Dua telur naga

Sinta dan Rai Allen melihat ke sekeliling tempat ini. terdapat aliran air yang deras dibawah tempat ini.

Kemudian melihat kedepan ada tulang raksasa yang sangat besar didepat mereka ukuran tulang ini diperkirakan sepanjang 4 meter.

Dan dibelakang mereka juga ada tulang yang sama dengan ukuran yang hampir sama dengan tulang didepan.

"Diperkirakan ini adalah tulang naga," kata Sinta dengan tenang.

"Apa benda ini berharga," kata Rai Allen.

"Mungkin tulang ini bisa dibuat senjata karena keras tetapi ukuran cincin penyimpanan kita akan penuh bila menyimpan benda ini.

Lagi pula daging naga lebih mahal daripada tulangnya," kata Sinta.

Rai Allen mengangguk kalau membawa tulang ini mungkin hanya mendapatkan beberapa ribu koin emas sedangkan juka membawa daging makan itu akan menjadi sekitar 10 kali lipat.

"Mungkin naga ini bertarung melawan sesuatu?" tanya Rai Allen.

"Kemungkinan naga ini melawan manusia sangat tinggi , soalnya energi roh sudah hilang semua kalau mati secara natural maka naga ini paling tidak akan meninggalkan sedikit energi roh.

"kita akan pergi kemana dulu ke depan atau belakang keduanya adalah tulang naga," kata Sinta.

"Bagaimana kalau ke depan dulu ,kemudian kita akan menjelajah ke belakang," kata Rai Allen.

Sinta sangat kecanduan dengan keberuntungan Rai Allen , karena dia hanya orang biasa tetapi memiliki keberuntungan yang melawan langit.

Jadi lebih baik mengikuti Rai Allen daripada mengikuti tujuanya sendiri mungkin akan membawa keberuntungan.

Mereka terbang dan memperhatikan disekeliling , Tulang naga ini sangat besar sehingga perlu waktu untuk melihat bagian belakangnya.

Di bagian belakang naga itu terdapat dua telur yang sangat besar.

Tinggi telur itu tepat 100 meter dan satu telur seperti terbakar terus menerus sedangkan yang satunya sangat dingin hingga membekukan lantai.

"Itu telur apa?" tanya Rai Allen.

Sinta juga tercengan baru saja dia berharap mendapatkan keberuntungan sekarang keberuntungannya itu datang kepintu sendiri.

"Yang membeku itu terlihat seperti telur naga extrime es yang memiliki element es sangat dingin bahkan konon katanya waktu dan ruang dapat dibekukan.

Sedangkan yang membara itu adalah telur burung phoenix yang katanya depat terlahir kembali setelah kematian," kata Sinta.

"Apa telur itu bisa dimakan?" tanya Rai Allen.

Sinta memukul kepala Rai Allen.

"Daripada memakanya lebih baik menyerap kartu roh yang ada pada mereka mereka berdua adalah hewan yang sangat langka," kata Sinta.

"Ah! kalau begitu aku akan mengambil burung phoenix, bukankah kamu ingin naga?" kata Rai Allen.

"Tentu saja dua makhluk ini tidak mungkin mengeluarkan kartu lebih rendah daripada kuning," kata Sinta.

"Karena mereka berdua masih telur, lebih baik langsung menyerap energi roh mereka untuk mendapatkan kartu, syaratnya mungkin kita harus bertahan oleh suhu extrime mereka," kata Sinta.

Sinta kemudian mendekat kearah telur naga extrime es dan Rai Allen mendekat ke telur burung phoenix.

Sinta bertahan dari es yang sangat dingin tetapi karena naga extrime es masih berupa telur dia masih belum bisa membekukan ruang atau waktu.

Rai Allen juga mendekat kearah telur burung phoenix kemudian mereka berdua mengulurkan tanganya kearah telur itu.

Tarik-menarik energi roh terjadi diantara mereka.

Rai Allen dan Sinta belum pernah menghadapi situasi seperti ini dimana menarik energi roh sangat sulit.

Hal ini karena kedua telur itu telah memiliki kesadaran , kekuatan kesadaran itu sangat kuat dan dapat membunuh mereka dengan mudah.

