Setelah pergi dari kantor DK Entertainment, Morgan memilih untuk pergi ke rumah orang tuanya sebentar, orang yang ingin dia temui adalah mamanya, Bu Widy.
Morgan membenarkan selimut sang mama, dia duduk di pinggiran kasur menatap Bu Widy dengan lembut.
"Morgan benar-benar tidak tau apa yang harus Morgan lakukan sekarang ini. Maafkan Morgan yang tidak bisa menjadi anak yang bisa membanggakan orang tua. Maafkan Morgan, Mah." Morgan menghapus air matanya yang tiba-tiba menetes.
Bu Widy adalah istri kedua dari Pak Gara, sementara Ervan adalah anak dari istri pertamanya. Pak Gara menikah dengan Bu Widy setelah ibunya Ervan meninggal, saat itu Ervan masih kecil makanya Pak Gara menikah lagi karena Ervan sangat membutuhkan sosok seorang ibu.
Dari pernikahannya Pak Gara dengan Bu Widy, menghasilkan dua orang anak, Morgan dan Shella. Namun sayangnya Shella meninggal saat dia masih berumur 5 tahun karena sakit keras.
Pak Gara dulu seorang pengusaha yang sukses, dia hanya mencintai istri pertamanya makanya dia juga hanya menyayangi Ervan. Dia menikah dengan Bu Widy karena keadaan, membutuhkan seorang wanita yang bisa mengasuh dan mengurus Ervan.
Bahkan dulu dalam hal mainan pun, Pak Gara lebih banyak membelikan mainan untuk Ervan, sebenarnya dia dulu tidak mengharapkan Bu Widy hamil tapi malah kecolongan.
Walaupun akhirnya Ervan malah mengecewakannya, dia malah membawa pergi semua uang perusahaan karena tidak ingin kalau sampai papanya mewariskan hartanya juga untuk Morgan. Padahal Morgan sama sekali tidak mengharapkan itu semua. Makanya dia memilih mencari uang sendiri melalui bakat yang dia punya.
Saat ini Bu Widy sedang sakit keras, dia hanya bisa terbaring koma diatas kasur itu, dibantu dengan peralatan medis yang lengkap. Dan memiliki dokter khusus untuk menanganinya.
Morgan tidak ingin menganggu sang mama, dia memilih pergi dari kamar Bu Widy. Kebetulan papanya sedang sibuk dengan laptopnya di ruang kerja, makanya dia tidak sempat bertemu dengan Pak Gara. Karena tau Pak Gara pasti masih marah padanya.
...****************...
Morgan menenangkan dirinya di rumah yang baru dia beli beberapa minggu yang lalu, rencananya rumah itu akan dia gunakan untuk hidup bersama dengan Laura.
Dia bisa lepas dari kejaran para wartawan karena tidak ada yang mengetahui letak rumah baru Morgan.
Morgan membaringkan dirinya di tepi kolam renang sambil menatap langit yang kelam, beberapa kali dia menghembuskan nafasnya. Mungkin orang-orang pikir dia itu seorang aktor yang selalu tampil ceria bahkan dia selalu terlihat ceria di depan semua orang, faktanya dia selalu menyembunyikan masalahnya itu.
Bahkan sampai kini Morgan masih menyuruh orang lain untuk mencari keberadaan Disha. Matanya berkaca-kaca jika mengingat wanita itu, biasanya dia kalau memiliki masalah selalu ada Disha yang menjadi pendengar setianya, namun wanita itu pergi begitu saja tanpa meninggalkan jejak.
Morgan masih tidak bisa berpikir jernih dengan masalah yang dihadapi, dia tidak tau harus memilih karir atau perusahaan papanya. Dia benar-benar tidak tau tentang itu.
Drrrttt.... Drrrttt...
Ponselnya bergetar, dia mendapatkan telepon dari Galvin.
Morgan mengangkat telepon, Galvin langsung menanyakan keberadaannya. "Lu dimana sekarang?" Dari nada bicaranya sudah dipastikan Galvin sangat marah padanya.
"Gue lagi di rumah baru gue, nanti gue sherlock lokasinya."
Morgan sudah mempersiapkan dirinya jika Galvin menghajarnya nanti.
Benar saja, begitu tiba di rumah Morgan, Galvin tanpa basi basi langsung melayangkan bogem pada wajah Morgan.
Bughh...
"Kenapa lu bawa Zhoya ke hotel? Apa yang lu lakukan padanya?" Galvin terlihat emosi sekali.
Zhoya dan Hana kebetulan ikut kesana, mereka sangat terkejut dengan apa yang dilakukan Galvin pada Morgan.
Hana langsung merangkul badan Galvin dari belakang. "Jangan emosi begini dong, sayang."
Sementara Zhoya berdiri di tengah-tengah diantara Morgan dan Galvin, "Sudah aku bilang, disini aku yang salah kak."
Galvin hanya memukulnya satu kali, dia menahan diri begitu melihat sikap Morgan yang nampak pasrah begitu saja di pukul olehnya.
"Zhoya sudah gue anggap adik gue sendiri, gak mungkin gue macam-macam sama dia. Terserah lu mau percaya atau tidak, gue bicara jujur apa adanya." Morgan berusaha untuk menjelaskan semuanya.
Saat itu mereka berempat masih berdiri di halaman depan rumah.
"Lalu ciuman itu?"
Morgan tidak mungkin bilang Zhoya yang menciumnya karena faktanya di mall dia balik mencium Zhoya, "Maafin gue..."
"Aku yang mencium kak Morgan, kak." Zhoya mencoba untuk membela Morgan.
"Bagaimana bisa aku percaya kalian gak ngapa-ngapain sementara kalian terlihat berciuman begitu?" Galvin sulit sekali untuk mempercayai semua ini karena dia memikirkan hal yang terburuk terjadi, pastinya Zhoya yang akan lebih dirugikan sebagai wanita.
"Gue gak tau akan terjadi hal seperti ini."
"Lalu apa yang harus lu lakukan sekarang? Foto dan video kalian menyebar. Bahkan foto Zhoya terlihat begitu jelas, itu alasan gue melarang lu buat deketin dia, gue gak mau ada skandal seperti ini. Tapi akhirnya apa yang gue takutkan malah kejadian."
Morgan menghembuskan nafas dengan pelan, dia menundukkan kepalanya sambil berpikir, kemudian menatap Galvin, "Gue akan bertanggungjawab."
Morgan rasa dia harus mengambil keputusan secepatnya. Dia harus memikirkan harga diri Zhoya dan juga karirnya, masalah perusahaan ayahnya, biar dia pikirkan nanti.
"Bertanggungjawab apa maksud lu?" Galvin belum paham Morgan akan bertanggungjawab dalam segi apa.
"Gue akan menikahi Zhoya, gue tau diri gue tidak pantas menjadi suaminya. Tapi hanya ini yang bisa gue lakukan untuk menolongnya. Dan gue akan terima persyaratan apapun dari keluarga Zhoya." Morgan sangat tau diri dia dengan Zhoya tidak setara, dia akan menikahi Zhoya untuk merendam skandal yang sedang viral ini. Setelah itu dia akan pasrah jika keluarga Zhoya mengajukan persyaratan padanya.
"Menikah?" Zhoya nampak shock mendengarnya, disaat dia ingin melupakan Morgan, kenapa dia harus terlibat pernikahan secara paksa dengan Morgan karena sebuah situasi? Dia yakin Morgan memutuskan untuk menikahinya karena keterpaksaan, bukan karena mencintainya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 131 Episodes
Comments
Hafifah Hafifah
terima aja lah zhoya kuyakin si morgan akan jatuh cinta ama kamu
2025-02-01
1
Okto Mulya D.
Zhoya terima nasib harus menikah, kalau tidak hancur lah rasa cinta mu
2024-07-23
1
Femmy Femmy
egoisnya itu si Gara2 kalau memang tidak menginginkan menikah kembali g usah lakukan karena kasih an ibu Widy nya😠
2024-06-20
1