Terjadinya Tragedi

Setelah cukup lama mengecek di sekeliling daerah tersebut, hasilnya masih belum yandi temukan kecuali mahkluk raksasa tinggi besar yang ada di pohon beringin itu. Lalu pada akhirnya yandi beranggapan bahwa mahkluk tinggi besar itulah yang menjadi penyebab kejadian yang dirinya alami saat ini karena tidak ada keanehan lagi di tempat tersebut selain mahkluk tinggi besar itu.

Lalu yandi memikirkan cara untuk menghilangkan mahkluk tersebut "Aku harus menemukan cara agar dapat menyingkirkan mahkluk itu dan mengakhiri permainan bodoh yang ia ciptakan ini."

"Tapi apa yang dapat kulakukan untuk bisa mengakhiri ini semua?" Ucap yandi, sembari memikirkan sesuatu hal untuk dapat dilakukan terhadap makhluk besar tersebut.

Tiba-tiba yandi mendapatkan penglihatan bahwa mahkluk besar tersebut ingin sekali untuk dapat berbicara dengannya secara langsung, namun yandi sama sekali tidak mengerti apa yang ingin dibicarakan olehnya kemudian yandi menjawab "Apa yang sebenarnya ingin kau bicarakan denganku, katakanlah sekarang juga."

Mahkluk tersebut lalu menjawab "Luar biasa! Kau dapat mengerti apa yang sedang kubicarakan, baru kali ini aku bertemu manusia sepertimu."

"Ya aku memang dapat memahami pembicaraan mahkluk seperti dirimu, lalu apa yang kau inginkan dariku?" Ucap yandi, mencoba memahami tujuan dari mahkluk tersebut.

Mahkluk itu kemudian memberi tahu maksud dari tujuannya yang mencoba berinteraksi dengan yandi "Aku akan menjelaskan alasanku terus-menerus membuatmu mengalami kejadian perputaran tiada akhir ditempat ini."

Tiba-tiba raut wajah mahkluk itu berubah yang awalnya terlihat sangat marah kini makhluk tersebut terlihat amat sedih dengan kedua tangannya yang tampak mengusap air matanya "Sebenarnya yang kuinginkan adalah agar tempat ini selalu terjaga dan terhindar dari tangan-tangan kotor manusia yang tak bertanggung jawab, lihatlah tempat ini kotor sekali."

Setelah mengetahui inti dari permasalahan yang dialaminya, yandi lalu mencoba membantu mahkluk besar itu dengan membersihkan semua sampah yang berserakan disekitar tempat tersebut.

"Apa yang sedang kaulakukan?" Tanya mahkluk besar itu, sembari memperhatikan yandi.

"Tentu saja membersihkan tempat ini, lagi pula kau memang benar banyak sampah disekitar sini." Ucap yandi, sembari mengambil beberapa sampah yang tergeletak ditanah dan memasukkannya ke kantong plastik yang ia bawa.

"Itulah hasil dari ulah manusia yang sama sekali tak memiliki perasaan , mereka seenaknya membuang sampah tanpa mempedulikan keberadaan mahkluk seperti kami disekitar tempat ini." Ujar mahkluk besar tersebut, mencoba menjelaskan kejadian yang dialaminya kepada yandi.

"Kau benar! Tapi tak semua orang melakukan hal yang sama seperti yang mereka lakukan, masih ada beberapa manusia yang mempercai keberadaan mahluk sepertimu." Ucap yandi, sambil mengumpulkan sampah didalam kantong plastik, lalu memasukkannya kedalam tas untuk dibuang nantinya pada saat keluar dari hutan itu.

"Rupanya kau manusia yang sangat baik dan memiliki sopan santun, memangnya kalau aku boleh tahu ada tujuan apa kau datang kemari?" Tanya mahkluk itu, dengan nada yang sangat sopan kepada yandi.

"Sebetulnya aku datang kemari untuk melakukan kegiatan berkemah dalam rangka merayakan hari ulang tahun sekolah kami, namun setelah kami datang kemari banyak hal yang aneh dan menyeramkan terjadi ditempat ini menyebabkan kami semua terpisah, lalu saat ini aku bertujuan untuk keluar dari tempat ini dengan segera." Ucap yandi, menjelaskan semua alasannya sampai datang kehutan tersebut.

