Malam ini Morgan dan Galvin sedang main billiard, mereka nampak fokus dengan permainan mereka, namun Galvin beberapa kali mengajaknya bicara serius.
"Di jumpa pers itu saat lu bilang mencintai Zhoya, apakah itu benar?" Galvin mengatakannya dengan penuh penekanan kepada sahabatnya itu.
"Tentu saja." Morgan harus berbohong kembali.
"Sejak kapan?"
"Sejak pertama kali melihatnya."
Galvin menghela nafas sebentar, dia memang sangat dekat dengan Morgan, namun tetap saja dia sangat mengkhawatirkan Zhoya, namun dia sadar jika Morgan dan Zhoya menikah nanti maka dia tidak boleh ikut campur ke dalam rumah tangga mereka. "Bagaimana dengan Laura? Bukannya sebenarnya Laura yang akan menikah dengan kamu jika tidak ada skandal itu."
Morgan tidak mungkin bilang kalau dia dengan Laura masih menjalin hubungan, yang ada Galvin akan meninju dirinya kembali, bahkan mungkin membunuhnya. " Aku sudah menyelesaikan masalah aku dengan Laura."
"Dia menerima begitu saja?"
"Hmm... iya."
Galvin menganggukkan kepala, "Baguslah kalau begitu, aku tenang menitipkan Zhoya padamu. Jangan pernah kamu sakiti dia."
"Ten-tentu saja,"
Drrrttt... Drrrttt...
Ponsel Galvin bergetar, rupanya ada telepon dari Hana.
"Ada apa sayang?" tanya Galvin pada sang istri tercinta.
"Malam ini aku ingin gado-gado sayang. Tapi ingin gado-gado Mbah Sarti."
"Mbah Sarti?" Galvin nampak keberatan karena dia sangat tau sekali gado-gado mbah Sarti itu ramai sekali, dulu saja dia harus mengantri selama 5 jam.
"Kenapa sayang ? Gak bisa ya." Hana nampak kecewa sekali.
"Oh tentu saja bisa sayang. Nanti aku beli ya."
Klik!
Galvin mematikan panggilan teleponannya.
"Kenapa harus gado-gado mbah Sarti coba? Padahal banyak banget penjual gado-gado di kota ini." Galvin malah menggerutu.
Morgan terkekeh, "Ya namanya orang lagi ngidam, gak apa-apalah sekali-kali ini."
"Dulu gue harus ngantri 5 jam bro." Galvin mengeluh kembali. Namun dia tiba-tiba mendapatkan sebuah ide, "Ah gue punya ide."
"Ide apaan?"
Morgan nampak tidak enak hati saat Galvin hanya memandanginya sambil terkekeh, pasti akan ada peristiwa yang tidak mengenakan.
...****************...
...Foto Gratis Khusus Malam Ini Bersama Morgan Xavier...
Terdapat poster kata-kata itu di dekat tempat jualan gado-gado Mbah Sarti.
Siapa lagi kalau bukan ulah Galvin, Galvin menjadikan Morgan sebagai tameng disana dijaga 4 bodyguard.
Otomatis semua orang yang lagi antri dari jajaran pertama sampai terakhir, mereka malah berlarian ke arah Morgan. Kapan lagi bisa foto bareng dengan seorang Morgan Xavier.
Morgan hanya menghela nafas, dia memandangi Galvin yang begitu santai, karena dia satu-satunya yang mengantri.
"Mbah pesan gado-gado empat bungkus." pesan Galvin.
"Tunggu sebentar ya, Mbah mau ngantri dulu foto bareng sama Morgan Xavier." seru Mbah Sarti.
"Lho sebentar Mbah."
Namun Mbah Sarti tidak menggubrinya, dia malah berdandan memakai lipstik ke bibirnya lalu berlari sambil berteriak. "Aaaa Morgan Xavier!"
"Ehh...mbah..." Galvin menggaruk kepalanya yang gak gatal, karena Mbah Sarti mengantri di bagian terakhir. Tadinya dia ingin bisa cepat mendapatkan gado-gado itu, eh mbah Sarti malah ikut-ikutan.
Morgan hanya menjulurkan lidah, meledek Galvin yang nampak kesal sekali, karena rencananya tidak berhasil.
