Akhirnya Yandi pergi sendiri untuk mengecek bungkus snack yang dijatuhkan Agung. Melewati banyak pepohonan di kegelapan malam yang sangat dingin.
Yandi merasa udara di hutan pada malam hari sangat dingin dan menyengat. "Hu...! Malam ini dingin, baru pertama kali aku merasakan malam yang dingin di hutan.”
Tiba-tiba, terdengar suara gemerisik di salah satu pohon tepat di depan Yandi.
"Ssskkk! Ssskkkk!"
"Suara apa itu, suaranya sepertinya berada pada pohon yang di depan sana." Yandi merasakan suara aneh datang dari pohon di depannya dan mendekatinya.
Merasa ada yang tidak beres dengan pohon itu, Yandi segera mendekatinya dan memeriksanya.
Dengan langkah kaki yang cukup lambat mendekati pohon itu, agar dapat mencapai sumber suara yang dicari.
Yandi hanya menemukan pohon yang tertiup angin dan mencoba melingkarinya, namun yang ada hanyalah batang pohon yang ia dengar sebagai suara aneh tadi.
"Hhhmm! Aku kira apa, ternyata hanya batang pohon kecil." kata Yandi sambil memeriksa sekeliling pohon, tapi tidak ada apa-apa disana.
"Sepertinya tidak ada apa-apa di sini, lebih baik aku melanjutkan perjalananku."
Yandi melanjutkan perjalanannya yang sempat tertunda karena mendengar suara-suara aneh.
Yandi dengan cepat beralih ke tujuan awalnya untuk memeriksa bungkus makanan ringan yang menurutnya bisa menjadi petunjuk untuk keluar Dari hutan ini
Yandi tidak menyadari bahwa dia telah sampai di sebuah pohon besar tempat Angga dan teman-temannya yang lain berteduh.
Saat itu cuaca sedang gerimis, sehingga Yandi bisa sampai di tempat tersebut
"Akhirnya sampai juga."
"Sekarang aku harus segera mencari bungkus makanan ringan terakhir yang dibuang Agung."
Melihat dari jauh teman-temannya yang tengah berada dibawah pohon besar, kata Yandi.
Yandi terus-menerus tak berhenti mencoba memperhatikan disekeliling tempat agung berdiri saat ini, untuk menemukan bungkus snack yang telah agung buang, "Dimana agung membuang bungkusan snaknya yang terakhir, aku sama sekali tidak melihatnya?"
Setelah selam 30 menit yandi melihat disekeliling tempat agung berada dan tak menemukan apapun disana, tiba-tiba ia melihat agung yang berpindah tempat dari posisi duduknya yang sekarang, lalu yandi melihat sekumpulan plastik yang berserakan tepat berada di tempat yang diduduki agung sebelumnya. "Haaa! Itu dia yang kucari, ternyata selama ini ia menyimpannya dibawah tempat ia duduk."
Lalu setelah yandi berhasil menemukan yang ia cari selama kurang lebih 30 menit, yandi pun memperhatikan arah lintasan yang dilalui oleh satu persatu bungkus snack yang berserakan tersebut, "Ketemu! Itu dia bungkus snack satu nya, untunglah lokasinya tak jauh dari bungkus snack yang sebelumnya ia buang."
"Ini bisa jadi petunjuk bagiku agar dapat keluar dari hutan ini?" Ujar yandi, dengan perasaan senang.
Setelah yandi menemukan bungkus snack yang ketiga, yang ternyata tempatnya agak jauh dari pohon besar yandi pun mulai mendekatinya, "Siip!Ternyata bungkus snack yang ketiga lokasinya agak jauh dari angga dan yang lain, kalau ini aku baru bisa mendekatinya."
Yandi memeriksa bungkus yang ia temukan tersebut, lalu mencoba mencari kembali bungkus snack yang lainnya, "Tampaknya bungkus snack ini sudah hanyut terbawa aliran air hujan, paling tidak aku menemukan bungkusan yang lainnya untuk memperkuat petunjuk yang aku temukan ini?"
Aku mulai mencoba lagi menemukan petunjuk dari bungkus snack lainnya yang kemungkinan lokasinya tak jauh dengan bungkus snack yang kutemukan saat ini.
