mencoba untuk menjelaskan pada felix tentang sifat asli dari angga yang sebenarnya dan menurut yandi felix tak perlu lagi harus mengeluarkan air matanya hanya untuk laki-laki yang selama ini telah .

Lalu yandi merasa senang karena pada akhirnya felix menyadarinya sendiri tentang perilaku buruk angga yang belum pernah dirinya ketahui sebelumnya, tanpa harus dirinya beritahu karena akan lebih mudah bagi seseorang akan mempercayai sifat asli orang terdekatnya jika dirinyalah yang mengetahuinya sendiri, mungkin kalau yandi memberitahukan tentang hal ini sebelumnya ada kemungkinan felix tak mempercayai perkataannya dan menganggapnya hanya sebatas omong kosong darinya saja.

Kemudian felix pun mencoba memahami semua perkataan yandi dengan lebih baik dan merasa bahwa apa yang telah dikatakan olehnya memang ada benarnya, lalu perlahan demi perlahan felix pun mulai menaruh kepercayaan yang amat besar kepada yandi sekaligus muncul rasa suka pada dirinya terhadap yandi namun dirinya masih malu untuk mengungkapkannya dan memilih untuk menunggu waktu yang tepat.

"Aka sangat terima kasih atas masukan yang kamu berikan, sekarang aku sudah lebih baikan." Sembari mengusap air matanya yang mengalir.

"Akt juga senang mendengarnya kalau kau sudah baikan sekarang." Ujar yandi sambil tersenyum lebar dihadapan felix.

"Ngomong-ngomong apa yang akan kita lakukan selanjutnya?" Tanya felix, sembari merasakan tubuhnya jauh lebih baik sekarang ketimbang tadi.

"Hmm! Aku juga tidak tahu harus kemana." Mencoba berfikir sejenak untuk memikirkan rencana yang akan Yandi lakukan selanjutnya, sembari memejamkan kedua matanya serta mengerutkan alisnya.

"Apakah kita akan tetap disini?" Tanya felix, sembari menunggu keputusan yang akan diambil oleh yandi.

Kemudian secara tiba-tiba muncul sebuah kabut hitam yang menyelimuti area yang sedang mereka pijaki saat ini, kabut tersebut membentuk sebuah pola yang menyerupai tulisan yang berisi semacam perintah untuk mereka agar melanjutkan pencarian terhadap petunjuk yang tengah mereka selidiki.

Yandi mengira ini merupakan pesan yang diberikan oleh mahkluk tinggi besar yang dirinya temui tadi ditengah hutan, karena secara tidak sengaja ia melihat sebuah bayangan menyerupai sosok mahkluk tinggi besar tersebut yang berada tepat disekitar kabut hitam itu.

Setelah kemunculan kabut itu, yandi pun berfikir ulang apakah hal tersebut memang benar keputusan yang tepat atau tidak. Lalu ia mencocokkannya dengan penemuan petunjuk yang telah dirinya temukan tadi.

Menurut pemikirannya hal itu memang ada benarnya juga, Yandi pikir alangkah baiknya ia segera melanjutkan mencari potongan petunjuk yang sempat hilang tadi karena tersapu genangan air. Namun hal itu takkan ia lakukan sekarang dikarenakan sudah malam yang akan membuat pandangannya sangat minim pencahayaan pada saat proses pencarian ditengah hutan, mengingat hanya senter saja yang yandi miliki saat ini sebagai alat pencahayaan malam. Alhasil yandi pun memutuskan untuk melakukan pencarian pada besok hari saja.

Saat ini menurutnya lebih baik dirinya mencari tempat yang aman dari gangguan apapun termasuk makhluk tak kasat mata sekalipun untuk bisa dijadikan tempat membangun tenda. Kemudian yandi langsung menerawang setiap tempat menggunakan kelebihan yang dirinya miliki, Ini menjadi pertama bagi yandi menggunakan kelebihan indigonya tersebut secara terus-menerus karena pada awalnya yandi belum menyadari kelebihannya ini.

Setelah dilakukan penelusuran secara menyeluruh disekitar tempat ia berada saat ini, yandi akhirnya memutuskan untuk memilih membangun tenda disekitar pohon kecil yang berukuran sekitar 2 meter karena merasa tidak ada sesuatu disekitar area tersebut terlebih lagi angga tidak akan mengetahui keberadaannya disana karena lokasinya yang cukup jauh dari lokasi gubuk yang sebelumnya ia tinggali.

Yandi lansung menyuruh felix untuk membawa semua perlengkapan yang felix bawa ketempat yang ingin yandi tuju sebagai tempat membangun tenda, "Felix! segera bawa semua barang bawaanmu, kita akan pergi dari sini?"

"Memangnya kita akan pergi kemana." Merasa penasaran dengan tempat yang menjadi tempat tujuan yandi.

"Kita akan membangun sebuah tenda."

"Tenda! Dimana, menurutku area disekitar sini tidak ada yang cocok dijadikan tempat untuk membangun tenda?" Ujar felix, sembari menoleh keareah disekitaran tempatnya berada saat ini.

"Kita bukan akan membangun tenda disekitaran sini, melainkan disana." Ujar yandi sambil menunjuk ke sebuah area hamparan rumput yang cukup luas, tampak juga disekitarnya ditumbuhi banyak sekali pohon-pohon berukuran kecil.

"Hmm! Jaraknya nampaknya cukup jauh dari sini." Sembari felix memandang kearah tempat yang akan dituju oleh mereka berdua.

"Ya memang! Tapi menurutku tempat yang cocok dan aman untuk kita membangun tenda." Yandi cukup percaya diri dengan lokasi pilihannya tersebut

"Hmm baiklah! kalau memang itu keinginanmu, aku akan ikut denganmu." Ucap felix.

Mereka berdua pun bergegas menuju tempat tersebut dengan membawa semua barang bawaan mereka masing-masing, yang bertujuan untuk membangun sebuah tenda disekitar area tersebut.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!