Perasaan tak karuan menggulung dalam benak dharma, kelopak mata yang sayu mendadak melotot. Mahluk jahanam itu dapat menumbuhkan anatomi tubuh yang sudah terpotong dalam sesaat.
Kuda-kuda terpasang merangkai alur serangan dari kaki baru saja tumbuh. Dharma yang masih dalam keadaan tergelak langsung melompat menjauh ke belakang.
Babi hutan itu menyiasati rekonsiliasi Antara data pikiran manusia dan hewan, sehingga ketika dharma melompat secara bersamaan sang babi meluncurkan serangan kaki yang langsung telak mengenai perut dharma yang tengah melayang di udara.
Dharma menahan serangan itu dengan metode pernapasan perut agar dapat meminimalisir hentakan kaki yang dikeluarkan sang babi.
pada akhirnya dharma tetap saja terkena serangan, akan tetapi ia berhasil melompat menjauh dari jangkauan musuhnya.
Sang babi sedikit tercenung melihat musuhnya yang masih terlihat bugar ketika sudah menerima serangan beberapa kali darinya. pancaran Surya menjadi tonggak semangat dharma untuk tetap melanjutkan pertarungan.
Kali ini dharma tertegun dan meremas pengetahuannya. Bagaimana cara mengalahkan musuh sedangkan ketika ditebas ia dapat dengan mudah kembali sehat.
musuh tidak memiliki pertahanan yang kuat serta strategi hebat. gobang yang ia genggam sepertinya tidak akan berfungsi kala ini.
Langkah kaki berselaput aura merah menggeliat di kulit sang babi. Ia sangat mengkultuskan tenaga bawahnya.
Karuhun itu teringat pepatah gurunya yang pada saat ia muda pernah diajarkan ilmu mencari titik lemah musuh yang disebut 'panon boncorong' ilmu ini mengajarkan agar fokus terhadap peredaran darah musuh yang dapat terlihat ketika memfokuskan penglihatan yang sudah terlatih.
Bahkan 'panon boncorong' mampu melihat jatuhnya buah sawo yang berjarak puluhan kilometer dari sipengguna. Maka dengan mempergunakan panon boncorong' ketika ingin melihat kelemahan musuh dapat efektif dipergunakan.
Hipotesis dharma tat kala melihat aura merah yang menggebuk di area kaki lawan bukanlah kekuatan yang sebenarnya. Aura merah itu merupakan suatu proses penyembuhan dari regenerasi yang baru saja ia lakukan.
Lantas menengok lah dharma ke dada si babi. Ia melihat ada bekas sayatan yang belum juga sembuh, jika ia dapat dengan mudah menyembuhkan bekas yang terluka, kenapa dadanya ada luka yang masih membekas?.
Ajian sakti selanjutnya digunakan dharma untuk mengalahkan lawan, tidak cukup dengan jurus-jurus hebat. Tapi dengan kecanggihan metode dulu lah yang akan dikeluarkannya.
'Batur usik urang engges' adalah hipotesis prediksi yang sering digunakan pendekar zaman dahulu untuk bertarung bahkan berperang. Ajian ini merupakan pola serangan serentak yang dilakukan ketika musuh masih bergumam dalam diamnya.
Batur usik urang engges' jika diartikan ke-dalam bahasa Indonesia yang berarti 'orang lain baru saja bergerak kita sudah melancarkan serangan' mungkin kurang lebih seperti itu.
Untuk maju tanpa kemungkinan dicegah, dharma harus menyerang cepat pada titik terlemah musuh, yaitu area dada dekat dengan jantung. Dharma mendengar bahwa detak jantung lawan sangat lemah sehingga ia berpikir lawan Dapar bertarung tidak lebih dari lima menit saja.
Pertarungan yang ia lakukan baru saja dimenit ke-tiga, butuh dua menit lagi bagi dharma untuk dapat menyerang musuh dalam keadaan terlemahnya.
Tanpa pikir panjang kedua mahluk beda dimensi ini menerpa secara bersamaan. Posisi mereka tidak jauh, namun dharma malah menyerang kaki lawan yang masih terlihat ada aura merah.
sedangkan sang babi terlihat melompat hendak mencabik-cabik kepala Dharma. Tentu saja keduanya menyerang dengan sia-sia. mereka tidak lebih hanya menerka angin saja.
sesudah meluncur ke arah tanah dalam keadaan seperti torpedo yang melesat. Dharma membesatkan pusakanya ke area vitalitas lawan, yang tepat tengah berada di atas raganya, sedang melompat.
Darah berhamburan dari area vital lawan. Darma yang masih meluncur di bawah pun tidak ingin melihat muncratan darah lawan, ia malah langsung berlari meninggalkan musuh dan bersembunyi di rimbunnya pepohonan.
TUNGGU PART BERIKUTNYA<3
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments