Zhoya terpaksa menghentikan makannya sebentar begitu mendapatkan telepon dari Galvin, dia harus berbohong kalau semalam dia hanya menginap di hotel sendirian. Dia tau sifat Galvin seperti apa, pasti akan marah kalau ketahuan semalaman dia bersama seorang pria.
"Beneran sendirian kan? Gak nginap sama cowok?" Terdengar suara Galvin mengomel di balik telepon sana.
"Ya nggak lah kak, aku tidur sendirian lah."
"Terus ngapain nginep di hotel? Tante Kia dan Om Roy menyuruh aku untuk menjaga kamu."
"Kebetulan aku janjian sama teman Sekolah Dasar aku, kan aku sekolah SD disini."
"Awas kalau bohong, kalau ketahuan kamu nginep sama cowok, aku pastikan cowok itu cuma tinggal namanya aja besok."
Morgan tidak sengaja mendengar ucapan Galvin, langsung merinding disko membayangkan bagaimana marahnya Galvin padanya jika ketahuan Zhoya menginap di hotel bersamanya, padahal mereka tidak melakukan apapun.
"Hmm...ya sudah kak, aku lagi makan. Aku tutup dulu ya." Zhoya menutup panggilan telepon.
...****************...
Zhoya tidak ingin langsung pulang, dia meminta Morgan untuk mengantarkannya ke pantai, kebetulan jarak dari restoran ke pantai lumayan dekat.
"Disini masih sepi lho, kamu yakin mau aku tinggal disini?" Morgan memperhatikan suasana pantai yang masih sepi.
"Ya, tinggalkan aku disini saja!" Zhoya mengatakannya dengan ketus.
Morgan mengiyakan saja, dia tau suasana hati Zhoya, pasti cemburu saat dia berteleponan dengan Laura, tapi baguslah, biar Zhoya berhenti mengharapkannya, "Hmm...ya sudah, kalau begitu aku harus jemput Laura dulu. Dia pasti sudah menunggu lama."
"Kak Morgan."
Kata itu membuat Morgan mengurungkan niatnya untuk melangkah pergi, "Kenapa?"
"Apa tidak ada sedikit saja perasaan cinta untuk aku?"
Morgan malah terkekeh, dia selalu menganggap ucapan Zhoya itu sebuah lelucon. "Perasaan aku buat kamu hanyalah sebatas adik, gak lebih dari itu."
Zhoya mengatakannya dengan mata berkaca-kaca, "Tapi aku sangat mencintaimu, kak."
Morgan berjalan mendekati Zhoya, dia mengusap pucuk kepala Zhoya dengan lembut, "Kamu gadis baik-baik, terlahir dari keluarga baik-baik. Jangan mengharapkan cinta dari pria brengsek seperti aku."
"Aku tau masa lalu kamu, semua orang punya masa lalu, aku gak peduli soal itu. Aku yakin kamu pasti bisa berubah."
"Tapi aku tidak bisa membalas perasaan kamu, perasaan kita hanya sebatas adik kakak, jadi aku anggap kamu tidak pernah bilang soal cinta padaku. Biar diantara kita tidak saling canggung bila bertemu."
Zhoya menganggukan kepala, dia menghapus air matanya yang tiba-tiba menetes. "Baiklah kalau itu maumu, aku sadar perasaan itu tidak bisa dipaksakan."
Morgan menjadi merasa bersalah pada Zhoya, entah mengapa hatinya ikut sakit melihat Zhoya menangis. "Maafkan aku..."
"Tidak apa-apa, sesuai keinginanmu. Aku akan melupakan semua perasaanku, mulai hari ini aku tidak akan mencintai kamu lagi. Karena itu jangan salahkan aku jika keadaannya nanti menjadi terbalik."
"Maksudnya?" Morgan tidak mengerti.
"Mungkin setelah ini kak Morgan yang akan bergantian mencintaiku!"
Tanpa di duga, Kedua tangan Zhoya memegang wajah Morgan, dia menjijitkan kakinya, membuat bibirnya menempel pada bibir Morgan. Dia ingin memberikan ciuman pertamanya pada pria yang dia cintai itu.
Morgan terbelalak begitu merasakan lembutnya bibir Zhoya, bahkan dia merasakan gadis itu memagut bibirnya dengan sangat lembut, aliran darah Morgan berdesir begitu hebat merasakan ciuman itu.
Morgan hanya diam, memejamkan matanya, dia sama sekali tidak membalas ciuman dari Zhoya, bahkan tangannya pun tidak menyambut, dia hanya mengepalkan tangannya untuk menahan diri. Dia pria normal pasti sangat bergairah begitu Zhoya mencium dirinya, namun dia tidak bisa melakukannya, baginya Zhoya adalah si bocil yang menggemaskan, akan tetap seperti itu.
Jepret...
Jepret....
Wartawan yang bernama Joko itu akhirnya berhasil mendapatkan foto yang sangat romantis. Dia rasa dia harus segera menyerahkan apa saja yang dia potret dan dia video tentang Morgan dengan seorang gadis yang di duga adalah calon istrinya itu ke tempat dia bekerja.
"Hallo Pak, aku mendapatkan foto-foto dan video tentang Morgan Xavier dan calon istrinya." Lapor Joko kepada bosnya itu.
Kemudian sang Boss, Darwin, dia adalah seorang Ceo di CSTV, salah satu channel yang memiliki ratting tinggi di negeri ini.
"Baguslah, nanti acara INI GOSIP akan menjadi ratting yang sangat tinggi. Kamu kirimkan fotonya ke aku!"
"Baik, Pak."
Drrrttt... Drrrttt...
Darwin segera membuka foto-foto dan video yang dikirim oleh Joko.
Namun betapa terkejutnya dia saat melihat siapa foto gadis yang sedang berciuman dengan Morgan Xavier. "Zhoya?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 131 Episodes
Comments
Alexandra Juliana
Wow Zhoya mirip Alexa yg memberikan ciuman pertamanya utk Mboy yg bagaikan kanebo kering dimasukin di freezer
2025-02-12
0
Alexandra Juliana
Joko ternyata mengikuti Morgan dan Zhoya...Hasil karya Joko akan menjadikan berita eksklusif niihhh..
2025-02-12
0
Alexandra Juliana
Siap² kau menghadapi interogasi dr Galvin saat foto² kamu dan Zhoya sdh beredar Gan..
2025-02-12
0