"Jadi begitu ceritanya! Kalau begitu aku akan memberikan sesuatu padamu sebagai rasa terima kasihku karena telah membersihkan tempat ini, semoga ini dapat membantumu menemukan jalan keluar dari hutan ini?" Ujar mahkluk besar itu sambil memberikan sebuah benda yang mirip dengan liontin kepada yandi untuk dapat membantunya kelak pada saat dirinya dalam masalah.

Yandi pun menerima benda tersebut dengan senang hati, lalu berkata "Ada satu hal yang mengganjal dikepalaku sejak aku datang ke hutan ini?"

"Apa itu?" Jawab mahkluk besar tersebut.

"Aku merasakan ada sesuatu yang tak biasa mengenai hutan ini, yang nampaknya menyelimuti hutan ini dari dalam seperti aura kegelapan yang amat menyengat." Ujar yandi, memberitahu perasaan yang dirinya rasakan sejak datang ke hutan tersebut.

"Kau juga bisa merasakannya ya, nampaknya kau benar-benar orang yang sangat peka." Ujar mahkluk tersebut, merasa cukup terkejut terhadap kemampuan yang dimiliki oleh yandi.

"Apa kau bisa jelaskan yang terjadi disini padaku?" Tanya yandi, mencoba menguak asal usul hutan tersebut.

Kemudian mahkluk besar itu mengatakan, kejadian yang sebenarnya terjadi pada 500 tahun silam pada hutan itu. Ia mengatakan bahwa dulunya hutan itu merupakan sebuah desa terpencil yang dihuni oleh beberapa manusia dari berbagai kalangan seperti halnya desa-desa didaerah lain. Namun keadaan desa tersebut seketika berubah 360 derajat setelah seorang pria paruh baya yang mengakui dirinya sebagai penganut ajaran iblis datang ke desa tersebut. Setiap harinya masyrakat yang berada di desa itu dibuat resah dengan prilaku tidak wajar yang dilakukan oleh pria tersebut. Sampai pada akhirnya kemarahan masyarakat di desa itu telah mencapai puncaknya dan menggiring pria itu ke alun-alun untuk diadili, dalam pengadilan itu pria tersebut akhirnya dijatuhi hukuman mati sebagai akibat dari kesalahan yang telah ia perbuat. Pada saat sebelum pria itu dihukum mati, pria tersebut sempat berkata ia bersumpah bahwa desa itu akan menjadi desa mati dan tidak akan ada orang yang dapat menempati desa tersebut sampai kapanpun.

Hingga pria itu mati, tidak ada seorangpun yang mempercayai kata-katanya. Setelah beberapa bulan berlalu sejak kematian pria itu, masyrakat di desa mulai menunjukkan keanehan. masyarakat merasakan keanehan di desa mereka dimana para masyarakat banyak yang mati diakibatkan oleh penyakit yang belum diketahui asal usulnya dari mana, yang mereka tahu hanyalah setiap para korban yang mati akan meninggalkan bekas sayatan di leher mereka secara misterius setelah kematiannya walaupun mereka tahu bahwa mereka mati bukan dikarenakan dicekik ataupun digorok oleh benda tajam melainkan mati oleh penyakit misterius. Banyak dari mereka mengaitkan kejadian yang sedang mereka alami dengan kutukan si pria pengabdi iblis tersebut. Pada saat itu juga banyak masyarakat dari desa memilih untuk meninggalkan desanya dengan alasan demi keselamatan mereka. Semenjak saat itu daerah ini menjadi daerah mati dan tak ada seorangpun yang berani datang kemari.

"Sampai disana saja ceritaku tentang asal usul hutan ini." Ucap mahkluk besar tersebut.

Setelah mendengar cerita dari mahkluk itu yandi kemudian meminta izin untuk pergi dari tempat tersebut "Terima kasih karena telah menceritakan tentang hutan ini padaku, kalau begitu aku ingin bergegas pergi terlebih dahulu ada"

"Saat ini kau tida akan mengalami kejadian perulangan lagi kate aku sudah menghilangkannya, kau sudah bisa pergi dari sini sekarang." Ucap mahluk besar tersebut.

Akhirnya yandi pun melanjutkan perjalanannya kembali untuk dapat pergi ke gubuk tua tempat pertama kali ia berteduh tersebut.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!