Kemudian setelah beberapa jam perjalanan menyusuri hutan yang rimbun, yandi akhirnya tiba di gubuk yang ia tinggali bersama dengan felix selama berada di hutan Okira tersebut. Setelah berada didepan halaman gubuk, yandi kemudian mencoba memanggil-manggil felix
"Felix! Felix, kau masih ada didalam." Ucap yandi berusaha memanggil-manggil namanya, tapi anehnya sama sekali tidak ada respon darinya dari dalam gubuk.
Yandi yang merasa khawatir terjadi sesuatu hal padanya langsung bergegas masuk kedalam dengan cara mendobrak pintu, karena sebelumnya pintunya telah terkunci dari dalam oleh felix. Setelah berhasil membuka pintunya ia segera mencari keberadaan felix, alangkah terkejutnya yandi melihat keadaan felix yang sudah tak sadarkan diri diatas tempat tidur dengan keadaan penuh darah di bagian hidungnya.
"Felix kau tidak apa-apa! felix..., sial dia terluka aku harus segera mencari pertolongan." Sembari mencoba membersihkan darah yang ada diwajah felix menggunakan sapu tangan yang ia bawa.
Yandi yang melihatnya tanpa pikir panjang langsung membawanya keluar dari dalam gubuk untuk sekedar mencari pertolongan, namun ia sadar bahwa saat ini dirinya berada didalam hutan dan tidak mungkin ada orang yang akan datang menolongnya. Setelah berfikir cukup panjang akhirnya yandi berfikir untuk mencoba mempercayai kata-kata mahluk besar yang secara tidak sengaja ia bertemu di pohon beringin tadi, agar selalu menggunakan liontin itu pada saat dirinya dalam masalah ataupun terdesak saja , hanya saat ini yandi tidak tahu cara kerja dari liontin tersebut.
Lalu yandi berfikir untuk menggunakannya sembari memanjatkan doa dan menjadikan liontin itu sebagai alat perantara dirinya dengan sang pencipta agar dapat menyembuhkan felix karena pada saat itu yandi tak memikirkan cara lain selain hal tersebut. Dirinya hanya ingat akan kata-kata ibunya sebelum meninggal jika dirinya merasa bimbang ataupun berada dalam masalah yang harus ia lakukan adalah selalu senantiasa lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta.
Ia kemudian menempatkan liontin tersebut diatas tubuh felix dan segera membacakan doa untuk kesembuhannya. Setelah selesai membacakan doa yang dirinya ketahui, seketika liontin tersebut memancarkan cahaya merah yang menyilaukan hingga membuat mata yandi tak dapat melihat dengan jelas "Ahh! Cahaya apa ini, ahh.....!"
Setelah sekitar 15 menit cahaya merah itu memancarkan sinarnya, akhirnya cahaya itu pun padam dan yandi segera melihat keadaan felix. Pada saat ia mendekati felix, alangkah terkejutnya ia saat melihat tubuh felix yang awalnya penuh dengan luka lebam sedikit demi sedikit berangsur memulih dengan sendirinya "Syukurlah! Nampaknya doa ku terkabul, terima kasih banyak atas rahmat yang telah kau berikan ya tuhan?" Sembari memejamkan matanya untuk beberapa detik sebagai bentuk syukurnya atas bantuan telah ia terima.
Kemudian yandi tampak mencoba memberikan persediaan air yang ia bawa untuk dapat diminum oleh felix, pada saat felix mulai sedikit membukakan matanya yandi mencoba mengatakan sesuatu padanya untuk sekedar mematikan "Kau tidak apa-apa felix, apa ada sesuatu hal yang dapat kulakukan untuk membantumu."
Felix yang tampak sempoyongan karena baru saja melewati masa kritisnya, seakan tak percaya bahwa dirinya masih tetap hidup "Bagaimana mungkin aku masih tetap hidup." Sembari menoleh kearah yandi.
"Apa kau yang telah menyelamatkanku yandi?" Tanya felix sambil memegang perutnya yang masih sedikit terasa sakit.
"Tidak! Bukan aku yang telah menyelamatkanmu melainkan tuhan, aku disini hanya sekedar sebagai perantaranya saja?" Jawab yandi, dengan penuh percaya diri dan keyakinan.
