Sikap Lain Abraham

...Tak ada yang tahu bagaimana cinta itu datang dan hinggap pada hati kita karena sebuah perasaan datang tanpa kita duga dan kita rencanakan. ...

...~Abraham Barraq Alkahfi...

...****************...

Abraham segera menegakkan tubuhnya saat melihat Aufa selesai menenggak minuman yang dia berikan. Bibirnya sejak tadi tak berhenti tersenyum saat melihat kelakuan istrinya yang sangat amat berbanding terbalik ketika dia dalam mode galak.

"Sudah diminun?" Tanya Abra dengan wajah datar lirik gelas yang dia siapkan tadi di atas meja.

"Eh!" Aufa terkejut melihat kedatangannya.

Namun, terlihat sebisa mungkin wanita itu biasa saja dan memalingkan wajahnya.

"Aku udah haus. Kalau aku mati karena minuman ini. Kamu orang pertama yang aku datangin!" Kata Aufa dengan wajah juteknya.

Abraham mengangguk. "Tapi buktinya sekarang kamu baik-baik aja kan? Gak mati, 'kan?"

Abraham bertanya dengan menaikkan salah satu alisnya. Hal itu membuat Aufa semakin geram. Wanita itu lekas beranjak berdiri dan memegang gagang koper dirinya di depan Abraham.

"Kamarnya dimana? Aku mau istirahat!" Seru Aufa bertanya.

"Tuh!" Tunjuk Abraham di sebuah pintu berwarna hitam.

Kening Aufa berkerut. Namun, dia sudah begitu lelah. Dengan sekuat tenaga, dirinya menarik kopernya lagi sampai di depan pintu kamar yang ditunjuk oleh Abraham untuk dirinya.

"Tunggu!" Pekik Aufa lalu berbalik dan meletakkan tangannya di kedua pinggang. "Jangan bilang kalau ini kamar… "

"Kamarku!" Sela Abraham yang membuat Aufa membelalakkan matanya.

"Apa! Jadi kamu nyuruh aku tidur satu kamar sama kamu?" Seru Aufa dengan kesal. "Jangan mimpi kamu yah! Kamu… "

"Kamar yang lain dipakai adikku Bia. Jadi tinggal kamar ini aja," Seru Abraham menyela. "Kalau kamu gak mau tidur di kamarku. Ya tidur di ruang tamu."

"Kamu!" Pekik Aufa dengan mengepalkan kedua tangannya.

"Jangan banyak protes! Rumahku kecil dan hanya ada dua kamar. Untuk sementara tidur di kamarku jika tidak mau. Tuh ada sofa yang cukup dengan badanmu!" Setelah mengatakan itu Abraham lekas melewati Aufa tanpa mengatakan apapun.

Pria itu masuk lebih dulu karena sejak tadi menahan tawa melihat wajah Aufa yang kesal dan cemberut karena ulahnya. Namun, sebaik mungkin Abraham menahan tingkahnya.

Dia tak mau Aufa tahu jika dirinya sudah jatuh dalam pesona Aufa. Abraham masih ingat nasehat Papa mertuanya dan bagaimana sikap Aufa selama ini. Mungkin memberikan pelajaran sedikit untuk istrinya itu bisa membuatnya belajar menghargai orang dan sekitarnya.

Abraham yang sejak tadi terdiam spontan lekas merebahkan dirinya di atas ranjang saat mendengar suara dari depan pintu. Dia yakin istrinya itu akan masuk dan membuatnya berpura-pura memejamkan mata.

...****************...

Aufa terlihat menarik nafasnya begitu dalam setelah berhasil masuk ke dalam kamar Abraham. Matanya menatap sekeliling dan dirinya menelan ludahnya sendiri saat melihat kamar yang jauh lebih kecil dari kamarnya di rumah utama.

Ini bukan setengahnya kamarnya. Bahkan seperempat atau bisa kurang. Namun, penataan yang rapi, desainnya yang bagus membuat Aufa terlihat mulai menyukai kamar ini.

"Dia bisa tidur dan aku harus angkat barang sendirian," Gumam Aufa dengan menghentakkan kakinya ke lantai. "Papa, Aufa capek, Pa."

Gadis itu berjalan ke arah nakas kecil yang ada di dekat ranjang. Dia melihat beberapa deret foto di sana.

"Motogp," Gumam Aufa saat dia melihat banyak karikatur motor GP di atas nakas itu.

Gambar bengkel yang selalu ada di tiap ruangan di area lomba GP dan juga beberapa foto dengan brand sepedanya dipajang oleh pria itu.

"Apa dia bermimpi menjadi salah satu slot disana?" Kata Aufa dalam hati lalu berbalik.

Dia menatap wajah tenang pria menyebalkan itu yang tertidur dengan nyenyaknya. Aufa terdiam, dia baru menyadari satu hal.

"Kalau lagi tidur gini kamu lucu kayak bayi tapi kalau udah bangun, nyebelinnya minta ampun," Celetuk Aufa dengan jujur.

"Ohh astaga! Bilang apa aku ini!" Seru Aufa menutup mulutnya dan geleng-geleng.

Dia benar-benar terhipnotis dengan wajah tampan Abraham yang sangat amat menggemaskan. Namun, dia tak boleh terpesona lebih dulu.

Wanita itu lekas memilih duduk di karpet bawah karena dirinya kesal berdiri sejak tadi. Kakinya terasa sakit dan saat dia membuka kaos kakinya ternyata kakinya lecet.

"Mama, kaki Adek sakit," Rintihnya dengan mengipas kakinya itu menggunakan tangannya.

Aufa mencoba mencari sesuatu disana. Namun, dia baru pertama kali disini dan membuatnya belum tahu tentang apapun. Namun, Aufa yang merasa lelah akhirnya melupakan kakinya itu.

Dia memilih berbaring di atas karpet dan tanpa waktu lama mulai memejamkan kedua matanya. Banyak hal yang dirasakannya dan membuat Aufa tak perlu waktu lama untuk tertidur.

Saat tak ada suara apapun. Abraham yang sejak tadi berpura-pura memejamkan matanya perlahan terbangun. Dia mendudukkan dirinya dan melihat sosok gadis manja yang selalu disayang oleh orang tuanya tengah tertidur dengan tenang di atas sebuah karpet bulu.

Tanpa kata, Abraham turun lalu menggendong Aufa secara perlahan dan menidurkannya di atas ranjang. Pria itu juga mencoba melihat luka di kakinya dan membuat Abraham lekas keluar dari kamar.

"Lagi cari apa, Kak?" Tanya Bia yang ternyata sedang berada di dapur.

"Kotak obat."

"Siapa yang luka? Kakak luka? Kakak abis ngapain?" Tanya Bia secara langsung dan mengecek kondisi Kakaknya.

Abraham tersenyum. Dia sangat tahu bagaimana Bia kepadanya dan kepada keluarganya. Gadis cantik itu selalu mudah khawatir pada orang sekitarnya.

"Bukan aku yang terluka, Sayang," Kata Abraham mengusap kepala Bia. "Tapi kaki Aufa lecet. Jadi Kakak mau obatin dulu."

Bia tersenyum centil. Bahkan dia mengedipkan matanya menggoda kakak laki-lakinya.

"Duh iya yang mau obatin kaki istri. Pelan-pelan yah!" Goda Bia dengan cekikikan.

"Dia lagi tidur. Mangkanya ini kesempatan yang baik buat Kakak obatin dia dulu."

"Oh!" Bia mengangguk. "Meski dia bangun juga gapapa. Kan baik tuh. Kesempatan!"

Abraham menggelengkan kepalanya. Dia yakin jika terus melayani adiknya yang satu ini. Pembicaraan mereka tak akan berakhir.

"Kakak ke kamar dulu ya, Bi!"

Akhirnya Abraham lekas kembali ke kamar. Dia mulai mengobati luka di kaki Aufa dengan pelan. Tangannya spontan menjauh saat Aufa mulai bergerak dalam tidurnya.

Abraham kembali melanjutkan mengobati kaki Aufa dengan begitu telaten. Pria itu sedikit meringis saat melihat ada kulit Aufa yang mengelupas.

"Dia udah tau kakinya sakit tapi tetap aja pakai sepatu hak tinggi," Gumam Abraham geleng-geleng kepala.

Akhirnya setelah selesai mengobati luka Aufa. Abraham lekas menyelimuti istrinya itu dan menghidupkan kipas angin yang ada di kamarnya. Setelah itu dia membereskan kotak obat.

Saat Abraham hendak pergi. Dirinya terhenti menatap wajah cantik Aufa yang tertidur dengan nyenyak.

"Kamu harus belajar dari bawah, Aufa. Kamu harus merasakan menjadi orang bawah untuk bisa mengerti apa itu menghargai!"

~Bersambung

BTW aku mau kasih tau. Novel abang Abra ini dirilis ya tandanya mulai dari awal. Novel ini udah gak ada di sebelah. Udah resmi pindah kesini. Jadi kalau mau yang ikut dari awal lagi silahkan. Jangan lupa like, komen dan vote.

Pembaca disini juga pasti ada yang belum baca kisah ini. Terima kasih.

