HAL MENGEJUTKAN

Beberapa keunggulan telah dipertontonkan, kedua belah pihak sudah mengeluarkan apa yang mereka bisa lakukan.

Gelora hening menghantarkan arus nafsu jahat 'tuk mengudara. Dharma masih menyaksikan lawannya sedang bergelimang darah yang berbau besing.

Babi hutan itu menatap bagian vitalitas yang terkena serangan dharma. Untuk menyembuhkan area rawan tersebut tidaklah mudah seperti mengembalikan kondisi semula.

Ada pengecualian dari kelebihan yang dimiliki sang babi. regenerasi sel tidak bisa serta-merta menumbuhkan bagian terlindungi itu.

Dan ternyata hipotesa dharma bukan hanya berpusat pada detak jantung ataupun bagian kaki yang sudah terpotong. Namun ajian 'panon boncorong' sudah membuka portal kelemahan si babi.

Peredaran yang tidak lancar di area vital lawan membuat dharma berpikir sejenak. Apakah si babi menyalurkan energi hebatnya melewati peredaran darah, sehingga dapat menumbuhkan sel-sel yang sudah tidak ada?

dari sana terbesit ide untuk menyerangnya dengan posisi berada di bawah, sehingga dapat menyayat nya dengan sempurna.

keberuntungan berpihak pada yang baik. Alam semesta berlomba-lomba mewujudkan keinginan dharma tatkala dharma menyerang maju.

Embun air menyerap keringat bercucuran yang keluar dari raganya. ia masih saja tidak berkutik menyaksikan si babi yang tidak jauh darinya. Kemudian hal nyeleneh terjadi.

sang babi malah mencabut vitalitasnya yang tengah terluka. Sontak dharma kaget sedari mengkerutkan kening, seketika tubuhnya bergetar Sampai-sampai dedaunan yang dijadikan tempat persembunyian pun merasakan dampaknya.

berbalik lah babi itu sambil memegang vitalitas nya. Ia memekik nya sama seperti tengah menggenggam obor.

Dengan memasang raut wajah seram, babi jahanam itu memakan vitalitas nya sendiri di depan dharma yang telah diketahui keberadaannya.

"Bajingan hewan ini! saya harus segera menghabisinya." ucap dharma yang masih bersemayam dalam diam.

Entah apa alasan babi hutan memakan penisnya. yang terpenting bagi dharma adalah menghabisinya dalam sesaat kala itu.

"AAHHHH! ketahuan deh." akhirnya dharma keluar dari tempatnya.

sang babi masih saja mengunyah ketika dharma mulai keluar dari rimbunnya dedaunan yang diselimuti embun dingin di pagi hari.

Di tengah pertarungan hebat sedang terjadi, panca malah bangun dari pingsannya. Dia langsung berteriak memanggil kakaknya yang sedang bertarung sekaligus kesurupan oleh leluhur.

"KAAAA....KAAAA....KAAAA" teriak panca memanggil dharma.

karena nutrisi tubuh tidak terpenuhi, membuat panca hanya terbujur lemas. Seruannya tadi pun terdengar nyaring dan tak berdaya.

Si babi mutasi malah mendapat ide brilian, dia terbesit untuk menyakiti panca yang tengah lemas agar membuat lawan merasa tertekan dan sedikit mengecohkan konsentrasinya.

Karena insting hewan sangat tajam. keberadaan panca sangat cepat terdeteksi. Setelah tau di mana letak panca, babi itu berlari berbalik arah menuju diamnya panca.

Tidak memerlukan waktu lama, sang babi sudah hampir bisa meraba raga panca. panca sangat panik! seumur-umur dia baru saja menyaksikan hewan seseram ini, apalagi di mulutnya masih berlimpah darah. membuatnya takut kepalang.

Tangan sudah dijulurkan oleh sang babi, ia hendak meremas batok kepala anak kecil yang tidak tahu apa-apa dengan tangan besar serta kuku tajam yang sudah kotor oleh tanah dan juga darah vitalnya.

Baru saja tangan keji itu menggores kulit bersih panca, sekolebat cahaya putih melintas di atas tangannya.

"Jangan menyentuh anak itu!"

Ternyata dharma bergerak dengan kecepatan tinggi yang hampir sama dengan kecepatan cahaya sampai menimbulkan pembiasaan cahaya dari tubuhnya berwarna putih.

Sekolebatan itu tercipta dari gerak cepat dharma yang sigap langsung memotong tangan si babi. setelah berhenti dharma langsung menyerangnya kembali dengan dengkul yang telak mengenai kepala.

Hantaman keras dengkul dharma membuat babi hutan itu menatap ke atas langit. satu taringnya patah, dan juga robekan di dadanya membesar terkena kuku tajam dari kaki dharma.

Ia dapat melakukan dua Serangan sekaligus, ketika bandulan itu terkena kepala babi, maka kaki yang ditekuk pun mengenai dada lawan yang menjadi pusat kelemahannya.

Dua langkah kebelakang sang babi mundur. namun dharma yang masih berasa di udara menyerangnya kembali. Serangan selanjutnya yang dharma lakukan adalah dengan senjata pusakanya.

Ia memutar seperti gangsing dengan cepat. serangan bak tornado itu melukai semua bagian lawan....

TUNGGU PART BERIKUTNYA<3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!