Yandi yang tidak tega melihat felix menangis mencoba untuk menenangkannya, "Hmm! Felix sudahlah, aku tak apa-apa kok kau tak perlu lagi menangis."
"Tapi-tapi, aku...!" Ucap felix sambil menyandarkan wajahnya ke bahu dari yandi.
Yandi kemudian segera menanyakan perihal kejadian yang felix menimpanya tadi pada saat didalam gubuk hingga membuatnya terluka cukup parah "Apa yang tadi terjadi padamu saat berada didalam gubuk, sampai-sampai membuatku terluka?"
Felix pun mulai menceritakan, apa yang terjadi padanya selama ia berada didalam gubuk sejak yandi meninggalkannya tadi "Sebenarnya aku tadi hanya mencoba untuk membukakan pintu yang sebelumnya kukira itu merupakan suara dari angga, suara itu terdengar jelas telingaku seperti sedang minta tolong padaku untuk membukakan pintunya, pada awalnya aku tidak percaya bahwa bisa tahu keberadaannya disini."
"Tapi setelah aku membukakan pintunya aku mulai percaya bahwa orang tersebut memang benar angga bersama dengan yang lainnya juga." Ucap felix.
"Lalu apa yang terjadi setelahnya?" Tanya yandi, dengan ekspresi yang serius.
"Aku melihat ekspresi mereka tiba-tiba berubah yang pada awalnya kukira meraka sedang membutuhkan pertolongan, menjadi ingin melukainya." Ujar felix.
****
(45 menit sebelum kedatangan yandi ke gubuk)
"Tok-tok!" Suara ketukan pintu.
"Siapa yang sedang mengetuk pintu." Ucap felix dengan perasaan yang penasaran.
Felix pun mencoba menuju kearah pintu yang diketuk tadi untuk memeriksa siapa orang yang telah mengetuknya.
"Siapa itu?" Ucap felix, sambil mencoba untuk mendengarkan dengan baik perkataan orang tesebut.
"Ini aku angga! felix tolong bukalah pintunya ada sesuatu yang ingin dibicarakan denganmu, agung teman kita sedang terluka aku tak tahu harus membawanya kemana jadi tolonglah kami bukakanlah pintunya?" Ucap orang yang mengaku dirinya sebagai angga.
Felix awalnya sedikit curiga dengan kedatangan angga kemari karena ia sama sekali tidak memberitahunya bahwa ia akan pergi kemana, namun setelah berpikir cukup panjang akhirnya felix bersedia membukakan pintu untuk mereka. Setelah felix membukakan pintunya alangkah terkejutnya ia bahwa sebenarnya keadaan mereka baik-baik saja dan tak ada satu dari meraka yang terluka sedikitpun, felix yang merasa dirinya telah dibohongi merasa marah dan mencoba menanyakan alasan angga ingin menemuinya sampai harus dengan cara membohonginya seperti ini.
"Apa yang sebenarnya kau pikirkan, kenapa kau harus sampai membohongiku hanya untuk menemuiku?" Ucap felix dengan nada bicara yang sedikit agak kasar.
"Ayolah! Apa masalahnya jika aku harus membuat alasan untuk membohongimu, bukankah kau seharusnya tahu bahwa semua itu kulakukan hanya untuk menyatukan hubungan kita kembali." Ucap angga dengan percaya dirinya.
"Aku sama sekali sudah tak peduli lagi dengan hubungan itu, jadi lupakan saja aku karena kita sudah bukan pacar lagi?" Ujar felix, dengan pertanyaan yang penuh dengan ancaman.
"Hmm! Jadi kau ingin berkata kalau kita ini sudah putus begitu?" Sembari memainkan kedua tangannya, angga mencoba untuk sedikit menahan amarahnya.
"Ya, kau memang benar!" Ujar felix, dengan tegas.
"Siapa laki-laki yang telah membuat hubungan kita putus, apakah orang itu yang." Ucap angga mencoba menebak orang yang telah merusak hubungannya dengan felix.
"Kau tak harus tahu siapa orangnya, apalagi sekarang kau bukanlah siapa-siapa bagiku." Sembari menutup pintunya kembali, felix pun berusaha untuk pergi meninggalkan meraka.
Namun ketika felix berusaha menutup pintunya, ternyata tangan angga dengan sengaja menyentuh sela-sela pintu tersebut dan lalu mendorongnya kearah felix yang membuat ia terjatuh.