Mungkin kurang lebih 5 jam Morgan harus menyelesaikan berfoto bareng bersama para penggemarnya. Setelah itu mereka mengantri kembali, beruntung Galvin dari tadi berdiri di jajaran paling depan.
Galvin nampak lunglai, namun demi istri tercinta, dia harus bersemangat.
...****************...
"Hahaha... " Morgan malah mentertawakan Galvin. Karena rencananya tidak berhasil.
"Hmmm... enak banget lho ya ngetawain gue." Galvin nampak cemberut.
"Itu karma lu menjadikan gue tameng."
Ckiiittt...
Morgan menghentikan mobilnya tepat di depan rumah Galvin yang megah itu.
"Lu belum makan kan? Ini gue pesan gado-gado buat lu dan Zhoya juga."
"Harusnya gak usah." Morgan belum pernah memakan gado-gado.
"Dicoba aja dulu, gue aja dulu ogah-ogahan. Eh pas pertama kali mencobanya, rasanya nagih sensasinya seperti pertama kali bercinta."
Tenggorokan Morgan terasa kering mendengarnya, "Emm... iya, mungkin."
"Zhoya itu masih virgin. Lu harus melakukannya dengan hati-hati. Jangan sampai dia kesakitan." Galvin memperingati Morgan.
Morgan malah menjawab perkataan Galvin dengan suara tawa.
...****************...
Galvin, Morgan, Zhoya dan Hana sedang makan bersama. Mungkin ini pertama kalinya Morgan dan Zhoya mencicipi gado-gado, makanya nampak ragu.
Galvin sangat gemas sekali melihat cara mereka memandangi gado-gado itu, dia menyuapi Morgan dan Zhoya secara bergiliran.
"Bagaimana rasanya? Enak kan?" tanya Galvin, dia kemudian menyuapi Hana.
"Emmm... " Zhoya mengunyah dulu gado-gado itu. "Wah... enak banget kak." seru Zhoya, dia langsung memakan gado-gado itu dengan lahap.
Wajah Morgan nampak memerah, apalagi kupingnya, Galvin lupa malah pesan gado-gado yang pedas, padahal Morgan tidak suka makanan yang pedas. "Enak sih.Tapi... njir pedas benar." Morgan tersehah-sehah.
Zhoya menjadi tidak tega melihatnya, dia segera pergi ke dapur untuk membuatkannya teh manis.
Zhoya nampak kaget saat tiba-tiba Morgan datang ke dapur juga, karena Zhoya lama sekali buat teh manisnya, dia langsung merebut teh manis itu dari tangan Zhoya. Dan meneguknya sampai habis.
"Gimana? Masih pedas kak?" tanya Zhoya.
"Gak, sekarang sudah tidak pedas lagi." Morgan mengusap rambut Zhoya dengan lembut, "Makasih ya bocil, kamu ternyata bisa menjadi adik yang perhatian. Sebentar lagi kita akan hidup bersama, jangan membuat aku jengkel ya."
Morgan nampak gugup saat melihat Zhoya terdiam memandanginya, dia segera melepaskan tangannya yang mengusap rambut Zhoya.
"Bagaimana kalau selama 6 bulan itu tiba-tiba kak Morgan mencintaiku?"
Morgan terdiam sejenak, kemudian dia terkekeh, "Kayaknya gak mungkin."
"Benar kah? Bagaimana kalau kita bertaruh? Bisa saja selama kita menikah kak Morgan akan tersiksa dengan rasa cinta itu?"
"Bagiku kamu hanya seorang bocil, gak lebih dari itu."
"Oke, tapi si bocil ini akan membuat hatimu bergetar, jantungmu berdebar tak karuan." Zhoya mengatakannya dengan penuh percaya diri, kemudian dia tersenyum ceria. "Nanti kita buktikan saja."
...****************...
Buat kalian yang punya apk f*** , bantu laporkan novel ini yah. itu novel plagiat novel saya. Isi dan kata-katanya sama semua hanya nama tokohnya yang diganti.
Asli
Plagiat
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 131 Episodes
Comments
Mella Sasaq
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
emang enak vin
2025-02-21
0
pipi gemoy
😂😂😂😂😂😂😂😂👻
2025-01-09
0
Okto Mulya D.
Dimana itu gado-gado Mbah Sarti?, legend banget keliatannya..5 jam arti, memangnya berapa porsi jualannya..
2024-07-23
0