"Hmm...! Jadi begitu kejadiannya, terima kasih banyak atas bantuannya." Ucap felix, sembari menatap wajah yandi.
Kemudian yandi mencoba membantu felix untuk bersandar pada papan kayu yang berada di halaman depan gubuk.
Lalu felix pun mengatakan sesuatu pada yandi tentang hal yang ingin dirinya ucapkan "Aa-nu..! Ada hal yang ingin dibicarakan padamu?"
"Tentang hal apa?" Ucap yandi balik bertanya.
"Ini soal diriku yang sudah membicarakan hal yang tidak baik tentangmu pada saat di kampus maupun saat berada di hutan ini, aku juga telah membuat banyak kesalahan dengan selalu berfikiran buruk terhadapmu?"
"Tapi aku baru sadar kalau kau sebenarnya orang yang sangat baik dan tak peduli bahwa betapa jahatnya diriku yang telah banyak menyakiti perasaanmu kau masih tetap saja mau membantuku pada saat aku terluka, orang lain mana mungkin melakukan hal sama seperti itu padaku bahkan angga sekalipun." Ujar felix, sambil mengalihkan pandangannya kebawah.
"Hmm...! Kau tak perlu mempermasalahkan hal itu, saat ini yang perlu kau khawatirkan adalah tentang kesehatanmu?"
"Errrgghh!" Suara felix yang merintih kesakitan pada saat mencoba berdiri.
"Kau baru saja mengalami pendarahan yang cukup hebat pada bagian tubuhmu, jadi kau tak usah terlalu banyak bergerak nanti bisa-bisa lukamu takkan sembuh?" Ucap yandi, mencoba memperingatkan felix lalu membantunya untuk kembali ke posisi duduknya yang semula
"Sekali lagi aku terima kasih!" Ucap felix, dengan pipinya yang agak memerah karena malu.
"Kau tak perlu terlalu banyak minta maaf, aku malah jadi semakin malu."
"Lagipula sejak dulu sampai saat ini aku menganggapmu sebagai temanku." Dengan senyum diwajah yang yang dia berikan pada felix.
"Aku tahu kau memiliki cara tersendiri dengan menganggapku seperti apa yang kau pikirkan, tapi menurutku kau merupakan gadis yang baik." Ujar yandi, mencoba untuk tidak terlalu memikirkan masa yang telah berlalu.
"Apa yang kau pikirkan! Aku gadis yang baik jangan bercanda, apanya yang baik coba dariku?" Balik bertanya untuk memastikan apa yang dipikirkan oleh yandi tentang dirinya.
"Hmm." Yandi agak terlihat menahan senyumannya.
"Kau sama tidak menyadarinya ya felix!" Sembari tersenyum kecil.
"Apa yang kau pikirkan, aku jadi penasaran ayo cepat katakan?" Ucap felix, Sambil melembungkan pipinya.
"Menurutku kau memiliki banyak sekali keunikan yang tak dimiliki oleh orang lain, contohnya seperti dirimu yang ingin membantu perekonomian orang tuanya yang sedang terpuruk dan memilih untuk membantu mereka dengan cara bekerja paruh waktu sembari berkuliah, menurutku tak semua orang bisa berbuat hal yang sama seperti itu?"
"D-dari mana kau tau kalau aku berkuliah sambil bekerja." Ucap felix dengan ekspresi sedikit jengkel.
"Pada saat aku sedang berada di toko roti, aku tidak sengaja melihatmu melayani beberapa pembeli yang berada sana."
"Lalu aku mencoba bertanya pada salah satu karyawan yang ada sana, ternyata itu memang dirimu." Ucap yandi mencoba menjelaskan.
"Ahh..." Felix tertegun.
Felix yang mendengar pernyataan dari yandi sungguh tak percaya, ternyata orang yang selama ini dirinya hina lebih mengetahui tentang dirinya ketimbang orang yang selama ini ia anggap pacar yaitu angga. Kemudian felix pun mulai mempercayai setiap perkataan dari yandi dan sedikit demi sedikit mulai memiliki rasa suka terhadapnya.
"Aku ucapkan untuk yang terakhir kalinya."
"Terima kasih...!" Ucap felix, sembari berlinang air mata.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments