Ringkig jejak besar terbuat hebat, meringkas langkah kaki yang terlebur kaku. Dia Berdengus kencang sampai mirip kereta api yang berbahan bakar kayu. dari hidungnya terdapat tanduk yang melekat keluar, setiap ia melangkah paru-parunya dipacu untuk mengeluarkan uap panas.
Tubuhnya tidak sebesar serigala, Namun dia mendapati kekuatan super yang sangat hebat. Jika dibandingkan dengan serigala yang dilawan dharma, hewan mutasi ini lebih kerdil jika dilihat dari fisiknya, Tapi jangan salah dia mempunyai regenerasi sel yang cepat.
Sehingga ketika tubuhnya termutilasi akan cepat kembali tumbuh dalam seketika.
Hewan mutasi itu berjenis babi hutan, satu tingkat lebih atas dari serigala jika meratapinya dalam segi kekuatan.
Kuku-kuku tajam menjalar besar, Tinggi badan sepadan dengan dharma membuat pertarungan ini akan sedikit menegangkan.
Tumbuhan hijau lesuh menjadi saksi, terbitnya sang fajar membuat kekacauan lagi. Ekspektasi manusia menjulang tinggi. Kesadaran dharma tak kunjung kembali. Dan panca masih terbaring meratapi dalam indahnya mimpi.
"HHHHHHMMMMMM" suara datangnya babi hutan muncul ke hadapan dharma.
"aku harus kembali menjadi petarung, sungguh mengecewakan! lawanku sekarang sebangsa siluman," ucap dharma melihat datangnya sosok manusia berkepala babi dari Rungkut pohon lebat tak jauh di tempat ia berpijak.
mata babi yang sudah bermutasi itu memicing, hembusan nafasnya menjadi semakin berat. Situasi kini menjadikan himpitan suara berkesambung dalam ruang bebas penuh kehampaan.
Dharma masih bergeming, dengan pusaka yang ia genggam di tangan kanannya. Rasa penasaran masih saja membebat, dharma cukup kekalutan, roh baik itu dipaksa untuk berpikir kali ini.
"zaman macam apa ini? semuanya terlihat hancur. Bahkan manusia pun sangat terlihat seperti siluman, atau bahkan siluman sekarang menyerupai manusia." takdir bumi memutar 180°, roh atau Karuhun saja kebingungan menyaksikan zaman yang sudah hancur.
Karuhun masuk dalam bahasa daerah, khususnya masyarakat Sunda yang sangat kental menghargai jasa-Nya dan terhubung lewat karya atau ucap sukur yang dituangkan ke sebuah tradisi.
hawa hitam berkelebat sedari tadi, dharma hanya terpaku diam melihat fenomena itu. Pada akhirnya sang babi memunculkan Batang hidungnya kehadapan dharma.
Dia keluar dari balik pohon besar dengan niat ingin mengebrak rasa takut lawan. Tapi kali ini lawannya bukan manusia, melainkan Karuhun yang siap membasmi apapun yang menghalangi umat manusia untuk maju.
Tidak langsung diam ketika babi hutan itu datang, dharma langsung berlari kencang menghampirinya. Tidak butuh waktu lama, hanya seperkian detik saja dharma sudah meradang di hadapan babi hutan.
Babi hutan seperti membiarkan dirinya diserang. Tak berkutik sedikitpun, raganya diam, terbelenggu kagum melihat lawannya bergerak kencang.
dalam seperkian detik yang bersamaan kaki dharma mendadak bergetar, mirip kesemutan. babi hutan tertawa lebar, dan langsung memukul serta mencabik dada dharma.
"Kenapa ini! kaki-kaki ku seperti tak ada daya untuk bergerak lagi." besit dharma yang sudah terpental jauh ke belakang. ia berbicara sambil mengusap-usap dadanya yang sedang berdarah.
posisi dharma masih tergeletak seusai serangan tadi. Babi itu sedikit meloncat dan hinggap di area serang dharma. meski kakinya masih terasa kesemutan dan lemah, tapi tangganya masih menggenggam senjata.
lantas ditebas lah kaki babi hutan yang sudah berada pada area serang dharma.
Kaki babi itu cepat langsung terpotong. Kuda-kudanya sekarang sudah pincang.
Hal yang mengejutkan terjadi pada pertarungan ini, dalam kedipan mata, kaki yang sudah terpotong langsung tumbuh seketika.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments