Rencana Balas Dendam

Setelah hantu tersebut menghilang, yandi menyadari ada yang aneh pada dirinya. Ia menyadari dirinya mampu berkomunikasi dengan hantu itu, lalu yandi menggabungkan kejadian tadi dengan apa yang dirinya alami sewaktu masih kecil. Yandi ingat bahwa dirinya memang memiliki kemampuan unik untuk berkomunikasi dengan makhluk astral sejak kecil, seperti yang dikatakan oleh ibunya dulu.

Yandi pun segera bergegas menuju gubuk untuk memastikan keadaan felix dan meninggalkan petunjuk yang seharusnya tinggal sedikit lagi ia dapatkan, "Aku merasa sedikit khawatir dengan kondisi felix, sebaiknya aku segera kembali ke gubuk!"

Disisi lain Angga yang mencoba untuk memastikan bahwa tidak ada anggotanya lagi yang kabur, terus berupaya untuk meyakinkan mereka bahwa perkataan yang dirinya sampaikan merupakan sebuah kebenaran. Jika mereka melanggar salah satu dari ucapannya maka orang tersebut akan mendapatkan sebuah petaka dan dirinya tidak akan bertanggung jawab atas apa yang telah terjadi pada mereka nantinya.

"Aku ingin menanyakan satu hal pada kalian, ini juga untuk memastikan apa kalian mematuhi aturan dariku atau tidak?" Ujar angga dengan nada yang tegas.

"Aku ingin menanyakan, apakah kalian ingin tetap berada disini bersamaku atau pergi seperti mereka dan takkan bisa keluar dari hutan ini." Ucap angga, dengan ekspresi seperti orang yang sedang mengancam.

Mereka yang mendengarnya pun tidak ingin mengambil resiko seperti yang dilakukan oleh yandi serta felix, lalu mereka semua setuju untuk tetap berada di pohon bersama dengan angga.

Angga yang mengetahui hal tersebut, lantas merasa senang dengan kepercayaan mereka terhadapnya. Kemudian angga merencanakan sesuatu agar bisa membalaskan dendamnya yang waktu itu pada yandi, dengan memanfaatkan rekan-rekannya.

"Jika memang begitu baguslah, berarti kalian masih memiliki akal sehat untuk berfikir." Ujar angga, sembari memperlihatkan sedikit ekspresi senyumannya kepada rekan-rekannya.

"......Sebagai bentuk dari kepercayaan kalian terhadapku , bersediakah kalian untuk membantuku menemukan felix setelah hujan ini berhenti." Sambil menepukkan tangan kanannya kebagian dadanya.

Rekan-rekannya yang lain cukup heran dengan keputusan angga, mereka berfikir bahwa felix telah mengkhianatinya hingga membuatnya sangat kecewa, namun mengapa angga masih saja ingin mencarinya.

"Mengapa kau masih ingin felix, padahal sudah jelas-jelas dia tadi menolak ajakanmu?" Tanya krisna, dengan nada yang sedikit melengking.

Angga langsung membenarkan ucapan yang dikatakannya tadi, "Memang benar bahwa tadi felix sudah menolak ajakan dariku, tapi bukan berarti bahwa dia menolaknya atas keinginannya sendiri?" Jawab angga, kembali dengan nada tegasnya bak seorang pemimpin.

Rekan-rekannya yang lain merasa terkejut dengan yang dikatakan oleh angga "Apa sebenarnya maksud dari ucapanmu itu?"

"Maksudku adalah felix saat ini, sedang dalam pengaruh sihir." Ujar angga mencoba menjelaskan pada teman-temannya.

Rekan-rekannya yang mendengarnya sedikit tidak mempercayai perkataan dari angga, lalu mereka mencoba memastikan perkataannya dengan bertanya lebih jelas lagi tentang yang angga maksud "Apa maksudmu, memangnya siapa yang berbuat hal semacam itu?" Tanya nano, dengan rasa penasaran.

"Bukankah seharusnya kalian sudah tahu siapa pelakunya?" Ujar angga

melangkah mendekati mereka.

"Memangnya siapa, coba jelaskan pada kami?" Ujar krisna, sembari mengerutkan alisnya.

"Tentu saja orang itu yandi, dari awal dia sengaja tuk menjauh dariku agar dapat membuat rencananya berhasil dengan baik." Tutur angga, membuat penjelasan kepada teman-temannya tentang yandi.

Ada yang percaya tentang penjelasan yang dikatakan oleh angga dan ada juga yang tidak mempercayainya, salah satu orang yang mempercayai perkataan angga adalah agung, ia berkata bahwa "Sudah sepantasnya kita mempercayai ucapan dari ketua kelompok kita, bukankah selama ini angga lah yang memimpin perjalanan kemah ini."

Angga langsung merasa senang dengan kepercayaan serta kesetiaan agung terhadapnya.

"Aku merasa senang kau sangat mempercayai diriku agung, aku juga sangat senang memiliki teman sepertimu." Ujar angga, memperlihatkan ekspresi tersenyumnya sembari menyembunyikan niat licik didalam hatinya.

Sedangkan krisna masih tidak mempercayai perkataan dari angga, jika yandi telah melakukan hal seperti itu dan memilih untuk menaruh kecurigaannya tersebut dalam-dalam agar tetap bersama teman-temannya.

****

Yandi segera bergegas pergi ke gubuk, namun saat tiba di setengah perjalanan ia mulai menyadari bahwa dirinya hanya berputar-putar saja di satu arah.

"Ahh...! Nampaknya ini jalan yang baru saja sudah ku lewati, tetapi mengapa aku tetap berada disini padahal aku rasa sudah berjalan cukup jauh?" Ucap Yandi, dengan wajah yang kebingungan.

Lalu yandi segera mencoba mencari ranting untuk menandai pohon yang telah ia lalui dan setelah selesai, yandi pun berusaha untuk mengulanginya sekali lagi. Setelah mengulanginya lagi, jalan yang ia lalui ternyata masih tetap sama seperti yang ia lewati tadi.

"Ada apa ini, bukankah ini jalan yang baru saja telah kulewati?" Sembari menengok kearah kanan dan kiri jalan tersebut yang dipenuhi oleh pepohonan yang rimbun.

Yandi menyadari ada yang aneh dengan hutan ini, dirinya sama sekali tidak mengetahui asal usul sekaligus nama dari hutan ini. Yang dirinya ketahui hanyalah angga yang selama ini telah banyak mengetahui tentang rahasia hutan ini dan merahasiakannya ke teman-temannya termasuk dirinya.

Lalu yandi mencoba mencari cara lain untuk bisa keluar dari masalah yang sedang ia hadapi saat ini. Tak berselang lama kemudian muncul ide dari yandi untuk memanfaatkan kelebihannya yang dapat melihat makhluk astral agar bisa mendeteksi apa yang sedang terjadi ditempat tersebut.

"Aku harus sebaik mungkin memanfaatkan kemampuan yang kumiliki ini, kalau tidak aku bisa terjebak ditempat ini untuk selamanya." Ucap yandi, sembari memulai membuka mata batinnya.

Setelah yandi berhasil membukanya, seketika matanya dapat melihat dunia gaib yang tak dapat dilihat oleh orang biasa. Di area tersebut yandi dapat melihat mahkluk yanga sangat tinggi besar disekitar pohon beringin yang berada tepat disebelah kirinya. Mahkluk tersebut memiliki mata yang merah menyala dan terlihat sedang menatapnya dengan tatapan sangat tajam dari ketinggian postur tubuhnya. Bahkan jika dibandingkan dengan pohon yang berada disebelahnya postur tubuhnya jauh melebihi pohon tersebut.

Yandi curiga bahwa mahkluk tersebutlah yang menjadi penyebab dari berputar-putranya ia ditempat ini, lalu yandi mencoba untuk menjaga jarak dengan mahkluk tersebut dikarenakan sikapnya yang semakin aneh terhadapnya. Makhluk tersebut menyadari bahwa yandi dapat melihat keberadaan dirinya, merasa dirinya sedikit terusik makhluk kemudian mencoba mengusir yandi dengan cara menghibaskan bulunya yang sangat lebat yang berada di sekujur tubuhnya.

"Mahkluk besar itu nampaknya tahu kalau aku bisa melihat keberadaannya dan sepertinya dia tidak suka kalau aku berlama-lama ditempat ini." Ujar yandi sembari perlahan-lahan melangkahkan kakinya kebelakang untuk menjauh dari makhluk besar tersebut.

Yandi merasa bingung harus pergi kemana lagi karena setiap ia berkala kearah manapun, dirinya selalu saja kembali ketempat ini.

"Aku harus se-segera mungkin mencari penyebab dari kejadian berputar-putarnya diriku ditempat yang sama seperti ini?" Ucap Yandi, merasa kebingunan sembari mencari sumber kejadian yang saat ini ia alami.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!