Malam ini Zhoya tidak bisa tidur, dia tidak bisa melupakan saat Morgan mencium bibirnya di toilet yang berada di Mall itu, dia menyentuh bibirnya sendiri sambil memejamkan mata.
Zhoya membuka matanya kembali, sebentar lagi Morgan akan menikah dengan Laura, itu artinya dia harus melupakan perasaannya kepada Morgan.
"Baru juga merasakan jatuh cinta, malah langsung patah hati. Hm... nasib... nasib." Zhoya mengejek nasibnya sendiri.
Zhoya bangkit dari tidurnya , dia duduk di kursi sofa sambil menghembuskan nafas dengan pelan, bersikap pura-pura tidak cinta lagi pasti sangat menyakitkan untuknya.
Zhoya melihat ada paper bag belanjaan, dia mengeluarkan barang di dalam paper bag, tadi dia membeli pakaian untuk dirinya sendiri, namun sepertinya paper bagnya ketuker, ternyata isinya pakaian bayi.
"Lah kok baju aku jadi mungil begini?"
Zhoya segera pergi menuju kamar Galvin untuk menukarkan belanjaannya dengan Hana, namun dia mengurungkan niatnya begitu mendengar suara erotis di dalam kamar sana.
"Ahhhh...ahhh....pelan-pelan dong sayang." terdengar suara Hana.
"Ini juga pelan kok." Kini terdengar suara Galvin.
"Ahhh... sakit sayang."
"Padahal udah pelan ini. Tahan sebentar ya."
Zhoya merinding mendengarnya, dia segera balik ke kamar lagi. Biar besok saja dia menukarkan belanjaannya dengan Hana.
"Sakit? Emang tiap melakukannya bakalan sakit terus? Lho bukannya kata orang akan ketagihan?" Hati Zhoya bertanya-tanya.
Sementara di dalam kamar Galvin, Galvin sedang berusaha membantu Hana untuk melepaskan cincin di jari manisnya, mungkin karena cincinnya kekecilan makanya Galvin sulit untuk melepaskannya. Sampai Hana meringis kesakitan.
Tapi setelah berusaha dengan cukup keras, akhirnya Galvin berhasil melepaskan cincin di jari manis Hana.
"Ahhh... akhirnya lepas juga." Hana sangat merasa lega.
Galvin segera meniupi jari manis Hana, "Pasti sakit banget ya sayang."
...****************...
Malam ini adalah malam yang sangat penting dimana keluarga Morgan dengan keluarga Laura makan malam bersama disalah satu restoran mewah.
"Kalian sudah melakukan fitting baju pengantin dan membeli cincinnya?" tanya Pak Dean, ayahnya Laura.
"Sudah lah pah, kami sudah mempersiapkan semuanya, kenapa gak dipercepat saja pernikahan kami?" Laura sudah tidak sabar ingin segera memiliki Morgan seutuhnya. Dia adalah wanita yang beruntung karena bisa mendapatkan seorang Morgan Xavier. Walaupun dia belum siap melepaskan Yoga, dia menginginkan keduanya.
Pak Gara, dia sangat setuju dengan keinginan calon menantunya itu. "Iya saya rasa tidak ada salahnya pernikahannya di percepatan. Iya kan Morgan?"
Morgan pura-pura tersenyum menjawab pertanyaannya ayahnya itu, "Kalau aku terserah kalian saja."
"Tapi kenapa kamu belum mengenalkan juga Laura ke publik,Morgan?" tanya Pak Dean kepada calon menantu.
"Belum om, biar nanti saat hari H saja." jawab Morgan.
"Baiklah, bagaimana baiknya saja." Pak Dean sangat mempercayai calon menantunya itu. Dia menambah perkataannya, "Akhirnya perusahaan Pak Gara bisa sukses kembali setelah bekerjasama dengan perusahaan saya."
Perusahaan Pak Gara dulu memang sempat bangkrut, atas bantuan dari Pak Dean kini perusahaannya kembali sukses.
"Tentu saja, ini semua berkat bantuan dari Pak Dean. Saya gak tau nasib perusahaan saya seperti apa jika Pak Dean tidak membantu saya."
"Kalau saya cukup melihat putriku bahagia, apapun akan saya lakukan, dan putriku sangat mencintai Morgan, anakmu." Pak Dean mengatakannya dengan nada serius.
"Morgan juga pasti sangat mencintai Laura." ucap Pak Gara. "Bagaimana kalau pernikahan Morgan dan Laura kita adakan minggu ini?"
Laura sangat bersemangat sekali mendengarnya, "Aku sangat setuju om. Bahkan besok pun aku siap menikah dengan Morgan."
"Bagaimana Morgan, kamu setuju menikah dengan Laura minggu ini?" tanya Pak Dean kepada calon menantunya itu.
"Emm... aku..." Ucapan Morgan berhenti begitu mendengar samar-samar ada berita soal dirinya di televisi yang ada di restoran sana.
Sontak kini mereka yang ada disana menjadi fokus ke layar televisi yang ada di restoran itu.
'Pemirsa, akhirnya terungkap sudah siapa wanita yang menjadi calon istrinya Morgan Xavier, wanita yang belum diketahui namanya kini telah terlihat sedang bermesraan dengan Morgan Xavier di tepi pantai. Bahkan mereka pernah menginap di kamar hotel yang sama, sampai Morgan mengendongnya. Benar-benar pasangan yang sangat romantis bukan?'
Begitulah suara seorang presenter di channel Bumi TV, bahkan disana memperlihatkan semua foto-foto Morgan dengan Zhoya hasil jepretan dari Joko, dari saat Morgan menggendong Zhoya ke kamar hotel, naik mobil bersama, masuk ke restoran bersama dan juga saat mereka berciuman di tepi pantai.
Tentu saja berita itu kini menjadi trending nomor satu, karena di youtube juga gempar dengan berita itu, bahkan sosial media juga.
Morgan tercengang melihatnya, baru kali ini dia kecolongan seperti itu, biasanya dia bisa tau kalau ada wartawan yang mengikutinya. Namun dia bingung menjelaskannya bagaimana kepada ayahnya, Pak Dean dan Laura. Mereka nampak terkejut, terlihat sangat marah dan kecewa dengan berita gosip itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 131 Episodes
Comments
Hafifah Hafifah
dasar maruk
2025-02-01
1
Okto Mulya D.
ohh copot cincin yaa, kirain apaan koq susah gituu kan udah sering harusnya mudah kan sudah longgar..
2024-07-23
0
Kotin Rahman
wkwkwkkk tk kirain skit lgi anuan trnyata krna cincin too.....tiwas pikiranku sama kya zhoya rada" encuumm 🙈🙈🙈🤣🤣🤣🤣
2024-03-08
1