Mataku tak berhenti sedikitpun untuk melihat semua yang ada disekelilingku
agar tak melewatkan satupun hal yang ada disana. Karena tak melihat satupun benda yang ingin dicari, yandi memutuskan untuk mencarinya ditempat lain, "Disini tampaknya tidak ada apapun petunjuk yang bisa kutemukan, sepertinya lebih baik aku mencari ditempat lain saja?"
Tak lama kemudian setelah berjalan cukup jauh, ia menemukan ada yang janggal, dirinya merasa diikuti oleh sesuatu yang tak biasa. Yandi pun sedikit mempercepat langkah kakinya, "Kenapa aku merasa seperti sedang diikuti oleh seseorang, pokoknya aku harus segera menemukan petunjuk itu."
Suaranya nampak terdengar semakin jelas ditelinga yandi, lalu tiba-tiba ia mendengar suara rintihan kesakitan seseorang yang sedang meminta bantuan, "Toolo.....ng! Toolo.....ng!"
Bersamaan dengan suara rintihan tersebut, hawa dari tempat ini berubah menjadi sangat dingin. Lalu aku dikagetkan dengan berubahnya suara rintihan itu yang tiba-tiba menjadi suara teriakan yang amat keras yang dapat kuyakini kalau suara teriakan tersebut merupakan suara seorang perempuan. "Tooloong....! Aaahhh!"
Yandi yang penasaran dengan suara itu, bergegas menuju kearah sumber suara tersebut berasal, "Aku penasaran, memangnya siapa orang yang teriak sekencang itu pada malam hari ditengah hutan seperti ini?"
Yandi menghampiri suara itu bukan tanpa sebab, dikarenakan yandi teringat oleh temannya yang ia tinggalkan sendirian didalam gubuk yang ia temukan, jadi ia merasa khawatir akan temannya tersebut dan memutuskan untuk memeriksa sumber suara itu.
Setelah yandi merasa bahwa dirinya telah sampai ditempat sumber suara tersebut berasal, alangkah terkejutnya dia dengan apa yang telah dilihatnya. Yandi melihat sosok wanita yang menyerupai temannya felix sedang berdiri menghadap pohon yang sangat rindang didepannya, yandi mencoba untuk berkomunikasi dengannya namun ia sama sekali tidak meresponnya, "Felix, sedang apa kau disana?"
Berulang kali yandi mengatakan hal yang sama, namun tak ada respon juga darinya. Karena tak tanggapan, jadi yandi memutuskan untuk menghampirinya. Akan tetapi setelah dia sampai dihadapannya, sosok yang menyerupai felix itupun tiba-tiba saja memutar kepalanya 360% kebelakang.
Yandi yang melihat hal tersebut merasa sangat terkejut sekaligus heran dengan bentuk dari sosok tersebut, dikarenakan ini merupakan kali pertama baginya melihat sosok hantu.
Secara mengejutkan tiba-tiba sosok yang diduga hantu tersebut berkata dengan nada yang tampak serak, "Kau sama sekali tak takut melihatku?"
"Mengapa aku harus takut, lagipula kau merubah wujudmu menyerupai temanku." Ujar yandi, dengan nada bicara yang cukup santai, meskipun dirinya melihat sosok hantu persis didepannya.
Sosok hantu tersebut lalu berkata lagi, "Kau merupakan orang pertama yang berani melihatku seperti ini dan kau juga merupakan orang pertama yang berprilaku sopan ditempat ini!"
Yandi yang mendengar itupun merasa heran, lalu berkata "Mengapa bisa aku orang pertama, lalu bagaimana dengan yang lain sebelum aku datang kesini!"
"Orang-orang yang datang kesini, semuanya memiliki niat yang jahat."
"Mereka berprilaku tak sopan saat datang ke tempat ini, karena itu mereka semua mati sebagai tumbal ataupun tersesat dan tak akan pernah kembali dari tempat ini." Ujar penjelasan dari hantu tersebut.
"Untuk teman-temanku, bagaimana menurutmu?" Tanya Yandi kepada sosok hantu itu.
"Menurutku mereka semua sama saja, tak ada satupun dari mereka yang berprilaku baik terhadap hutan ini kecuali dirimu." Ujar sosok hantu tersebut.
Setelah selesai berbicara tentang hal itu, secara tiba-tiba sosok itu menghilang melewati beberapa pohon yang berada disebelahnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments
Senjana
ikutan kaget 😭
2023-01-21
0