Dua hari kemudian Riki dijemput Albert meninggalkan rumah sakit menggunakan mobil, ia turun di depan sebuah gedung berlantai enam yang tampak menjulang tinggi.
Seperti yang terlihat itu hanya sebuah gedung perkantoran biasa.
"Bagaimana menurutmu?" tanya Albert.
"Jauh lebih baik dari yang kubayangkan."
Albert tersenyum bangga.
"Kurasa kau sedikit berubah, sepertinya Mai sudah mengubah dirimu dengan cepat."
"Cuma perasaan saja, ayo masuk kalau begitu."
"Ugh, harusnya aku yang mengatakan itu."
Mereka memasuki sebuah lift untuk naik ke lantai atas.
"Kau kagum kamu tidak sampai membenci Mai, bukannya dia sangat kejam."
"Entah kenapa jauh di dalam lubuk hatiku aku juga merasa sedikit berterima kasih jika dia datang, mungkin aku akan tetap dipukuli sampai mati. Apa Anda pikir bahwa aku juga orang yang buruk?"
"Setelah diperlakukan seperti itu kurasa itu pikiran yang wajar, aku yakin semua orang tidak tahan dibully dan sesekali berfikir bagaimana cara membunuh pelakunya, tapi sejauh itu kau tidak melakukannya jadi kurasa kau tidak seburuk itu, Riki. Kau bisa menahan kebencianmu hingga kau bisa memilih mana yang benar dan salah."
"Apa menurutmu Mai juga punya kebencian?"
"Semua orang mempunyainya."
"Aku ingin tahu seperti apa Mai itu?"
Beberapa saat kemudian pintu terbuka sehingga keduanya bisa keluar lift.
"Hmm, biar kupikirkan...... dia adalah gadis yang kurang beruntung, saat umurnya 14 tahun, ia dijual oleh orang tuanya ke tempat hiburan, untunglah dia berhasil lolos dan kembali ke rumahnya."
Keduanya berhenti tepat setelah beberapa langkah ke depan. Walau sedikit ragu, pada akhirnya Albert melanjutkan perkataannya saat lift kembali tertutup.
"Namun saat ia tiba, kedua orang tuanya sudah tak bernyawa, pelakunya tidak lain adalah kakaknya sendiri... ia melakukannya demi uang besar yang diterima orang tuanya dari tempat hiburan."
"Benarkah?"
"Setelah membunuh, kakaknya melarikan diri ke negara ini. Itu juga alasan Mai datang kemari, semuanya demi membalas dendam."
"Jadi masa lalunya kurang baik."
"Kurasa dia ingin melupakan masa lalunya jadi jangan mengatakan apapun padanya.. mungkin saja Mai menganggap kehidupan di sini adalah kehidupan barunya."
Albert menatap langit-langit koridor seakan menyusuri ingatannya.
"Aku dan Nina menemukan Mai tergeletak di jalan dengan kondisi bersimbah darah."
"Jadi dia kalah dari kakaknya?"
"Itu masih belum pasti, sama sepertimu, walau Mai dijual orang tuanya, kenapa dia malah kembali ke rumah itu? Misalkan dia pergi ke tempat lain, ia tidak akan menyaksikan kejadian itu bahkan mungkin saja dia akan hidup bahagia setelahnya."
Riki menggelengkan kepala akan ketidaktahuannya dan Albert segera memberikan jawaban.
"Jawabannya karena keluarganya lebih berharga dari dirinya. Dia pernah bilang bahwa nyawa manusia adalah sesuatu yang berharga, dia tidak bohong tapi jauh di dalam hatinya ia juga membenci manusia singkatnya dia memilah-milah."
"Membunuh yang jahat dan membiarkan yang baik tetap hidup."
"Bisa dibilang begitu."
Manusia adalah makhluk munafik yang bisa menipu orang lain demi keuntungannya sendiri. Perkataan itu terlintas dibenak Riki.
Saat temannya memukulinya, mereka akan bersikap baik di depan guru atau orang tua mereka, itulah manusia.
Riki sedikit merubah pandangannya terhadap Mai.
Kalau saja ada sesuatu yang bisa menolongnya, aku akan melakukan apapun, gumam Riki dalam hati.
"Riki kau tak apa?" suara Albert membawanya pada kenyataan.
"Ah ya."
"Aku juga ingin bertanya, bukannya kau sering diganggu oleh ketiga orang itu tapi kenapa kamu sedikit marah ketika mereka terbunuh?" giliran Albert yang bertanya.
"Tidak ada alasan khusus, menurutku walaupun orang-orang itu jahat mereka juga berhak untuk hidup, ini hanya bentuk keegoisanku tapi aku ingin semua orang bisa hidup bahagia tanpa saling menyakiti satu sama lain."
"Walau mereka pembunuh, kau masih akan memaafkannya."
"Tentu tidak, kita ini hanya manusia tidak pantas menghukum orang lain dengan kematian, biarlah hukum dunia yang mengadili mereka."
"Sudah ku duga.. kau memang orang yang baik, kau juga akan jadi rekan yang baik untuk Mai."
"Kuharap begitu."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
#manusiabiasa
tulisan nya agak typo itu
2023-02-16
2