Terpopuler

Comments

Sapna Anah

Sapna Anah

bagus Thor ceritanya 💪💪💪❤️🤭

2025-02-21

0

Ma Em

Ma Em

Pertama aku baca langsung suka ceritanya bagus lanjut thor

2024-10-05

0

Edy Sulaiman

Edy Sulaiman

aku juga baru bc thor smg tk mengecewakan..

2024-06-27

1

lihat semua
Episodes
1 Penawaran Mematikan
2 Penghinaan di Hari Pernikahan
3 Mulut Pedas Aufa!
4 Ceraikan Putriku!
5 Sikap Lain Abraham
6 Pelajaran Pertama Untuk Aufa
7 Bersihkan Aufa!
8 Pertengkaran Pagi
9 Pulangkan Aku ke Papaku!
10 Ketahuan
11 Mertua VS Menantu
12 Perempuan Bernama Auren
13 Kepulangan Bia
14 Insiden Pelakor berakhir Ciuman Pertama
15 Malam Pengantin
16 Kabar Buruk
17 Ditinggalkan!
18 Siapa Abraham Sebenarnya?
19 Gelisah, Galau, Merana
20 Almeera VS Abra
21 Menyatakan Cinta
22 Abraham dan Athaya
23 Frustasi Akut!
24 Bertemu
25 Ketahuan Potret Aufa
26 Dia Kembali!
27 Aku Hanya Mencintaimu
28 Ciuman Penuh Cinta
29 Suap Manja!
30 Kumakan Kamu!
31 Izin Titut Titut Yah?
32 Malam Yang Indah
33 Otak Omes Abang
34 I Want You!
35 Pemanasan Olahraga
36 Menyatakan Hak Milik
37 Ide Gila Baju Dinas
38 Kegiatan Sempurna Ehh!
39 Kebakaran
40 Firasat buruk
41 Permintaan Resepsi Aufa
42 Perusahaan Terguncang
43 Trauma Yang Membekas
44 Sadar!
45 Kamu Percaya sama aku?
46 Kepergian Aufa dan Abraham
47 Pertemuan Aufa dengan Keluarga Abraham
48 Ditolak atau Diterima sebagai menantu
49 Langkah Pertama Abraham
50 Pelaku Kebakaran
51 Gombalan Berakhir Ciuman
52 Tipu Muslihat Abraham
53 Panggilan Misterius
54 Kotak Rahasia
55 Rahasia Semi
56 Paket Kedua
57 Pingsan
58 Kabar Bahagia
59 Sikap Posesif Abraham
60 Cake Coklat Keju
61 Berhasil!
62 Imbalan Nakal
63 Kepergok?
64 Hadiah Kecil Dari Abra
65 Merestui
66 Ngidam Yang Melelahkan?
67 Suami VS Istri
68 Tekad Abraham
69 Nasehat Almeera
70 Syndrom Morning Sickness
71 Tidur Dengan Mela
72 Kesempatan dalam Kesempitan
73 Bukti Perselingkuhan
74 Mela VS Aufa
75 Pria Tampan
76 Mood Buruk!
77 Pertemuan Kembali
78 Bule Gila!
79 Musibah membawa Berkah Fort
80 Chuross
81 Si Bucin
82 Fort VS Abraham
83 Kelakuan Abra
84 Godaan Mela
85 Cium Pipi?
86 Berkenalan Ulang
87 Traktiran!
88 Bermain Bersama
89 Taruhan
90 Salah Tingkah
91 Hadiah Tanpa Sengaja
92 Terbongkar Perselingkuhan!
93 Didobrak!
94 Memutar Ingatan!
95 Urus Surat Cerai Kita!
96 Kehancuran Keluarga Semi
97 Kabar Buruk Dari Indonesia
98 Rencana Makan Malam
99 Sikap Manja Abraham
100 Dukungan Abraham
101 Aya VS Ryn
102 Keberangkatan!
103 Reyn Aya Kecil
104 Pamit
105 Lamunan Aya
106 Pertemuan Aya dan Reyn Dewasa
107 Cemburu Mode Anak
108 Bengkak
109 Sikap Peduli Abraham
110 Kekhawatiran Calon Ayah
111 Bia tinggal bersamamu
112 Kebahagiaan Aufa
113 Anak Abraham Suka Es Krim
114 Bujukan Aufa
115 Kedatangan Bia
116 Berkumpul Lagi
117 Dendam
118 Diikuti!
119 Ditinggal Sendiri!
120 Kekhawatiran Abraham
121 Balas Dendam Semi!
122 Diikat!
123 Menggilanya Semi
124 Abraham Kembali
125 Siuman
126 Pulang
127 Detik-detik opening
128 Panik
129 Memberi Kabar
130 Penyemangat Utama
131 Welcome To The World
132 Rilis Novel Dibuang Suamiku, Dinikahi Millionaire (dayana)
133 RILIS KISAH ANAK BIA DAN SHAKA
Episodes

