Laura diantar oleh para bodyguard ke apartemennya, karena dia memang memilih tinggal berpisah dengan papanya. Tepatnya agar bebas bertemu dengan kekasihnya.
Setelah para bodyguard pergi, Yoga pun masuk kedalam apartemen Laura dengan hati-hati. Karena dia tau pasword apartemen kekasihnya itu.
Yoga melihat Laura yang terlihat kesal sekali, dia sangat kesal karena melihat Morgan berciuman dengan Zhoya dan juga ternyata mereka pernah menginap di kamar hotel.
Namun Laura tak peduli soal itu, dia sangat tau Morgan seperti apa, dia akan menerima apa adanya, karena dia juga sama, sering bermain dengan Yoga. Yang penting Morgan menjadi miliknya. Awalnya dia menolak saat dijodohkan dengan Morgan, namun saat pertama kali melihat Morgan secara langsung dia jatuh hati pada pria itu, padahal dia sebelumnya pernah melihat Morgan di layar televisi.
Laura dikejutkan dengan Yoga yang tiba-tiba memeluk dirinya, mungkin karena melamun sampai tidak sadar diam-diam Yoga masuk ke apartemennya.
"Kamu sudah melihat gosip tentang Morgan kan? Bukannya itu keuntungan buat kita, papa kamu pasti akan membatalkan rencana pernikahan kamu dengan Morgan." Yoga malah senang dengan skandal tentang Morgan dan Zhoya.
Laura tidak meresponnya, perkataan Yoga malah membuatnya kesal.
"Kok cemberut gitu sih? Jangan bilang kamu cemburu dengan skandal itu sayang?" Yoga memperhatikan raut muka Laura.
"Siapa yang cemburu, gak kali." Laura terpaksa berbohong untuk menghargai perasaan Yoga.
"Ya lah aku yakin kamu gak akan bisa berpaling dari aku sayang." Yoga tersenyum lebar, dia langsung menggendong Laura ke kamarnya, membuka seluruh pakaian Laura dan dirinya juga. Padahal Laura tidak mood untuk bercinta malam ini.
"Yoga..." Laura ingin protes namun pria itu membungkam dengan mulutnya, mencium bibir Laura dengan begitu na-fsu.
Laura selalu tak berdaya jika sudah didalam situasi seperti ini, apalagi saat dia merasakan jemari Yoga bergerak masuk ke dalam, memainkan kelembutan area intinya.
Laura mengigit bibir bawahnya saat merasakan Yoga melahap buah dadanya dengan begitu rakus sementara jemarinya masih mengobrak abrik daerah kewanitaannya.
"Ahhh.... cepat masukan Yoga!" Laura sudah terbuai dengan permainan Yoga, dia menekan tengkuk Yoga dan mencium bibirnya.
Yoga menyeringai melihat Laura yang sudah dikuasai naf-su.
blasss...
Dengan cepat Yoga memasukan miliknya ke dalam lubang kenikmatannya, dia langsung bergerak dengan begitu cepat.
"Ahhh... ahhh..." Laura jadi membayangkan bagaimana kalau yang diatasnya itu Morgan. Seorang casanova pasti permainannya lebih dahsyat.
Suara desa-han memenuhi isi kamar itu. Sampai akhirnya tubuh Yoga ambruk menindih tubuh Laura.
Mungkin karena kelelahan, Yoga sudah tertidur setelah bisa melepaskan hasratnya kepada Laura, sambil memeluk sang kekasih.
Laura melepaskan pelukan Yoga, dia meraih lingerie yang biasa dia gunakan bersama Yoga, dia merasa bersalah kepada kekasihnya itu karena dulu dia bilang akan menikah dengan Morgan paling lama satu tahun dan tidak akan membiarkan Morgan menyentuhnya, karena dia tidak ingin putus dengan Yoga.
Namun rupanya dia malah jatuh hati pada Morgan. Begitu sangat mencintainya, pesona Morgan mampu menghipnotis dirinya.
Laura duduk di kursi sofa, dia mengirim pesan pada papanya.
[Pah, aku sangat mencintai Morgan. Aku tidak peduli dengan skandal tentang Morgan. Aku ingin tetap menikah dengan dia. Aku mohon, Pah.]
Laura tidak perduli lagi jika akhirnya dia harus berpisah dengan Yoga karena akhir-akhir ini dia merasa hambar jika bersama pria itu, rupanya Morgan berhasil menggantikan posisi Yoga dihatinya.
...****************...
Darwin sangat marah dengan skandal mengenai Zhoya dan Morgan. Dia tidak ingin kehilangan kesempatan lagi untuk mendekati Zhoya, tapi skandal itu malah tersebar dengan begitu cepat.
"Kamu pasti menjual foto dan video itu kan?" Darwin memarahi Joko.
"Tidak Pak, saya gak tau apa-apa soal itu." Namun Joko enggan mengakuinya.
"Jangan bohong kamu, jelas sekali semuanya mirip dengan foto dan video yang kamu kirimkan padaku."
Joko tidak bisa mengelak lagi. Dia hanya bisa diam pasrah.
"Hari ini jangan pernah datang lagi ke perusahaan saya. Kamu saya pecat!" Akhirnya Darwin memecat Joko.
"Tapi Pak aku melakukan semua ini demi mendapatkan uang untuk biaya pengobatan anak saya..."
Darwin tidak ingin mendengar apa-apa lagi dari Joko, dia terlihat marah sekali. "Cepat keluar dari ruangan saya sebelum kesabaran saya habis!" bentaknya.
Joko terpaksa pergi, dia tidak mungkin bisa melawan Darwin.
Darwin sangat frustasi sekali, dia tidak ingin Zhoya menikah dengan pria lain.
Dia segera menelepon ayahnya Zhoya, di Amerika sana.
Dia sangat deg-degan sekali begitu Om Roy mengangkat telepon darinya.
"Hallo Om, ini aku Darwin,"
"Oh Darwin, ada apa?"
"Apa om sudah dengar tentang skandal Zhoya dan aktor yang bernama Morgan."
"Hmm... iya om baru tau," Terdengar suara kekecewaan dari Om Roy , mungkin karena dia sama sekali tidak berharap Zhoya dekat dengan seorang aktor.
"Sebenarnya aku sangat mencintai Zhoya om, karena itu aku akan membantu Zhoya, aktor itu pasti sudah merusak harga diri Zhoya, aku sangat tau sekali Morgan seperti apa, dia tidak mungkin serius dengan Zhoya." Darwin mengatakannya dengan kesungguhan hatinya.
"Bantuan apa yang kamu maksud?"
"Aku akan mengatakan ke media kalau Zhoya adalah calon istri aku, dan semua itu hanya salah paham. Aku akan melakukan apapun demi melindungi Zhoya, om."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 131 Episodes
Comments
Hafifah Hafifah
emangnya si zhoya mau ama kamu
2025-02-01
2
Okto Mulya D.
Yahh ini sih makin runyam... penyelesaiannya
2024-07-23
0
Tuti Tyastuti
tambah lierrr win
2024-05-20
1