Kesadaran itu hanya butuh satu pemikiran untuk membunuh mereka berdua tapi kedua kesadaran itu malah mau ikut terserap kedalam kartu roh.

Kemudian kedua telur itu mati dan berhenti terbakar dan beku seolah menjadi telur biasa.

Sinta dan Rai Allen saling memandang dan mereka berkeringat dingin karena mereka hampir saja mati.

Ditangan mereka berdua ada dua kartu hitam yang masing-masing bergambar telur naga extrime es dan telur burung phoenix.

"Aku tidak menyangka kedua telur ini masih memiliki kesadaran," kata Sinta.

"Aku merasa hampir mati," kata Rai Allen.

"Kalau saja kesadaran mereka itu ingin membunuh kita , kita mungkin sudah mati,"kata Sinta.

Rai Allen melihat ke arah kartu didepannya ini dan berwarna hitam.

"Kenapa berwarna hitam?" tanya Rai Allen.

"Yah kalau itu tidak ada kesadaran mungkin sudah menjadi kartu kuning atau merah bahkan mungkin warna-warni ," kata Sinta.

"Apa kamu tau tentang kartu hitam?" tanya Rai Allen.

"Mungkin kartu ini lebih langka dari kartu warna-warni karena dalam catatan sejarah hanya 3 orang dalam sejarah yang memiliki kartu hitam selama 10.000 tahun terakhir," kata Sinta.

"Lebih langka dari kartu warna-warni ?" kata Rai Allen.

"Itu karena cara mendapatkanya sangat sulit , apa kamu ingat kesadaran itu. Syarat untuk mendapatkan kartu hitam adalah dengan menyerap kesadaran monster dan hal itu bisa membunuh budidaya roh dengan mudah jadi tidak ada yang berani mencoba mendapatkan.

Bahkan jika monster sudah terluka parah tetapi kesadaranya itu akan membenci orang yang ingin membunuhnya jadi menyerap kartu hitam kedengaranya mustahil tampa monster secara sukarela menjadi kartu roh," kata Sinta.

"Ah! lalu katakan apakah kartu hitam itu kuat," tanya Rai Allen.

"Tergantung monsternya sih, karena kartu hitam akan mendapatkan semua kemampuan monster itu beserta monster itu sendiri," kata Sinta.

Kemudian Sinta dan Rai Allen mamandang kartu hitam ditangannya seolah tidak sabar lagi ingin menyerap.

Kemudian untuk berjaga-jaga Sinta akan menyerap terlebih dahulu kemudian Rai Allen menyerap kemudian.

Setelah mereka berdua berhasil menyerap kartu hitam itu mereka merasakan bahwa bayi roh seolah bergabung dengan roh monster tersebut.

Sinta merasa roh naga extrime es menyatu dengan roh bayi terakhir dan Rai Allen merasa roh bayinya menyatu dengan roh burung phoenix.

Setelah penyatuan itu telur yang besar muncul disamping roh itu.

"Kenapa masih berupa telur?" kata Rai Allen sambil mengeluarkan telur burung phoenix dengan senyum sedih.

"Jangan sedih, Telur ini perlu kita kasih makan dengan energi roh setiap hari agar menetas kemudian selama makhluk ini mendapatkan kemampuan mereka kita juga akan mendapatkan kemampuan yang sama," kata Sinta sambil tersenyum kemudian mengeluarkan telur naga extrime es lalu menyuntikan energi roh kedalam telur tersebut.

Rai Allen juga melakukannya tapi mereka hanya menyuntikan setengah dari energi roh itu kemudian mereka beristirahat didekat tempat itu sambil mencari makan.

Mereka menunggu untuk memulihkan energi roh mereka sebelum pergi ke naga disebelah.

Mereka berharap akan mendapatkan kartu transformasi sempurna segera karena mereka tidak lagi bisa menyerap kartu biasa.

Roh bayi sudah 10 berkeliling dimenara lantai satu , kesepuluh roh bayi itu saling membelakangi dan dibelakang mereka kesepuluh energi itu menyatu.

Dibelakang para roh bayi inilah nantinya akan ditempati oleh roh transformasi sempurna.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!