"Itu akibat dari orang yang berusaha untuk macam-macam dengan perkataanku." Ucap angga, mencoba untuk memperingati felix dengan sorotan mata yang sangat tajam mengarah ke felix.
Tak hanya itu setelah felix terjatuh angga memerintahkan agung, nano serta krisna untuk membawa felix ketempat tidur pada saat itu kondisi felix masih sadar dan hanya terdapat luka kecil dibagian kepalanya akibat benturan yang membuatnya agak merasa pusing.
Tak disangka, setelah luka yang didapat felix angga masih ingin menyiksanya dengan cara memperkosa dirinya, namun karena tak ingin dirinya disentuh oleh orang yang tak dicintainya felix berpisah keras mencoba melawan dengan sedikit kesadaran yang saat ini ia miliki. Pada saat kejadian tersebut 3 orang yakni nano, agung dan juga krisna hanya diam saja menyaksikan saat-saat angga mencoba menyiksa felix, sebenarnya krisna sudah mencoba berbicara pada angga untuk tidak melakukan hal yang lebih jauh lagi namun angga yang pada saat itu sudah diselimuti amara dan juga nafsu langsung menepis perkataan tersebut dan malah balik mengancam krisna.
Pada saat itu felix cukup beruntung karena salah satu tas bawaan yandi masih ada disana yang tak jauh dari tempatnya, didalam tas tersebut ia menemukan sebuah palu yang akan ia gunakan sebagai senjata untuk melawan angga. Pada saat-saat krusial itu felix langsung menghantamkan palu tersebut kearah bagian kepala dari angga hingga mengeluarkan darah, angga yang semakin marah dengan tindakan dari felix itu pun tak peduli lagi jika felix mati sekalipun, asalkan dirinya puas.
"Ahh...! Berani-beraninya kau dasar wanita penghianat, bisa-bisanya kau melakukan semua ini kepada orang yang telah memberimu uang bahkan membuatmu dapat berkuliah di universitas seperti sekarang ini, inikah balasanmu kepadaku?" Ucap angga dengan nada suara yang sangat nyaring di tengah kesunyian hutan yang sepi.
"Aku sudah tak peduli lagi, lagipula saat ini kau milik orang itu kan, orang yang telah membuatku malu dan menderita selama ini dihadapan teman-temanku dikampus, jadi jika aku berhasil melenyapkanmu maka itu sama saja dengan aku melenyapkan dirinya juga." Maksud orang itu dari perkataan angga ialah yandi.
"Aku sekarang tak akan segan-segan lagi untuk membunuh seseorang yang kuanggap sebagai musuhku." Ucap angga, dengan ekspresi beringas.
Felix yang mendengar hal itu langsung lari sembari menahan rasa sakit karena luka dikepalanya, pada saat itu angga berhasil mengenai tubuh felix dengan sebuah balok kayu sehingga membuat tubuhnya mengalami luka yang cukup parah angga pun segera menghampiri felix yang sudah terkapar tidak berdaya. beruntung bagi felix sesaat sebelum angga mendekati dirinya ia merasa bahwa muncul sesosok makhluk yang membantunya, felix menceritakan bahwa makhluk tersebut memiliki perawakan yang sangat tinggi hingga menembus atap gubuk. Melihat hal aneh tersebut membuat angga beserta teman-temannya yang lain membatalkan niatnya dan lari terbirit-birit meninggalkan tempat itu. Setelah kejadian itu berakhir seketika sosok tinggi tersebut tiba-tiba lenyap entah kemana. Hal itu membuat felix kaget dan tak lama kemudian dirinya pingsan tak sadarkan diri, lalu saat dirinya kembali sadar ia sudah berada disamping yandi.
Mendengar semua penjelasan dari felix, membuat yandi bertanya-tanya 'siapa mahkluk yang telah menolong felix dan sesuai dengan karakteristik yang telah dikatakan oleh felix mahkluk itu mirip dengan sosok mahkluk yang dirinya temui di pohon besar tadi yang telah memberinya sebuah liontin padanya untuk membantu luka felix.
Dilain hal yandi yang mengetahui bahwa pelaku dari penyerangan terhadap felix ialah angga merasa marah, namun dirinya tak ingin dikuasai oleh amarah tersebut karena ia tahu bahwa jika ia melakukannya maka hal itu tak ada bedanya dengan yang angga lakukan saat ini. Karena itu yandi ingin menjadikan amarahnya saat ini sebagi kekuatan tekadnya untuk dapat keluar dari hutan ini secepat mungkin bersama dengan felix.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments