Hari ini Morgan sedang melakukan fitting pakaian pengantin bersama Laura, namun dia sama sekali tidak fokus dengan apa yang dia lakukan hari ini. Sampai dia terkejut karena Laura berbicara padanya dengan nada tinggi.
"Sayang, aku kelihatan cantik gak?" Laura sangat kesal sekali karena Morgan kelihatan tidak bersemangat melakukan fitting baju pengantin. Padahal dia sedang mencoba memakai gaun pengantin yang indah.
"Emm... bagus, kamu terlihat cantik." Morgan pura-pura tersenyum memandangi Laura.
"Kamu kenapa sih heum? Apa lagi ada masalah?" Laura bersikap begitu perhatian pada Morgan, dia duduk di samping Morgan, merangkul sang calon suami.
Morgan menjadi merasa bersalah pada Laura karena dia malah berciuman dengan Zhoya, padahal dia sudah berusaha untuk menjadi lelaki yang setia, dia yakin Laura juga setia padanya, karena Laura begitu perhatian dan kelihatan cinta sekali padanya.
Namun tetap saja bibir Zhoya rasanya seperti masih menempel dibibirnya, padahal bagi dia ciuman itu sangat lah bukan hal asing, bahkan dulu dia sering melakukannya lebih dari itu, tapi kenapa ciuman Zhoya rasanya berbeda, apa mungkin karena dia orang yang pertama mendapatkan ciuman Zhoya?
"Aku gak apa-apa, aku hanya kecapean saja, dari kemarin aku banyak job."
"Banyak istirahat dong sayang, aku gak mau kamu kecapean."
Morgan tersenyum menatap Laura, dia rasa dia memang tidak salah membuka hati buat Laura, Laura adalah wanita yang cukup dewasa dan pengertian.
Setelah melakukan fitting baju pengantin, Morgan dan Laura pergi ke Mall untuk membeli cincin pernikahan.
"Sayang, cincin yang ini bagus gak?"
"Atau mau yang ini, sayang?"
"Tapi kayaknya cocok yang ini?"
Laura beberapa kali menunjuk cincin couple untuk meminta pendapat dari Morgan, tapi Morgan hanya mengangguk saja dan bilang "Ya bagus."
Drrrttt... Drrrttt...
Ponsel Laura bergetar, rupanya ada telepon dari Yoga.
"Sayang, aku angkat telepon dulu ya. Ada telepon dari mama." Pamit Laura.
Ternyata di Mall yang sama ada Zhoya dan Hana yang tengah asik memilih pakaian bayi. Usia kandungan Hana sudah memasuki 6 bulan makanya perutnya kelihatan sedikit maju ke depan.
"Kak Hana, aku ke belakang dulu ya." Zhoya tiba-tiba merasakan ingin buang air kecil.
"Ya Zhoy." Hana menganggukan kepala.
Sementara itu Morgan, ini nampak kesal karena Laura lama sekali berteleponannya. Walaupun dia memakai masker untuk menutupi wajahnya agar tidak ada orang yang mengenalinya tapi tetap saja dia merasa tidak nyaman serasa ada orang yang memperhatikannya.
"Eh kok dia mirip Morgan Xavier." Ada salah satu wanita memperhatikan Morgan yang sedang menundukkan kepalanya. Padahal Morgan memakai masker tapi rupanya jika fans berat tau saja bahwa pria yang memakai baju hitam itu Morgan.
"Oh iya benar itu Morgan." kata teman disebelahnya.
Morgan mengerlingkan mata, dia ingin tau siapa yang menyebut namanya, dia terkejut ternyata ada sekitar 13 orang wanita memperhatikannya dengan mata berbinar-binar.
"Busyet, mampus gue." Morgan tidak berani bertemu dengan fans tanpa pengawalan bodyguard, dia takut mereka akan berbuat nekad padanya.
"Morgan Xavier!" Teriak mereka sambil berlari ke arah Morgan.
Morgan nampak panik, dia memilih berlari saja,menghindari mereka. Namun sialnya karena banyak yang memanggil namanya makanya orang yang mengejar dia bertambah banyak, dia tidak bisa menghitung jumlahnyanya, karena pandangannya fokus ke depan.
"Morgan!"
"Morgan Xavier!"
"Oh I love You Morgan!"
Sambil berlari Morgan mencoba mencari tempat persembunyian. Sampai dia terpaksa masuk ke toilet, rupanya dia salah masuk, malah masuk ke toilet cewek, sayangnya toilet disana pada berisi, membuat dia semakin panik.