Updated 133 Episodes

1
Penawaran Mematikan
2
Penghinaan di Hari Pernikahan
3
Mulut Pedas Aufa!
4
Ceraikan Putriku!
5
Sikap Lain Abraham
6
Pelajaran Pertama Untuk Aufa
7
Bersihkan Aufa!
8
Pertengkaran Pagi
9
Pulangkan Aku ke Papaku!
10
Ketahuan
11
Mertua VS Menantu
12
Perempuan Bernama Auren
13
Kepulangan Bia
14
Insiden Pelakor berakhir Ciuman Pertama
15
Malam Pengantin
16
Kabar Buruk
17
Ditinggalkan!
18
Siapa Abraham Sebenarnya?
19
Gelisah, Galau, Merana
20
Almeera VS Abra
21
Menyatakan Cinta
22
Abraham dan Athaya
23
Frustasi Akut!
24
Bertemu
25
Ketahuan Potret Aufa
26
Dia Kembali!
27
Aku Hanya Mencintaimu
28
Ciuman Penuh Cinta
29
Suap Manja!
30
Kumakan Kamu!
31
Izin Titut Titut Yah?
32
Malam Yang Indah
33
Otak Omes Abang
34
I Want You!
35
Pemanasan Olahraga
36
Menyatakan Hak Milik
37
Ide Gila Baju Dinas
38
Kegiatan Sempurna Ehh!
39
Kebakaran
40
Firasat buruk
41
Permintaan Resepsi Aufa
42
Perusahaan Terguncang
43
Trauma Yang Membekas
44
Sadar!
45
Kamu Percaya sama aku?
46
Kepergian Aufa dan Abraham
47
Pertemuan Aufa dengan Keluarga Abraham
48
Ditolak atau Diterima sebagai menantu
49
Langkah Pertama Abraham
50
Pelaku Kebakaran
51
Gombalan Berakhir Ciuman
52
Tipu Muslihat Abraham
53
Panggilan Misterius
54
Kotak Rahasia
55
Rahasia Semi
56
Paket Kedua
57
Pingsan
58
Kabar Bahagia
59
Sikap Posesif Abraham
60
Cake Coklat Keju
61
Berhasil!
62
Imbalan Nakal
63
Kepergok?
64
Hadiah Kecil Dari Abra
65
Merestui
66
Ngidam Yang Melelahkan?
67
Suami VS Istri
68
Tekad Abraham
69
Nasehat Almeera
70
Syndrom Morning Sickness
71
Tidur Dengan Mela
72
Kesempatan dalam Kesempitan
73
Bukti Perselingkuhan
74
Mela VS Aufa
75
Pria Tampan
76
Mood Buruk!
77
Pertemuan Kembali
78
Bule Gila!
79
Musibah membawa Berkah Fort
80
Chuross
81
Si Bucin
82
Fort VS Abraham
83
Kelakuan Abra
84
Godaan Mela
85
Cium Pipi?
86
Berkenalan Ulang
87
Traktiran!
88
Bermain Bersama
89
Taruhan
90
Salah Tingkah
91
Hadiah Tanpa Sengaja
92
Terbongkar Perselingkuhan!
93
Didobrak!
94
Memutar Ingatan!
95
Urus Surat Cerai Kita!
96
Kehancuran Keluarga Semi
97
Kabar Buruk Dari Indonesia
98
Rencana Makan Malam
99
Sikap Manja Abraham
100
Dukungan Abraham
101
Aya VS Ryn
102
Keberangkatan!
103
Reyn Aya Kecil
104
Pamit
105
Lamunan Aya
106
Pertemuan Aya dan Reyn Dewasa
107
Cemburu Mode Anak
108
Bengkak
109
Sikap Peduli Abraham
110
Kekhawatiran Calon Ayah
111
Bia tinggal bersamamu
112
Kebahagiaan Aufa
113
Anak Abraham Suka Es Krim
114
Bujukan Aufa
115
Kedatangan Bia
116
Berkumpul Lagi
117
Dendam
118
Diikuti!
119
Ditinggal Sendiri!
120
Kekhawatiran Abraham
121
Balas Dendam Semi!
122
Diikat!
123
Menggilanya Semi
124
Abraham Kembali
125
Siuman
126
Pulang
127
Detik-detik opening
128
Panik
129
Memberi Kabar
130
Penyemangat Utama
131
Welcome To The World
132
Rilis Novel Dibuang Suamiku, Dinikahi Millionaire (dayana)
133
RILIS KISAH ANAK BIA DAN SHAKA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!