"Ahhh... sial!"
Ceklek!
Morgan mendengar ada seseorang membuka pintu toilet, rupanya orang itu hendak keluar dari sana.
Morgan terpaksa masuk dan menyeret orang yang hendak keluar dari toilet itu.
"Emmmhhh..." Morgan langsung menutup mulutnya dengan tangan.
Dan menghentakkanya ke dinding toilet.
Betapa terkejutnya dia saat melihat siapa orang yang dia bekam itu. "Bocil?" Morgan membuka maskernya.
Rupanya orang yang ada di toilet itu Zhoya.
Morgan langsung melepaskan tangannya. Dia menjadi salah tingkah, "Aku minta maaf, tapi saat ini aku lagi butuh bantuan kamu. Jangan dulu keluar. Ada banyak wanita yang mengejar aku!" Morgan mengatakannya dengan pelan.
"Aku tak peduli, sudah aku bilang aku tidak akan peduli lagi sama kak Morgan." Zhoya mengatakannya sambil tersenyum, membuat Morgan menatapnya penuh keheranan.
Zhoya berniat membuka pintu, tapi Morgan menahannya begitu mendengar suara banyak langkah kaki di luar toilet sana.
"Kemana dia?"
"Sepertinya dia lari ke arah sini."
Mereka menggedor tiap pintu toilet disana.
Tok... Tok...Tok...
"Apa di dalam Morgan Xavier?"
Lalu orang yang dia dalam sana berteriak "Bukan!"
Terus saja begitu, disana ada lima pintu toilet. Sekarang giliran mengetuk pintu tempat persembunyian Morgan dan Zhoya. Kalau tidak ada jawaban dipastikan di dalam ada Morgan.
Tok...Tok...Tok...
"Apa di dalam Morgan Xavier?"
"Katakan bukan!" suruh Morgan dengan pelan.
"Gak mau." Zhoya malah menolak untuk menolong Morgan.
"Bocil."
"Aku bukan bocil, aku udah gede."
Mereka malah tertengkar dengan pelan.
Tok...Tok...Tok...
"Morgan Xavier, pasti kamu di dalam kan?".
" Yes, kita menemukan dia."
Seru para wanita di luar toilet sana.
"Bukan." Zhoya terpaksa berbohong untuk menolong Morgan.
Morgan nampak lega karena Zhoya sudah menolongnya.
"Yeah ternyata bukan, ayo kita cari ke tempat lain." Para wanita itu segera pergi meninggalkan toilet.
Zhoya tidak ingin basa basi pada Morgan, dia segera membuka kunci toilet untuk keluar tapi Morgan menahannya lagi.
"Terus kamu kenapa cemberut gitu hm?" Morgan malah mengacak-acak rambut Zhoya, dia malah gemas melihat Zhoya yang bersikap acuh padanya. Dia bersikap seolah-olah melupakan pengakuan cinta Zhoya.
Apa dia salah jika dia walaupun sudah menikah dengan Laura nanti tetap berharap masih bisa dekat dengan Zhoya sebagai adik kakak.
Zhoya menepis tangan Morgan, "Sudah aku katakan, aku tidak akan peduli lagi sama kak Morgan. Jangan memperlakukan aku seperti anak kecil lagi." Zhoya membereskan rambutnya yang berantakan.
Yes akhirnya aku bisa bersikap cuek padanya_ Seru hati Zhoya.
Namun tanpa di duga, Morgan malah menarik Zhoya menghentakannya kembali ke dinding toilet. "Kamu yakin mau menjauhi aku?"
"Tentu saja."
"Kamu tidak akan peduli lagi padaku?"
"Ya."
"Kamu yakin?"
"Yakin."
"Kalau begitu aku harus mengembalikan ciuman kamu itu."
Zhoya membulatkan matanya begitu mendengar ucapan Morgan, dia ingin protes tapi tiba-tiba Morgan langsung menyambar bibirnya. Menautkan kedua bibir mereka. Morgan rasa dia harus mengembalikan ciuman Zhoya agar ciuman itu tidak lagi terbayang-bayang dipikirannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 131 Episodes
Comments
Hafifah Hafifah
bilang aja lw udah kecanduan pake modus mau balikin ciuman
2025-02-01
1
Alexandra Juliana
Laura tdk spt yg kau kira Morgan, dia sdh pro sama yg namanya nana ninu
2025-02-12
0
Hafifah Hafifah
yah g tau aja kamu lw silaura tuh seorang jalang
2025-02-01
1